
Alisha dan Vani kaget melihat makanan yang ada didepan matanya. Perasaan makanan yang mereka lihat di menu tadi tidak seperti ini bentuknya.
" Sepertinya mbak salah meja deh?" tanya Alisha.
" Saya nggak salah meja kok Dek"
"Tapi perasaan kami nggak pesan makanan ini?" kata Alexa pura-pura nggak tau.
" Adek-adek memang tidak pesan. Tapi manager restoran ini yang memberikannya. Karena manager saya sedang ulang tahun"
" Tapi apa nggak berlebihan nih mbak?" tanya Vani.
" Nggak kok Dek. Karena manager di sini memang seperti itu setiap tahun. Ia akan memberikan makanan favorit restoran ini secara gratis"
" Gratis?"
" Iya. Kalau begitu saya permisi dulu, dan selamat menikmati"
" Makasih mbak"
" Sama-sama"
Pelayan itu pun pergi meninggalkan meja Alexa. Adele melirik sahabatnya, ia seperti mencium aroma konspirasi antara sahabatnya dan juga si mbak tadi. Tapi ia akan menanyakan itu nanti.
" Baik juga ya manager restoran ini?" tanya Vani.
" Iya, jarang-jarang ada orang yang mau bersedekah seperti ini" kata Alisha.
Alexa tersenyum mendengar ucapan kedua sahabatnya. " Tunggu apalagi, ayo kita cicipi makanannya. Ntar keburu dingin"
Keempat gadis cantik itu mulai mencicipi makanan yang ada di hadapan mereka masing-masing.
" Wah-wah, coba liat siapa yang ada di meja ini?" tanya Bella pada kedua temannya.
" Sepertinya sekelompok orang kismin" jawab salah satu teman Bella.
" Kalian makan makanan mahal kek gitu, emang mampu bayar?" tanya Diva.
Keempat gadis cantik itu tidak menjawab, mereka terus saja makan tanpa menghiraukan anjing menggonggong.
" Hei! kalian berempat ini bisu ya. Gue nanya kalian malah diam aja"
Lagi-lagi keempat gadis itu diam. Mereka masih menikmati makanan yang ada di piring mereka, tanpa menghiraukan Bella dan kedua temannya.
Bella yang tidak terima dicueki sama keempat gadis cantik itu langsung menyiramkan jus yang ada di tangannya ke Alexa.
" Alexa..!" teriak ketiga sahabat Alexa.
Sontak beberapa orang yang ada di sana melihat ke arah meja Alexa. Begitu juga dengan Axel dan Farel. Karena kebetulan meja dia dan meja saudara kembarnya itu tidak terlalu jauh.
" Alexa" panggil Axel.
Ia segera menghampiri meja saudara kembarnya itu. Dan Farel mengikuti dari belakang.
" Oh God..! kata Axel saat melihat kondisi saudara kembarnya itu. Namun bukan tampilan Alexa yang bikin dia kaget, tapi mata saudaranya itu.
Ia takut kalau saudaranya itu memperlihatkan sisi iblisnya di depan orang banyak. Karena mode itu tidak boleh dilihat sama orang lain.
" Rel, gue harus bawa Alexa segera pergi dari sini" kata Axel.
" Ok bro, gue sama Adele akan handle masalah di sini"
" Thank's bro. Karena belum saatnya mereka tau sisi lain Eca"
__ADS_1
" Ya udah cepat bawa pergi Eca, karena belum ada orang yang menyadarinya"
" Hhmm"
Axel segera menarik tangan saudara kembarnya itu pergi dari restoran itu. Dia akan menenangkan Alexa di tempat lain.Karena mommy, Daddy dan pamannya tidak ada di sini. Jadi hanya dia yang bisa menenangkan saudara kembarnya itu.
Alisha menatap punggung lelaki tampan yang menarik tangan Alexa tadi. Ia seperti kenal dengan laki-laki itu. Tapi dimana?.
" Hei! mau Lo bawa kemana gadis kismin itu..!" teriak Bella.
" Diam kau! sekarang urusan Lo sama gue cewek manja" kata Adele.
" Lo berani sama Gue?"
" Tentu saja berani"
" Lo nggak tau siapa bokap gue?"
" Gue nggak peduli siapa bokap Lo!" jawab Adele sambil menyiramkan jus yang ada di atas meja ke wajah Bella.
Aaaaa...
" Dasar gadis kismin..!" hardik Bella sambil melayangkan tangannya ke wajah Adele.
