
Alexa tersenyum smirk setelah berhasil menghancurkan CCTV yang ada di ruangan itu. Ia yakin kalau bos black cobra tidak bisa melihatnya lagi.
Tunggu giliran anda.
Kenan tersenyum bangga pada gadis cantik yang ada di sampingnya. Sungguh mata gadis itu sangat jeli dalam mengamati sesuatu.
" Kamu tau kalau kita di awasi?"
" Tau. Makanya aku hancurkan CCTV nya"
" Kamu sungguh pintar. Makin cinta deh"
" Tapi aku nggak cinta sama Om"
" Sekarang emang nggak cinta. Tapi sebentar lagi kamu akan cinta sama saya"
Aaaaaaawwww...
Kenan mengadu kesakitan saat kepalanya dipukul sama salah satu anak buah black cobra.
" Om!"
" Tenang sayang, aku nggak apa-apa kok"
" Ck, malas kali mengkhawatirkan Om"
Jlep.
samurai panjang itu langsung menancap di dada anak buah black cobra.
" Itu karena kau sudah berani menyentuh ku!"
Kenan mencabut kembali samurainya. Tubuh anak buah black cobra itu langsung merenggang nyawa.
" Yuk kita lanjutkan lagi perjalanannya sayang"
Alexa masih khawatir dengan keadaan Kenan. Ia yakin gunung es itu sedang menahan rasa sakit. Pasalnya luka di kepala belum sembuh total. Baru kali ini dia melihat pasien yang baru selesai operasi langsung beraktivitas. Ia akui ketahanan tubuh Kenan sangat bagus dan juga kuat.
" Apa nggak seharusnya Om istirahat saja?"
" Saya nggak apa-apa. Jadi jangan khawatir, ok?"
" Hhhmmm"
Dalam perjalanan ke Aula, Alexa dan Kenan selalu dihadang sama anak buah black cobra yang tidak ada habisnya. Tapi itu tidak masalah bagi Alexa dan juga Kenan.
" Sepertinya tikus-tikus got masih banyak disini"
" Iya Om. Kita harus memberantas mereka semua"
" Tenang kita tidak akan menyisakan satupun tikus got ini"
Kenan dan Alexa segera menyingkirkan penghalang jalan mereka. Karena mereka tidak boleh menghabiskan waktu dengan tikus-tikus got itu.
Bunyi suara benda-benda tajam terus saja menggema di lorong markas black cobra. Kenan dan Alexa saling melindungi satu sama lain. Dan itu akan menghemat waktu juga.
Satu demi satu anak buah black cobra terkapar di lantai. Walaupun begitu, bantuan dari teman-temannya pun datang. Mereka mengepung Alexa dan Kenan.
" Jangan habiskan tenaga kita?"
" Iya Om. Kita serang sekaligus saja"
" Hhmmm"
Kenan mengangkat tubuh Alexa ala bridal style. Dengan posisi seperti itu, Alexa bisa melumpuhkan anak buah black cobra dengan cepat.
Kenan memutar tubuhnya. Dan Alexa menyerang anak buah black cobra dengan kakinya. Sungguh kolaborasi yang sangat bagus.
Tidak butuh waktu lama anak buah black cobra langsung tumbang. Karena tidak dapat menangkis serangan dari Alexa. Bahkan luka robek pun menghiasi anggota tubuh mereka.
Ya, gadis cantik itu menempelkan pisau kecil itu di sepatunya. Jadi saat anak buah black cobra menyerang, dengan cepat Alexa menendang tubuh anak buah black cobra. Tentu saja dibantu oleh Kenan juga.
__ADS_1
" Beres Om. Sekarang Om sudah bisa turunkan aku"
" Nggak usah, lebih bagus seperti ini"
" Tapi Om lagi sakit"
" Saya sudah baikan"
" Aku berat Om"
" Nggak!, ringan gini. Pegangan biar nggak jatuh"
Mau nggak mau Alexa pun berpegangan di bahu Kenan.
" Tangannya bukan disitu sayang, tapi di leher"
" Dileher?"
" Iya, kalungin tangannya dileher"
" Hah?"
Alexa tau maksud Kenan. Karena ia pernah melihatnya di dalam drama yang pernah ia tonton.
" Ayo sayang"
" Kek gini?" kata Alexa sambil mengalungkan tangannya di leher Kenan.
" Ya seperti itu"
Jantung Alexa berpacu lebih cepat dari biasanya. Bagaimana tidak, sekarang ia bisa menatap wajah tampan Kenan dari jarak lima sentimeter. Dan itu sangat tidak baik untuk jantungnya.
Sama halnya dengan Alexa, jantung Kenan juga berpacu dengan cepat. Wajah cantik nan mulus itu bisa ia pandang dengan jarak yang sangat dekat.
