Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Nasib jomlo


__ADS_3

Kenan tidak menyangka kalau kue yang dibeli kakaknya sangat enak. Padahal dia jarang dan bahkan nggak pernah makan kue kalau nggak buatan koki di mansion-nya. Ia melihat box kue yang ada di atas mejanya itu.


Triple A? baru denger ada nama toko kuenya.


Pintu ruangan Kenan terbuka begitu saja. Dan dibalik pintu itu muncullah seorang anak kecil yang tampan.


" Om"


Pengacau sudah datang.


" Ai sudah datang?"


" Hhmmm"


" Sama siapa kesini?"


" Sama pengawal. Mama bilang tadi langsung ke kantor Om aja. Kan Om jadi baby sitter Ai hari ini"


" Baby sitter?"


" Iya, mama bilang begitu tadi"


Ibu sama anak sama aja.


" Sekarang Ai duduk di sini ya. Om mau kerja dulu?"


" Itu box apa?" tanya Aiden.


" Mana?"


" Itu yang di atas meja Om?"


" Oh, ini box kue. Ai mau?"


" Mau?"


" Duduk manis disini sambil makan kuenya"


" Ok"


Kenan lega karena keponakannya itu mau duduk manis di sana. Ia meletakkan kue dan juga air di atas meja. Jadi nanti keponakannya itu nggak kesusahan untuk minum.


" Om"


" Hhmm"


" Ini foto kakak cantik"


" Kakak cantik mana?"


" Kakak cantik Ai"


" Sejak kapan Ai punya kakak cantik?"


" Kakak cantik yang ketemu di restoran"


Kenan mengingat siapa kakak cantik yang dimaksud sama keponakannya itu. Ia teringat sama gadis yang ia temui beberapa hari ini.


Apa itu si tipis?.


" Ya udah, Ai makan aja. Om mau lanjut kerja dulu"


" Hhmmm"


Kenan melanjutkan pekerjaannya kembali. Sedangkan Aiden duduk manis di atas sofa, sambil menikmati kue.


" Om"


" Hhmmm"


" Om" panggil Aiden lagi.


" Hhmmm"


" Om"


" Hhmmm"


" Om kalau Ai manggil, jawabnya jangan hhmm terus"


" Iya Ai"


" Ai mau beli ice cream"


" Nanti ya"


" Ai maunya sekarang?"

__ADS_1


" Sekarang Ai makan kue aja dulu"


" Habis ini beli ice cream ya?"


" Hhmmm"


Aiden segera menghabiskan kue yang ada di dalam box itu. Tak berselang lama kue yang ada dua potong di dalam box sudah berpindah kedalam perut Aiden. Dan ia pun menagih janji omnya.


Kenan tidak bisa konsentrasi mengerjakan pekerjaan. Karena Aiden selalu merengek minta keluar. Padahal pekerjaannya sedang banyak.


" Om, yuk temenin Ai belanja ice cream"


" Nanti suruh Om Ben yang beli, ya?"


" Nggak mau. Ai maunya sama om"


" Om lagi kerja. Jadi nggak bisa pergi keluar"


" Ya udah. Ai telpon mama, bilang Om nggak mau ngajak Ai jajan"


" Jangan!"


" Kenapa?"


" Ok, Om akan temenin Ai jajan ke luar"


Bocah Lima tahun itu tersenyum. Karena ia tau kalau omnya tidak akan pernah menolaknya kalau sudah mendengar nama mamanya


" Nah gitu dong" kata Aiden sambil menyimpan kembali ponselnya kedalam tas.


Untung lho ponakan gue. Kalau nggak? udah gue lempar ke kandang singa.


" Yuk Om kita jalan"


" Bentar, Om ambil kunci mobil dulu"


Kenan memakai jasnya. Setelah itu ia mengambil kunci mobil. Kedua lelaki tampan beda usia itu keluar dari ruangan itu.


" Tuan mau kemana?" tanya Beni saat berpapasan dengan bosnya.


" Mau ngajak Aiden keluar"


" Oh ya udah, hati-hati ya tuan " kata Beni sambil tersenyum.


" Kamu ngeledek saya"


" Terus kenapa senyum-senyum kek gitu"


" Cuma pengin senyum aja tuan"


" Karena kamu sudah berani senyum, potong gaji lima persen"


Beni kaget mendengar ucapan tuannya. Bagaimana bisa gajinya dipotong hanya karena ia tersenyum.


" Tuan sa--"


Belum sempat Beni melanjutkan ucapannya. Kenan sudah masuk kedalam lift.


" Dasar bos sialan!"


Ting.


Pintu lift terbuka kembali.


