Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Latihan


__ADS_3

* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*


Matahari sudah menampakkan dirinya. Sinarnya mulai menyapa seorang gadis cantik yang masih betah bergelung di dalam selimut tebalnya.


Tok..


Tok..


Tok..


" Eca, wake up !" teriak Axel di depan pintu kamar Alexa.


Tapi teriakkan itu tidak di dengar oleh sang empunya kamar. Axel tidak kehabisan akal, ia mencari kunci cadangan di laci meja yang ada di dekat guci.


Di dalam laci itu sangat banyak kunci cadangan. Mungkin kunci semua kamar yang ada di mansion. Tapi untuk kunci cadangan tamu, bukannya ada di bawah?. Axel mengambil kunci yang ada nama saudara kembarnya itu.


Kiran yang baru keluar dari kamarnya, melihat putranya sedang mengorek laci. Ia pun berjalan menghampiri sang putra.


" Axel"


" Hhmm"


" Ngapain pagi-pagi udah buka laci?"


" Cari kunci cadangan, Mom"


" Kunci cadangan? "


" Iya Mom"


" Kunci cadangan kamar siapa?"


" Putri tidur. Pagi ini Axel sama Eca mau latihan"


" Oh iya, mommy lupa. Sini kuncinya biar mommy yang bangunkan Eca"


" Makasih Mom, tapi hari ini biar Axel yang bangunkan putri tidur itu"


" Baiklah, tapi ingat? jangan berantem"


" Ok Mom"


Setelah mendapatkan kunci kamar saudara kembarnya. Ia segera membuka pintu kamar Alexa.


Ceklek.


Axel melihat gundukan di atas tempat tidur. Dan itu sudah pasti saudara kembarnya. Ia segera menghampiri bed Alexa.


" Eca wake up "


" Mommy, Eca masih ngantuk"


Axel kaget karena saudara kembarnya memanggil dia dengan sebutan mommy. Apa suaranya mirip suara mommy?.


" Putri tidur bangun..!" kata Axel, sambil menarik bantal yang ada di kepala Eca.


Bukannya bangun Alexa malah menyembunyikan wajahnya di dalam selimut. Axel pun tambah geram melihat saudara kembarnya itu. Ia pun menarik selimut tebal yang menutupi tubuh sang kakak.


" Eca bangun! kalau tidak paman akan menghukum kamu, karena telat datang latihan"


Mendengar nama paman dan juga hukuman Alexa segera membuka matanya. Bagaimana ia bisa lupa kalau hari ini dirinya akan latihan.


" Kenapa kamu nggak bangunkan a daritadi?" kata Alexa dengan suara serak khas bangun tidur.


" Aku udah bangunin kamu dari tadi. Bahkan aku udah gedor-gedor pintu kamar kamu. Emang kamu aja tidurnya kek kebo"


" Mana ada aku tidur kek kebo. Yang ada kamu tuh tidur kek sapi"


" Kamu itu anak gadis, tapi bangunnya selalu kesiangan. Aku aja cowok bangun selalu pagi"


" Kalau gitu tukeran roh gimana?"


Pletak..


Aawwww..

__ADS_1


" Axel!"


" Cepat mandi sana! biar otak kamu itu waras "


" Dasar adik luknut "


" Buruan! ntar kita telat"


" Nggak bisa nunggu lima menit lagi?"


" Nggak! sekarang Eca"


Alexa menarik nafasnya. Niat hati ingin tidur sampai siang. Tapi apalah daya ia harus pergi latihan. Kalau tidak, dia akan kena hukuman.


Setelah Alexa masuk kedalam kamar mandi. Barulah Axel keluar dari kamar sang kakak. Ia akan menunggu di luar. Karena kalau tidak di jagain seperti itu, pasti saudara kembarnya itu akan tidur lagi.


...***...


Alexa udah siap dengan pakaian olahraganya. Sekarang ia sudah siap untuk pergi olahraga dan juga latihan. Hari ini dia tidak ingin kena hukum lagi.


" Astagfirullah! Axel..!"


" Kaget ya?"


" Lo pengin gue mati mendadak, huh?!"


" Ih, Eca pagi-pagi udah spaning"


" Gimana nggak spaning. Lo ngagetin gue "


" Aku kan nggak ngapa-ngapain. Kenapa Eca spaning?"


" Nggak ngapa-ngapain Lo bilang? lo hampir saja mau bikin jantung gue copot, Lo bilang nggak nggak ngapa-ngapain? wah, benar-benar adek luknut "


" Maaf ya Eca. Bukan maksud aku untuk ngagetin kamu. Tapi emang jantung kamu nya yang lemah" kata Axel sambil lari dari sana.


