
Langkah kaki pun terdengar dari dalam aula. Semua orang menoleh kearah pintu masuk. Mereka semua penasaran dengan sosok donatur baru di SMA tunas bangsa.
Seorang lelaki tampan berjalan didampingi asisten setianya. Langkahnya yang tegap dan penuh wibawa masuk kedalam aula. Aura yang dipancarkannya membuat semua orang terpesona.
Alexa kaget melihat sosok donatur di sekolahnya. Ia tidak menyangka kalau om-om yang selalu membuatnya kesal lha yang jadi donatur di sekolahnya.
Mata Kenan melihat sekeliling. Ia menangkap sosok gadis kecil yang selalu berdebat dengannya. Dan entah kenapa ia sangat suka menggoda gadis cantik itu.
Alexa memalingkan wajahnya saat matanya dan mata Kenan bertemu. Ia tidak ingin berlama-lama menatap lelaki yang selalu membuatnya kesal.
" Gue pikir donaturnya bapak-bapak yang perutnya buncit. Ternyata lelaki tampan" kata Adele.
" Sama Yank, aku juga mikirnya donaturnya bapak-bapak perut buncit" kata Farel.
" Kalau tidak salah, tadi dia menatap Eca" kata Alisha.
Axel dan yang lainnya menoleh ke Alexa. Mereka seperti meminta jawaban atas pertanyaan Alisha tadi.
" Kenapa kalian liatin gue kek gitu" kata Alexa.
" Ada hubungan apa Lo sama om donatur?" tanya Adele.
" Nggak ada hubungan apa-apa" jawab Alexa santai.
" Tapi gue kek pernah melihat tu Om-om" kata Alisha.
" Dimana?" tanya Adele.
" Di acara pernikahan Paman Nando"
" Benar sayang. Aku juga baru ingat" kata Axel.
Kenan masih menatap kearah Alexa. Ia tidak melepaskan pandangannya sedikitpun. Walaupun gadis tipis yang ia tatap sudah memalingkan wajahnya.
" Selamat datang tuan Kenan" ucap kepala sekolah.
" Terima kasih Pak"
" Mari naik ke atas panggung tuan"
Kenan dan Beni mengikuti kepala sekolah naik ke atas panggung. Dan mata semua orang di aula masih tertuju pada lelaki tampan itu.
Salah satu guru wanita membawa kalung bunga untuk dikalungkan ke leher Kenan. Guru itu sangat senang karena akan mengalungkan bunga ke leher lelaki tampan.
" Ben"
" Ya tuan"
" Saya tidak ingin wanita itu mengalungkan bunganya"
" Lalu tuan ingin siapa yang mengalungkan bunganya?"
" Saya ingin gadis tipis yang mengalungkan bunganya"
" Baik tuan, saya akan minta pada kepala sekolahnya"
Beni menghampiri kepala sekolah. Ia akan menyampaikan keinginan tuannya.
" Permisi Pak"
" Ya tuan"
" Maaf sebelumnya, Pak. Apa saya boleh meminta sesuatu?" tanya Beni pada kepala sekolah.
__ADS_1
" Boleh tuan"
" Tuan saya ingin gadis cantik yang memakai dress berwarna pink dengan motif sakura itu yang mengalungkan bunganya ke lehernya"
Kepala sekolah dan guru wanita menoleh ke arah gadis yang di maksud sama Kenan. Mata kepala sekolah membulat sempurna. Ia tau siapa gadis yang di maksud sama Kenan. Dan gadis itu anak penguasa Asia dan Eropa.
" Apa anda yakin tuan Kenan ingin gadis itu yang mengalungkan bunganya?"
" Hhmmm"
Kepala sekolah sangat bingung. Ia berpikir kenapa ia bisa berada di tengah-tengah orang-orang berkuasa ini.
Ya Allah tolonglah hamba mu ini.
" Bagaimana Pak? apa bisa tuan saya meminta gadis itu untuk mengalungkan bunganya?" tanya Beni lagi.
" Baik tuan, saya akan menyuruh MC untuk memanggil murid saya yang tuan Kenan maksud itu"
Kepala sekolah pun meminta MC untuk memanggil nama gadis yang di maksud sama Kenan.
" Perhatian semuanya, siapa diantara adik-adik yang bernama Alexa? tolong segera naik ke atas panggung"
Semua murid SMA Tunas Bangsa pun menoleh kearah Alexa. Tak terkecuali para sahabatnya.