" Karena sudah berani mengumpat saya, potong lima persen lagi"


Setelah Kenan mengatakan itu. Pintu lift kembali tertutup. Sedangkan tubuh Beni langsung terkulai ke lantai. Karena gajinya hilang sepuluh persen.


Dasar bos tidak ada akhlak.


Beni terpaksa hanya mengucapkan kata-kata itu di dalam hatinya. Nanti tuanya muncul lagi secara tiba-tiba, dan memotong kembali gajinya.


...***...


Tiga gadis cantik baru selesai mengantarkan semua pesanan pelanggannya. Sekarang mereka akan membuat pesanan untuk besok.


" Alhamdulillah pesanan kita makin meningkat" ucap Alisha.


" Iya. Gue juga nggak nyangka, kalau kuenya akan laku sebanyak ini" kata Adele.


" Bagus dong. Dengan begitu kita bisa cepat membuka toko" kata Alexa.


" Lo bener. Seandainya uang kita udah cukup, kita mau bikin toko dimana?" tanya Adele.


" Belum tau sih. Tapi yang pasti tempatnya harus strategis"


" Kalau di tempat strategis, otomatis biayanya juga gede?" kata Alisha.

__ADS_1


" Ya nggak apa-apa. Selagi kue kita penjualannya terus meningkat, maka semua itu nggak masalah. Yang penting sekarang kita fokus ke penjualan dulu" kata Alexa.


" Iya. Sekarang kita fokus untuk mengumpulkan uang dulu. Kalau udah terkumpul, baru kita pikirkan untuk membangun tokonya" kata Adele.


" Semangat" kata Alisha.


Alisha memang sudah lama juga ingin membuka toko kue sendiri. Namun keinginannya itu terkendala di biaya. Tapi sekarang impiannya itu akan terwujud bersama kedua sahabatnya.


" Eca, ada telpon masuk" kata Adele.


" Tolong jawab dong, Del. Gue mau ke toilet, udah kebelet soalnya"


" Dasar"


Adele menggeser tombol hijau yang ada di ponsel itu.


" Assalamualaikum, Tante"


" Wa'alaikum salam. Ini Adele?"


" Iya Tante. Eca nya lagi ke toilet"


" Oh ya udah nggak apa-apa. Bilang nanti sama Eca, kalau Tante sama Om pergi ke London"


" Ke London? apa mama Adele juga ikut Tante?"


" Nggak sayang. Cuma Tante sama Om aja "


" Oh, kirain mama juga ikut"


" Nggak. Ya udah, jangan lupa bilang sama Eca ya. Tante mau berangkat dulu"


" Ok Tante. Hati-hati di jalan"


Panggilan pun berakhir. Adele meletakkan kembali ponsel sahabatnya.


" Siapa yang telpon?" tanya Alexa yang baru keluar dari toilet.


" Mommy Lo "


" Mommy gue bilang apa?"


" Dia bilang mau pergi ke London"


" London?"


" Hhmmm"


" Sama siapa? Axel juga ikut?"


" Nggak! mommy sama daddy Lo aja yang pergi"


" Syukurlah, kalau cuma mommy sama Daddy yang pergi"


" Emang kenapa kalau Axel ikut?"


" Nggak terima gue. Masa ia gue ditinggal sendiri. Tapi mommy sama daddy gue ngapain ke London? apa Grandma gue sakit?"


" Gue juga nggak tau, soalnya mommy Lo nggak bilang tadi. Dia hanya bilang mau pergi ke London"


" Mudah-mudahan Grandma sama Grandpa baik-baik saja"


" Aamiin semoga deh"


Alexa dan Adele kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Mereka akan mengumpulkan banyak uang untuk membangun toko kue yang besar.


Akhirnya tugas membuat orderan sudah selesai. Sekarang ketiga gadis cantik itu bisa beristirahat. Karena semua pekerjaan mereka sudah selesai. Besok tinggal start untuk membuat kuenya.


" Kalian berdua nggak nelpon ayang beb?" tanya Alexa.


" Nggak. Tunggu dia yang telpon aja" kata Adel.


" Jangan kek gitu. Siapa tau mereka kangen sama kalian berdua"


Baru saja Alexa ngomong seperti begitu, ponsel Adele dan Alisha berbunyi. Dan siapa lagi yang menelpon kalau bukan kekasih mereka berdua.


" Ya udah jawab sana!" kata Alexa.


" Sorry ya, kita jawab telpon dulu"


Adele dan Alisha pun pergi ke teras depan untuk menjawab telepon dari kekasih mereka masing-masing. Sedangkan Alexa hanya bisa menatap ponselnya.


Kapan ponsel gue bisa berbunyi.


To be continue.


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2