Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Mansion Narendra


__ADS_3

Kiran yang sedang asik menyiram bunga, menghentikan kegiatannya saat melihat mobil mewah berhenti di depan mansion-nya.


Ia segera menghampiri mobil mewah itu.


Seorang lelaki tampan keluar dari mobil itu. Ia tau siapa lelaki tampan itu. Ke wajahnya juga sering muncul di dunia bisnis. Dan lagi, perusahaan suaminya juga bekerja sama dengan pemuda itu.


" Selamat siang Tante"


" Selamat siang, apa kamu kesini mau bertemu dengan suami saya?"


" Nggak Tante, saya kesini mau..."


Belum sempat Kenan menyelesaikan ucapannya, seorang gadis cantik keluar dari dalam mobil.


" Mommy"


" Kesayangan mommy"


Alexa segera memeluk mommy-nya. Padahal baru tiga hari tidak bertemu dengan sang mommy, tapi rasanya sudah berabad-abad lamanya.


Kenan ikut senang melihat keakraban ibu dan anak itu. Ia teringat akan mamanya. Walaupun ia dan sang mama sering gelud, tapi ia sangat menyayangi sang mama.


" Eca cuma sendiri?" tanya sang mommy.


" Nggak, sama Adele dan yang lainnya juga"


Adele dan yang lainnya pun keluar dari dalam mobil mewah itu. Mereka bersalaman dengan mommy Alexa.


" Sepertinya ada yang kurang?" tanya Kiran.


" Apa mommy?" tanya balik Alexa.


" Axel! ya Axel, kemana dia. Kok mommy nggak ada melihatnya?"


" Ada mommy, ntar lagi nyampe dia nya"


" Emang Axel nggak satu mobil sama Eca?"


" Satu mobil, tapi tadi dia Eca tinggal di depan pintu gerbang"


Kiran menggelengkan kepalanya. Ia tidak akan bertanya kenapa putrinya itu meninggalkan adiknya di depan pintu gerbang. Pasti mereka berdua gelud lagi.


" Tante "


" Iya Kenan"


" Saya izin undur diri dulu ya"


" Nggak mampir dulu"


" Makasih, lain waktu aja deh Tante saya mampir. Soalnya ada kerjaan mendesak yang harus saya kerjakan"


" Baiklah, makasih ya udah nganterin mereka pulang"


" Sama-sama Tante"


Kenan bersalaman dengan mommy-nya Alexa.


" Kamu nggak mau salaman sama saya?" tanya Kenan sama Alexa.


" Aku?"


" Iya kamu. Aku mau pulang nih?" kata Kenan sambil mengulurkan tangannya.


Alexa menghela nafasnya. Walaupun kesal, ia tetap melakukan apa yang diinginkan gunung es itu.


" Saya pulang dulu ya. Kamu istirahat, jangan pergi kemana-mana"

__ADS_1


Kok dia kek emak-emak gini. Nyuruh gue nggak boleh kemana-mana lagi.


" Denger nggak?"


" Ah iya "


Kiran kaget melihat interaksi Kenan dengan Alexa. Mereka berdua seperti orang yang lagi pacaran. Setau dirinya, sang putri belum memiliki kekasih. Nanti akan dia tanya sama putri kesayangannya.


" Tante, saya permisi dulu"


" Nggak mampir dulu?"


" Makasih Tante, kapan-kapan deh saya mampir. Soalnya saya ada kerjaan yang mendesak"


" Ya udah, sekali lagi makasih ya udah nganterin mereka dengan selamat sampai ke mansion"


" Sama-sama Tante"


Kenan masuk kedalam mobilnya. Tugasnya untuk mengantarkan gadis tipisnya dengan selamat ke mansion-nya sudah selesai. Sekarang ia akan memberi pelajaran pada anak buahnya.


" Mommy!"


" Tampannya mommy"


" Aku disiksa sama Eca, Mom" Adu Axel.


" Jangan fitnah ya" kata Alexa.


" Kalau mommy nggak percaya, tanya saja sama Farel. Iya kan Rel?"


" Sorry bro, gue tadi ketiduran. So gue nggak tau"


" Wah! emang sahabat nggak ada ukhluk lho"


" Mommy denger sendiri, kan? Axel itu cuma mau fitnah Eca aja"


Kiran tersenyum, akhirnya suasana mansion-nya kembali lagi. Benar apa kata suaminya, ia akan rindu masa-masa twins gelud.


