Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Obat nyamuk


__ADS_3

Axel kaget sampai matanya melotot melihat adegan yang ada di depan matanya. Kak Kevin memeluk saudara kembarnya. Ia mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan itu hanya mimpi.


Astaga mereka berdua berpelukan. Apa Eca tidak sadar kalau gue ada disini.


Alexa melepaskan pelukan Kevin, saat lelaki tampan itu sudah mulai tenang.


" Sorry, kakak meluk kamu tanpa izin"


" Nggak apa-apa"


" Pasti kamu mikir, kakak cengeng?"


" Nggak. Menurut aku lelaki juga butuh menangis untuk melepaskan apa yang dia rasakan"


" Terima kasih.


" Kalau kakak mau cerita, aku siap mendengarkan"


Kevin belum berani mengatakan apa yang sedang terjadi padanya. Ia takut Alexa akan menjauh darinya. Karena saat ini gadis cantik itu belum ada perasaan padanya.


" Maaf ya, bukan nggak mau cerita, tapi untuk kakak belum siap untuk cerita. Nanti kalau kakak udah siap untuk cerita, pasti kakak akan cerita. Apa kamu masih mau mendengarkannya?"


" Insya Allah kapan pun kakak mau cerita aku siap mendengarkan"


Kevin tersenyum mendengar jawaban gadis cantik itu. " Udah mau jam sembilan malam, kakak pamit dulu ya"


" Iya. Maaf ya nggak bisa ajak kakak ke rumah"


" Nggak apa-apa. Ya udah masuk gih"


" Kakak duluan deh yang balik"


" Kamu duluan yang masuk, setelah itu baru kakak pulang"


" Kakak duluan yang pulang, setelah itu baru aku jalan ke rumah"


" Ya deh. Kakak pulang dulu ya"


" Iya, hati-hati di jalan"


" Makasih"


Alexa melambaikan tangannya saat mobil Kevin melaju. Setelah mobil itu menjauh dari pandangannya. Barulah ia memanggil saudara kembarnya.


" Udah pulang dia?" tanya Axel.


" Udah. Yuk kita juga pulang, kasian yang lain nungguin"


" Buruan naik"


Alexa naik keatas motor saudara kembarnya. Axel melajukan motornya meninggalkan kampung kupu-kupu.


" Ngapain Kak Kevin peluk-peluk kamu tadi?" tanya Axel saat motor sudah melaju.


" Dia lagi ada masalah kayaknya"


" Masalah apa?"


" Mana gue tau. Dia nggak mau kasih tau gue"


" Terus Lo peluk dia supaya dia nggak sedih lagi?"


" Ya nggak lha, yang ada dia yang meluk gue"


" Belum jadian aja udah main peluk-peluk, apalagi kalau udah pacaran?"


" Maksud Lo apa ngomong kek gitu?!"


" Gue nggak ingin aja dia manfaatin kamu"


" Ya nggak lha. Tadi dia udah minta maaf kok, karena meluk gue tanpa izin"


" Bagus deh. Walaupun gue ngasih dia lampu hijau buat deketin elo, bukan berarti dia seenak jidatnya peluk-peluk kamu"


" Ya gue tau kok batasannya "


" Syukurlah kalau Lo tau"


" Bukan cuma gue, Lo juga harus jaga batasan Lo. Dan lagi gue nggak terima kalau Lo nyakitin perasaan sahabat gue"


" Ya nggak lha. Gue itu kan cowok yang baik"

__ADS_1


" Preeeettt"


Axel tertawa mendengar ucapan ' Preeeettt' dari mulut saudara kembarnya itu. Alexa selalu memberikan respon seperti itu saat dirinya memuji diri sendiri.


" Eca"


" Hhhmm"


" Aku boleh tanya nggak?"


" Tanya apaan?"


" Sebenarnya kamu suka nggak sama Kak Kevin?"


" Aku juga bingung mau jawab apa"


" Kenapa bingung?"


" Karena gue nggak tau harus jawabnya gimana. Saat ini yang gue rasakan hanya kenyamanan, itu aja"


" Emang jantung kamu nggak dangdutan saat dekat sama dia?"


" Emang jantung kamu dangdutan saat dekat Alisha?"


" Idih, gue tanya malah balik nanya"


" Udah jawab aja"


" Iya. Jantung gue serasa ber-dangdut ria saat dekat sama Alisha. Kalau kamu?"


" Desiran sih ada. Tapi nggak sampe dangdutan"


" Itu berarti Lo juga ada perasaan sama Kak Kevin"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Apa aku harus terima cintanya Kak Kevin ya?"


