
Tiga orang petugas CCTV sudah berada di ruangan Darren. Ketiga karyawan itu tidak tau kenapa mereka bisa di panggil CEO. Ini kali pertama mereka masuk kedalam ruangan mewah itu.
" Kalian tau kenapa saya panggil ke sini?"
" Tidak tau Pak"
" Yakin kalian tidak tau?"
" Yakin Pak"
Buk.
Buk.
Buk.
Ketiga orang itu tersungkur karena pukulan dari ayah si kembar.
" Sudah tau kesalahan kalian?!"
Ketiga orang petugas itu langsung bersimpuh di hadapan Darren. Mereka sekarang tau kenapa mereka di panggil sama CEO.
" Ma..maafkan kami Pak"
" Maaf kalian bilang!. Apa kalian tidak berpikir sebelum melakukan itu!. Dan kurang baik apa saya sama kalian!"
Ketiga orang itupun terdiam. Mereka tidak bisa menjawab.
" Jawab!. Kurang baik apa saya kalian?!"
Lagi-lagi ketiga orang itu hanya bisa diam membisu. Mereka tidak bisa menjawab ucapan Darren.
" Berapa Darto memberi kalian uang untuk menipu saya!"
" Li..lima puluh juta Pak"
" Wah!, hanya dikasih lima puluh juta kalian berani merusak kepercayaan yang saya berikan!"
" Ma..maafkan kami Pak"
" Minta maaf memang gampang. Apa kalian tau akibat perbuatan kalian, perusahaan saya kehilangan uang yang banyak!"
" Udah Ren, lempar aja mereka ke kandang Lion"
" Ampun Pak. Kami mohon jangan lempar kami ke kandang singa"
" Iya Pak, kami masih mau hidup"
" Kasian anak istri kami Pak"
" Sekarang baru minta ampun. Emang waktu menerima uang lima puluh juta itu kalian nggak memikirkan konsekuensinya. Kalian sudah tau bagaimana CEO kalian, kan?" kata Romy.
Ketiga orang itu hanya mampu menundukkan kepala. Mereka tidak berani menatap Darren. Karena sekarang ini ayah dua anak itu sedang marah besar.
" Lalu hukuman apa yang harus saya berikan pada kalian bertiga!"
" Kirim ke hotel prodeo aja. Itu hukuman yang paling mudah untuk mereka"
Romy tau kalau sahabatnya itu tidak akan tega membunuh ketiga petugas CCTV itu, karena memikirkan anak dan istri mereka. Makanya dia mengusulkan kirim ke hotel prodeo.
" Saya benar-benar kecewa sama kalian bertiga. Kalau saya ikuti amarah saya saat ini, mungkin kalian bertiga tidak akan bernafas lagi. Tapi mati itu hukuman yang sangat mudah untuk kalian"
" Apa kalian bertiga tidak ingat bagaimana kehidupan kalian bertiga saat di bawa CEO ke perusahaan ini?"
Ketiga orang itupun langsung menangis. Mereka teringat akan kejadian beberapa tahun yang lalu. Dimana mereka bertiga di selamat kan oleh Darren saat para preman akan memukul mereka.
" Kalian itu seharusnya bersyukur, dikasih pekerjaan yang layak. Bukannya malah menggigit orang yang sudah membantu kalian dan keluarga kalian"
" Udah Rom, bawa mereka pergi dari sini. Sebelum emosi gue tambah naik melihat mereka bertiga"
" Siap Ren. Kalian bertiga, harus nginap di hotel prodeo. Silakan masuk Pak"
Beberapa polisi pun masuk kedalam ruangan Darren. Sebelum memanggil ketiga petugas CCTV, Romy sudah lebih dulu menelpon polisi.
" Selamat sore tuan"
" Sore Pak, silakan bawa mereka"
__ADS_1
" Siap Pak"
" Bukti-bukti kejahatan mereka nanti saya kirim Pak" kata Romy.
" Siap Tuan. Kalian ikut kami!"
Ketiga petugas itu tidak melawan saat di bawa polisi. Mereka bertiga bersyukur hanya di masukkan ke penjara. Tidak di kirim ke kandang Lion.
Petugas CCTV itu benar-benar menyesal telah mengkhianati kepercayaan sang bos. Padahal Darren sangat baik pada mereka dan juga keluarga kecil mereka. Bahkan bosnya itu membiayai sekolah anak-anak mereka.
