Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kabar duka


__ADS_3

Kenan tersenyum saat mendengar pesan suara yang ada di ponsel Beni. Ya pesan suara itu percakapan antara Natalie dan ayahnya.


Sekarang kedua lelaki tampan itu sedang berada di mansion. Ya selesai mengantarkan kekasihnya pulang, Kenan meminta Beni untuk ke mansion kakaknya.


" Berarti dia memang ada maksud mendekati saya tuan?"


" Tentu saja. Karena tidak akan semudah itu bagi seseorang untuk berpaling ke hati yang lain. Kecuali dia itu wanita yang murah"


" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?"


" Tidak ada. Biarkan dia menjalankan rencananya. Karena ini akan menjadi permainan yang sangat menarik untuk kelinci kecil itu"


" Baik tuan"


" Tapi kita harus tetap pantau gerak gerik mereka. Saya yakin ayahnya juga mengincar perusahaan saya"


" Baik tuan"


"Ayah dan anak itu salah memilih lawan. Wanita itu tidak tau seberapa mengerikannya kelinci kecil ku itu"


" Anda benar tuan. Kalau saya jadi dia, mungkin saya akan berpikir ribuan bahkan ratusan kali untuk menyinggung nona Alexa"


" Saya sudah tidak sabar ingin melihat kelinci kecil itu bermain-main dengan wanita itu"


Beni bergidik ngeri membayangkan nasib Natalie. Andai saja wanita itu memilih untuk diam dan duduk manis saja. Mungkin nasibnya akan tertolong.


" Ben"


" Iya tuan"


" Tolong renovasi kamar utama yang ada di mansion saya"


" Emang tuan akan tinggal di sana?"


" Untuk sekarang belum"


" Lalu untuk apa tuan merenovasinya?"


" Untuk mempercantik kamar itu. Saya takut Alexa nggak suka dengan bentuk kamarnya. Kan kamar itu nanti dia yang akan menempatinya"


" Tuan yakin nona Alexa mau menikah dengan tuan"


Plak


Bantal sofa mendarat di kepala Beni.


" Kamu mau saya potong lagi gajinya?"


" Jangan dong tuan. Itu modal nikah saya "


" Nikah sama siapa. Kemarin aja sama Anna nggak diterima"


" Jangan ungkit lagi dong tuan. Nanti saya sedih lagi"


" Kamu sih terlalu lama melamar dia. Kan keburu Anna dijodohkan sama bapaknya "


" Kalau Anna benar-benar cinta sama saya tuan, mungkin dia tidak akan menerima perjodohan itu. Mungkin orang tuanya malu punya calon mantu yang hanya bekerja sebagai asisten"


" Itu karena orang tuanya aja yang bodoh. Dia nggak tau aja gaji satu bulan kamu bisa membeli tanah puluhan hektar"


" Iya kalau dipotong terus mana terwujud beli tanah puluhan hektar!"


" Dasar asisten nggak ada ukhluk. Emang kapan saya potong gaji kamu"


Beni berpikir kapan tuan mudanya memotong gajinya. " Nggak ada tuan"


" Terus kenapa kamu bicara seperti itu"

__ADS_1


" Ya kan tuan sering ngancam saya dengan terus mengatakan ' Beni gaji kamu saya potong lima puluh persen'. Gitu kan tuan bilangnya"


" Ya kan itu cuma gertakan doang. Tapi saya tidak pernah memotong gaji kamu sepersen pun"


" Iya tuan"


Ya emang bener tuannya tidak pernah memotong sepersen pun dari gajinya. Dia selalu memberikan utuh gajinya setiap bulan.


" Ben"


" Iya tuan"


" Walaupun kamu bekerja sebagai asisten. Tapi saya tidak pernah menganggap kamu itu sebagai babu saya. Kamu itu sudah saya anggap seperti kakak saya.


" Makasih tuan. Saya juga tau itu"


Memang benar apa yang dikatakan tuannya itu. Dia tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang lain. Bahkan perlakuan tuannya begitu baik padanya.