" Ya Allah, kenapa aku selalu ditindas "


" Nggak usah sok jadi sosok yang paling teraniaya. Seharusnya gue kasih hukuman Lo yang lebih berat dari itu"


" Emang gue ngapain?"


" Jangan pura-pura amnesia"


" Iya kan gue ngomong yang sebenarnya"


" Dimana-mana ya, adik itu harus ngomong yang bagus-bagus tentang kakaknya. Eh ini malah sebaliknya"


" Ya kan gue anak jujur"


" Sudah-sudah, kita bahas di dalam saja. Kasian sahabatnya dari tadi berdiri" kata Kiran.


" Ah iya, Eca lupa Mom"


" Yuk semuanya kita masuk kedalam" ajak Kiran.


Mereka semua pun masuk kedalam mansion. Para pelayan membawa koper tuan dan nona kecil mereka.


...***...


Mobil Kenan sampai di markasnya. Kedatangannya langsung di sambut sama semua anak buahnya.


Saat Kenan turun dari mobil, aura di markas pun berubah menjadi menyeramkan. Aura seperti itu terjadi saat bos mereka sedang marah.


" Dimana mereka?!"

__ADS_1


" Didalam bos"


Kenan segera masuk kedalam markas. Diikuti sama Beni dan juga anak buahnya. Anak buah Kenan tidak bisa membayangkan bagaimana murkanya bos mereka.


Brak..


Kenan menendang pintu ruangan itu sampai pintunya terlepas dari tempatnya. Sontak semua orang yang ada di sana kaget. Termasuk anak buah yang akan kena hukum itu.


Bugh.


Bugh.


Bugh.


Lima belas orang lelaki bertubuh kekar itu terpental karena tendangan dari bos mereka. Nggak cukup dengan menendang, Kenan juga memukul anak buahnya itu.


Lima belas lelaki bertubuh kekar itu tidak ada yang melawan. Mereka menerima dengan pasrah semua pukulan yang diberikan pada mereka. Karena mereka tau itu kesalahan mereka.


" Bangun! lawan saya!"


Mereka semua hanya diam.


" Ayo! kalau kalian tidak melawan, saya akan tambah hukuman kalian!"


Mendengar hukuman mereka akan ditambah, mereka pun segera maju menyerang Kenan. Ini saja tubuh mereka sudah terasa remuk, apalagi akan ditambah lagi dengan hukuman yang lain. Akhirnya satu lawan lima belas orang.


Tidak ada yang bisa menggeser Kenan dari tempat berdirinya sekarang. Jangankan menggeser, menyentuh Kenan saja mereka tidak bisa.


" A..ampun bos, kami mengaku salah"


Tendangan Kenan menggantung di udara. Ia tidak akan menyakiti anak buahnya kalau mereka sudah mengakui kesalahannya.


Beni mengambilkan kursi untuk tuannya. Dan salah satu anak buahnya mengambilkan minuman untuk bosnya itu.


" Kenapa kalian bisa ceroboh! menjaga satu wanita saja tidak becus!"


Lima belas orang itu hanya tertunduk. Apa yang dikatakan bos mereka itu benar adanya. Mereka tidak bisa menjaga satu orang saja.


" Apa sekarang kalian tau keberadaan wanita itu?!"


" Ti.. tidak bos. Tapi dari rekaman CCTV yang ada diparkiran, wanita itu masuk kedalam salah satu mobil yang ada di sana. Dan mobil itu membawanya pergi" kata salah satu anak buah Kenan.


" Tapi kami sudah catat nomor mobilnya kok bos" kata anak buahnya yang satu lagi.


" Bagus! siapa pemilik mobil itu?"


" Bos Black Cobra bos"


" Black Cobra?".


" Iya bos"


" Kenapa dia ada di sana? apa dia yang membantu wanita itu kabur?"


" Kami juga nggak tau bos"


" Ben"


" Iya tuan"


" Hubungi Riko, suruh selidiki bos Black Cobra. Ada hubungan apa dia dengan wanita itu"


" Baik tuan"


Kenan yakin pasti wanita itu ada hubungannya dengan bos Black Cobra itu. Karena nggak mungkin wanita itu bisa lolos dari anak buahnya. Ia tau betul kemampuan anak buahnya yang ia tempatkan di sana.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2