
Malam ini Kevin tidak tidur di rumahnya. Ia memilih tidur di rumah sahabatnya. Kalau di rumah, ia tidak akan konsentrasi belajar. Karena mamanya selalu ngajak ribut.
" Vin"
" Hhmmm"
" Gimana hubungan Lo sama Alexa?"
" Baik-baik aja. Tapi udah dua hari gue belum menghubungi dia"
" Kenapa?"
" Karena dia bilang, gue harus fokus sama ujian"
" Tapi setidaknya dia ada chat Lo lha, ya?"
" Ada, setiap mau mulai ujian dia selalu kasih support gue"
" Syukurlah. Gue do'akan kalian berdua cepat bersatu. Dan mama Lo cepat sadar"
" Aamiin. Thank's doanya bro"
" Gue nggak menyangka kalau Alexa dan Axel anak orang terkaya se-Asia dan Eropa"
" Gue juga. Tapi gue nggak peduli dia anak siapa. Yang jelas gue suka sama dia itu bukan karena hartanya. Tapi karena hati dan juga parasnya"
" Ya gue tau. Mudah-mudahan Lo bisa menghadapi halangan dan rintangan yang ada di depan sana"
" Pasti Yan. Gue akan memperjuangkan cinta gue"
" Ok, semangat bro"
" Makasih Yan. Lo juga semangat untuk melamar Intan "
" Masih lama bro. Lagian kita juga mau kuliah"
" Ikat sebelum dia diambil orang"
" Dia udah gue ikat. Jadi nggak bisa berpindah ke lain hati"
" Siapa tau pas kuliah dia dapat yang lebih tampan dari Lo "
" Gue udah tampan, jadi buat apa lagi dia cari yang lain"
" Pede banget Lo "
" Iya dong. Kalau gue nggak tampan, mana mau dia sama gue. Ya nggak?"
" Iya juga sih"
Kevin berharap hubungan dengan Alexa juga cepat di resmikan. Ia tidak ingin keduluan sama yang lain. Apalagi sekarang perasaan Alexa belum sepenuhnya ia miliki.
" Lo mau mendaftar ke universitas mana?" tanya Rian.
" Universitas xx"
" Gue juga mau masuk ke sana. Tapi nilai gue bisa nggak nembus untuk persyaratan masuk ke sana?"
" Bisa, asalkan Lo mau berusaha"
" Kalau usaha udah semaksimal mungkin gue. Tapi nggak tau gimana hasilnya?"
" Kalau Lo udah berusaha, insya Allah tembus masuk sana"
" Aamiin, mudah-mudahan deh bro. Dan gue harap kita berempat satu universitas "
" Emang Citra mau daftar di kampus xx juga?"
" Gue denger dari Intan sih iya"
Hubungan orang tua Kevin dan juga orang tua Citra memang agak renggang semenjak kejadian ulang tahun Kevin. Mama Citra menyalahkan keluarga Kevin. Karena mereka bisnis papa Citra hampir bangkrut.
__ADS_1
" Gue senang karena Citra tidak membenci gue"
" Kenapa dia harus benci sama Lo?"
" Ya Lo kan tau karena mama gue, keluarga Citra juga ikut kena imbasnya"
" Itu murni bukan karena keselahan ortu Lo aja. Karena gue juga dengar mama Citra ngomong apa sama Alexa"
" Tapi gue bersyukur, Citra nggak ikutan membenci gue"
" Karena Citra tau, kalau itu bukan kesalahan Lo "
Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba pintu kamar Rian di ketuk.
Tok.
Tok.
Tok.
" Siapa?"
" Bibik Den"
Rian membukakan pintu untuk bibiknya.
" Ada apa Bik?"
" Dibawah ada non Intan sama non Citra"
" Suruh naik aja Bik"
" Baik Den"
Setelah mengatakan itu, bibik pun pamit undur diri. Ia akan menyuruh Intan dan Citra ke kamar tuan mudanya itu. Sepeninggal Bibik Rian tidak menutup pintu kamarnya. Karena kekasih dan sahabatnya akan masuk.
" Siapa?"
" Dia bilang apa?"
" Dibawah ada Intan sama Citra. Gue suruh aja mereka kesini"
Tak berselang lama terdengar langkah kaki dari luar kamar Rian. Dan Rian sudah tau itu siapa.
