
Alexa dan para sahabatnya sedang menunggu pesanan mereka datang. Ya mereka berlima akan mengisi tenaga yang terkuras saat belajar tadi.
" Kalian tau nggak? tadi Alexa memukul Diva" kata Adele.
" What..! serius?" tanya Farel.
" Iya, bahkan pipi Diva langsung bengkak dan juga lebam "
" Bagus deh. Karena aku nggak suka liat cewek congkak dan sok cantik kek dia"
" Apa bener yang dibilang sama Adele?" tanya Axel pada saudara kembarnya.
" Hhmm"
Axel tidak menanyakan kenapa saudara kembarnya memukul Diva. Karena ia tau bagaimana sifat Alexa. Saudara kembarnya itu tidak akan mengusik seseorang, kalau tidak orang itu yang mulia duluan.
" Apa kamu ada terluka?" tanya Axel.
" Nggak. Justru Diva yang tidak baik-baik saja sekarang"
" Gue yakin Diva pasti akan mengadu pada orang tuanya" kata Farel.
" Bagus, karena itu yang gue harapkan. Dengan begitu gue akan tunjukkan kekuasaan yang sebenarnya"
Adele dan Farel merinding melihat tatap mata Alexa. Diva benar-benar sudah mengusik lawan yang salah. Karena ia tidak tau bagaimana besar kekuasaan yang dimiliki Alexa.
" Gue rasa Diva sudah tidak tertolong lagi" kata Farel.
" Iya. Karena anak singa benar-benar sudah marah"
Alisha yang sudah tau kalau Axel dan Alexa adalah anak dari orang berkuasa di Asia dan Eropa, menyayangkan sikap Diva. Karena ia tidak tau badai apa yang akan ia hadapi nanti.
" Alexa mata kamu?" kata Alisha.
Axel langsung menoleh kearah saudara kembarnya. Benar saja, mata Alexa akan sudah mau berubah warna. Ia segera menggenggam tangan Alexa, supaya saudara kembarnya itu tenang.
" Aku baik-baik saja" kata Alexa.
" Kamu yakin?"
" Iya. Aku sudah bisa mengontrol mata aku"
Axel kaget mendengar ucapan saudara kembarnya itu. Karena ia tau betul kalau mata Alexa sudah berubah, maka ia tidak akan bisa mengendalikan dirinya.
Bukan cuma Axel, Farel dan Adele juga kaget mendengar ucapan sahabatnya itu. Karena mereka sangat tau bagaimana kalau warna mata Alexa sudah berubah.
" Hei! ada apa dengan ekspresi kalian itu?" tanya Alexa.
" Lo serius dengan ucapan Lo tadi?" tanya Adele.
" Serius. Apa kalian mau buktinya" kata Alexa.
" E-enggak usah" jawab Adele cepat.
Alexa tersenyum mendengar jawaban sahabatnya itu. Tapi ia tetap harus membuktikan pada saudara dan juga para sahabatnya.
" Coba liat gue" kata Alexa.
Adele dan yang lainnya menoleh kearah Alexa. Warna mata Alexa sudah berubah sepenuhnya. Tapi sahabatnya itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan lepas kendali.
" Lo beneran bisa mengontrolnya?" tanya Adele.
" Hhmm"
" Wuaa.. selamat ya Eca" kata Adele yang langsung memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1
Alexa tersenyum mendapatkan pelukan mendadak dari Adele.
" Sejak kapan?" tanya Axel.
" Satu Minggu yang lalu"
" Satu Minggu?"
" Hhmmm"
" Apa paman yang mengajarkan kamu?"
" Yeah. Paman mengajarkan aku sebelum dia pergi Sumatera"
" Selamat ya, karena kamu sudah berhasil mengontrolnya"
" Makasih adekku yang tampan"
Tidak sia-sia ia minta ajarkan sama pamannya. Walaupun itu tidak mudah dilakukan, tapi berkat kesabaran pamannya ia bisa mengontrol kekuatan matanya.
Alisha juga mengucapkan selamat pada Alexa. Walaupun ia tidak tau seperti apa sahabatnya itu kalau lepas kendali.
" Apa Eca akan terlihat mengerikan saat dengan mata seperti itu?" tanya Alisha.
" Iya. Dan yang paling parah, ia bisa melukai orang-orang di sekitarnya" kata Axel.
Alisha menutup mulutnya karena kaget. Ia tidak menyangka kalau sahabatnya mempunyai mata yang menyeramkan seperti itu. Pasti Alexa sangat tersiksa dengan kekuatan seperti itu.
" Apa kamu takut?" tanya Axel.
