Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Berdarah


__ADS_3

Bara berjalan mendekati Alexa. Gadis cantik itu sungguh membuat dia sangat tertarik. Apa lagi kecepatan gadis itu melempar pisau. Bahkan kecepatannya tidak bisa ia lihat, tau-tau pisau kecil sudah berada di hadapannya.


" Jaga matamu, kalau tidak jangan salahkan saya jika bola mata itu keluar dari tempatnya" kata Alexa.


" Wah, galak sekali kamu adik kecil"


Clara sangat marah karena Bara dan Kenan menatap Alexa dengan penuh damba. Ia berpikir apa kelebihan gadis kecil itu.


" Sayang, tunggu apalagi, ayo habisi mereka" kata Clara sambil bergelayut manja di lengan Bara.


Alexa merasa jijik dengan sikap sok manja Clara. Tampak sekali kalau sikap manja wanita itu di buat-buat. Tidak natural seperti yang dilakukan anak kecil saat merengek minta sesuatu pada ibunya.


" Tenang sayang, kita akan bermain-main dulu dengan kelinci kecil ini"


" Hati-hati saja, karena kelinci juga bisa menggigit, bahkan bisa membahayakan nyawa anda"


" Menarik sekali. Saya ingin gigitan kelinci itu seperti apa?"


" Udah sayang, sekarang keluarkan aja hewan kesayangan kamu" kata Clara.


" Kamu benar sayang. Jadi kita akan lihat bagaimana sejoli ini bisa melarikan diri dari hewan kesayangan aku"


" Tunggu apalagi, cepat buka kandangnya" titah Clara.


Bara meminta salah satu anak buahnya untuk membuka kandang hewan kesayangannya. Mendapat titah dari sang bos, anak buah Bara pun segera melakukan tugasnya.


Hewan apa yang ada dalam kandang itu?. Apakah lebih buas dari hewan kesayangan Daddy?.


Anak buah Bara segera membuka pintu kandang yang tidak jauh dari sana. Setelah membuka kandang hewan kesayangan bosnya. Anak buah Bara segera pergi dari sana.


Langkah kaki hewan kesayangan Bara pun mulai terdengar. Tak berselang lama tampaklah seekor harimau putih jantan keluar dari kandang itu.


Mata Alexa berbinar melihat harimau putih itu. Iya tidak menyangka kalau bos black cobra memiliki hewan selucu itu. Ia pikir yang keluar di kandang itu seekor ular. Taunya malah harimau lucu.


" Jakson kesini" panggil Bara.


Mendengar namanya dipanggil, harimau putih itupun mendekati Bara. Harimau putih itu menjilat kaki Bara.


" Hei berhenti menjilat kaki ku"


Harimau itu tidak mendengar ucapan Bara. Dia terus menjilati kaki Bara.


" Kita kedatangan tamu istimewa Jakson. Coba lihat?, apa kau menyukainya?"


Harimau putih itu melihat kearah Kenan dan juga Alexa. Tanpa disuruh oleh Bara, harimau putih itu mendekati Alexa.


" Liat sayang, si Jakson sudah tidak sabar memakan gadis kecil itu?" kata Clara.


" Kamu benar sayang"


Bara dan Clara kaget melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Harimau putih itu bukannya memangsa Alexa, tapi malah bermanja-manja dengan gadis itu.


" Jakson, apa benar itu nama kamu?" tanya Alexa pada harimau putih itu.


Harimau putih itu seperti mengerti apa yang dimaksud sama Alexa. Ia pun menganggukkan kepalanya.


" Kamu lucu sekali" kata Alexa sambil mengelus kepala Jakson.


" Sepertinya dia suka sama kamu?" kata Kenan.


" Hhmmm"

__ADS_1


Alexa tersenyum smirk, satu ide muncul di kepalanya. Pasti ini akan menjadi pertunjukan yang menarik.


" Jakson, kamu lapar nggak?"


Harimau putih itu menatap Alexa. Kemudian dia mengangguk.


" Aku punya makanan yang lezat nih untuk kamu"


Jakson berputar-putar, harimau putih itu sangat senang saat mendengar makanan lezat.


" Kamu lihat wanita yang ada di sana?, itulah makanan lezatnya. Cepat hampiri makanan lezatnya"


Kenan tersenyum mendengar ucapan Alexa. Ternyata gadis cantik itu mempunyai ide yang sangat bagus untuk menyingkirkan ulet keket itu.


" Kamu sangat pintar"


" Aku hanya membalikkan keadaan Om. Sekalian aku juga pengen tau ekspresi wanita itu"


Harimau putih itu berjalan kearah Clara.


