Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Hari pertama jadi OB


__ADS_3

Axel pun sampai di ruangan OB. Manager HRD pun memperkenalkan Axel pada teman-teman yang seprofesi dengannya. Karena mereka lha yang akan membantu Axel dalam bekerja.


" Selamat pagi semuanya"


" Pagi Buk"


" Perkenalkan ini Axel. Dia akan menjadi salah satu teman kalian. Jadi perlakukan dia dengan baik. Apa kalian mengerti?"


" Mengerti Buk"


" Baiklah Nak Axel, ibuk tinggal dulu. Selamat bekerja"


" Makasih Buk"


Manager HRD pun meninggalkan Axel dengan teman-temannya yang lain. Karena dia masih ada kerjaan yang harus ia kerjakan.


Teman-teman baru Axel pun memperkenalkan diri mereka sama Axel. Tapi ada beberapa orang yang tidak suka dengan kehadirannya.


" Hai Axel, kenalkan nama aku Fikri"


" Hai Fikri"


" Yuk aku anterin ke loker kamu. Nanti seragamnya sudah ada di sana"


" Terima kasih"


Axel pun mengikuti Fikri ke ruangan ganti. Ia akan mengganti pakaiannya dengan seragam OB.


" Siapa anak baru itu?. Kenapa manager HRD sangat sopan padanya?"


" Iya. Padahal sama kita-kita dia galak"


" Mungkin ibuk HRD cuma mau beramah tamah. Lagipula kalau dia ada hubungan dengan ibuk HRD, nggak mungkin dia akan kerja jadi OB"


" Kamu benar juga"


" Oh iya, kita bertiga kan senior disini. Jadi tugas bersih-bersih hari ini, kita serahkan aja sama anak baru itu"


" Kamu benar juga. Sekalian ngasih tau dia siapa kita"


" Nanti aku yang ngomong sama anak baru itu"


" Kalau si Fikri ngadu ke manager HRD gimana?"


" Nggak akan berani dia"


" Iya, kita tinggal ancam aja tuh anak"


Ketiga senior itupun menunggu Axel dan Fikri datang. Hari ini mereka bertiga bisa nyantai karena kerjaan mereka akan di selesaikan sama Axel dan Fikri.


...***...


" Ini loker milik kamu Axel. Seragamnya sudah ada di dalam"


" Makasih. Aku ganti baju dulu ya"


" Ok siap"


Axel mengambil seragamnya di loker. Kemudian ia mengganti baju kaosnya dengan seragam OB. Ia meletakkan baju yang ia pakai tadi kedalam loker.


Seragam yang dipakai Axel cocok dengan ukuran badannya. Seragam itu juga nyaman di pakai. Ternyata Daddy-nya juga memperhatikan seragam untuk karyawannya.

__ADS_1


" Udah selesai, Axel?"


" Sudah Fik"


" Yuk kita temui senior"


" Hhhmmm"


Axel dan Fikri pun menemui seniornya untuk menanyakan pekerjaan mereka. Karena setiap hari mereka berbagi tugas.


" Senior, sekarang kita kerja di bagian mana?" tanya Fikri.


" Tugas kamu bersihkan ruang divisi pemasaran. Dan kamu anak baru, tugas kamu membersihkan semua toilet yang ada di lantai 12"


" Bukankah toilet lantai 12 sudah ada yang membersihkan, senior?"


" Dia tidak datang, jadi apa salahnya saya suruh anak baru untuk membersihkannya"


" Ya nggak ada salahnya sih senior. Tapi nggak mungkin kan Axel sendirian membersihkan toilet di lantai 12"


" Biarkan saja. Dia kan laki-laki, masa membersihkan toilet aja dia nggak sanggup!"


" Saya sanggup kok membersihkan semua toilet yang ada di lantai 12"


" Bagus!. Jadi kamu bertanggung jawab untuk semua toilet yang ada di lantai 12"


" Baik senior"


" Saya akan bantu Axel senior"


" Tugas kamu membersihkan ruang divisi pemasaran"


" Setelah pekerjaan saya selesai, saya boleh membantu Axel kan senior?"


" Divisi umum bukannya tugas senior Andri"


" Kamu berani membantah saya!"


" Ti.. tidak senior"


" Aku nggak apa-apa kok Fik. Jadi kamu kerjakan aja tugas kamu"


" Beneran kamu nggak apa-apa?"


