
Darren, Kiran dan para sahabatnya sedang menunggu kepulangan anak-anak mereka. Para orang tua itu mendapatkan informasi dari bodyguard bayangan.
Bodyguard bayangan mengatakan, ' twins dan sahabatnya berhasil mengalahkan black cobra. Tapi Kiran dan Darren tidak tau kalau sekarang Alexa juga punya kucing besar.
" Itu mereka sudah datang" kata Serly.
" Gue nggak sabar ingin mendengar cerita mereka" kata Nadia.
Tiga mobil mewah berhenti di depan mansion mewah itu. Satu persatu orang yang ada di dalam mobil mewah pun keluar.
" Mama!" panggil Adele.
" Kesayangan mama"
Serly dan Doni memeluk putri kesayangan mereka. Begitu juga dengan Nadia dan Romy juga memeluk putra kesayangan mereka.
" Axel sama Eca mana ya, By?"
" Mungkin di mobil yang ada di belakang, sayang"
Di mobil ke tiga keluarlah Axel dan juga Alisha. Kiran dan Darren tersenyum melihat putra kesayangan mereka.
" Kesayangan mommy sudah kembali"
Kiran dan Darren memeluk Axel dan juga Alisha.
Aaaaaaawwww.
Kiran sontak melepaskan pelukannya kala mendengar suara rintihan Alisha.
" Maaf sayang. Apa mommy menyakiti mu?"
" Nggak Mom"
" Terus kenapa kamu seperti merintih seperti menahan sakit?"
" Tangan Alisha tadi terluka karena samurai, Mom" jawab Axel.
" Terluka?"
Kiran segera memeriksa tangan Alisha. Ia melihat tangan Alisha sebelah kiri diperban.
" Kenapa bisa terluka?. Apa Axel tidak melindungi kamu dengan baik?"
" Axel menjaga aku dengan baik kok Mom. Aku terluka karena nggak fokus tadi"
" Lain kali hati-hati. Kalau sedang bertarung kita harus selalu fokus. Karena kalau kita lengah sedikit, maka lawan akan dengan mudah melumpuhkan kita"
" Iya Mom, lain kali Alisha nggak akan lengah lagi"
" Itu lebih bagus. Oh iya, apa Eca tidak ikut pulang sama kalian?"
" Ikut Mih. Dia sama mobil Jeep yang ada dibelakang" kata Axel.
Tak berselang lama mobil Jeep yang dimaksud Axel pun berhenti dibelakang mobil mewah tadi.
" Mommy!, putri cantik mommy sudah kembali"
Kiran tersenyum melihat putrinya berlari kearahnya.
" Kesayangan mommy sudah kembali" kata Kiran sambil memeluk putrinya. Darren pun tidak mau ketinggalan. Dia ikut memeluk putri cantiknya itu.
Kenan pun berjalan menghampiri calon mertuanya.
" Selamat malam Om, Tante" sapa Kenan.
" Eh ada Kenan juga. Bukankah kamu lagi sakit?" kata Kiran.
" Saya udah mendingan kok Tante"
" Karena semuanya udah ngumpul. Kita masuk, dan ngobrol di dalam " ajak Kiran.
" Tunggu Mom"
" Kenapa sayang?"
__ADS_1
" Eca mau kenalin mommy dan juga Daddy sama teman baru Eca"
" Teman baru?"
" Hhmmm"
Axel dan yang lainnya sudah tau siapa teman baru yang di maksud sama Alexa.
" Jakson, come here"
Kiran dan Darren kaget melihat seekor harimau putih besar turun dari mobil Jeep. Begitu juga dengan para sahabatnya. Ternyata teman putrinya tidak main-main.
" Jakson, ini mommy sama Daddy ku. Beri salam sama mereka"
Aaaauuuuum.
" Princess, teman putri Lo nggak kaleng-kaleng" kata Serly.
" Iya sama kek bapaknya" kata Romy.
Darren mengelus kepala Jakson. Ia tidak menyangka putri kesayangannya akan membawa seekor kucing besar ke mansion-nya.
Kucing besar itu terlihat sangat menyukai Darren. Itu dapat dilihat dengan Jakson yang bermanja-manja dengannya.
" Eca boleh memeliharanya kan, Daddy?"
" Tentu saja boleh"
" Makasih Daddy"
" Sama-sama sayang"
" Kalau Eca sudah memutuskan untuk memeliharanya. Jadi Eca harus merawatnya dengan baik" pesan Kiran.
" Pasti mommy. Eca akan merawat Jakson dengan baik"
" Ya sudah. Don, tolong minta salah satu bodyguard untuk membawa Jakson ke taman belakang"
" Baik tuan"
" Yuk kita masuk. Sebelum itu kalian bersihkan tubuh kalian dulu. Soalnya bau amis " kata Kiran.
