Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kedatangan tamu tak terduga


__ADS_3

Nando menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Ia tidak menyangka kalau keponakannya itu akan mengomelinya.


" Siapa yang telpon?" tanya Ikbal.


" Alexa"


" Dia bilang apa?"


" Biasa ngomel-ngomel karena nggak kasih kabar "


" Ya salah Elo kenapa nggak kasih kabar ke dia"


" Gue udah kasih kabar tadi sama kakak gue"


" Beda lha, lagian kakak Lo nggak ada kasih tau sama ponakan Lo "


" Nggak tau juga, tapi intinya gue udah ngasih kabar"


" Habis ini kita mau ke tambang lagi, atau mau ke villa?" tanya Ikbal.


" Ke villa, gue mau istirahat sebentar"


Setelah selesai mengistirahatkan perut, Anton membawa bosnya ke villa yang tidak jauh dari sana. Kalau jalan, tiga menit udah nyampe di villa.


Dari jauh atap villa sudah kelihatan. Tak berselang lama, mereka sampai di depan villa berlantai dua. Tampak dari luar villa itu sangat sejuk dan juga nyaman. Mungkin karena banyak pepohonan di sekitar villa, makanya terasa sejuk. Beda saat berada di tambang tadi. Di sana sangat panas.


Istri Anton dan beberapa pelayan menyambut kedatangan Nando dan juga kedua sahabatnya. Anton memang sudah memberitahu kalau bosnya akan datang, makanya sekarang istrinya ada di villa.


" Ini istri saya bos" kata Anton.


" Selamat datang tuan"


" Terima kasih?"


Nando dan kedua sahabatnya masuk kedalam villa. Di dalam villa terasa lebih sejuk lagi, padahal AC tidak dalam keadaan menyala.


" Koper saya tadi udah di bawah kesini?" tanya Nando pada Anton.


" Sudah bos"


" Lalu dimana koper saya?"


" Semua koper diletakkan di sana tuan" jawab istri Anton.


Nando menoleh kearah yang ditunjukkan istri Anton. Dan benar saja, empat koper sedang berjajar rapi dekat meja kecil yang ada di sudut ruang tamu.


" Maaf tidak langsung membawa kopernya kedalam kamar, karena saya tidak tau mana koper milik tuan"


" Nggak apa-apa, nanti biar saya saja yang bawa. Bisa tolong tunjukkan kamar saya ada dimana?" tanya Nando.


" Bisa, mari tuan"


Anton mengantarkan kedua bosnya ke kamar mereka masing-masing. Sedangkan Jihan diantarkan oleh istri Anton ke kamarnya. Karena nggak mungkin ia meminta pelayan mengantarkan salah satu bos suaminya.


" Kalau perlu sesuatu panggil saja bos" kata Anton setelah sampai di depan pintu kamar bosnya.


" Ok, makasih ya"


" Sama-sama bos"


Setelah mengantarkan bosnya, Anton kembali ke bawah. Ia akan pergi ke pertambangan, karena ia harus memantau kembali para pekerja.


Nando membawa kopernya masuk kedalam kamarnya. Kamar yang bagus dan cukup luas. Ia membuka kopernya dan memasukkan pakaiannya ke dalam lemari.


Selesai memasukkan pakaiannya ke dalam lemari, Nando melihat balkon kamarnya. Ia ingin melihat pemandangan yang ada di sekitar villa.


Saat pintu balkon terbuka. Nando di suguhkan dengan pemandangan yang sangat indah. Bagaimana tidak, dari atas balkon ia bisa melihat gunung, sawah dan juga sungai kecil.

__ADS_1


Anton memang tau apa yang diinginkan bosnya. Karena ia tau kalau bosnya itu suka dengan pemandangan alam seperti itu. Makanya dia membuat kamar yang langsung mengarah ke gunung yang ada di belakang villa.


Setelah puas menikmati pemandangan, Nando menutup kembali pintu balkon. Ia akan istirahat sebentar. Karena nanti sore ia akan pergi ke lokasi tambang lagi.


...***...


Axel baru sampai di mansion. Suasana di mansion masih terlihat agak sepi. Hanya beberapa pelayan yang terlihat hilir mudik.


" Bik, Eca udah pulang belum?" tanya Axel pada salah satu pelayan.


" Sudah Den. Nona ada di kamarnya"


Pasti sekarang saudara kembarnya itu lagi tidur. Axel sudah hafal banget dengan kebiasaan Alexa. Itu makanya ia memberikan gelar putri tidur.


Axel pergi ke lantai tiga menggunakan lift. Karena kalau pake tangga akan lama. Sedangkan ia ingin segera membaca komik yang sudah dia beli tadi.


