
Alisha tersenyum kala melihat mobil sang kekasih sudah terparkir di depan rumahnya. Ia segera berpamitan sama neneknya. Setelah itu ia pun menghampiri kekasihnya.
" Udah lama ya nunggunya?"
" Nggak! aku juga baru nyampe. Oh iya, ini sarapan untuk kamu"
" Beneran dibawain. Aku pikir tadi kamu bercanda"
Ya tadi sebelum berangkat, Axel menyuruh kekasihnya untuk tidak sarapan. Karena ia akan membawakan sarapan. Akhirnya ia hanya masak untuk sarapan sang nenek.
" Mudah-mudahan kamu suka dengan sarapannya"
" Emang kamu bawain sarapan apa sih?"
" Buka Aja"
Alisha membuka tutup bekal yang dibawa Axel tadi. Ia melihat ada dua potong sandwich.
" Ini kamu yang bikin?"
" Nggak!. Itu buatan mertua kamu"
" Buatan mommy?"
" Hhhmm"
Alisha sangat senang. Ini kali pertamanya ia makan makanan buatan seorang ibu. Karena biasanya ia selalu makan makanan buatan sang nenek. Atau buatannya dirinya sendiri.
" Makasih ya sayang"
" Sama-sama. Buruan makan, ntar keburu kita nyampe di sekolah"
Alisha mulai menyantap sandwich buatan mommy sang kekasih. Tanpa terasa air mata Alisha menetes kala memakan sandwich itu.
" Kok nangis? sandwich nya nggak enak, ya?"
" Enak kok"
" Kalau enak, kenapa kamu nangis?"
" Seperti ini rasanya sandwich buatan ibu"
Axel menghentikan mobilnya. Ia tau bagaimana perasaan sang kekasih. Axel pun memeluk sang kekasih. Ia mencoba menenangkan Alisha dengan menepuk pelan punggung kekasihnya.
" Mulai besok aku akan bawain kamu sarapan setiap hari"
" Nggak usah. Aku nggak mau merepotkan kamu sama mommy"
" Aku nggak merasa direpotkan sayang. Mommy pasti senang kalau kamu mau makan masakan buatannya"
Alisha terharu mendengar jawaban sang kekasih. Ia beruntung bisa menjadi kekasih Axel. Apalagi keluarga Axel juga menerimanya dengan baik.
" Udah cepat habiskan sarapannya. Bentar lagi bel bunyi"
" Hhmmm"
Alisha segera menghabiskan sandwich yang dibawakan kekasihnya. Tak butuh waktu lama, dua potong sandwich itu pun sudah berada dalam perut Alisha.
__ADS_1
" Minum dulu"
" Makasih sayang"
" Sama-sama sayang. Sekarang kita berangkat"
Axel melajukan mobilnya menuju sekolah. Untung jarak rumah sang kekasih tidak begitu jauh dari sekolah. Jadi ia tidak takut akan terlambat.
Akhirnya mereka pun sampai di sekolah. Axel memarkirkan mobilnya di tempat parkir sekolah.
" Lama benget sih Lo. Udah berjamur pula nih badan karena nunggu Lo datang " kata Farel.
" Tapi gue nggak ada liat jamur satu pun di tubuh lho" kata Axel.
" Emang kalian berdua mampir kemana tadi, kok sampe telat datangnya?"
" Nggak mampir kemana-mana. Tadi nungguin ayang beb sarapan dulu "
Uhuk.. uhuk..
Alexa tersedak karena mendengar ucapan saudara kembarnya itu. Sejak kapan panggilan dia dan Alisha jadi alay kek gitu.
" Maaf ya kalau udah membuat kalian menunggu lama" ucap Alisha.
" Nggak apa-apa Sha, santai ja" kata Alexa.
" Lo kapan meresmikan hubungan Lo sama Om-om itu, Cha?" tanya Farel.
" Nggak akan ada peresmian. Lagian gue nggak terlalu dekat sama tuh Om-om"
" Jangan ngaco. Ya kali gue cewek mau Pepet duluan"
" Kalau nggak mau mepet, berarti dipepet mau dong ya?" kata Adele.
