Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Menenangkan kelinci kecil


__ADS_3

Selesai mandi Kenan langsung menghubungi sang kekasih. Ia tidak memakai pakaiannya terlebih dahulu. Kalau ia memakai pakaian dulu, nanti akan memakan waktu yang lama.


" Hallo, assalamualaikum sayang"


" Wa'alaikum salam "


" Maaf sayang baru bisa hubungi. Tadi ponsel kakak kehabisan baterai"


" Mati apa sengaja dimatiin, biar nggak ada yang ganggu kalau lagi asyik-asyik sama bule?"


" Nggak sayang, ponsel kakak beneran mati. Kalau sayang nggak percaya tanya aja sama Beni"


" Pasti Om Beni sudah Oppa sogok. Atau Oppa ancam potong gaji"


" Demi Allah kakak nggak bohong sayang"


" Emang ponselnya mati pas nyampe di sana?. Nggak, kan?"


" Kakak nggak sempat cek sayang. Soalnya pas nyampe di sini, kakak langsung nyusul Beni"


" Yakin langsung nyusul om Beni?"


" Iya sayang. Dan bener saja, pas kakak nyampe, Beni hampir kena tembak"


" Benarkah?"


" Benar sayang. Lagian kakak nggak ada niat mau main-main sama bule. Kakak kan udah punya sayang yang sangat sempurna di mata kakak. Kakak nggak akan pernah nyakitin perasaan ayank. Kalau kakak melakukan itu, ayank boleh bunuh kakak dengan tangan ayank sendiri"


" Stop!. Jangan dilanjutkan"


" Maafkan kakak ya yank karena udah bikin ayank khawatir"


" Idih!, siapa yang khawatir coba"


" Oh nggak ya?"


" Nggak lha. Oppa jangan ge'er"


Kenan tersenyum. Ia tau kalau kekasihnya itu khawatir. Tapi karena gengsi, jadi kekasihnya memilih untuk tidak mengakuinya.


" Sekarang sayang lagi apa?"


" Baru bangun tidur. Lagian Oppa tau ini jam berapa?"


" Jam 00.00 ya?"


" Sudah hari Jum'at ya?"


" Iya Oppa"


" Sayang udah ngantuk kah?"


" Belum. Nggak bisa tidur"


" Kenapa nggak bisa tidur sayang?"


" Masih nanya. Ini karena Oppa nggak ada kasih kabar!"


" Maaf sayang. Lagian kakak kan nggak sengaja nggak kasih kabar. Sayang mau kan maafin kakak?"


" Iya, Eca maafin"


" Makasih sayang. Sekarang ayank tidur, kakak temenin sampai ayank terlelap"


" Beneran ya?"


" Iya sayang. Mau video call?"


" Boleh"


" Bentar, kakak pake baju dulu"


" Emang kakak habis ngapain?"


" Mandi sayang. Ini aja masih pake handuk. Mau liat?"


" Nggak!"


" Ya udah, kakak pake baju dulu"


Kenan segera memakai pakaiannya. Karena ia tidak ingin kekasihnya menunggu terlalu lama. Ia bersyukur karena kekasihnya tidak ngamuk. Kalau tidak ia akan susah membujuk kelinci kecilnya itu.


" Hallo sayang"

__ADS_1


" Udah selesai pake bajunya?"


" Udah. Video call ya?"


Kenan pun mengganti panggilan ke mode video call. Tampaklah wajah cantik sang kekasih.


" Mukanya jangan jutek kek gitu dong sayang?"


" Hhmmm"


" Seharian tadi ngapain aja?"


" Nggak ada. Cuma jaga toko aja, habis itu pulang"


" Nggak jalan-jalan sama temennya?"


" Lagi nggak mood"


" Ada makan nggak tadi?"


" Ada, dikit"


Kenan tau kalau kekasihnya masih kesal, makanya jawaban sang kekasihnya pendek-pendek aja.


" Sayang nggak kangen gitu sama kakak?"


" Kangen"


" Kangennya kayak gimana?"


" Pengen tabok"


Tawa Kenan pun pecah.


" Ya udah, nanti kalau kakak udah balik tabok aja"


" Oppa udah makan?"


" Belum sayang"


" Kenapa belum makan?"


" Kan lagi nelpon bidadari kakak"


" Iya sayang. Oh iya, sayang mau liat markas kakak yang ada disini?"