" Yank"
" Cie udah manggil Yank nih ye" ledek Kevin.
" Eh ada Kevin. Gue pikir cuma ayang gue disini"
" Kalau nggak ada gue, mana boleh Lo masuk ke kamar Rian "
" Kenapa?"
" Nggak baik berduaan di dalam kamar. Apalagi kamar lelaki"
" Iya juga sih. Tapi kalau berdua nggak apa-apa. Yang bahaya itu kalau bertiga"
" Sudah-sudah, yuk duduk dulu"
Mereka pindah ke sofa biar ngobrolnya lebih asik. Karena kalau ngobrol di atas tempat tidur, kesannya kek gimana gitu.
" Kalian berdua lagi ghibah-in apa tadi?" tanya Intan.
" Yang suka ghibah itu kan cewek" kata Kevin.
" Nggak lha ya. Sekarang juga banyak cowok yang suka ghibah"
" Ya, tapi lebih banyak cewek lha"
" Sudah-sudah. Kalian berdua itu berisik banget sih" kata Citra.
__ADS_1
" Wih kalau Citra udah bicara, suasana mulai tenang" kata Rian.
" Oh iya, kalian berdua mendaftar ke universitas mana?" tanya Intan.
" Rencananya universitas xx. Kalau kalian berdua?"
" Kita berdua juga ke sana. Tapi nggak tau gimana nilai gue nanti bisa atau nggak masuk ke sana" kata Intan.
" Makanya belajar. Nih nggak, sibuk pacaran aja" kata Kevin.
" Orang jomlo tidak akan mengerti bagaimana rasanya rindu. Ya kan Yank?"
" Betul sekali sayang" kata Rian.
" Dasar pasangan bucin" kata Citra.
Mereka berempat pun tertawa. Suasana seperti inilah yang akan mereka rindukan suatu saat nanti. Karena saat kuliah mereka sudah tidak satu jurusan lagi.
...***...
Alexa baru sampai di mansion mommy-nya. Malam ini ia akan makan malam tanpa di temani mommy sama Daddy-nya. Karena kedua orang tuanya pergi ke London.
" Kamu udah pulang?" tanya Axel saat melihat saudara kembarnya baru masuk mansion.
" Hhhmm"
" Mommy sama Daddy nggak ikut makan malam sama kita"
" Aku tau"
" Mommy udah nelpon kamu?"
" Udah, tapi Adele yang jawab"
" Emang kamu kemana, sampe Adele yang harus jawab teleponnya?"
" Toilet. Oh iya, paman sama Tante udah pulang belum?"
" Udah. Kenapa emangnya?"
" Gue ada perlu sama Tante"
" Apa?"
" Ada deh" kata Alexa sambil beranjak dari tempat duduknya.
" Mau kemana?"
" Mau mandi, gerah gue"
" Ya udah. Setelah itu cepat turun, kita makan malam bareng"
" Ok adikku yang tampan. Kakak cantik kamu mau mandi dulu"
Alexa segera pergi ke kamarnya. Ia ingin segera berendam di dalam bathtub. Karena sudah lama ia tidak berendam. Apalagi saat ini tubuhnya sangat lelah. Gadis cantik itu masuk kedalam lift menuju kamarnya yang ada di lantai tiga.
Sampai di kamarnya Alexa mengambil jubah handuk. Kemudian dia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Dua puluh menit lamanya Alexa berendam. Ia membersihkan dirinya di bawah guyuran air shower, supaya bisa yang ada di tubuhnya bersih.
Setelah selesai membersihkan dirinya. Alexa segera memakai jubah handuknya. Kemudian ia keluar dari kamar mandi. Alexa berjalan menuju walk-in closet untuk mengambil pakaiannya.
Selesai memakai pakaian dan juga menyisir rambutnya, Alexa segera turun kebawah. Karena ia akan makan malam bersama saudara kembar, paman dan Tantenya.
" Malam semuanya?" sapa Alexa.
" Malam juga"
Alexa duduk di kursi yang biasa ia tempati. Setelah itu mereka pun memulai acara makan malamnya. Walaupun tidak ada Kiran dan Darren, mereka menikmati makan malam dengan hikmat.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