
Nando baru sampai di perusahaannya. Perusahaan yang telah satu Minggu ini ia tinggalkan. Dan akhirnya ia kembali lagi ke kantornya. Dengan gagahnya ia langkahkan kakinya masuk kedalam kantor.
" Pagi Pak" sapa karyawannya.
Lelaki tampan itu hanya mengangguk sebagai jawaban. Nando masuk ke dalam lift. Lift bergerak ke atas, membawa sang pemilik ke lantai dua puluh.
" Pagi bro" sapa Ikbal saat melihat Nando keluar dari dalam lift.
" Pagi. Tumben Lo datang cepat?"
" Harus dong, kan mau menyambut kedatangan bos"
" Ck"
" Oh iya, Jihan mengundurkan diri"
" Kapan?"
" Dua hari yang lalu. Dia akan meneruskan perusahaan papanya"
" Bagus dong. Apa Lo nggak mau ikut dia ke sana?"
" Nggak lha. Gue udah menyerah"
" Kenapa? sekarang kan sudah tidak ada penghalang lagi untuk hubungan kalian?"
" Nggak lha bro. Udah cukup gue mengejar cintanya. Dan sekarang sudah saatnya untuk gue berhenti"
" Keputusan yang bagus" kata Nando sambil menepuk pundak sahabatnya.
" Hubungan Lo sama Rania gimana? kapan Lo mau melamar dia?"
" Belum tau. Gue mau memperkenalkan dia dulu sama keluarga gue"
" Kapan Lo mau ajak dia kesini?"
" Mungkin bulan depan"
" Semoga lancar ya bro"
" Makasih bro. Semoga Lo juga cepat dapat tambatan hati"
" Aamiin"
" Oh iya, jadi siapa sekretaris gue sekarang?"
" Karena Jihan sudah mengundurkan diri, untuk sementara yang jadi sekretaris Lo, gue"
" Ok. Sekarang apa jadwal gue"
" Jam sembilan nanti Lo ada meeting dengan klien perusahaan YY"
" Baiklah, sekarang persiapan semua keperluan meeting kita "
" Siap bos"
Nando masuk ke ruangannya. Sedangkan Ikbal pergi ke ruangannya untuk menyiapkan keperluan untuk meeting nanti.
...***...
Alexa dan Axel heran melihat Adele selalu bergandengan tangan. Mereka akan melepaskan gandengannya saat mau ke kelas dan toilet.
Di kantin sekolah Adele dan Farel masih tetap bergandengan. Mereka tidak peduli jika nanti teman-teman sekelas akan bergosip tentangnya.
" Sampai kapan kalian berdua dua akan bergandengan terus?" tanya Axel.
" Tau tuh, mentang-mentang udah resmi pacaran" kata Alexa.
" Jadi Farel sama Adele udah jadian? pantas udah kayak lem. Nempel terus" kata Alisha.
__ADS_1
" Iya Sha, kita udah resmi pacaran.
" Wah selamat ya"
" Makasih Sha. Oh iya, kamu kapan jadiannya sama Axel"
Uhuk..uhuk..
Axel tersedak sama jus jeruk yang ia minum. Alexa menepuk pelan pundak saudara kembarnya itu.
" Minumnya hati-hati dong" kata Alexa.
" Makasih Eca"
" Hhmm"
" Jadi kapan Lo nembak Alisha?" tanya Farel ke Axel.
Axel melirik Alisha, begitu juga dengan Alisha. Mata mereka bertemu, mengunci satu sama lain.
Ehem..
Farel berdehem untuk menyadarkan kedua insan yang sedang saling tatap. Dan benar saja, Axel melepaskan kontak matanya dengan Alisha.
" Kalau cinta bilang langsung bro. Ntar kalau lama-lama keburu Alisha di bawa cowok lain"
" Ngaco Lo "
" Dibilangin nggak percaya"
" Sudah-sudah, gue kesini mau makan, bukan mau mendengarkan tentang cerita cinta" kata Alexa.
" Wih Eca marah" kata Farel.
" Ngomong lagi, gue sumpel mulut Lo pake botol mineral ini"
" Jangan galak-galak dong Eca, ntar Kak Kevin kabur lho"
Uhuk..uhuk..
Sekarang giliran Alexa yang tersedak sama mie ayam yang ia makan. Ia tidak menyangka kalau Kevin ada di sana.
