
Darren meminta anak buahnya untuk membawa para penjahat itu ke markasnya. Ia akan mengembalikan mereka kembali ke pada tuannya.
" Om bisa pesankan bakso untuk adik-adik di panti dan rumah singgah, nggak?"
" Bisa. Biar om yang urus semuanya. Kamu sama Daddy kamu langsung aja ke markas"
" Makasih Om"
" Sama-sama. Om jalan dulu "
" Iya Om, hati-hati di jalan"
Darren dan sahabatnya berpisah di jalan sepi itu. Tak lama anak buah Darren pun datang ke lokasi. Mereka membawa para penjahat itu ke dalam mobil.
" Bawa mereka semua ke markas"
" Siap bos"
Tiga mobil mewah itupun melaju meninggalkan tempat itu. Mereka segera meluncur ke markas milik Darren. Markas yang sudah lama tidak di kunjungi Darren. Karena sibuk sama pekerjaannya.
" Selamat datang bos"
" Dimana pak tua itu?"
" Di dalam bos. Kami sudah menjamunya sesuai dengan perintah bos"
" Bagus. Kita kasih dia kenyamanan sebelum kita memberikan hadiah untuknya"
Anak buah Darren sangat menyayangkan tindakan bodoh lelaki tua itu. Kenapa dia tidak mencari tau dulu siapa lawan yang akan dia hadapi. Sekarang dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena orang yang sudah berani menyinggung bosnya, akan mendapatkan hadiah yang setimpal.
" Silakan mask bos"
Baskoro melihat kearah pintu. Ia kaget melihat dua lelaki beda usia masuk kedalam ruangan itu.
" Tu.. tuan Darren"
" Ya ini saya tuan Baskoro?. Kenapa anda kaget melihat saya?"
" Jadi anda yang menculik saya?!"
" Bukan!. Tapi anak buah saya yang membawa anda kesini"
" Kenapa anda menculik saya?. Saya punya salah apa sama anda?"
Darren tersenyum mendengar pertanyaan lelaki paruh baya itu. Lelaki itu sungguh pintar berakting. Seharusnya dia yang bertanya seperti itu.
" Saya tidak akan menyinggung seseorang kalau orang itu tidak menyinggung saya lebih dulu"
" Tapi saya tidak pernah menyinggung anda!"
" Sam, bawa orang-orang tadi"
" Siap bos!"
Sam meminta anak buahnya untuk membawa para penjahat yang sudah babak belur tadi. Para penjahat itu pun di bawah ke dalam ruangan.
Mata Baskoro terbelalak saat melihat orang yang dia bayarnya. Bagaimana bisa mereka semua ada di sini. Dan kenapa mereka bisa bersama anak buah Darren.
__ADS_1
" Apa anda mengenal mereka tuan Baskoro?"
" Ti..tidak! saya tidak mengenal mereka!"
" Anda yakin tidak mengenal mereka?"
" Sa..saya yakin"
Brak.
Semua orang yang ada di sana kaget mendengar bunyi meja yang di gebrak. Darren menggebrak meja karena menahan emosinya.
" Saya tanya anda sekali lagi. Apa anda mengenal mereka?"
" Ti..tidak! saya tidak mengenal mereka"
" Masih nggak mau ngaku?. Sam, keluarkan lion"
" Siap bos"
Sam segera pergi ke kandang khusus tempat hewan peliharaan bosnya. Dia akan membawa hewan kesayangan sang bos.
" Ayo lion, kita ketemu sama tamu dulu"
Singa jantan itu pun mengaum. Lion sepertinya senang bertemu dengan tamu barunya. Terlihat jelas dengan betapa aktifnya lion.
Sam kembali dengan membawa lion. Semua orang di sana sangat senang melihat lion. Kecuali Baskoro. Lelaki paruh baya itu shock melihat singa jantan sudah berdiri di sana.
Singa jantan itu langsung menghampiri Darren. Hewan itu langsung bermanja-manja dengan tuanya. Sepertinya lion kangen dengan tuanya.
" Lion kita ada tamu. Kenalan dulu sama tamu kita"
" Ja.. jangan mendekat!"
Baskoro ketakutan saat singa jantan itu berjalan menuju kearahnya. Biasanya hewan itu dia lihat di kebun binatang. Itupun tidak sedekat ini.
" Pergi sana!, jangan dekat-dekat aku!"
" Tenang tuan Baskoro. Kalau anda tidak berbohong, lion tidak akan memakan anda. Tapi kalau dia mencium aroma kebohongan dari anda?, maka jangan salah kan saya kalau anda langsung dilahap sama lion"
" Tidak!. Jangan biarkan saya dimakan oleh singa ini. Saya akan berkata jujur"
Darren tersenyum mendengar ucapan lelaki paruh baya itu. Coba aja tadi lelaki itu jujur, pasti dia tidak akan menyuruh anak buahnya untuk membawa lion.
