
Rania sangat bahagia bertemu dengan adik-adik panti. Ia juga bisa melihat sisi lain dari calon suaminya. Mungkin kalau orang bertemu dengan calon suaminya, orang itu akan berpikir suaminya itu dingin.
Tapi kalau mereka melihat sekarang ini. Maka mereka tidak akan percaya kalau itu adalah calon suaminya. Karena sekarang ini calon suaminya terlihat sedang bercanda dan tertawa bersama adik-adik yang ada di panti. Dan ini juga pertama kalinya ia melihat suaminya tertawa lepas.
" Buk"
" Iya Nak Rania"
" Apa Nando sering datang kesini?"
" Kalau sekarang sudah jarang, karena dia sibuk bekerja. Tapi satu kali seminggu, dia pasti kesini untuk melihat adik-adiknya"
" Makasih ya Buk" ucap Rania.
" Makasih untuk apa?"
" Karena sudah merawat Nando"
" Kamu tidak perlu berterima kasih pada Ibuk. Karena yang membesarkan Nando sampai sekarang ini adalah kakaknya"
" Benar, tapi sedikit banyaknya ibuk juga ikut membesarkan Nando. Jadi ibuk juga berjasa dalam hidupnya Nando"
" Apa kamu akan tinggal di kota J bersama Nando?"
" Rencananya begitu Buk"
" Lebih baik kalian memang tinggal disini. Karena kan perusahaan Nando ada disini"
" Aku terserah sama Nando aja Buk. Aku ngikut aja"
Rania memang tidak pernah mempermasalahkan akan tinggal dimana nanti mereka setelah menikah.
" Apa kalian berdua akan makan malam disini?"
" Iya Buk"
" Kalau begitu ibuk akan mempersiapkan masakan untuk makan malam kita nanti"
" Aku bantu ya Buk"
" Baik, yuk kita ke dapur"
Rania mengikuti ibuk panti ke dapur. Ia akan menyiapkan makanan untuk makan malam mereka nanti.
Sampai di dapur. Para pelayan sudah menyiapkan bahan-bahan yang akan di masak. Ya di panti memang sudah ada pelayan.
" Mau masak apa Bik?" tanya Rania.
" Masak gurame asam manis, orek tempe basah, capcay, dan cumi goreng tepung, nona?"
" Aku bantu ya Bik"
" Silakan nona"
Rania membantu mencuci gurame dan juga cumi. Tangan wanita cantik itu sangat cekatan membersihkan ikan dan juga cumi.
Setelah itu ia juga menyiapkan bumbu untuk membuat gurame asam manis.
Para pelayan sangat kagum dengan keahlian Rania. Mereka pikir wanita cantik itu tidak bisa masak. Tapi setelah melihat bagaimana lihainya wanita itu membersihkan dan juga memasak, barulah mereka yakin kalau Rania bisa masak.
Setengah jam kemudian.
Aroma dari gurame asam manis sudah memenuhi indera penciuman semua orang yang ada di sana.
" Aroma wangi apa nih?" tanya Nando yang baru saja datang.
__ADS_1
" Kamu udah selesai mainnya?"
" Sudah. Kamu lagi masak apa?"
" Gurame asam manis"
" Dari aromanya sepertinya enak"
Rania tersenyum mendengar ucapan calon suaminya itu. " Kamu mandi dulu gih. Setelah itu kita makan malam bersama"
" Baiklah, aku mandi dulu"
" Ok. Baju ganti kamu ada di mobil"
" Hhmmm"
Nando pergi dari dapur. Ia pergi ke mobil untuk mengambil baju ganti, yang ia bawa dari rumah tadi. Ya Nando sudah menyiapkannya dari rumah.
Setelah mengambil baju ganti. Nando pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya. Karena badannya sudah lengket karena keringat.
Di dapur.
Semua masakan sudah selesai dimasak. Rania di bantu para pelayan menata semua masakan yang sudah masak tadi di atas meja. Piring dan gelas juga sudah di taruh di depan kursi masing-masing.
Sekarang tinggal memanggil adik-adik panti. Karena mereka akan segera makan malam bersama.
" Adik-adik, kita makan malam dulu yuk?"
" Hore makan" sorak adik-adik panti.
