Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Perhatian


__ADS_3

Kevin dan ketiga sahabatnya tiba di kantin. Mereka melihat kursi yang ada di sana sudah terisi penuh. Tapi ada kursi yang paling pojok masih kosong. Ia dan ketiga temannya duduk di sana.


" Hai ketemu lagi kita" kata Citra saat melihat Alexa dan kawan-kawannya.


" Eh, Kak Citra. Makan Kak" tawar Alexa.


" Lanjut, kita juga lagi nunggu makanan kita datang"


Rian menatap Axel dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Sedangkan orang yang ditatap malah bersikap biasa aja dan asik mengunyah bakso yang ada didalam mulutnya.


" Oh iya, kalian berempat sudah aku masukkan ke dalam grup chat kita lho?" kata Citra.


" Kapan Kak? kok aku nggak liat?" kata Adele.


" Semalam. Coba aja cek"


Empat sekawan pun mencek ponsel mereka masing-masing. Benar apa yang dikatakan Citra, mereka sudah bergabung dengan grup anggota OSIS. Dan anggotanya cuma delapan orang.


" Anggotanya cuma kita-kita aja ya Kak?" tanya Adele.


" Iya" jawab Citra sambil tersenyum.


Kevin melirik gadis cantik yang sedang asik dengan ponselnya. Gadis itu seperti sedang menunggu telpon atau chat. Karena terlihat dari tadi gadis itu mengunci dan membuka kembali layar ponselnya.


Axel tersenyum geli melihat Ketos sedang curi-curi pandang pada saudara kembarnya. Ide jahil pun muncul dikepalanya.


" Makannya kok belepotan kek gini sih?" kata Axel sambil mengusap sudut bibir Alexa.


Alexa bersikap biasa saja. Ia membiarkan Axel mengusap bibirnya, karena ia sedang asik memainkan game di ponselnya. Berbeda dengan Alexa, Kevin justru sedih melihat adegan yang baru saja terjadi.


Axel tersenyum melihat ekspresi Kevin. Sungguh menyenangkan melihat orang lain tersiksa karena kesalahpahaman yang diciptakannya.


" Kamu kenapa senyum-senyum kek gitu?" tanya Alexa sambil mengunyah bakso yang ada di dalam mulutnya.


" Habiskan dulu makanan yang ada di dalam mulut kamu. Setelah itu baru ngomong"


" Ck"


Citra kasihan melihat sahabatnya. Ia tau kalau sekarang Kevin pasti sedih melihat keakraban Axel dan juga Alexa. Tapi mau gimana lagi, nggak mungkin ia menyuruh sahabatnya jadi pebinor.


" Oh iya, besok malam kita ketemu di mall xx ya?" kata Intan.


Alexa tersenyum mendengar nama mall yang disebutkan seniornya itu. Karena mall itu adalah mall terbesar di kota J. Dan pemilik mall itu adalah Omanya.


Bagaimana reaksi mereka kalau tau mall terbesar itu milik Omanya. Pasti mereka akan shock atau pingsan. Alexa tersenyum sendiri kala membayangkannya.


" Kamu kesambet ya?" tanya Axel.


" Nggak, yang ada kamu tuh yang kesambet"


" Idih! yang senyum-senyum sendiri kan kamu, malah nuduh aku"


Farel dan Adele geleng-geleng kepala melihat penyakit twins kumat. Ya tiada hari tanpa berdebat.


Tanpa terasa satu mangkok bakso sudah berpindah ke dalam perut empat sekawan itu. Walaupun bakso itu tidak seenak bakso langganan keluarga mereka, tapi cocoklah di lidah.

__ADS_1


" Udah kenyang?" tanya Kevin pada Alexa.


" Alhamdulillah, udah Kak" jawab Alexa sambil tersenyum manis.


Deg.


Jantung Kevin berdegup kencang kala melihat senyum manis gadis cantik yang ada di hadapannya. Ingin rasanya ia mengabadikan senyum manis itu di dalam ponselnya.


" Udah mau ke kelas?"


" Belum, nunggu bel dulu. Kakak buruan habiskan makanannya, ntar keburu bel"


Kevin tersenyum bahagia karena mendapatkan perhatian dari gadis cantik itu. Walaupun cuma perhatian kecil, tapi sungguh mengena di hatinya.


Axel mengambil ponselnya, kemudian ia mengetik pesan. Setelah itu pesan itu dikirim ke nomor saudara kembarnya.


Ting.