" Sekarang tinggal tikus besarnya yang belum ditangkap"
" Tikus besarnya besok kita tangkap, sekaligus memberikan hadiah yang besar untuknya"
" Gue nggak sabar pengen melihat tikus besar itu ditangkap"
" Kita akan berikan hadiah yang tidak akan pernah bisa dia lupakan"
" Oh iya, Lo mau kasih hadiah apa untuk Axel"
" Belum tau Rom, liat nanti aja"
" Axel bilang Alexa membuat alat yang bisa membobol password dari jarak jauh"
" Hhmmm"
" Belajar darimana dia, sampai bisa membuat alat canggih kek begitu"
" Mungkin dari buku yang aku tulis"
" Lo nulis buku?"
" Hhhhmm"
" Sejak kapan?"
" Belum lama ini"
" Putri Lo itu sungguh diluar dugaan"
" Tapi bagus kan?. Jadi dia bisa memakai ilmunya itu untuk membantu orang"
" Hhmmm"
" Iya, gue juga mau pulang. Mau main kuda-kudaan sama istri gue"
" Ck, dasar otak mesum "
" Alah!, kayak Lo nggak aja"
Dua lelaki tampan itu pun tertawa. Mereka berdua mempunyai keinginan yang sama. Dan mereka harus segera menyalurkannya saat ini juga. Jadi mereka harus cepat pulang ke rumah.
...***...
Kenan sampai di mansion mewah milik calon mertuanya. Ia membukakan pintu untuk sang pujaan hati.
" Silakan tuan putri"
" Makasih Oppa"
Sepasang kekasih itu pun masuk kedalam mansion.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, eh ada calon mantu mommy"
Kenan menyalami mertuanya.
" Eca ke atas dulu ya Mom"
" Iya sayang"
" Oppa ngobrol sama mommy dulu ya, Aku mau mandi dulu"
" Iya sayang, mandi yang bersih"
" Pastinya dong"
__ADS_1
Alexa pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Kenan ngobrol sama calon mertuanya.
" Lagi sibuk apa sekarang, Ken?"
" Ngurus proyek di kota C, Mom"
" Proyek apa?"
" Hotel sama tol, Mom"
" Jadi yang menang tender tol kemarin itu kamu?
" Iya Mom"
" Semoga proyeknya berjalan dengan lancar"
" Aamiin, makasih Mom"
Tak berselang lama, Darren dan Axel pun pulang.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam"
" Ada Kenan"
Kenan menyalami mertuanya. Setelah itu Axel mencium tangan calon kakak iparnya.
" Baru pulang Dad?"
" Iya Ken"
" Axel ikut juga?"
" Iya Kak, jadi karyawan Daddy"
" Nggak apa-apa karyawan dulu. Ntar kalau udah cukup ilmu bisnisnya, baru kamu yang pegang kendali"
" Iya Kak. Aku ke atas dulu ya Kak, mau mandi"
" Iya Xel"
Darren pun pamit mau membersihkan tubuhnya. Setelah itu barulah ia berkumpul lagi dengan istri dan calon mantunya.
" Kapan Axel mulai kerjanya, Mom?"
" Baru dua hari Ken"
" Kerja di bagian apa Mom?"
" OB"
" OB?"
" Iya Ken"
" Kenapa di bagian OB, Mom?"
" Biar dia bisa belajar kerja yang berat-berat juga. Jadi dia nggak terpaku dengan satu kerjaan aja. Dengan menjadi OB dia juga bisa bertemu dengan banyak orang. Dan juga bisa tau sifat dan karakter orang. Mana yang tulus dan mana yang nggak"
" Bukankah mereka tau kalau Axel anak pemilik perusahaan?"
" Hanya beberapa karyawan dan juga petinggi perusahaan yang tau. Karyawan lainnya nggak tau"
" Syukurlah Mom, jadi penyamaran Axel berjalan dengan mulus"
" Iya Ken. Dia bilang sih dapat satu teman yang baik. Tapi dia sering ditindas sama seniornya"
" Orang seperti itu harus di kasih pelajaran tuh Mom"
" Iya. Mommy yakin Axel bisa mengatasi orang-orang seperti itu dengan caranya sendiri"
" Pastinya Mom. Membalas dengan cara yang elegan"
Kenan semakin mengagumi keluarga calonnya. Walaupun berasal dari keluarga kaya raya, tapi mereka tidak pernah bersikap sombong. Inilah sultan yang sesungguhnya. Tidak hanya kaya harta, tapi kaya hati juga.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