
Keesokan harinya.
Semua orang di mansion kembali beraktivitas, setelah satu hari libur kerja. Termaksud twins yang kembali masuk ke sekolah.
Alexa menatap dirinya di cermin. Ia melihat jika ada penampilannya yang masih kurang. Karena dirasa tidak ada yang kurang dengan penampilannya barulah ia keluar dari kamarnya.
" Morning jomlo " sapa Axel saat melihat saudara kembarnya keluar dari kamarnya.
" Masih pagi, jangan cari ribut"
" Ya elah, sensi amat sih?"
" Gimana gue nggak sensi, kalau pagi-pagi mulut kamu udah lemes kek gitu"
" Habisnya aku senang liat ekspresi wajah kesal kamu"
" Ck "
" Tungguin dong" kata Axel saat melihat saudara kembarnya pergi.
Alexa terus berjalan masuk kedalam lift tanpa menghiraukan panggilan saudara kembarnya. Axel segera berlari menuju lift. Karena sebentar lagi pintu lift akan tertutup.
" Morning semuanya" ucap Alexa saat sudah sampai di ruang makan.
" Morning" balas semua yang ada di ruang makan.
Nando melihat keponakannya tak seceria biasanya. Apa ada yang menggangu keponakan cantiknya itu.
" Eca kenapa?" tanya Nando.
" Nggak apa-apa paman"
" Nggak apa-apa, tapi kok lemas kek gitu"
Alexa menghela nafasnya. " Sebenarnya Eca malas ke sekolah"
" Kenapa?"
" Karena Eca akan bertemu dengan para penjilat"
Darren tersenyum mendengar jawaban putrinya itu. Memang itulah resiko kalau kita anak dari orang yang berpengaruh. Mungkin sekarang kedua anaknya a
" Apa Eca nggak nyaman dengan semua itu?"
" Hhhmm"
" Mulai sekarang Eca harus terbiasa dengan semua itu"
" Iya Daddy. Eca cuma malas aja melihat wajah mereka yang sok baik itu"
" Itu wajar. Karena mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekati anak orang yang berkuasa"
" Apa paman perlu turun tangan untuk membereskan mereka?" tanya Nando.
" Nggak perlu paman. Eca bisa kok ngatasin mereka semua"
" Ngapain pusing-pusing, nggak usah hiraukan mereka, bereskan?" kata Kiran.
" Hhmmm"
" Sekarang kita sarapan dulu"
Kiran dan keluarganya mulai menyantap sarapan yang sudah ada di piring mereka masing-masing. Pagi ini mereka sarapan dengan nasi goreng.
Selesai sarapan Kiran mengantarkan suami dan kedua anaknya ke depan mansion. Alexa dan Axel berpamitan dengan kedua orang tua dan juga pamannya.
" Eca berangkat dulu semuanya"
" Kenapa Eca nggak bawa mobil" kata Darren.
__ADS_1
" Nggak Dad, lebih enak pake motor. Ya udah, jalan dulu semuanya"
" Hati-hati di jalan"
" Ok mommy"
Alexa melajukan mobilnya meninggalkan mansion. Diikuti sama mobil Axel dibelakang. Setelah kedua anak mereka pergi, Darren pun berpamitan dengan istrinya.
" Aku juga berangkat ya sayang"
" Iya By, hati-hati di jalan"
Darren mengecup kening dan juga bibir istrinya sekilas. Setelah itu barulah ia masuk kedalam mobilnya.
Kiran melambaikan tangannya saat mobil suaminya sudah mulai melaju. Setelah mobil suaminya sudah tidak terlihat lagi, barulah ia masuk kedalam mansion.
Hari ini Kiran tidak akan ke kantor, karena ia akan menyiapkan semua keperluan untuk pernikahan Rania dan juga Nando yang tinggal tiga Minggu lagi.
...***...
Alexa dan sahabatnya sudah sampai di parkiran sekolah. Seperti dugaan Alexa, murid yang tidak ia kenal sebelumnya mulai menyapanya dengan ramah.
Beberapa murid menghampiri Alexa. Alexa tau siapa orang-orang yang menghampirinya itu.
" Alexa"
" Hhmmm"
" Masuk grup band kita yuk?"
" Masuk ke tim cheerleaders kita aja"
" Masuk ke grup tari kita aja"
Alexa menghela nafasnya.
" Maaf ya semuanya. Sekarang ini aku lagi nggak pengen masuk grup apapun. Jadi permisi"
Para murid itu menatap kepergian Alexa dan sahabatnya dengan perasaan kesal. Karena mereka tidak bisa membujuk gadis cantik itu masuk ke grup mereka.