" Nggak!"
" Kamu jangan terlalu membenci tuh Om-om. Ntar jatuh cinta beneran baru tau rasa" kata Axel.
" Gue nggak benci sama dia. Cuma gue nggak terlalu akrab aja sama dia"
" Gimana mau akrab, kalau setiap ketemu gelud mulu" kata Adele.
" Iya. Cobalah berdamai agak sebentar, dan saling kenalan" kata Farel.
" Ntar gue pikirkan lagi"
" Jangan kelamaan mikirnya. Ntar keburu om itu digondol kucing" kata Adele.
Tring.
Bel pun berbunyi. Alexa dan para sahabatnya menyudahi obrolan mereka. Karena bel sekolah sudah berbunyi, dan mereka harus segera masuk ke dalam kelas.
...***...
Kenan dan asistennya baru sampai di kantor. Kedatangan kedua lelaki tampan itu langsung di sambut sama para karyawan. Bahkan ada di antara karyawan wanita yang mencuri-curi pandang pada Kenan.
" CEO makin hari makin tampan, ya?"
__ADS_1
" Iya. Bahkan kadar ketampanannya semakin bertambah"
" Andai aja aku bisa menaklukkan hati CEO nan tampan itu. Pasti keluarga besar gue akan heboh. Tapi sayangnya itu cuma mimpi"
" Bener, standar CEO pasti tinggi banget "
" Bukan kah kemarin CEO pacaran sama model terkenal itu?"
" Iya, gue juga pernah denger. Tapi sekarang gue nggak pernah denger lagi kabar tuh model. Sebab tuh model menghilang begitu saja"
" Bener. Tapi katanya sih, dia udah jadi model internasional. Jadi dia nggak balik ke Indo lagi"
" Berarti mereka sudah putus"
" Sepertinya begitu"
" Menurut gue sih bagus bos putus sama tuh model"
" Kenapa?"
" Dengar-dengar sih, tuh model simpanannya pengusaha di negara L"
" Pantesan CEO mutusin tuh model. Rupanya dia selingkuh"
" Iya. Apa kurangnya CEO coba. Udah tampan, kaya, tapi malah diselingkuhi juga sama pacarnya"
" Mungkin mata tuh cewek bermasalah"
" Lo bener. Kalau gue jadi tuh model, gue akan setia, dan nggak akan berpaling ke hati yang lain"
Para karyawan itu menghentikan obrolan mereka, saat melihat CEO mereka sudah akan berjalan masuk kedalam lift. Mereka pun membungkukkan badan memberikan salam pada pemilik perusahaan.
" Besok-besok, jangan biarkan karyawan bergosip saat berada di kantor" kata Kenan pada asistennya.
" Siap bos"
Ya, Kenan mendengar apa yang di bicarakan sama karyawan tadi. Ia tidak suka mendengar para karyawan itu membicarakan dia dan mantannya. Ia tidak ingin mendengar nama mantannya lagi.
Lift pun bergerak menuju lantai 30, tempat dimana ruangan Kenan berada. Ruangan Kenan memang berada di lantai paling puncak.
Ting.
Pintu lift terbuka. Kedua lelaki tampan itu segera berjalan ke ruangan mereka masing-masing.
" Tolong bacakan jadwal saya hari ini" kata Kenan pada sekretarisnya.
" Baik Pak"
Sekretaris itu pun membacakan agenda kegiatan Kenan hari ini. Setelah mendengar agenda kegiatannya, Kenan langsung masuk kedalam ruangannya.
Kenan duduk di kursi kebesarannya. Pagi ini dia hanya mengecek beberapa dokumen aja. Setelah itu barulah ia akan memesan kue dari toko online yang dikirim sama kakaknya tadi.
Lelaki tampan itupun mulai mengerjakan pekerjaannya. Karena nanti siang ia akan kedatangan tamu istimewa. Dia harus secepatnya mengerjakan pekerjaannya. Jadi nanti dia bisa bersantai.
To be continue.
Happy reading 😘😘
__ADS_1