Sampai di lantai tiga, Axel tidak langsung ke kamarnya. Karena ia mendengar suara televisi yang cukup besar. Dan itu berasal dari kamar saudara kembarnya. Berarti Alexa tidak tidur.


Tok.


Tok.


Tok.


" Eca"


Tidak ada jawaban dari dalam. Axel pun memanggil kembali nama saudara kembarnya itu. Tapi hasilnya tetap sama. Tidak ada jawaban.


Karena ia merasa terganggu dengan suara televisi itu. Maka Axel memutuskan untuk masuk kedalam kamar Alexa.


Ceklek.


Alangkah kagetnya Axel melihat kondisi kamar Alexa. Bagaimana tidak, sampah berserakan dimana-mana. Ada sampah Chiki dan juga botol air mineral. Dan televisi masih menyala, sedangkan pelakunya sudah tertidur. Mungkin karena kekenyangan.


Dasar kebo!.


Sungguh malangnya lelaki yang bersanding dengannya nanti.


Selesai membersihkan semua sampah, Ia memperbaiki posisi tidur Alexa. Karena Alexa terlihat tidak nyaman dengan posisi tidurnya sekarang. Setelah selesai membenarkan posisi tidur Alexa, ia pun keluar dari kamar itu.


Sampai di kamarnya, Axel mengeluarkan buku pelajarannya. Kemudian ia menggantung tasnya di tempat biasa. Setelah itu barulah ia mengganti pakaiannya.


Axel mengambil komik yang ia beli tadi. Ia membaca sambil berbaring di atas tempat tidurnya. Tapi baru saja mau berbaring, pintu kamarnya di ketuk.


Tok.


Tok.


Tok.


" Den"


" Iya Bik"


" Ada Den Abimanyu"


Mendengar nama Abimanyu, Axel segera membukakan pintu. " Mana abang Abi nya Bik?"


" Dibawah Den"


Axel segera menuju lift. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Abangnya itu. Karena ia sudah lama tidak bertemu dengan anak uncle-nya.


Sesampainya di bawah, Axel segera berlari menuju ruang keluarga. Ia melihat seorang lelaki tampan sedang asik memainkan ponselnya.


" Abang Abi!"


Abimanyu langsung menoleh kearah suara. Ia tersenyum melihat adik sepupunya.

__ADS_1


" Wah, kamu udah tinggi ya sekarang"


" Iya dong. Abang kesini sama siapa?"


" Mommy and Daddy"


" Lalu dimanamana Aunty sama uncle ?"


" Diluar"


" Oh"


" Alexa mana, biasanya anak itu paling heboh"


" Dia lagi tidur"


Abimanyu tersenyum mendengar ucapan adik sepupunya itu. Dia tau kalau Alexa memang suka tidur.


" Hallo tampan" ucap Melodi yang baru datang dengan suaminya.


" Hai Aunty "


Melodi memeluk keponakannya itu. Tapi belum juga jadi memeluk keponakannya, tangan suaminya sudah lebih dulu menahan pinggangnya.


" Bee lepas dong?"


" Nggak usah peluk anak nakal itu"


" Aku kangen sama si tampan ini Bee"


" Kangen boleh, tapi nggak usah peluk-peluk segala"


Melodi pun mengalah. Suaminya emang selalu seperti itu. Padahal Axel itukan keponakannya sendiri. Tapi suaminya tetap aja nggak bolehin meluk.


Axel hanya tersenyum melihat tingkah uncle-nya. Ia berpikir, apa tingkah semua orang yang sudah menikah itu seperti itu. Namun dia juga salut, karena itu tandanya uncle-nya tidak ingin istrinya bersentuhan dengan lelaki selain suaminya.


" Mommy sama daddy-nya belum pulang ya?" tanya Kenzo.


" Belum uncle, mungkin nanti sore baru pulang"


" Terus Eca kemana?"


" Tidur"


" Apa mommy sering pulang sore?"


" Iya uncle "


" Anak itu, udah punya suami dan anak masih aja sibuk kerja"


" Bagus dong Bee, kan bosen kalau di mansion terus. Apalagi kalau anak sama suaminya juga sibuk"


" Kamu curhat Yank?" kata Kenzo pada istrinya.


" Nggak, aku cuma mengatakan apa yang aku rasakan"


" Kan kalau aku aja ke kantor, kamu nya nggak mau?"


" Orang kalau ke kantor itu mau kerja" kata Melodi.


" Ya kan kamu juga kerja"


" Ck, kerja apaan yang selalu di tempat tidur"


Kenzo pun tertawa mendengar ucapan istrinya. Sedangkan Axel dan Abimanyu tampak bingung. Karena mereka berdua tidak mengerti apa cerita pasutri itu.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2