" Jadi suatu saat nanti kalau kamu menemukan tambatan hati. Dan dia menanyakan pekerjaan kamu. Kamu bilang aja kalau kamu CEO perusahaan Richard"


" Nggak tuan!. Itu sama aja berbohong"


" Itu gunanya untuk membungkam mulut orang-orang yang gila harta"


" Saya tau tuan. Tapi saya akan mencari wanita yang mau menerima semua kekurangan dan kelebihan saya"


" Semoga kamu segera mendapatkan wanita yang seperti itu. Seperti saya yang juga telah menemukan wanita yang mau menerima semua kekurangan dan kelebihan saya"


" Kalau tuan kan memang tidak ada kekurangannya"


" Kamu salah Ben. Setiap manusia itu pasti punya kelemahan. Walaupun saya terlihat kuat, tapi saya juga punya kelemahan"


" Apa kelemahan tuan terletak di keluarga tuan?"


" Iya. Saya tidak akan berdaya jika itu sudah menyangkut keluarga saya. Apalagi keponakan saya"


" Saya mengerti tuan"


" Kamu pantau terus gerak gerik ayah dan anak itu"


" Baik tuan"


" Sekarang kamu boleh pulang"


" Saya permisi dulu tuan"


Beni pamit undur diri. Setelah asistennya pergi, barulah Kenan pergi ke kamarnya. Ia juga mau beristirahat.


...***...


Alexa baru selesai membersihkan wajahnya. Malam ini sungguh sangat membahagiakan. Karena sang kekasih sangat perhatian dan juga memanjakannya.


Tok.


Tok.


Tok.


" Eca!"


" Apaan sih, teriak-teriak?"


" Kita harus segera ke rumah sakit"


" Rumah sakit?. Emang siapa yang sakit?"


" Kakek buyut Dwipangga dibawah ke rumah sakit"

__ADS_1


Duar.


Bagai di sambar petir tubuh Alexa. Ia tidak menyangka kalau kakek buyutnya masuk rumah sakit. Bukankah kemarin-kemarin dia baik-baik saja?.


" Malah bengong!. Ayo ke bawah"


" Ah iya"


Twins A pun segera masuk kedalam lift.


" Mommy sama daddy sudah berangkat duluan ke rumah sakit" kata Axel saat mereka sudah sampai di bawah.


Salah satu bodyguard membukakan pintu untuk Axel dan Alexa. Setelah keduanya masuk, barulah sopir melajukan mobilnya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Tidak ada percakapan antara keduanya. Mereka larut dalam pikiran masing-masing.


Tanpa terasa mereka pun sampai di rumah sakit. Tanpa menunggu Pak sopir membukakan pintu. Axel dan Alexa sudah lebih dulu turun dari mobil. Mereka berdua langsung menuju ruang ICU.


Di depan ruang ICU semua keluarga besar Dwipangga dan Wiguna sudah berkumpul. Semua orang di sana terlihat sangat bersedih.


" Mommy, Daddy"


" Sayang"


" Kakek buyut kenapa?"


" Penyakit jantung kakek kambuh lagi"


" Kenapa penyakit kakek buyut kambuh lagi?"


" Mommy juga tidak tau sayang. Kita berdoa saja, ya. Semoga kakek buyut baik-baik saja"


" Aamiin"


Semua orang di sana tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan Dwipangga. Alexa menghampiri nenek buyutnya. Wanita yang sudah berumur hampir delapan puluh tahun itu masih terlihat cantik. Walaupun sudah terlihat keriput dimana-mana. Tapi tak mengurangi kecantikannya.


" Nenek "


Diana tersenyum melihat cicit perempuannya. Cicit yang selalu membuat ulah kalau sudah bersama dengan saudara kembarnya.


" Eca sudah datang?"


" Iya Nek"


" Axel mana?"


Axel pun mendekat ke nenek buyutnya. Begitu juga dengan Abimanyu, El, dan juga Varo. Mereka berempat berusaha menghibur nenek buyutnya.


Sama halnya dengan yang dilakukan cucunya. Anggun pun berusaha menghibur suami dan adik iparnya. Ia tau mereka berdua pasti sangat sedih sekarang ini.


" Mas minum dulu"


" Makasih sayang"


Vandy meneguk air minum yang diberikan istrinya. Dadanya merasa sesak saat mendengar papanya masuk rumah sakit.


Marko juga memberikan air mineral untuk sang istri. Ia tau kalau sekarang ini istrinya pasti sangat rapuh. Karena kondisi papa mertuanya.


" Yang kuat ya sayang. Semoga papa baik-baik saja"


" Iya Kak"


Sekarang ini mereka hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Dwipangga. Jadi untuk saat ini mereka tidak henti-hentinya memanjatkan doa untuk kesembuhan Dwipangga.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2