Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kembali pulang


__ADS_3

* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*


Alexa menatap tajam dua lelaki tampan yang ada di hadapannya itu. Tadi dua lelaki itu bicara sok bijak. Tapi liat sekarang, bos penjahat itu sudah tidak berdaya karena di keroyok Axel dan juga Nando.


" Tadi siapa yang bilang kalau tidak boleh membunuh bos penjahat ini?" tanya Alexa pada dua lelaki tampan itu.


" Axel"


" Paman" ucap dua lelaki tampan itu berbarengan.


Ponakan dan paman itu saling lirik, kemudian mereka tertawa karena kompak saling menyalahkan.


" Ckckck, coba liat dua lelaki ini yang saling mencari kambing hitam. Padahal beberapa menit yang lalu bicaranya bijak banget"


" Aku gemas melihat penjahatnya. Makanya aku hajar" kata Axel.


" Gemes kok di hajar"


" Karena gemesnya bukan gemes manja. Tapi gemes pengin tabok " kata Axel.


" Ada aja jawaban kamu. Oh iya, kapan polisinya akan datang paman?"


" Paman juga tidak tau. Mungkin sebentar lagi, karena paman menghubunginya saat mengantarkan anak-anak tadi"


" Mungkin polisi dalam diperjalanan kesini " kata Axel.


" Farel sama Adele dimana?" tanya Alexa pada saudara kembarnya.


Belum sempat Axel menjawab, terdengar suara cempreng yang memanggil twins. Axel tau siapa pemilik suara itu.


" Eca, Axel..!"


" Baru aja ditanya. Orangnya langsung nungil " kata Axel.


" Kalian berdua ghibah-in gue?" tanya Adele.


" Ck, ge'er banget lo. Tadi itu Eca cuma nanyain keberadaan Lo sama Farel"


" Eca kangen ya sama Adele?" tanya Adele pada Alexa.


" Nggak! gue cuma khawatir Lo udah ditangkap sama penjahat"


" Uh senangnya dikhawatirkan sama Miss cuek" kata Adele sambil memeluk Alexa.


Doni tersenyum melihat putrinya yang ber-manja dengan Alexa. Ya Alexa memang menyayangi Adele layaknya adik sendiri. Ia tidak pernah membedakan status Adele yang notabenenya anak dari bodyguard Daddy-nya. Dan Doni sangat bersyukur karena putrinya dikelilingi orang-orang baik.


" Om Doni disini juga?"


" Ah i-iya nona kecil"


" Ck, Om ini sudah sering dibilangin jangan panggil Eca dengan sebutan nona. Geli tau? mendengarnya. Panggil Eca saja"


" Baiklah no--, Eca maksud Om"


" Nah gitu baru bener"


" Apa bos penjahat itu sudah ditangkap?" tanya Farel.


" Tuh lagi bobo manja" jawab Alexa.


Farel pun melihat kearah yang dimaksud sama Alexa. Alangkah kagetnya ia melihat wajah bos penjahat itu sudah tidak berbentuk lagi. Dan juga banyak luka di perutnya. Dan ia yakin itu luka tusukan.

__ADS_1


" Apa dia masih hidup?" tanya Farel.


" Masih"


" Lo yakin dia masih hidup?"


" Yakin Rel. Kalau Lo nggak percaya coba aja liat lebih dekat" kata Alexa.


" Ogah! kalau gue ke sana, bisa-bisa penjahat itu benar-benar udah nggak bernyawa"


" Paman Nando juga disini?" tanya Adele.


" Ah i-iya" jawab Nando.


" Apa Papa sama paman Nando ngikutin kita?" tanya Adele lagi.


" Nggak!" jawab Doni dan Nando serentak.


" Paman Nando kesini mau melihat lokasi tambang. Benarkan paman?" tanya Alexa pada Nando.


" Iya. Paman kesini mau melihat lokasi tambang"


" Tambang apa?" tanya Farel.


" Belerang"


" Bukannya belerang itu bau ya Paman?" tanya Farel.


" Iya, tapi juga banyak manfaatnya untuk kesehatan"


" Apa manfaatnya?"


" Banyak. Salah satunya untuk kulit"


" Nggak tau juga, tapi belerang bisa membersihkan pori-pori dan juga mencegah jerawat"


" Wih keren juga ya. Walaupun baunya agak gimana gitu, tapi manfaatnya bagus"


" Kok pada ngomongin belerang. Ini penjahatnya gimana?" tanya Axel.