" Cepat katakan?!"
" Sa..saya mengenal orang-orang itu. Dan saya juga menyuruh mereka untuk membunuh putra anda"
" Bukannya tadi anda bilang tidak mengenal orang-orang ini?"
" Tidak tuan!, saya berbohong. Sebenarnya saya mengenal mereka"
" Sam, kamu tau apa hukuman untuk orang yang sudah berbohong?"
" Tau bos. Mulutnya akan di potong"
Sontak Baskoro menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tidak ingin lidahnya dipotong sama Darren. Apalagi sama singa jantan itu.
__ADS_1
" Ja..jangan tuan!. Saya mohon jangan potong lidah saya"
Darren tersenyum mendengar ucapan Baskoro. Ia sudah banyak bertemu dengan manusia seperti Baskoro. Setelah akan tau dihukum, maka orang itu akan meminta maaf dan juga mencari pembenaran.
" Kenapa anda ingin membunuh anak saya?. Apa karena anda kalah tender?"
" Karena saya tidak terima dikalahkan sama anak kecil. Saya yakin anak anda tidak mempunyai kemampuan di dunia bisnis!"
" Kalau putra saya tidak memiliki kemampuan. Mana mungkin dia memenangkan tender dan juga mendapatkan pujian dari banyak petinggi perusahaan"
" Saya yakin anda sudah membayar mereka untuk memuji putra anda"
" Anda pikir tuan Wiliam orang bodoh!. Dia tidak akan memilih putra saya kalau memang dia tidak punya potensi. Saya yakin anda juga tau kalau tuan Wiliam itu orangnya netral. Dia tidak peduli seberapa kaya orang itu. Yang penting baginya adalah pontensi"
" Ide saya jauh lebih bagus dari ide putra anda"
" Saya akui ide yang Om miliki sangat bagus. Tapi di sana ada kelemahannya. Dan saya yakin om juga mengetahui kelemahan dari ide Om" kata Axel.
" Tidak!. Saya tidak menemukan kekurangan dari ide saya"
Axel tersenyum mendengar ucapan lelaki yang lebih tua dari Daddy-nya itu. Ia tidak tau apakah lelaki itu pura-pura tidak tahu, atau bagaimana.
" Anak kecil pun bisa menilai dimana kelemahan ide Om "
" Udah sayang, si tua itu tidak akan mengerti kesalahannya. Kamu kasih paham aja pak tua itu"
" Saya beritahu Om ya?. Kelemahan ide Om itu terletak di keselamatan dan juga kenyamanan para pengunjung"
Baskoro pun terdiam. Emang benar dia tidak mencantumkan keamanan di sana. Bagaimana bisa dia melupakan hal penting seperti itu.
" Di setiap tempat wisata hal yang paling utama itu adalah keselamatan Om. Kalau Om mencantumkan itu di proposal yang om buat. Saya yakin perusahaan Om yang akan menang. Saya memang anak kecil Om. Tapi bukan berarti saya tidak tau soal bisnis"
" Dengerin tuh apa kata tuan muda kami" kata Sam.
Baskoro mengutuk kebodohannya. Ia tidak menyangka kalau itulah yang akan membuat proposalnya gagal. Dan bisa-bisanya dia menyalakan Darren.
" Satu lagi yang harus anda ingat. Sebelum bertindak, alangkah lebih baiknya anda cari tau terlebih dahulu siapa lawan anda" kata Darren.
" Maafkan saya tuan Darren. Saya mengakui kesalahan saya"
" Emang seharusnya begitu. Untung putra saya bisa beladiri. Kalau tidak, putra saya pasti sudah tiada. Anda tua kan apa yang akan saya lakukan jika ada yang mengusik keluarga saya?"
" Tau tuan!"
" Ingin rasanya saya menyuruh lion untuk menelan kamu hidup-hidup. Tapi saya kasian sama lion. Karena pasti dia bisa sakit karena memakan tubuh kamu yang pahit "
Baskoro susah payah menelan ludahnya. Ia tidak menyangka kalau dia akan menciptakan masalah untuk keluarga kecilnya.
" Tapi saya tidak sejahat itu tuan Baskoro. Mengingat istri anda yang sedang sakit, dan saya tidak ingin dia mati saat mendengar anda mati di terkam singa. Jadi untuk kali ini saya akan membebaskan Anda"
" Terima kasih tuan Darren" ucap Baskoro sambil bersimpuh di kaki Darren.
Darren segera menghindar. Ia tidak suka orang bersimpuh seperti itu. Walaupun dia ingin sekali membunuh Baskoro, tapi mengingat istri Baskoro yang sedang sakit parah, diapun terpaksa membebaskan lelaki tua itu.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1