
Kevin menarik tangan Alexa. Kenan pun tidak tinggal diam. Terjadilah tarik menarik antara dua lelaki tampan itu.
" Beruntung banget ya Eca diperebutkan sama dua cowok tampan" kata Adele.
" Emang kamu mau juga jadi rebutan cowok-cowok, yank?" tanya Farel.
" Ya mau lha. Siapa yang nggak mau di perebutkan dua cowok. Mana tampan-tampan begitu lagi"
Aksi tarik menarik antara Kenan dan Kevin masih berlanjut. Kedua lelaki tampan itu tidak ada yang mau mengalah.
" Alexa ikut kakak sebentar" kata Kevin.
" Tidak bisa" kata Kenan.
" Lepas!" kata Alexa sambil menghempaskan kedua tangan kedua lelaki tampan itu. " Aku nggak mau ikut sama siapapun"
Alexa segera pergi meninggalkan kedua cowok tampan itu. Diikuti sama para sahabatnya. Sedangkan Kenan dan Kevin masih berdiri di tempat.
" Ini gara-gara Om, Alexa jadi pergi" kata Kevin.
" Enak aja! itu karena kamu. Coba kalau kamu itu tidak main tarik sembarangan seperti tadi"
" Ingat ya Om, Alexa itu punya saya. Jadi saya harap Om menjauh dari Alexa" kata Kevin sambil berlalu pergi.
Kenan kaget mendengar ucapan Kevin, bisa-bisanya anak kecil itu bicara seperti itu padanya.
" Kamu denger kan Ben apa yang di katakan bocah tengik tadi?"
" Denger tuan"
" Berani sekali dia bicara seperti itu pada saya. Dan lagi, dia itu siapa pake nyuruh saya nggak boleh dekat sama si tipis. Orang tuanya aja nggak pernah melarang anaknya untuk dekat sama saya"
" Emang orang tuanya nona Alexa tau kalau tuan mendekati putri mereka?"
" Ya nggak sih. Tapi saya yakin, ortunya nggak akan pernah melarang putrinya dekat sama saya"
Ortunya mungkin nggak. Tapi nona Alexa mau nggak di deketin sama tuan.
Ucapan itu hanya bisa ucapkan Beni di dalam hatinya. Karena kalau ia mengatakan langsung pada tuannya, bisa-bisa gajinya di potong lagi.
" Ben, cari informasi tentang bocah tadi. Berani sekali dia bicara seperti tadi pada saya"
" Baik tuan"
Kenan pun pergi ke kamarnya. Diikuti sama Beni di belakang. Baru beberapa langkah, Kenan merasakan sakit di perutnya.
" Tuan!"
" Ben, perut saya"
" Kenapa perut anda tuan?"
" Nggak tau Ben, sakit sekali" kata Kenan sambil memegang perutnya.
" Mungkin karena tuan makan sambal tadi"
Beni segera memapah tuannya ke kamarnya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada tuannya. Sambil memapah tubuh tuannya, Beni berusaha menghubungi dokter.
Kenan berbaring di atas kasur. Ini kali pertamanya ia merasakan sakit perut. Ia pun teringat sama seseorang. Dan seseorang itu harus bertanggung jawab.
Lelaki tampan itu mengambil ponselnya, kemudian ia mencari kontak yang bernama gadis tipis. Ia segera menghubungi nomor itu. Tapi sayang sang pemilik nomor tidak menjawab panggilannya.
" Kemana sih dia!"
" Siapa tuan?"
" Gadis tipis"
" Gadis tipis? siapa?"
" Alexa"
" Emang mau ngapain tuan sama nona Alexa?"
" Saya ingin dia merawat sama dia. Saya sakit kek gini kan karena dia"
Beni menggelengkan kepalanya mendengar jawaban tuannya. Bagaimana bisa tuannya menyalahkan orang lain. Padahal kan tuanya sendiri yang ingin makan makanan itu.
Kenan mencoba menghubungi nomor Alexa kembali. Tak berselang lama panggilan telepon pun tersambung.
" Hallo, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, kamu kemana aja sih! di telpon dari tadi nggak di jawab?!"
__ADS_1
" Maaf ini siapa, ya? baru telpon kok langsung marah-marah?"
" Wah parah kamu, baru saja tadi selesai makan malam romantis sama saya, sekarang kamu udah lupa"
" Makan malam romantis? mungkin anda salah orang. Tadi itu saya lagi makan malam di warung tenda dan itu pun bukan makan malam yang romantis. Ya udah saya tutup dulu telponnya"
" Berani kamu tutup telpon saya, saya ci..."