" Jangan dulu. Kamu pastiin dulu perasaan kamu sama dia. Setelah kamu yakin, baru deh kamu terima"


" Baiklah"


" Eca habis darimana?" tanya Kiran saat berpapasan dengan putrinya.


" Keluar Mom"


" Sama siapa perginya?"


" Axel"


" Terus Axel nya mana?"


" Masukkan motor ke garasi. Eca ke sana dulu Mom"


" Hhhmm"


Kiran penasaran Alexa dan Axel pergi ke mana. Karena biasanya, di saat paman dan sepupunya datang, mereka berdua tidak akan pergi kemana-mana.


" Sayang, dicariin mertua kamu tuh?" kata Darren.


" Iya By"


" Kamu ngapain sendirian disini?"


" Nggak ngapa-ngapain"


" Mommy cariin tuh"


" Ya udah, yuk kita ke sana"


Nanti ia akan menanyakan pada bodyguard bayangan, yang suaminya suruh untuk memantau kegiatan twins secara diam-diam.


" Lama amat sih Lo?" tanya Adele saat Alexa sampai di taman.


" Ya urusannya baru kelar"


" Emang urusan apaan sih?"


" Ada deh, Lo masih kecil"

__ADS_1


" Ck"


" Jangan ngambek dong bontot, ntar cantiknya ilang"


" Oh iya, besok kalian berdua kerja?" tanya Farel.


" Kerja, kan kita masuk dua kali seminggu. Kamu gimana?"


" Sama, aku juga"


" Bang Abi" panggil Adele.


" Hhmm"


" Abang lagi dekat sama siapa sekarang?"


" Nggak ada"


" Sayang banget. Coba kalau aku masih jomlo, pasti deh aku terima Abang untuk jadi pacar aku"


" Idih, emang siapa yang nembak kamu Markonah" kata Alexa.


" Ya, siapa tau bang Abi mau nembak gue"


" Jangan macem-macem ya, Yank" kata Farel.


" Hajar Rel, masa baru pacaran Adele udah berniat selingkuh" kata Axel.


" Axel kompor banget sih. Gue kan bilang kalau gue jomlo, bukan berstatus pacaran"


" Sama aja, sebab perselingkuhan tidak hanya terjadi karena ada niatnya. Tapi juga karena ada kesempatan"


" Betul banget" kata Alexa.


" Kalian berdua kompor banget sih!. Kamu jangan dengerin apa kata twins. Apalagi omongan Eca. Dia kan jomlo, jadi ucapannya nggak bener semua"


" Eh! kenapa Lo bawa-bawa status jomlo gue?!"


" Ya kan bener apa yang gue bilang. Kalau Eca jomlo"


Alexa menghela nafasnya. Apa yang dikatakan Adele benar, dia kan jomlo. Tapi bukan berarti omongannya nggak bener kan?.


Abimanyu dan Varo hanya menggelengkan kepala mendengar perdebatan Alexa dan juga Adele.


...***...


Kevin kepikiran dengan ucapan Alexa tadi. Kalau dia jujur, apa gadis cantik itu masih mau bertahan dengannya. Sedangkan Alexa masih belum punya perasaan padanya. Bolehkah ia egois untuk memiliki gadis itu.


" Kamu habis darimana?" tanya sang mama saat ia baru masuk kedalam rumah.


" Ke rumah Rian"


" Jangan bohong sama mama Vin!"


" Kalau mama nggak percaya, telpon aja dia"


" Kapan kamu akan ngedate sama Citra"


" Aku nggak tau Ma. Lagian Citra lagi sibuk sekarang"


" Bukan dia yang sibuk, tapi kamu yang nggak pernah mau ngajak dia jalan"


" Ma, pernah nggak sekali aja mama ngertiin perasaan Kevin"


" Oh jadi kamu pikir mama nggak ngerti perasaan kamu?"


" Iya. Kalau mama ngertiin perasaan aku, pasti mama nggak akan pernah maksa aku untuk bertunangan dengan Citra"


" Mama melakukan semua itu untuk kamu"


" Nggak Ma. Mama melakukan itu semua hanya karena gengsi mama, bukan karena mama peduli sama perasaan aku"


Plak.


Kevin memegang pipinya yang terasa perih karena di tampar sang mama. Tanpa berkata-kata, ia pergi meninggalkan mamanya.


To be continue.


Mana nih Hadiah dan vote nya untuk si tampan Axel.


__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2