" Boleh"


" Ntar kakak liatin, ya"


Kenan bangkit dari tempat tidurnya. Ia turun ke bawah untuk makan malam bersama para anggotanya. Saat jalan ia menunjukkan setiap ruangan ke pada kekasihnya.


" Saya baru saja mau manggil tuan" kata Beni saat melihat tuan mudanya sudah berada di lantai satu.


Kenan tidak menghiraukan ucapan Beni. Ia terus saja berbicara dengan kekasihnya sambil menjelaskan ruangan yang ada di markasnya.


" Tuan lagi telponan sama nona Alexa ya?"


" Hhmmm"


" Siapa Oppa?"


" Beni"


" Hai Om Ben"


" Hai nona"


" Gimana kabar Om Ben?. Apa bener tadi om hampir tertembak?"


" Iya nona, untung tuan muda datang menyelamatkan saya"


" Syukur Alhamdulillah deh Om"


" Iya nona. Tadi ponsel tuan muda mati nona, jadi ia tidak bisa menghubungi nona"


" Dengarkan sayang, kakak nggak bohong"


" Iya Oppa"


" Nona sedang apa sekarang?"


" Lagi video call"

__ADS_1


Yang menjawab bukan Alexa, tapi Kenan.


" Kenapa tuan muda yang menjawab. Saya kan tanya nona Alexa, bukan nanya tuan"


" Suka-suka saya. Lagian kamu ngapain tanya-tanya ucin saya"


" Sudah-sudah jangan bertengkar. Oppa katanya mau makan?"


" Iya sayang, ini mau ke ruang makan"


Di ruang makan, anak buah Kenan sudah berkumpul semua. Anya pun juga ikut berkumpul bersama para lelaki bertubuh kekar itu.


Anak buah Kenan kaget mendengar bos besar mereka bicara dengan sangat lembut. Mereka jadi penasaran, seperti apakah sosok wanita yang bisa menaklukkan hati ketua mafia itu.


" Bos besar lagi ngobrol sama siapa?"


" Sepertinya sama calon buk bos"


" Pasti wanita itu tangguh"


" Kenapa emangnya?"


" Kalau nggak tangguh, mana bisa bos selembut itu "


" Kamu bener juga. Sama mantannya yang kemarin aja nggak pernah ngomong selembut itu"


Kenan duduk di kursi biasa yang dia tempati saat tinggal di markas. Ia meletakkan ponselnya di depannya.


" Kakak makan dulu ya sayang"


" Iya Oppa. Aku mau liat suasana di ruang makannya, boleh nggak?"


" Boleh sayang"


Kenan memperlihatkan pada sang kekasih suasana di ruang makan. Bahkan ia juga melihatkan makanan yang ada di atas meja.


Anak buah Kenan terpesona melihat gadis cantik yang ada di seberang sana. Kelihatannya gadis cantik itu juga tangguh. Sungguh pasangan yang sangat serasi.


" Itu ada cewek cantik, siapa?"


" Namanya Anya. Dia pacarnya Beni"


" Oh tante Anya"


" Iya. Demi cewek itulah Beni bela-belain mau kesini"


Beni menghela nafasnya. Kenapa tuan mudanya bicara seperti itu didepan Anya. Kan dia jadi tau alasan sebenarnya dia pergi ke sini. Padahal tadi ia bilang sama Anya urusan bisnis.


Tuan muda nggak ada ukhluk.


" Apa om Beni akan membawa Tante Anya ikut dengannya?"


" Sepertinya begitu sayang"


" Syukurlah kalau gitu. Jadi Om Ben nggak kesepian lagi"


" Kakak makan dulu ya yank"


" Iya Oppa"


Kenan dan anggotanya mulai menyantap makan malam yang ada di hadapan mereka. Kenan senang karena makan malamnya di temani sama sang kekasih. Walaupun cuma lewat video call.


" Makan yang banyak Oppa"


" Iya sayang"


Yang lainnya hanya jadi pendengar yang baik. Tapi mereka semua ikut bahagia karena bos mereka sudah mendapatkan tambatan hati yang baik.


" Bos mau berangkat besok juga?" tanya salah satu anak buah Beni.


" Hhhmmm"


Anya kaget mendengar ucapan Beni. Ia pikir Beni akan lama di negara P. Ternyata cuma sebentar saja. Terus bagaimana dengan dirinya.


" Setelah makan, bisakah kita bicara"


" Iya Ben"


" Ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu"


Beni memang harus bicara sama Anya. Ia tidak ingin kehilangan wanita cantik itu lagi. Ia harap Anya mau ikut dengannya ke Indonesia.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2