Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Bekal Axel


__ADS_3

Keesokan harinya.


Semua kembali beraktivitas seperti biasa. Begitu juga dengan si kembar. Mereka berdua akan kembali ke sekolah, karena waktu liburan sudah selesai.


" Good morning Mom, Dad " sapa Alexa.


" Morning kesayangan" balas sang Daddy.


" Tumben Eca bangun lebih dulu daripada Axel?" tanya Kiran.


" Hehehe iya Mih, ini berkat alarm"


Kiran tersenyum mendengar jawaban putrinya. Sekarang putrinya itu sudah tumbuh menjadi remaja yang sangat cantik.


" Mommy masak apa pagi ini?"


" Nggak masak apa-apa sayang. Mommy cuma bikin sandwich aja"


Alexa duduk di kursi yang biasa dia duduki. Tak berselang lama Axel pun datang dengan penampilannya yang selalu rapi dan juga tampan.


" Morning Mom, Dad "


" Morning jagoan Daddy"


" Kamu nggak liat ada aku disini?"


" Ah maaf, aku nggak liat"


" Ck! dasar adik durhakim"


" Morning Eca"


" Nah gitu dong. Hampir saja aku kutuk kamu jadi wajan penggorengan"


" Kamu mah ancamannya kutukan Mulu!"


" Iya dong. Karena kutukan itulah yang ampuh untuk membungkam kamu"


" Sudah-sudah, sekarang kita sarapan. Nanti terlambat" kata Darren. Karena kalau tidak dihentikan, si kembar itu akan berdebat terus.


Alexa memasukkan sandwich yang ada di piringnya. Seperti biasa, sandwich buatan mommy-nya sangat enak.


" Mom"


" Hhmmm"


" Axel boleh bawa sandwich ini untuk bekal nggak?"


" Boleh sayang. Nanti mommy akan siapkan"


" Makasih mommy"


" Sama-sama sayang"


" Tumben kamu bawa bekal? apa uang saku kamu habis?" tanya Alexa penuh selidik.


" Nggak! lagi pengen bawa bekal aja"


Alexa tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh adiknya. Adiknya itukan cowok yang paling nggak suka bawa bekal. Dia bilang seperti anak perempuan saja kalau bawa bekal.


" Aku seperti mencium aroma kebohongan dari tubuh kamu?"


Uhuk.. uhuk


Axel tersedak sama sandwich yang ada didalam mulutnya. omongan kakaknya itu sudah seperti cenayang saja.


" Nih minum dulu"


Axel segera meneguk segelas air putih yang diberikan kakaknya. Ia meneguk air itu sampai tak bersisa.


" Lain kali makan itu pelan-pelan. Lagian nggak akan ada yang minta makanan kamu"


" Aku tersedak gara-gara kamu"


" Kok gara-gara aku. Emang aku ngapain?!"


" Itu bilang aku bohong"


" Kalau kamu merasa nggak bohong, seharusnya kamu santai aja"


" Ini juga udah santai"


" Sudah-sudah! cepat habiskan sarapan kalian, ntar terlambat!" kata Darren.


" Siap Daddy" kata Alexa dan Axel.

__ADS_1


Axel dan Alexa segera menghabiskan sarapan mereka. Kalau tidak mereka berdua akan terlambat ke sekolah.


Selesai sarapan, Kiran menyiapkan bekal untuk putra kesayangannya. Benar apa kata Alexa tadi, biasanya sang putra tidak suka membawa bekal ke sekolah. Tapi sekarang putranya mau membawa bekal.


Kiran ingat sesuatu. Setelah itu dia pun tersenyum. Putranya itu sungguh perhatian pada pacarnya. Bekal untuk Axel pun selesai di kemas.


" Nih sayang bekalnya"


" Makasih mommy"


" Sama-sama sayang"


" Mom, Dad. Eca berangkat dulu ya?"


" Axel juga "


" Iya sayang, hati-hati dijalan"


" Ok mommy"


Axel dan Alexa mencium tangan kedua orang tuanya. Setelah itu Alexa naik keatas motornya. Sedangkan Axel masuk kedalam mobilnya.


" Eca nggak bawa mobil?" tanya Daddy.


" Nggak Dad"


" Kenapa? bukannya teman-teman Eca udah tau siapa Eca?"


" Iya. Tapi Eca lebih suka dan nyaman pake motor"


" Ya udah. Tetap hati-hati bawa motornya, jangan ngebut"


" Siap Daddy. Eca jalan dulu"


Alexa melajukan motornya meninggalkan mansion. Diikuti sama mobil Axel dibelakang. Pagi ini Adele tidak berangkat bareng dengan Axel. Karena Adele sudah punya sopir pribadi.


...***...