" Jakson berhenti" titah Bara.


" Maju terus Jakson, makanan enaknya sudah didepan mata"


Harimau putih itu terus berjalan kearah Clara.


" Ja.. Jakson"


Aaaaauumm..


Clara terduduk di lantai karena Auman Jakson. Sedangkan Alexa dan Kenan tertawa melihat ekspresi ketakutan dari Clara.


Harimau putih itu tidak bergerak sama sekali. Dia tidak mendengarkan ucapan Bara. Hewan itu seperti tidak mengenal tuannya lagi.


Clara mencoba berdiri, ia tidak ingin menjadi santapan harimau putih itu. Ia segera menjauh dari Jakson.


Jakson mengikuti kemana Clara pergi. Sepertinya harimau putih itu mengerti apa yang diinginkan Alexa. Makanya dia bermain-main dulu dengan wanita itu.


" Jakson, jangan ikuti aku terus. Aku ini tuan kamu"


" Justru karena dia tau kamu tuanya, makanya Jakson mengikuti kamu terus" kata Kenan.


Clara terus menjauh dari harimau putih itu. Ia tidak mengerti kenapa Jakson mengikuti apa yang dikatakan gadis kecil itu. Sedangkan omongan Bara tidak didengarnya.


" Bara, tolong aku!"


" Iya sayang"


Bara segera menarik Jakson. Ia akan memberikan hukuman pada hewan kesayangannya itu. Beraninya harimau putih itu tidak mendengarkan perkataannya.


" Kamu harus dihukum Jakson!"


Alexa tidak suka melihat Jakson diperlakukan seperti itu sama Bara. Ia mengambil pisau kecil yang diselipkan di sepatunya. Ia melemparkan pisau itu kearah Bara.


Aaaaaaa...


Bara meringis kesakitan saat pisau kecil menancap di kakinya. Ia menatap tajam kearah Alexa.


" Jangan coba-coba menyakiti Jakson!"


" Emang kau pikir kau siapa?!"

__ADS_1


Jakson segera berlari kearah Alexa. Melihat Jakson akan pergi, Bara langsung mencabut pisau yang tertancap di kakinya, kemudian melemparkannya ke arah Jakson.


Harimau putih itu meringis kesakitan karena pisau kecil itu berhasil mengenai perutnya.


" Jakson!"


Alexa menghampiri Jakson. Mata gadis cantik itu berubah kembali menjadi merah saat melihat pisau kecil miliknya menancap sempurna di perut Jakson.


Harimau putih itu seperti mengerti kalau Alexa mengkhawatirkannya. Jakson pun menyampaikan melalui matanya, kalau dia baik-baik saja.


" Ini pasti sakit sekali?. Sebentar, aku cabut dulu"


" Jangan di cabut dulu pisaunya" kata Kenan.


" Kenapa?"


" Jakson akan tambah kesakitan"


" Terus aku harus gimana, Om?"


" Kita harus cari kotak p3k"


" Cari dimana?"


" Tanya aja sama mereka"


Bara kaget melihat bola mata Alexa. Kenapa warna bola mata gadis itu berubah menjadi merah.


" Dimana kotak p3k nya?"tanya Alexa pada Clara.


" Saya tidak akan memberi tau kamu. Biarkan saja Jakson mati"


Aaaauuuuum.


Clara kaget mendengar Jakson mengaum lagi padanya. Padahal harimau putih itu sedang terluka, tapi Auman nya masih saja membuatnya takut.


" Cepat katakan dimana kotak p3k nya. Kalau tidak Jakson akan memakan kamu"


" Jakson tidak akan mampu membunuh saya"


" Yakin sekali kamu kalau Jakson tidak bisa membunuh kamu?. Kalau pun Jakson tidak bisa membunuh kamu, saya yang akan membunuh kamu. Sepertinya kekasih kamu itu juga butuh kotak p3k"


Clara melihat darah tidak berhenti keluar dari kaki Bara. Mungkin karena lukanya sangat dalam. Jadi darah segar itu tidak berhenti mengalir.


" Sayang"


" Cepat ambil obat luka untuk menghentikan darah ini"


" Kalau aku ambil obat lukanya, nanti gadis itu juga ikut mengambil obat lukanya"


" Terus kamu mau aku mati karena kehabisan darah?!"


" Nggak mau lha"


" Makanya cepat ambil. Setelah itu aku akan beri perhitungan pada gadis kecil itu. Berani sekali dia melukai kaki ku!"


Clara segera mengambil kotak p3k. Ia harus segera memberikan obat luka untuk Bara. Sekarang nasib mereka berdua tidak akan selamat.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2