
Axel tidak melihat keberadaan saudara kembarnya sedari tadi. Padahal udah waktunya jam makan malam. Tapi saudara kembarnya belum juga terlihat batang hidungnya.
" Cari siapa sayang?" tanya Kiran pada sang putra.
" Eca, Mom. Dari tadi Axel nggak liat dia?"
" Eca nggak ada di mansion.
" Emang dia kemana?"
" Eca nginep di mansion keluarga Ricard"
Axel kaget mendengar jawaban mommy-nya. Ternyata saudara kembarnya itu selangkah lebih maju darinya.
" Mommy kasih izin?"
" Kasih lha. Karena mamanya Kenan yang minta langsung sama mommy. Jadi mommy nggak bisa untuk menolak permintaannya"
" Bagus deh kalau Eca nggak ada, jadi mansion aman dan damai"
Kiran tersenyum mendengar ucapan putranya. Ia tau kalau Axel kesepian. Karena ini pertama kalinya dia berjauhan dengan saudara kembarnya.
" Yuk kita makan dulu"
" Kan Daddy belum datang, Mom"
" Ntar lagi Daddy juga turun"
Benar saja, tak berselang lama Darren datang. Hot Daddy itu langsung duduk di kursinya.
" Malam ini kita makan malamnya cuma bertiga, ya?" tanya Darren.
" Hhmmm"
Darren melirik putranya. Ia melihat Axel kurang semangat. Mungkin teman gelud nya tidak ada. Biasanya kan sebelum makan, dia gelud dulu sama saudara kembarnya.
" Axel kenapa?"
" Nggak apa-apa Daddy"
" Sepi ya?"
" Hhmmm"
Darren tersenyum mendengar jawaban putranya. Ia tau sang putra kesepian. Dan itu terlihat jelas dari wajah sang putra.
" Yuk makan" ajak Kiran.
Axel mulai menyantap makanan yang ada di depannya. Selesai makan malam nanti ia akan menghubungi saudara kembarnya. Dia ingin tau apakah sang kakak sudah makan.
Sama seperti Axel, Kiran dan suaminya pun merasa ada yang kurang. Biasanya di meja makan akan terasa rame karena perdebatan twins. Sekarang terasa sepi.
...***...
Malam ini suasana di ruang makan keluarga Ricard sedikit berbeda dari biasanya. Karena mereka kedatangan tamu yang spesial.
" Nasinya dikit aja Ma, ntar nggak habis" kata Alexa.
" Kamu makannya harus banyak biar badan agak gemuk. Coba liat badan kamu sekarang, kurus "
Alexa melihat badannya, menurutnya badannya tidak kurus. Tapi kenapa mama Helena bilang tubuhnya kurus.
" Kamu memang kurus, dan juga tipis" kata Kenan yang sedari tadi memperhatikan Alexa.
" Enak aja, emang aku triplek"
" Ya sebelas dua belas sama triplek"
Alexa mengerucutkan bibirnya. Entah kenapa gunung es itu selalu saja ngajak dia gelud.
" Ma, nasi untuk aku mana?"
__ADS_1
" Ambil sendiri, kamu kan punya tangan"
Kenan kaget mendengar jawaban sang mama. Biasanya juga sang mama yang mengambilkannya nasi. Tapi sekarang kenapa mamanya nggak mau mengambilkannya nasi.
" Makanya buruan nikah biar ada yang melayani " kata Arka.
" Ini lagi dalam proses Bang. Doakan saja adikmu ini bisa menaklukkan hati gadis cantik ini" kata Kenan sambil melirik Alexa.
" Aamiin, Abang akan selalu mendoakan kamu"
" Makasih Bang"
Kenan pun mengambil nasi untuknya sendiri. Karena Mama sama kakaknya nggak mau mengambilkan nasi untuknya. Apalagi gadis tipis yang lagi menyantap makan malamnya.
" Kakak cantik nanti tidur di kamar Ai, ya?"
" Nggak boleh!" jawab Kenan.
" Ai nggak ngomong sama Om. Ai ngomongnya sama kakak cantik"
" Sama aja. Biasanya Ai juga tidur sendiri"
" Sekarang Ai mau sama kakak cantik"
" Kakak cantik tidur di kamar Om"
uhuk..uhuk
Alexa tersedak sama makanan yang ada di mulutnya. Ia segera meneguk air putih yang ada di hadapannya. Ucapan Kenan tadi sungguh membuatnya terkejut.
" Pelan-pelan dong sayang, makannya" kata Kenan.
Wajah Alexa memerah karena malu dipanggil sayang oleh Kenan didepan kedua orang tuanya. Ingin rasanya dia menghilang dari sana sekarang juga.
Sedangkan Kenan tersenyum melihat wajah Alexa yang memerah bak tomat. Gadis cantik itu terlihat sangat menggemaskan.