Kenan terlihat tampan dengan memakai setelan jas berwarna hitam. Lelaki tampan itu bersiap untuk berangkat ke kantor.


" Kak"


" Hhmmm"


" Apa nama toko kue online yang kakak beli kemarin?"


" Nggak! aku mau beli tempat lain"


" Terus kenapa kamu tanya toko kue langganan kakak"


" Mau bandingin sama kue yang aku beli nanti"


" Kue yang kakak beli itu nggak ada tandingannya sama kue yang lain"


" Makanya aku pengen bandingkan. Apa benar kue yang di toko langganan kakak itu lebih enak?"


" Ok, ntar kakak send nama tokonya ke WA kamu"


" Ok, aku tunggu"


" Lagi pada ngomongin apa sih?" tanya sang mama.


" Ini mah si Kenan mau beli kue"


" Sejak kapan kamu suka makan kue?" tanya sang mama.


" Sejak beberapa Minggu yang lalu Ma"


" Kapan kamu mau bawa pacar kamu kesini?"


" Pacar? kamu beneran udah punya pacar?" tanya Airin.


" Udah Kak. Kan kemarin juga udah dibilang"


" Kakak pikir kamu becanda"


" Sejak kapan aku suka becanda soal perasaan"


" Ceweknya nggak seperti cewek ular itu, kan?"


" Nggak lha! pacar aku yang sekarang itu wanita berkelas"


" Tumben kamu pintar cari wanita yang berkelas?"


" Dari dulu kan aku juga udah pintar, Kak"

__ADS_1


" Kalau pinter dari dulu, nggak mungkin kamu bisa jatuh cinta sama wanita ular itu"


" Udah jangan bahas dia lagi"


" Siapa juga yang mau bahas dia. Nggak ada untungnya"


" Apa gadis itu anak rekan bisnis papa?"


" Hhmmm"


" Yang kamu temui di kota B?"


" Hhhmmm"


Airin tau siapa wanita yang akan dijodohkan sama adiknya itu. Tapi apa benar adiknya mau dengan wanita itu.


" Kamu yakin wanita itu cewek kamu?"


" Yakin lha"


" Setau kakak, kamu nggak suka dengan wanita yang seperti itu"


" Siapa bilang aku nggak suka? justru aku suka banget"


Airin kaget mendengar jawaban adiknya. Apa karena diputuskan wanita ular itu, makanya otak adiknya agak miring sedikit.


" Ya udah kalau emang wanita itu jadi pilihan kamu. Kakak hanya bisa mendukung"


" Harus dong. Masa adik sendiri nggak didukung"


" Tapi usianya jauh lebih tua dari kamu"


" Tua?"


" Hhmmm"


" Siapa bilang dia tua? justru usianya jauh lebih muda dari aku?"


" Muda darimana? tua kek gitu kok"


Kenan bingung sama kakaknya. Jelas-jelas si tipis itu jauh lebih muda dari dirinya. Tapi kenapa kakaknya bilang kalau tipis lebih tua darinya. Ini dia yang terlihat awet muda atau gimana?.


" Mama juga. Kenapa menjodohkan Kenan dengan wanita yang lebih tua darinya?"


" Kapan mama jodohkan adik kamu dengan wanita yang lebih tua darinya?"


" Itu buktinya. Aku tau kalau adik aku ini susah dapat jodoh. Tapi nggak sama dia juga kan, Ma?"


" Mama nggak ngerti maksud kamu, Rin?"


" Tau nih kakak. Aku tuh nggak dijodohkan sama mama. Lagia cewek itu aku yang pilih sendiri"


" Kamu jatuh cinta pada pandangan pertama sama wanita itu?"


" Bisa dibilang begitu"


" Kakak tanya sekali lagi sama kamu. Kamu yakin mau menikah dengan wanita itu?"


" Yakin lha. Walaupun setiap kali bertemu kami gelud terus"


" Setiap kali bertemu? bukankah kamu baru satu kali bertemu?"


" Satu kali?. Aku tuh sering bertemu sama dia, Kak"


" Emang dia pindah ke kota J?"


" Pindah? dia itu asli orang sini, Kak. Emang wanita mana yang kakak maksud?"


" Itu rekan kerja kamu yang dari kota B"


" Astagfirullah, ya nggak lha!. Dia itu bukan tipe aku"


" Jadi siapa wanita itu?"


" Nanti kalau aku udah lebih dekat sama dia, baru aku akan bawa dia ke mansion. Baiklah aku mau berangkat ke kantor dulu"


" Hati-hati dijalan"


" Hhhmmm"


Kenan melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik kakaknya. Hari ini dia akan memesan kue dari toko online si tipis. Apa benar kue dari tokonya enak.


To be continue.


Untuk kisah cinta Abimanyu dan para sahabatnya akan Feby buat di novel terbaru ya teman-teman.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2