Tapi sayang, sebelum tangan itu menyentuh pipinya, Adele sudah lebih dulu menangkis tangan Bella dan memelintirnya.
Aawwww..
" Jangan macam-macam sama gadis yang Lo bilang kismin ini. Kalau tidak mau tangan Lo lepas dari tempatnya"
" Awas Lo! gue aduiin sama papa gue!" kata Bella sambil meninggalkan tempat itu.
" Pergi sono! merengek ke papa Lo " teriak Adele.
Farel tersenyum melihat gaya gadis cantik yang ada di sampingnya. Gadis itu terlihat menggemaskan.
" Hhmm"
" Apa Alexa baik-baik saja?" tanya Alisha.
" Dia baik-baik aja. Karena dia sudah sama pawangnya"
" Syukurlah kalau Alexa baik-baik saja sekarang"
Adele tersenyum pada sahabatnya itu. Ia juga bersyukur karena Axel datang tepat waktu, kalau tidak semua orang yang ada disini akan melihat sisi lain dari seorang Alexa.
...***...
Axel melepaskan tangannya saat mereka sudah jauh dari restoran. Sekarang hanya ada mereka berdua saja di sana.
" Jangan tatap gue kek gitu?" kata Axel.
" Kenapa Lo bawa gue kesini?"
" Lo mau teman-teman yang lain melihat sisi iblis Lo?"
" Emang tadi mereka belum sempat liat ya?"
" Belum"
" Syukurlah" kata Alexa bernafas lega.
" Lagian kenapa sisi iblis Lo on sih? nggak kek biasanya?"
__ADS_1
" Gue emosi sama cewek tadi. Dia selalu saja cari masalah sama gue? padahal gue nggak kenal sama dia. Dan yang tadi itu udah kedua kalinya dia cari masalah sama gue?"
" Nanti ada masanya kita kasih pelajaran sama tuh cewek. Sekarang balik ke mode normal, karena Lo jelek kalau lagi dalam mode sisi normal kek gitu"
" Ntar lagi, gue perlu meluapkan emosi gue nih?"
" Noh ada pohon gede. Lo tonjok aja"
" Jangan, kasihan pohonnya. Dia kan tidak bersalah, tapi tiba-tiba udah dapat bogem mentah aja. Tapi ada sesuatu yang menggangu pikiran gue?"
" Apa?"
" Gue takut nggak akan ada lelaki yang mau menikah sama gue. Kalau melihat sisi iblis gue keluar"
" Pasti ada. Lagian kita masih kecil, jadi jangan pikirin soal menikah dulu"
" Tapi kan itu juga penting untuk dipikirkan Axel. Lo mau melihat kakak Lo jadi perawan tua!"
" Ya elah, mikir Lo kejauhan tau nggak? lagian jodoh, rezeki, maut, sudah ada yang ngatur. Jadi kita tinggal jalani aja"
" Wah tumben adek gue ngomongnya bijak"
" Kemana aja kamu selama ini? kenapa baru tau kalau aku bijak? oh iya gue lupa, selama ini kamu kan hibernasi"
Pletak..
" Kamu pikir aku marmut"
" Iya, kan kamu imut kek marmut" kata Axel sambil mencubit pipi saudara kembarnya itu.
" Axel.."
" Apa sih manggil mulu?"
" Kamu itu adek paling durhakim tau nggak!"
" Dan kamu kakak yang paling durhakim juga"
" Emang aku durhakim sama siapa coba?"
" Sama aku lha, siapa lagi?"
" Heh! dimana-mana nggak ada kakak yang durhakim sama adeknya. Yang ada malah adeknya yang durhakim sama kakaknya"
" Nih buktinya ada kakak yang durhakim sama adeknya?"
" Astagfirullah, kok bisa ya aku punya saudara kembar macam begini"
" Kenapa? tampan kan?"
" Tampan kalau dilihat dari sedotan!"
" Tuh baru aja dibilang durhakim, langsung dibuktikan" kata Axel.
" Dasar adek luknut " kata Alexa sambil menonjok perut saudara kembarnya.
Aawwww..
" Sakit Eca..!"
" UPS.. sorry sengaja" ucap Alexa sambil tertawa lepas.
Axel tersenyum, kalau saudara kembarnya sudah tertawa seperti itu. Berarti mode sisi iblis-nya sudah hilang. Walaupun ia harus merasakan kesakitan.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