Bunyi pesan masuk ke ponsel Alexa. Gadis cantik itu mengeyitkan alisnya kala melihat nama yang tertera dilayar ponselnya. Padahal mereka berdekatan, tapi kenapa Axel mengirim pesan padanya. Ia pun segera membuka pesan dari saudara kembarnya.


Cie yang mulai perhatian?.


Alexa menatap tajam saudara kembarnya. Entah kenapa dua hari ini Axel selalu berani meledek dirinya. Ia segera membalas pesan Axel.


Ting.


Bunyi pesan masuk kedalam ponsel Axel. Tanpa menunggu lama, Axel segera membuka pesan dari saudara kembarnya.


Perhatian gundul mu.


" Lo kesambet Kunti ya?" tanya Farel.


" Iya, Kunti nya Elo"


" Heh? mana ada Kunti cowok?"


" Ada, buktinya Elo"


" Ck, dasar kulkas empat pintu"


Pletak.


Aaaawww..


" Sakit Axel!"


" Makanya jangan ngomong sembarangan. Bilang gue kulkas empat pintu lagi, habis Lo "


Citra dan Intan tersenyum mendengar julukan yang diberikan Farel untuk Axel. Tapi ada benarnya apa yang dikatakan Farel. Axel kek kulkas empat pintu.


Bel sekolah berbunyi, pertanda jam istirahat telah usai. Empat sekawan pun kembali ke kelas masing-masing. Begitu juga dengan Kevin dan ke tiga sahabatnya.


...***...


Nando melihat bagaimana alat berat mengeluarkan harta Karun yang bersembunyi di dalam tanah itu. Setelah batu bara itu diangkat di letakan di tempat yang sudah di siapkan.

__ADS_1


Batu bara yang sudah menggunung itu diangkut menggunakan truk. Truk itu akan dibawa ke salah satu perusahaan yang ada di sana. Dan perusahaan itulah yang akan mengirim baru bara itu luar negeri. Nando sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang ada di kota itu.


" Bos udah jam makan siang "


Nando melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Benar saja, jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat sepuluh menit.


" Ya udah, suruh mereka semua untuk istirahat. Kita maka siang bersama"


" Baik bos"


Anton menyampaikan pada para anak buahnya yang ada di sana, kalau bos mengajak untuk makan siang bersama. Semua pekerja bersorak, karena mendapatkan kesempatan untuk makan bersama dengan bos besar.


Nando dan Ikbal turut bahagia melihat para pekerja yang senang karena diajak makan siang bareng. Hanya dengan hal sekecil itu saja sudah membuat para pekerjanya senang dan bahagia.


Para pekerja sudah berkumpul. Mereka sangat kagum melihat big bos mereka. Aura kepemimpinannya sungguh luar biasa. Dan juga mendominasi.


" Nggak nyangka big bos kita masih muda ya?"


" Iya, auranya sangat mendominasi"


" Benar, baru kali ini aku merasakan aura mendominasi sekuat ini"


Nando sayup-sayup mendengar ucapan para pekerjanya. Ia tersenyum mendengar ucapan beberapa pekerja itu. Mereka belum bertemu aja dengan Abangnya. Kalau mereka bertemu, entah bagaimana reaksi mereka.


" Mari bos"


Nando dan Ikbal mengikuti Anton. Mereka akan makan siang bersama di kantin yang ada di lokasi tambang itu. Diikuti para pekerja dibelakang.


" Akhirnya kalian berdua kembali juga. Aku udah kelaparan nih?" kata Jihan.


" Kalau kamu lapar, kenapa nggak makan duluan aja" kata Nando.


" Nggak lha, aku mau makannya bareng kalian berdua. Mereka?" tanya Jihan kala melihat para pekerja yang ada dibelakang Nando.


" Mereka akan makan siang bareng kita"


" Oh"


Mereka semua pun masuk kedalam kantin. Kantin yang ada di sana sangat luas dan juga bersih. Dan makanan yang ada di sana juga beragam.


" Silakan bos, ambil makanannya duluan?"


" Suruh para pekerja itu duluan. Mereka yang udah capek kerja, sedangkan saya cuma melihat mereka bekerja"


" Kami nggak apa-apa bos. Jadi silakan duluan"


" Nggak, kalian yang duluan. Dan ini perintah"


Para pekerja pun pasrah. Mereka pun mengantre untuk mengambil makanan yang sudah disediakan di kantin itu. Sistem penyajian makanannya secara prasmanan. Nando dan Ikbal juga ikut mengantre.


To be continue.


Udah up dua ya.. jadi jangan lupa kasih vote dan juga hadiahnya..🤗🤗


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2