" Tunggu ambulance sama polisi, beres kan?" kata Alexa.


" Ya udah kita pergi saja dari sini, nanti biar polisi yang urus sisanya " kata Doni.


" Bener apa kata papa, sekarang kita kembali ke bus " kata Adele.


" Yuk, gue juga udah lelah. Mau istirahat" kata Alexa.


Mereka pun meninggalkan bos penjahat itu. Karen sebentar lagi polisi datang. Sampai di jalan besar, empat sekawan itu berpamitan dengan Doni dan juga Nando.


...***...


Kevin sangat senang melihat gadis cantik yang ia khawatirkan daritadi sudah kembali dengan selamat. Ingin rasanya memeluknya, tapi ia sadar kalau dia bukan siapa-siapa gadis cantik itu.


" Kalian itu kemana aja sih? kita udah nungguin dari tadi" kata Diva.


" Maaf semuanya sudah membuat kalian menunggu" ucap Alexa.


" Tidak masalah Alexa. Kami semua senang kalian selamat" kata Citra.


" Makasih Kak"

__ADS_1


" Ayo duduk di kursi kalian masing-masing. Sebentar lagi kita berangkat" kata Intan.


Empat sekawan itu duduk di kursi mereka masing-masing. Alexa merebahkan kepalanya di bahu saudara kembarnya. Hari ini ia sangat lelah.


Kevin tersenyum getir melihat Alexa yang ber-manja dengan Axel. Andai saja ia yang ada di posisi Axel sekarang, pasti dirinya akan sangat bahagia.


Sedangkan Rian sangat kesal dan tidak suka melihat Alexa yang ber-manja dengan Axel. Seharusnya dia berada di sana. Bukannya bocah tengil itu.


" Eca liat fans kamu?" bisik Axel.


" Kenapa?"


" Mereka seperti ingin menerkam aku"


" Biarkan saja. Aku mau tidur, jangan ajak ngobrol lagi"


" Enak banget kamu tidur. Terus aku gimana?"


" Ya terserah kamu mau ngapain. Jungkir balik kek, atau guling-guling terserah kamu"


" Ya udah gue mau main game aja"


Alexa tidak mendengarkan ucapan saudara kembarnya lagi. Ia sudah berada di alam mimpi. Mungkin karena kelelahan makanya ia cepat tertidur.


Axel tersenyum mendengar nafas teratur saudara kembarnya. Pasti saudaranya itu kecapean karena melumpuhkan para penjahat tadi.


" Good night putri tidur"


Axel membuka jaketnya. Ia menyelimuti jaket itu ke tubuh Alexa, supaya saudara kembarnya tidak kedinginan.


Karena semua anggotanya sudah lengkap. Kevin meminta sopir melajukan mobilnya. Mereka akan kembali ke kota.


...***...


Polisi tiba di TKP. Komandan polisi langsung menemui Doni dan Nando. Ia ingin meminta kesaksian kedua lelaki itu.


" Kami memang sudah lama mencari orang ini. Karena banyaknya warga yang melaporkan kehilangan anak mereka. Dan sekarang kami berhasil menangkap bos penculik ini dan juga antek-anteknya. Dan itu berkat kalian semua. Terima kasih telah membantu pihak kepolisian" ucap komandan polisi.


" Sama-sama Pak, itu sudah menjadi tugas kami sebagai masyarakat. Dan kebetulan mereka juga menculik putri dan juga anak tuan muda saya" kata Doni.


Semua anggota penculik itu kedalam mobil patroli. Sedangkan bos penculik, dinaikkan ke atas mobil ambulance. Karena kondisinya sangat parah. Dan semua barang bukti juga dibawa pergi ke kantor polisi.


" Sekali lagi terima kasih tuan Doni dan juga tuan Nando"


" Sama-sama Pak"


" Kami bawa para penculik ini dulu"


" Silakan Pak. Dan saya harap mereka semua mendapatkan hukuman yang sangat berat. Terutama bosnya "


" Pasti Pak"


" Oh iya, mumi wanita itu tolong dikebumikan dengan baik ya Pak"


" Siap tuan. Nanti saya suruh anak buah saya untuk menguburkan mumi itu dengan baik. Kalau begitu kami permisi dulu"


" Silakan Pak"


Komandan polisi dan juga anggotanya segera meninggalkan tempat itu. Doni dan Nando bersyukur bisa membongkar sindikat perdagangan organ tubuh manusia.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2