" Minum dulu" kata Kevin sambil menyerahkan air mineral pada Alexa.
Alexa segera meneguk air mineral itu hingga separuh. " Makasih Kak"
" Sama-sama"
" Kakak kok bisa disini?" tanya Alexa.
" Kakak mau makan. Kebetulan liat gadis cantik kakak ada disini, ya kakak samperin dulu lha"
" Cie gadis cantik kakak" ledek Farel.
Wajah Alexa langsung memerah bak kepiting rebus. Ia sangat malu karena ucapan Farel. Sahabatnya itu benar-benar minta dihajar.
" Ya udah, kakak ke sana dulu ya" pamit Kevin.
" Kakak mau kemana? gabung sini aja sama kita" kata Farel.
" Iya Kak, kasian Eca jadi obat nyamuk disini" kata Adele.
Alexa melototi Adele. Bisa-bisanya sahabatnya itu kongkalikong sama kekasihnya. Sedangkan Axel hanya dia sambil menikmati bakso yang ada di mangkoknya.
" Emang nggak apa-apa nih kakak gabung disini?"
" Nggak apa-apa kok Kak" jawab Adele.
Kevin duduk di kursi kosong yang ada di samping Alexa. Ia memesan makanan yang sama dengan gadis cantik itu.
__ADS_1
" Begitulah kalau sudah cinta, sampe makanan yang di pesan pun sama" kata Farel.
" Kamu kenapa nggak pesan makanan yang sama juga dengan aku?" tanya Adele.
" Rasain! hajar Del " kata Alexa.
" Kompor banget sih Lo, Eca"
" Biarin!"
" Cepat jawab, kenapa kamu nggak pesan makanan yang sama dengan aku"
" Ya kan kamu yang pesankan untuk aku tadi"
" Masa sih?"
" Iya honey "
Hueek..
Alexa, Axel dan Alisha ingin muntah mendengar panggilan Farel ke Adele barusan.
" Liat tuh honey, para jomlo iri sama kita" kata Farel.
" Iri? yang ada enek gue mendengar Lo manggil Adele kek gitu" kata Axel.
" Udah ngaku aja. Kalau Lo mau, Lo juga bisa panggil Alisha dengan sebutan honey, my love atau apa aja yang lo suka"
Axel melirik Alisha. Kalau ia jadian sama Alisha, maka ia juga harus mempunyai panggilan sayang untuk gadis cantik itu.
" Udah nggak usah dipikirkan sekarang. Jadian aja belum" kata Farel..
Axel kaget mendengar ucapan Farel. Sahabatnya itu tau aja yang sedang ia pikirkan.
Sama halnya dengan Axel, Kevin juga memikirkan panggilan sayangnya untuk Alexa. Karena kemarin ia memberi nama Alexa di kontaknya 'Gadisku'
" Alexa"
" Hhmm"
" Boleh kakak minta nomor ponsel kamu?"
" Bukannya kemarin nomor aku ada sama kakak?"
" Iya. Ponsel kakak habis diriset jadi semua kontak di ponsel kakak hilang"
" Sini ponselnya"
Kevin pun memberikan ponselnya pada gadis cantik itu. Untung ia belum memindahkan semua foto gadis cantik itu ke dalam ponselnya. Kalau tidak, gadis cantik itu sudah dapat melihat fotonya di sana.
" Ni Kak, jangan sampe hilang lagi"
" Nggak akan"
Kevin menyimpan nomor Alexa dengan nama yang ia beri wartu pertama kali ia dapat nomor gadis cantik itu.
" Nomor Alexa aja nih Kak yang diminta? nomor ponsel aku nggak?" tanya Adele.
" Jangan aneh-aneh kamu " kata Farel.
" Belum diminta aja, pawang Lo udah ngamuk duluan" kata Alexa.
" Oh iya lupa. Gue kan udah punya pawang. Nggak usah ya Kak minta nomor aku"
" Eh! kapan Kak Kevin minta nomor Lo? bukannya Lo sendiri yang menawarkan?"
" Oh bukan Kak Kevin yang yang minta ya? gue pikir Kak Kevin yang minta tadi"
Kevin tersenyum mendengarkan ucapan Alexa tadi. Apa itu pertanda, kalau dirinya tidak boleh menyimpan nomor cewek lain?. Sungguh senangnya melihat Alexa posesif dengannya.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