" Iya. Aku udah biasa mengerjakan pekerjaan seperti ini"


" Sudah, sekarang kerjakan tugas kalian masing-masing. Dan kamu anak baru, sebelum kerjaan kamu selesai, kamu tidak boleh istirahat"


Axel mengambil ember pel dan juga peralatan lainnya. Pagi ini ia mendapat tugas untuk membersihkan semua toilet yang ada di lantai 12.


" Semangat ya Axel"


" Iya Fik, kamu juga"


Karena rute mereka berbeda, jadi Axel dan Fikri pun berpisah. Mereka akan segera mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Axel mengerjakan toilet khusus laki-laki saja. Karena toilet perempuan sudah ada OB perempuan yang mengerjakannya. Jadi dia tidak aman untuk mengerjakan pekerjaannya.


Ini pertama kalinya Axel membersihkan toilet perusahaan. Walaupun toilet umum, tapi toilet itu tetap terjaga dan tidak bau. Mungkin karena dibersihkan tiap hari.


Axel mulai membersihkan closet yang ada di toilet pertama. Tak lupa ia memberi pembersih khusus untuk closet. Setelah itu dia taruh pewangi khusus toilet juga.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan closet. Axel pun membersihkan kaca yang ada di sana. Seperti closet tadi, ia juga memakai pembersih khusus kaca supaya nanti kacanya kinclong.


" Eh kamu!"


" Saya Pak"


" Iya kamu, emang siapa lagi"


" Ada apa?"


" Itu closet yang saya pake tadi tolong bersihkan lagi"


" Baik Pak"


Axel menutup hidungnya dengan seragamnya. Aroma dari sana sungguh tidak enak. Entah siap makan apa bapak-bapak tadi. Rasanya ia pengen muntah mencium aromanya.


Makan apaan sih bapak tadi. Bau banget!.


Akhirnya toilet yang pertama sudah selesai dibersihkan. Axel beranjak ke toilet berikutnya. Ia berharap tidak ada lagi aroma seperti tadi.


Toilet yang kedua sangat ramai. Ia tidak tau apakah setiap hari toilet karyawan ini selalu penuh. Apa mereka buang air kecil atau besar secara bersamaan.


Axel membersihkan kaca terlebih dahulu. Karena to mungkin ia membersihkan closet di saat masih ada orangnya. Mending ia mengerjakan kerjaan yang lain.


" Pak, tolong sampah tissue nya buang ke dalam tong sampah"


" Kan ada kamu yang membersihkannya. Lagipula kamu di gaji untuk membersihkan toilet ini"


" Iya Pak, tapi kan bapak bisa masukkan sampahnya sendiri. Nggak perlu nunggu saya yang ambil. Kebersihan itu dimulai dari diri sendiri, Pak"


" Eh!, kamu itu cuma OB disini jadi jangan sok ngajarin saya"


" Saya tidak bermaksud untuk mengajari bapak. Saya cuma kasih tau"


" Kamu saja yang bersihkan. Dasar OB tidak tau diri!"


Setelah menghina Axel, Bapak itupun pergi dari sana tanpa mau mengambil tissue yang dia buang tadi. Padahal tong sampah berada di dekat bapaknya. Mungkin kesadaran tadi yang kurang.


" Sudah Dek bersihkan saja, daripada kamu nanti di pecat" kata salah satu lelaki yang ada di sana.


" Emang ada orang dipecat karena bicara kebenaran?"


" Disini tidak berlaku hal seperti itu"


Axel bingung mendengar ucapan lelaki itu. Apa di perusahaan Daddy-nya banyak orang yang tidak jujur?.


" Sekarang orang-orang tidak peduli apa yang mereka kerjakan itu berdosa atau tidak. Bagi mereka uang di atas segala-galanya"


" Maksud bapak apa ya?"


" Hus, kamu ngomong apa sih. Nanti atasan kita dengar habis kamu" kata teman bapak itu.


" Kamu nggak usah dengerin apa kata teman saya. Dia lagi pusing karena dimarahi atasan tadi"


" Oh iya Pak"


Lelaki itupun membawa temannya keluar dari toilet. Ia takut temannya akan berbicara yang aneh-aneh lagi. Karena dinding di kantor punya telinga.


Sepertinya ada yang tidak beres. Aku harus menyelidikinya.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2