" Kenan? jangan ganggu mantu mama lagi makan"
" Itu sampe mantu mama keselek karena kamu"
" Iya Ma, nggak ganggu lagi"
Mereka semua pun kembali melanjutkan makan malamnya. Semuanya menikmati makan malam mereka dengan hikmat.
Selesai makan Alexa membawa piring kotor ke dapur untuk di cuci bersih.
" Sayang biar bibik aja yang bawa dan cuci piringnya" kata Helena.
" Nggak apa-apa Ma, Eca udah biasa kok nyuci piring"
Ya di mansion mommy-nya walaupun banyak pelayan. Tapi Alexa tetap membantu mencuci piring. Karena baginya kalau dia bisa untuk apa suruh bibik. Lagian dia juga nggak ada kesibukan lain. Jadi nggak ada salahnya bantu-bantu pekerjaan bibik.
Helena semakin menyukai gadis cantik itu. Bukan hanya wajah yang cantik, hati gadis itu juga cantik dan baik. Tapi kali ini dia tidak akan membiarkan calon mantunya itu melakukan pekerjaan bibik.
" Udah, kali ini biarkan bibik yang nyuci piringnya" kata Helena sama menggandeng tangan Alexa pergi dari dapur.
Alexa pun pasrah di bawa sama mamanya Kenan. Karena menolak pun ia akan di tarik dan dibawa pergi dari sana.
" Sekarang duduk manis disini. Kita ngobrol-ngobrol"
" Iya Ma"
Kenan bingung sama mamanya. Bagaimana tidak, dari tadi mamanya itu selalu menempel sama Alexa. Sedangkan dia tidak pernah diperlakukan seperti itu. Kalau dia nggak pulang ke mansion aja, nggak ada di tanya.
Saat sedang mengobrol, ponsel Alexa berbunyi. Gadis cantik itu melihat siapa yang menghubunginya. Ia tersenyum kala melihat nama yang tertera di layar sana.
" Maaf semuanya, Eca permisi sebentar. Mau terima telpon".
" Iya sayang"
" Telpon disini aja " kata Kenan.
__ADS_1
" Nggak enak sama mama Om"
Alexa segera beranjak dari tempat duduknya. Ia akan menjawab telpon dari saudara kembarnya.
" Hallo, assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, tumben kamu telpon aku. Kangen ya?"
" Ng..nggak! aku telpon karena di suruh sama mommy"
" Yang bener mommy yang suruh telpon?"
" Ya bener lha. Lagian ngapain juga aku telpon kamu. Mending aku telpon pacar aku"
" Ya udah, kalau gitu aku matiin dulu telponnya"
" Jangan!"
Alexa tersenyum. Ia tau kalau saudara kembarnya itu kangen.Tapi saudaranya itu gengsi untuk mengakuinya. Sama halnya dengannya saudara kembarnya. Ia pun kangen dengan teman gelud nya itu.
" Katanya mau telpon pacarnya?"
" Iya, nelpon pacarnya udah tadi. Kamu udah makan?"
" Udah, baru aja"
" Nggak ada niat nanya balik gitu?"
Tawa Alexa pun pecah. Ia sengaja nggak tanya balik. Karena ia ingin tau bagaimana respon saudara kembarnya.
" Axel udah makan "
" Udah juga. Tapi makanya cuma dikit"
" Kenapa dikit?"
" Nggak selera. Karena nggak ada teman gelud"
" Cie.. jadi ceritanya ada yang kangen dengan keriuhan gue"
" Kapan kamu pulang?"
" Besok "
" Emang kamu sendiri yang pengen nginap di sana?"
" Nggak! mama om gunung yang minta gue nginep disini. Gue udah cari alasan tadi, eh taunya dia minta izin langsung ke mommy. Jadi gue nggak bisa nolak deh"
" Katanya nggak ada hubungan apa-apa sama tuh Om-om, tapi malah nginep di sana?!"
" Emang gue nggak ada hubungan apa-apa. Lagian gue nginep disini karena mamanya Om Kenan yang minta"
" Ya udah, tidur gih. Udah malam"
" Hhmmm"
" Baik-baik di sana, hati-hati, kunci pintu kamarnya. Ntar Om gunung es masuk kamar kamu lagi"
" Ngaco kamu. Lagian aku tidur di kamar Aiden"
" Pokoknya harus selalu hati-hati. Walaupun gue merestui hubungan kamu sama Om Kenan, tapi kamu harus tetap waspada sama dia"
" Ok adikku tersayang. Kamu juga tidur, sana!"
" Iya, aku tutup dulu telponnya. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam "
Alexa tersenyum, ia tidak menyangka adiknya itu perhatian. Biasanya sang adik ngajak gelud mulu. Tapi malam ini adiknya itu bersikap sangat manis.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