" Tidak. Justru aku kasihan sama Eca. Pasti dia akan tersiksa dengan kekuatan seperti itu?"
Axel tersenyum mendengar jawaban kekasihnya itu. " Kamu tidak tau betapa kuatnya saudara kembar aku"
" Aku tau"
" Iya. Walaupun aku belum pernah melihat Alexa dengan warna matanya itu. Tapi setidaknya aku bisa melihat saat Alexa melawan para preman yang menggangu nenek"
" Apa Eca pernah menolong kamu?"
" Bukan aku, tapi nenek"
Alisha menatap Alexa. Ia memang belum tau seberapa hebatnya sahabatnya. Tapi tanpa ia melihat pun ia tau betapa hebatnya sahabatnya itu.
" Apa kalian mulai berteman pada saat itu"
" Hhmm"
" Alexa dan Adele teman yang sangat baik"
" Jadi cuma Eca dan Adele nih yang baik? aku nggak?"
" Kamu juga baik. Baik banget malah"
Wajah Axel memerah mendengar ucapan dari kekasihnya itu. Ia segera memalingkan wajahnya ke sisi lain. Karena ia tidak ingin Alisha dan yang lainnya melihat wajahnya yang memerah.
" Oh iya, Sabtu besok gue sama Eca udah mulai bekerja" kata Adele.
" Kami juga Sabtu besok mulai bekerja" kata Farel.
" Gue nggak sabar menerima gaji pertama"
" Kerja aja belum, udah mikirin gaji" kata Alexa.
" Nggak apa-apa sayang. Nanti uang gaji aku, aku kasihkan sama kamu" kata Farel.
__ADS_1
" Bisa nggak kalau masih ada gue kalian berdua manggilnya jangan pake sayang-sayang begitu" kata Alexa.
" Maaf Eca, gue nggak tau kalau Lo masih jomlo " ucap Farel.
" Lagian Lo betah banget menjomlo" kata Adele.
" Iya nih Eca. Masa kalah sama truk " kata Farel.
Alexa menatap tajam Farel. Bisa-bisanya sejoli itu mengejeknya.
" Apa yang Farel bilang benar. Kita sudah punya gandengan, masa kamu belum?" kata Axel.
" Apa salahnya Lo terima aja cintanya Kak Kevin" kata Adele.
" Tidak semudah itu Ferguso" kata Alexa.
" Emang apa yang membuat lo masih ragu dengan Kak Kevin?" tanya Adele.
" Gue nggak ragu"
" Lalu?"
" Gue belum merasakan jantung gue berdebar kala bersama dengan Kak Kevin"
" Lo bukan belum merasakan, tapi Lo belum menyadarinya" kata Adele.
" Entahlah, gue juga nggak tau. Tapi satu hal, gue merasa nyaman kalau bersama dia"
" Nggak apa-apa kalau kalau kamu belum merasakan debaran itu. Kakak akan berusaha membuat jantung kamu berdebar" kata seorang lelaki tampan.
Alexa segera menoleh kebelakang. " Kak Kevin"
Kevin tersenyum melihat ekspresi kaget gadisnya.
" Sejak kapan kakak ada di sana?"
" Sejak mereka mengejek kamu"
Alexa menatap Adele. " Apa Lo udah tau, kalau Kak Kevin di belakang gue?"
Adele hanya tersenyum sambil menampakkan sederetan giginya yang putih. Ya ia memang sengaja mengjukan pertanyaan tadi pada sahabatnya, kala melihat Kak Kevin berjalan menghampiri mereka.
Alexa menghela nafasnya. Kenapa dia tidak menyadari kalau Kevin sudah berada dibelakangnya.
" Kita pindah ke meja lain yuk Guys. Biarkan Eca dan Kak Kevin disini berdua" kata Adele.
" Eh, kalian mau kemana?" tanya Alexa saat melihat Axel dan sahabatnya pergi.
" Kita pindah ke meja yang ada di sana. Lo ngobrol aja dulu sama Kak Kevin" kata Alisha.
" Baiklah"
Alexa pun tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang tinggallah mereka berdua di sana.
" Apa kamu merasa terganggu dengan kehadiran kakak?"
" Ng-nggak kok"
" Seperti yang sudah kakak bilang, kalau kakak akan selalu menunggu kamu"
" Makasih kalau kakak mau menunggu aku "
Kevin yakin kalau Alexa sudah mencintainya. Hanya saja gadis cantik itu belum menyadarinya. Dan tugasnya sekarang adalah membuat Alexa menyadari perasaan cinta itu.
Kakak akan membuat kamu sadar dengan perasaan kamu ke kakak.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