Alexa dan yang lainnya pergi membersihkan diri. Farel numpang mandi di kamar tamu Axel. Begitu juga dengan Adele dan Alisha.
" Kamu juga Ken, bersihkan diri kamu dulu"
" Baik Tante"
Kiran meminta salah satu pelayanannya untuk mengantarkan Kenan ke kamar tamu. Tapi sebelum itu ia mengambilkan baju suaminya yang baru, dan memberikan pada Kenan.
Sekarang yang tinggal di ruang keluarga hanya Kiran dan para sahabatnya. Sedangkan anak-anak mereka sedang membersihkan diri.
" Gue nggak nyangka teman baru Eca seekor kucing besar" kata Nadia.
" Gue juga. Tapi dia terlihat lucu dan menggemaskan sih" kata Serly.
" Iya, tapi agak serem juga saat dia mengaum tadi" kata Nadia.
" Nggak apa-apa, itung-itung senam jantung" kata Darren.
" Itu mah nggak senam jantung. Tapi bikin jantung cepat berhenti berdetak" kata Romy.
" Tuan, apa nggak apa-apa harimau nya di taruh di samping kandang King?" tanya Doni.
" Nggak apa-apa. King akan berteman baik dengan Jakson nantinya"
Kiran menyiapkan camilan dan juga minuman untuk para sahabatnya. Ia tau anak-anak itu pasti kelaparan setelah bertarung tadi.
...***...
Kenan merasa kepalanya sedikit pusing. Mungkin karena di pukul sama anak buah black cobra tadi. Ia melihat darah juga mulai keluar dari lukanya. Kenan mengambil ponselnya, dan menghubungi seseorang. Tanpa menunggu lama telpon pun tersambung.
" Hallo, assalamualaikum Om"
" Wa'alaikum salam. Kamu bisa ke kamar saya sebentar, nggak?"
__ADS_1
" Hah? ke kamar Om?. Ngapain?"
" Kepala saya agak pusing. Sepertinya luka di kepala saya terbuka"
" Apa!. Ya udah, aku segera turun Om"
Sambungan telepon pun dimatikan secara sepihak. Kenan menyimpan kembali ponselnya di atas nakas. Ia akan menunggu kedatangan Alexa.
Tok.
Tok.
Tok.
Cepat juga dia datangnya.
" Om, ini aku"
" Buka aja, pintunya nggak dikunci"
Ceklek.
" Om ceroboh banget sih!. Masa pintu kamar nggak dikunci!. Nanti kalau ada yang masuk gimana?"
Kenan tersenyum mendengar omelan Alexa. Sungguh omelan gadis cantik itu selalu membuatnya candu.
" Nggak akan ada yang berani masuk kesini kecuali kamu"
" Ck. Coba liat lukanya"
Kenan mengarahkan lukanya pada gadis cantik itu.
" Om sih ngeyel kalau dibilangin"
Alexa membuka perban kepala Kenan. Ia membuka perban itu dengan sangat hati-hati. Tapi baru separuh jalan Alexa menghentikannya.
" Sebaiknya dokter aja yang buka perban Om"
" Kamu aja"
" Nggak Om. Dokter lebih paham tentang ini. Jadi Om nurut aja ya"
" Hhmmm"
Bukan apa-apa Alexa takut luka Kenan tambah parah. Apalagi Kenan baru selesai operasi. Jadi perban di kepalanya itu juga tidak boleh sembarang dibuka. Alexa segera menghubungi dokter keluarganya.
Mau tak mau Kenan mengikuti apa kata gadis cantik itu. Lagipula apa yang dikatakan Alexa ada benarnya juga.
" Sabar ya Om, sebentar lagi dokternya datang"
" Hhhmm"
" Om udah mandi?"
" Belum"
" Kenapa Om belum mandi?"
" Nggak ada yang bantuin saya mandi"
" Om kan udah gede, jadi mandi sendiri dong?"
" Kamu nggak liat saya lagi sakit"
" Oh iya lupa. Ya udah, Om minta bantuan sama Om Ben aja"
" Nggak mau. Saya maunya dibantu sama kamu"
Alexa kaget mendengar jawaban gunung es itu. Mana mungkin ia membantu Kenan untuk mandi.
" Jangan ngadi-ngadi Om. Tunggu sini, aku panggilkan Om Ben dulu"
Alexa segera beranjak dari tempat duduknya. Sedangkan Kenan hanya bisa menatap kepergian gadis cantik itu dengan perasaan campur aduk.
Nggak peka banget sih dia.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