Adik-adik itu panti berbaris dengan rapi. Kemudian mereka berjalan satu persatu menuju ruang makan. Ya mereka memang di ajarkan tertib seperti itu oleh ibuk panti.
Rania kagum melihat adik-adik panti berbaris dengan rapi. Bahkan mereka tidak ada yang saling dorong. Semuanya berbaris dengan rapi.
Mereka duduk dengan tenang sambil menunggu yang lain duduk di kursi mereka masing-masing.
Rania dan pelayan mengisi satu persatu piring adik-adik itu dengan nasi. Setelah itu di memberikan ikan, cumi dan juga orek tempe. Ia berharap adik-adik itu suka masakan buatannya.
Semua piring adik-adik itu sudah terisi dengan nasi dan juga lauknya. Sebelum makan mereka membaca doa dulu. Setelah itu barulah mereka mulai menyantap makanan yang ada di depan mereka.
" Nak Nia nggak makan?"
" Tunggu Nando dulu Buk"
Tak berselang lama, Nando datang. Lelaki tampan itu terlihat semakin tampan dengan memakai baju kaos berwarna biru. Dan itu terlihat kontras dengan kulitnya yang putih.
" Kamu kok belum makan?"
" Aku nunggu kamu"
" Yuk makan, aku juga udah lapar"
Nando duduk di kursi yang masih kosong. Rania mengambilkan nasi untuk Nando. Setelah itu baru untuk dirinya sendiri.
Apa seperti ini rasanya dilayani seorang istri. Ah jadi nggak sabar ingin segera menghalalkannya.
...***...
Axel kesal sama saudara kembarnya. Bagaimana tidak. Ia sedang asik telponan sama kekasihnya, eh malah di ganggu.
Alexa memang tidak menggangu secara langsung. Tapi saudara kembarnya itu terus-menerus menghubungi nomor telponnya.
Ya Alexa minta di jemput sama Axel di tempat biasa. Karena Kevin cuma tau rumahnya di kampung kupu-kupu.
" Axel mau kemana?" tanya sang mommy.
__ADS_1
" Menjemput Eca, Mom"
" Bukannya Eca tadi bawa motor?"
" Iya, motornya kehabisan bensin. Sepertinya Eca lupa mengisi bensin motornya"
" Kakak kamu itu, selalu saja lupa mengisi bensin motornya".
" Ya udah, Axel jalan dulu ya Mom"
" Iya sayang, hati-hati di jalan"
" Siap Mom"
Axel melajukan motornya meninggalkan mansion mewah itu. Ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sebab ia harus segera sampai di kampung kupu-kupu.
Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, Axel pun sampai di kampung kupu-kupu. Ia melihat saudara kembarnya sedang berjongkok di depan gang.
Coba lihat dia, udah kek anak ayam kehilangan induknya.
" Eca"
" Akhirnya kamu datang"
" Tentu saja aku datang. Kamu ngapain jongkok di sana?"
" Caper berdiri, makanya aku jongkok"
" Udah buruan naik!"
" Gendong?"
" Nggak usah manja"
" Ck, jadi adik nggak ada manis-manisnya Lo "
Alexa segera naik ke atas motor sport milik adiknya itu. Tak lupa ia memakai helm untuk melindungi kepalanya.
Axel tersenyum melihat wajah cantik Alexa yang cemberut. Itu balasan karena kakaknya itu sudah mengganggu waktu kencannya dengan Alisha.
" Pegangan, ntar jatuh"
" Biar aja jatuh. Biar kamu senang jadi anak satu-satunya mommy dan juga Daddy"
" Jangan ngomong yang aneh-aneh"
" Biarin"
" Jangan bete lagi, ntar aku beliin ice cream magnum di supermarket sana"
" Emang kamu punya uang?"
" Punya"
" Tapi aku mau Magnum yang gede ya"
" Ok, ntar Eca pilih sendiri mau Magnum yang mana"
" Ok, yuk jalan"
Axel lega, karena saudara kembarnya itu tidak merajuk lagi. Walaupun ia harus mengeluarkan uang untuk membeli ice cream magnum untuk saudara kembarnya. Axel melajukan motornya meninggalkan kampung kupu-kupu.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1