Belum sempat Kenan melanjutkan ucapannya sambungan telepon sudah di putus.
" Wah! berani sekali dia menutup panggilan saya. Ben!"
" Iya tuan"
" Jemput gadis tipis itu ke kamarnya"
" Sekarang tuan?"
" Nggak! tahun depan. Ya sekarang lha!"
" Tapi saya lagi nunggu dokter, tuan"
" Jemput dia dulu. Lagipula dokter itu belum datang"
" Tapi saya nggak enak meninggalkan tuan sendirian?"
" Sudah pergi sana!"
" Baik tuan"
Beni segera keluar dari kamar tuannya. Ia akan menjemput Alexa. Karena kalau terlambat sedikit, bisa-bisa gajinya raib karena di potong terus sama tuannya.
...***...
Alexa meletakkan ponselnya kembali. Ia bingung sama orang yang menelponnya barusan.
" Siapa?" tanya Alisha.
" Nggak tau, nomor baru"
" Bilang apa?"
" Marah-marah nggak jelas. Dan lagi dia tau nomor gue dari siapa?"
" Seingat gue nggak ada"
Alexa teringat sesuatu. Ia baru memberikan nomornya pada seseorang. " Gue ingat"
" Apa?"
" Gue ngasih nomor gue sama Om gunung es"
" Om gunung es? siapa?"
" Itu Om yang tarik menarik sama kak Kevin tadi" jawab Adele.
" Serius Lo?!" kata Alisha.
" Hhmm"
" Kok bisa Lo kasih nomor Lo sama tuh om-om?"
" Gue kasih karena dia mau bayar utangnya sama gue"
" Emang Om itu punya utang sama Lo? tapi dia kan orang kaya?"
" Tadi pas makan dia lupa bawa uang cash. Jadi dia pinjam uang gue dulu untuk bayar"
" Oh gitu. Tapi gue liat Lo kok cocok ya sama tuh Om-om" kata Alisha.
" Ngaco"
" Serius Eca. Benar nggak Del?"
" Bener"
" Ngaco kalian berdua. Udah ah, gue mau cuci muka dulu" kata Alexa sambil bangkit dari tidurnya.
Ting tong.
" Del, tolong bukain pintu dong. Siapa yang datang" kata Alisha.
" Siap nyonya"
__ADS_1
Alisha tersenyum mendengar jawaban sahabatnya itu. Lucu terdengar di kupingnya saat mendengar Adele memanggilnya dengan sebutan nyonya.
" Cari siapa Om?" tanya Adele saat pintu sudah terbuka.
" Saya cari nona Alexa"
" Oh cari Eca. Dia lagi di kamar mandi Om, masuk aja"
" Makasih nona, saya disini aja"
" Ya udah saya temenin Om disini"
Beni tersenyum mendengar ucapan gadis cantik yang ada di hadapannya.
" Om beneran nggak mau masuk?"
" Iya nona, lagian nggak enak kalau saya masuk kedalam"
" Nggak enak gimana Om?"
" Ya secara kan di kamar ini cewek semua, jadi saya nggak ingin orang salah paham"
" Bener juga sih Om"
" Siapa Del?" tanya Alisha.
" Temannya Om gunung es"
" Kenapa nggak disuruh masuk "
" Om nya nggak mau"
" Siapa?" tanya Alexa yang baru keluar dari kamar mandi.
" Temannya Om gunung es" jawab Adele.
" Om Ben"
" Iya nona. Maaf kalau saya mengganggu jam istirahat nona"
" Nggak apa-apa kok Om. Ada apa?"
" Nona bisa ikut saya sebentar. Tuan lagi sakit?"
" Sakit?"
" Iya nona"
" Bukannya tadi Om gunung es baik-baik aja?'
" Iya nona, tapi sekarang dia lagi sakit"
" Kalau gunung es itu sakit, panggil dokter aja Om"
" Udah nona. Tapi tuan pengen nona bertanggung jawab"
" Tanggung jawab apa Om?"
" Dia sakit perut gara-gara makanan yang nona pesan tadi"
" Benarkah?"
" Iya nona"
" Ini nggak akal-akalan si gunung es itu kan Om?"
" Nggak nona. Tuan beneran sakit"
" Ya udah, saya ikut sama Om"
" Terima kasih nona"
" Bentar ya guys, gue mau melihat keadaan Om gunung es dulu"
" Ok Eca. Semoga cepat sembuh Om gunung esnya " kata Adele.
" Yuk Om"
Alexa dan Beni pun segera pergi dari sana. Setelah Alexa dan Beni pergi, barulah Adele menutup pintu kamarnya kembali.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1