" Kalau kek gini berasa kek udah nikah ya?"
" Nggak juga"
" Ya kan emang nggak kayak orang nikah Om"
" Terus seperti apa?"
" Ya nggak kayak apa-apa"
" Tau ah"
Alexa tertawa mendengar ucapan Kenan. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan itu bisa bersikap seperti anak kecil juga.
" Idih ngambek. Nggak boleh ngambek, nggak cocok sama umur?"
" Nggak ada hubungannya?"
" Ada"
" Apa coba?"
" Yang biasanya ngambek itu anak kecil. Sedangkan Om, umurnya udah tua"
" Tua darimana coba?. Emang kamu lihat rambut saya udah memutih?"
" Nggak. Cuma wajah Om udah ada keriputnya"
" Keriput?"
" Hhmmm"
" Coba lihatin dimana ada keriputnya?"
Alexa menjauhkan kepalanya. Karena wajah Kenan terlalu dekat dengan wajahnya. Dan itu membuatnya tidak nyaman. Terutama jantungnya.
" Kok malah menjauh?. Ayo tunjukan dimana ada keriputnya?"
__ADS_1
" Ng--nggak ada"
" Tadi bilangnya ada"
" Udah nggak"
Akhirnya mereka sampai di depan pintu Aula. Kenan menurunkan Alexa dari gendongannya. Karena gadis cantik itu merasa tidak nyaman dengan posisi seperti tadi.
" Siap bersenang-senang?"
" Siap, Om!"
Brak.
Pintu aula terbuka karena tendangan Kenan dan juga Alexa. Membuat dua orang yang ada didalam ruangan itu kaget.
" Kalian sudah datang?" kata Bara.
Clara menatap gadis kecil yang ada di samping Kenan. Gadis yang ia lihat di layar monitor tadi, sekarang sudah berada di hadapannya.
Dia seperti pernah melihat gadis kecil itu, tapi dimana?. Tidak ingin memikirkan gadis itu. Clara berjalan menghampiri Kenan.
" Hallo mantaku tersayang" sapa Clara.
Alexa kaget mendengar ucapan wanita yang ada dihadapannya. Kenapa wanita itu memanggil Om Kenan dengan sebutan mantan. Ia baru ingat kalau wanita itu pernah membaut kekacauan di pesta pernikahan pamannya.
" Maaf anda siapa, ya?"
" Oh jadi karena ada gadis ini kamu pura-pura lupa sama aku?" kata Clara sambil mengelus punggung Kenan.
" Jauhkan tangan kotor Lo dari tubuh gue!"
" Sssssttt, jangan marah-marah gitu sayang"
Alexa geli melihat sikap Clara. Bagaimana bisa gunung es itu pacaran dengan wanita seperti itu.
Aaaaaaawwww.
Clara mengadu kesakitan saat tangannya di pelintir oleh Kenan. Ia tidak menyangka lelaki yang pernah ia cintai, bahkan sampe saat ini tega berbuat kasar seperti itu.
" Sudah gue bilang jauhkan tangan kotor Lo dari tubuh gue!"
Alexa menutup mulutnya supaya tawanya tidak lepas. Bagaimana bisa ada wanita tidak tau malu seperti itu.
" Heh!, siapa yang nyuruh Lo ketawa?!"
" Nggak ada. Tapi lucu aja kenapa bisa ada wanita tidak tau malu seperti anda"
" Apa kau bilang?!, gue nggak tau malu?!"
" Iya. Udah jelas ditolak, tapi masih aja berharap"
" Kau!"
Tangan Clara menggantung di udara. Karena Alexa menangkap tangannya sebelum mendarat di pipi gadis cantik itu.
" Jangan coba-coba mengayunkan tangan pada saya. Kalau tidak mau tangan ini putus dari tempatnya"
Tubuh Clara mundur kebelakang karena Alexa menghempaskan tangannya. Clara tidak menyangka kalau tenaga gadis itu sangat kuat.
Bara hanya jadi penonton saja. Tapi tatapannya tidak lepas dari Alexa. Ia sangat penasaran dengan gadis cantik itu.
Tak.
Bara kaget karena pisau kecil sudah tertancap di meja yang ada dihadapannya. Untung saja pisau itu tidak mengenai wajahnya. Sejak kapan pisau itu dilempar?, dan siapa yang melemparnya?. Itulah yang ada di dalam pikiran Bara.
" Jangan pernah menatap saya dengan tatapan seperti itu. Kalau tidak pisau kecil ini akan mengenai kepala anda"
Ternyata gadis cantik itu yang melempar pisau itu?. Sejak kapan dia melemparnya?, bukankah dia tadi masih berbicara dengan Clara. Sungguh gadis yang sangat menarik.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