" Kalian liat? pas udah tau siapa gue, mereka berebut ingin membawa gue masuk ke grup mereka. Padahal kemarin-kemarin mereka tidak melihat keberadaan gue"
" Iya, mereka itu tipikal penjilat kelas atas" kata Adele.
" Setuju sama kamu Yank" kata Farel.
" Nggak usah dipikirkan lagi. Ingat apa kata mommy, kita tidak udah hiraukan orang yang seperti itu" kata Axel.
" Iya aku tau"
Alexa hanya tidak habis pikir, kenapa ada orang-orang seperti itu di dunia ini. Mereka hanya memandang orang lain hanya dari statusnya saja.
Alexa dan Adele sudah sampai di depan kelas mereka. Sedangkan Axel dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka menuju kelasnya.
" Lo lagi ngapain sih, Del?" tanya Alexa saat melihat sahabatnya sibuk dengan ponselnya.
" Bentar gue lagi main "
" Main apa?"
" Eits! rahasia dong" kata Adele sambil menyembunyikan ponselnya.
" Kenapa gue nggak boleh liat? jangan-jangan Lo lagi nonton film yang nggak-nggak, ya?"
" Astagfirullah, kagak lha"
" Terus kenapa gue nggak boleh melihatnya"
" Karena ini nama permainannya rahasia"
__ADS_1
" Rahasia?"
" Hhmmm"
" Jangan ngaco, mana ada permainan kek gitu"
" Ada lho"
" Nggak percaya gue. Coba gue liat"
Alexa berhasil mendapatkan ponsel sahabatnya itu. Tapi ia tidak melihat permainan apapun.
" Kok nggak ada?"
" Dibilangin nggak percaya. Game nya itu rahasia, jadi tidak sembarangan orang bisa melihatnya"
" Ck"
Alexa mengembalikan kembali ponsel milik sahabatnya. Ia berpikir apa yang dikatakan Adele benar atau tidak. Karena aneh aja nama gamenya.
Adele lega karena Alexa tidak melihat aplikasi biro jodoh yang masukan. Dan untungnya ia juga sudah berhasil mendaftarkan Alexa ke sana. Dan sekarang tinggal nunggu pangeran datang untuk menjemput sahabatnya itu.
...***...
Di sebuah perusahaan terbesar terlihat seorang lelaki tampan sedang membaca laporan yang baru saja di berikan oleh salah satu anak buahnya.
Mata lelaki itu memancarkan amarah setelah melihat isi laporan dari anak buahnya itu. Ia melemparkan kertas itu kedalam tong sampah yang ada di di dekatnya.
Bagaimana dia tidak marah dan juga emosi, saat melihat foto kekasihnya sedang bercumbu dengan seorang lelaki. Apalagi dia mengenal siapa lelaki yang mencumbu kekasihnya itu.
" Dasar wanita j*lang"
" Tuan, apa kali ini anda akan tetap diam?"
" Untuk sekarang ini kita biarkan saja dulu. Saya ingin melihat, sampai dimana wanita itu akan berbohong kepada saya"
" Tapi kali ini nona Clara sudah keterlaluan "
" Saya ingin menangkap basah dia Ben. Jadi kita bisa memberikan hukuman dua sekaligus untuk wanita j*lang itu"
" Baik tuan"
" Suruh anak buah kita untuk terus memantau si j*lang itu"
" Baik tuan"
Kenan memang sudah lama tau kalau kekasihnya itu sudah selingkuh darinya. Tapi ia tidak menyangka kalau kekasihnya itu rela memberikan tubuhnya ke pada lelaki lain.
Padahal ia selalu memenuhi semua kebutuhan kekasihnya itu. Tapi kenapa kekasihnya tega melakukan itu. Apa sebenarnya yang dicari oleh sang kekasih. Ya itulah sekarang yang ada di benak Kenan.
" Ben"
" Ya tuan"
" Tolong blokir black card saya yang ada di tangan Clara"
" Baik tuan. Oh iya tuan, apa anda tidak ingin mendaftar di biro jodoh"
" Jangan ngaco kamu Ben. Masa saya setampan ini kamu suruh daftar di aplikasi kek gitu"
" Ya siapa tau dapat cewek cantik dan juga bening bos"
" Udah sana! selesaikan pekerjaan kamu!"
" Baik bos"
Beni segera keluar dari ruangan bosnya. Karena kalau tidak ia akan kena amukan bosnya itu.
Biro jodoh. Sepertinya menarik.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