Alexa pun tidak tinggal diam, ia segera mengejar adiknya yang durhakim itu. Mereka pun main kejar-kejaran menuruni tangga.


" Awas kalau ketangkep, gue jadiin per-gedel Lo"


Alexa main seluncuran di besi tempat berpegangan di tangga. Dengan begitu dia bisa cepat menyusul Axel.


Axel pun mempercepat larinya. Ia tidak akan membiarkan dirinya tertangkap sang kakak. Karena kalau tertangkap, bisa dijadikan per-gedel dia sama sang kakak.


" Akhirnya sampai "


" Eca?"


Alexa kaget mendengar suara Daddy-nya. Kenapa Daddy-nya datang di saat yang tidak tepat.


Darren kaget melihat cara putrinya turun dari lantai tiga. Kalau istrinya tau, bisa habis putrinya itu bisa dimarahi.


" Eh, Daddy" sapa Alexa sambil tersenyum.


" Eca ngapain?"


" Main seluncuran"


" Dari lantai tiga?"


" Hhhmm"


" Apa Eca nggak takut di marahi mommy?"


" Emang Eca ngapain, kenapa takut mommy marahin?" tanya Kiran yang datang entah darimana.


" Astagfirullah"


" Eca ngapain By?" tanya Kiran lagi.


Alexa melirik Daddy-nya. Berharap sang Daddy membantunya untuk bicara. Dan kalau bisa ia berharap daddy-nya juga nggak mengatakan yang sebenarnya pada sang mommy.


" Kenapa diem? Eca ngapain By?" tanya Kiran lagi.


" I-itu sayang, Eca bangun telat lagi tadi. Jadi aku bilang, apa dia nggak takut kena marah sama mommy"

__ADS_1


" Yakin cuma itu? nggak ada yang di sembunyikan?"


" Nggak sayang. Yuk kita sarapan" ajak Darren. Ia tidak ingin istrinya bertanya lagi. Karena bisa-bisa ia mengatakan yang sebenarnya pada sang istri.


" Mommy sama daddy duluan, Eca mau pergi latihan"


" Tumben, Eca semangat latihannya?"


" Harus semangat mommy, kalau tidak kena hukum lagi sama paman. Ya udah Eca pergi dulu ya"


Alexa segera pergi dari sana. Kalau tidak nanti mommy-nya teringat soal tadi. Dan mendesak Daddy-nya untuk menjawab jujur, bisa-bisa ia diceramahi sampai siang.


...***...


Adele dan Farel sudah berada di lapangan yang ada dibelakang mansion. Hari ini mereka akan latihan bareng. Dan yang akan melatih mereka hari ini adalah Nando.


" Lo yakin tadi Eca udah bangun?" tanya Farel pada Axel.


" Udah, malahan sempat main kejar-kejaran sama gue"


Farel tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. Pasti Axel sudah membuat Alexa kesal, makanya tadi mereka main kejar-kejaran.


" Paman udah datang?" tanya Axel.


" Tuh lagi lari"


Axel menoleh kearah yang di maksud Farel. Ia melihat seorang laki-laki yang sedang berlari mengelilingi lapangan. Pamannya memang suka berolahraga, makanya postur tubuhnya sangat bagus.


" Axel..!"


Axel tidak menjawab. Ia tau siapa pemilik suara cempreng itu. Dan ia juga tau, pasti saudara kembarnya itu akan mengomel-ngomel lagi.


" Gara-gara kamu, aku hampir kena marah sama mommy"


" Kok gara-gara aku?"


" Emang, coba kalau kamu nggak lari tadi pasti aku nggak akan seluncuran kek tadi"


" Siapa yang suruh kamu main seluncuran?"


" Nggak ada sih"


" Berarti bukan salah aku dong kalau kamu kena marah sama mommy"


" Ya juga sih. Oh iya paman mana?"


" Tuh lagi lari keliling lapangan"


" Mumpung paman lagi lari, aku mau tidur dulu di sini"


" Jangan!"


" Kenapa?"


" Ntar kamu dihukum sama paman "


" Nggak akan. Lagian paman juga masih lari"


" Bentar lagi paman selesai"


" Ya kan kamu tinggal bangunkan aku kalau paman udah datang ke sini"


Alexa membaringkan tubuhnya di atas rumput. Axel hanya bisa menghela nafasnya. Saudara kembarnya itu, memang hobi mencari masalah. Tapi nanti kalau udah kena marah, baru mewek.


To be continue.


Alexa.



Visual Adele Feby ganti sama yang ini ya teman-teman.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2