" Lo dipanggil noh" kata Adele.
" Tau, tapi kenapa gue di panggil"
" Dapat sembako gratis kali"
" Ngadi"
" Udah, cepat naik ke atas panggung" kata Axel.
" Cantik sekali gadis itu"
" Iya. Putri siapa ya dia?"
" Kamu nggak tau, dia anak dari tuan Darren dan nyonya Kiran"
" What! tuan Darren dan nyonya Narendra?Penguasa Asia dan Eropa?"
" Betul banget"
" Pantas saja auranya beda"
Alexa tersenyum mendengar ucapan kedua ibu-ibu itu. Ia tidak menyangka kalau berita dia anak orang berkuasa di Asia dan Eropa sudah tersebar luas.
" Apa adek yang bernama Alexa?"
" Iya Kak"
" Bisa tolong kalung kan bunga ini pada tuan tampan yang di sana?"
Alexa menoleh kearah yang di maksud sama kakak MC. Lagi-lagi matanya bertemu dengan Kenan.
" Kenapa harus saya Kak?"
" Karena ini permintaan tuan donatur"
" Iya Alexa, tolong bapak ya?" kata Kepala sekolah.
" Baiklah Pak, sini bunganya"
__ADS_1
Kepala sekolah memberikan bunga yang akan di kalungkan pada Kenan. Walaupun sebenarnya ia tidak ingin melakukannya. Tapi karena kepala sekolah yang meminta, ia pun terpaksa melakukannya.
Gue kerjain aja ni Om-om.
Alexa berjalan menuju Kenan. Ia bersiap akan memasangkan kalung bunga pada lelaki tampan itu. Tapi tiba-tiba Alexa berhenti tepat di depan Beni. Ia pun mengalungkan bunga tadi ke leher Beni.
Semua orang yang ada di sana kaget melihat apa yang dilakukan Alexa. Termasuk lelaki tampan yang ada di samping Beni.
Ya Allah kenapa nona Alexa mengalungkan bunganya ke saya. Apa dia tidak melihat bagaimana wajah tuan pada saya. Ya Allah tolonglah hamba mu ini.
Alexa tertawa di dalam hati. Ia sangat puas melihat wajah kesal Kenan. Rencananya berhasil juga untuk mengerjai lelaki tampan itu.
Rasain! makanya jangan main-main sama gue. kata Alexa dalam hati.
Berani banget nih banget nih anak kecil. Awas nanti, gue kasih hukuman. Batin Kenan.
" Maaf tuan Kenan, sepertinya ada kesalahan" ucap kepala sekolah.
" Sepertinya begitu Pak" kata Beni sambil melepaskan kalung bunga yang ada di lehernya. Dan memberikan kembali kepada kepala sekolah.
" Nak Alexa " panggil kepala sekolah.
" Ya Pak"
" Bunganya dikalungkan ke tuan Kenan. Bukan ke asistennya"
" Maaf Pak, saya nggak tau"
" Sekarang kamu kalung kan lagi ya?"
" Baik Pak"
Alexa mengambil kembali kalung bunga itu. Ia pun mengalungkan ke leher Kenan.
" Tunggu hukuman kamu ya gadis tipis" bisik Kenan di kuping Alexa.
" Om pikir saya takut"
" Ok, kita liat aja nanti"
" Sudah Pak, apa saya sudah boleh kembali ke tempat duduk saya"
" Sudah, terima kasih ya"
" Iya Pak "
Alexa segera turun dari panggung. Ia tidak ingin berlama-lama di sana. Kenan menatap punggung gadis cantik yang sudah berani mengerjainya.
" Silahkan tuan sampaikan pesan anda untuk semua murid SMA Tunas Bangsa"
" Gaji kamu saya potong tujuh puluh persen" kata Kenan.
Apes banget hidup gue.
Setelah mengucapkan itu pada asistennya. Kenan berjalan menuju mimbar. Ia akan memberikan sedikit pesannya untuk adik-adik yang ada di sana.
To be continue.
Hallo teman-teman. Maaf baru bisa up lagi, karena Feby ada sedikit kesibukan di real. Jadi baru bisa up sekarang. Tapi kalian tenang saja, Feby akan up seperti biasa.
Gomawo untuk kalian yang masih mau menunggu kelanjutan ceritanya Twins A 🤗🤗
Sayang kalian banyak-banyak 😘😘
__ADS_1
Happy reading 😚😚