Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Tamu misterius


__ADS_3

Axel dan yang lainnya sampai di sekolah. Setelah memarkirkan mobil, mereka berlima langsung masuk menuju aula sekolah.


" Rel pegang baik-baik bunganya?" kata Alexa.


" Iya nyonya" jawab Farel.


" Good, kalau sampai bunganya rusak, saya potong gaji kamu"


" Jangan dong nyonya, gaji itu untuk modal nikah sama saya"


" Emang ada yang mau menikah sama kamu?"


" Ada dong nyonya"


" Kasihan sekali gadis yang mau menikah sama kamu"


" Kok kasihan nyonya?"


" Iya, kenapa dia bisa suka sama cowok nggak modal kek kamu"


Axel dan yang lainnya tertawa mendengar ucapan Alexa. Karena apa yang diucapkan gadis cantik itu emang benar adanya.


" Lo kok seneng banget liat gue ditindas sama Eca?"


" Iya dong. Jarang-jarang ada hiburan kek gini" kata Axel.


" Kamu juga, hati-hati bawa bunganya. Kalau nggak, aku akan pecat kamu jadi adik ku" kata Alexa pada saudara kembarnya.


" Kapok! ternyata Allah itu maha adil" kata Farel pada Axel.


" Iya, aku akan bawa bunga ini dengan baik. Bahkan aku nggak akan membiarkan satu kelompok bunga pun jatuh"


Alisha tersenyum melihat kekasihnya yang ketakutan saat Alexa bilang akan memecatnya jadi adek.


" Kenapa senyum-senyum kek gitu sayang?" tanya Axel pada kekasihnya.


" Lucu liat kamu yang nurut kek gitu" jawab Alisha.


" Iya, kalau nggak nurut bisa-bisa di lahap aku sama, Eca"


Mereka sampai di aula. Tanpa menunggu lama, lima sahabat itu pun masuk kedalam aula.


Kevin tersenyum kala melihat gadis pujaan hatinya datang. Gadis itu terlihat sangat cantik hari ini. Matanya sampai tidak berkedip melihat kecantikan Alexa.


" Berkedip bro" kata Ryan.


" Apaan sih Lo!"


" Habisnya mata Lo gitu banget liat si Alexa"


" Wajar lha Yank, kan emang dia nunggu kedatangan Alexa" kata Intan.


" Kamu benar juga Yank"


Tak berselang lama terdengar suara MC. Itu pertanda acara akan segera di mulai. Semua murid kelas XII pun duduk di tempat masing-masing.


" Gila! kak Kevin sama ganteng banget ya pake jas kek gitu" puji Adele.


Ehem..!


Farel berdehem untuk menyadarkan kekasihnya itu. Bisa-bisanya sang kekasih memuji cowok lain di hadapannya.


" Kamu batuk Yank?" tanya Adele pada Farel.


" Dikit"

__ADS_1


" Minum obat, jangan sampai nanti batuknya mengganggu yang lain"


" Hhmmm"


Nih cewek nggak peka banget ya. Gue lagi kesel kek gini malah dibilang batuk.


Alexa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sejoli yang sedang jatuh cinta itu. Ada aja bahan untuk berdebat.


" Adele"


" Ya Eca"


" Lo nggak peka banget sih?"


" Maksudnya nggak peka, apa?"


" Farel berdehem tadi itu bukan karena dia batuk"


" Terus kenapa?"


" Dia kesal karena Lo muji cowok lain didepannya"


Adele melirik cowok tampan yang ada di sampingnya. Cowok itu tersenyum manis padanya.


" Maaf, bukan maksud aku untuk memuji lelaki lain di hadapan kamu?"


" Iya nggak apa-apa. Aku tau bagaimana kamu" kata Farel sambil membelai rambut kekasihnya.


" Makasih sayang karena sudah ngertiin aku"


" Iya sayang"


" Lo juga harus ngertiin pasangan Lo, Del" kata Axel.


" Iya, gue selalu ngertiin dia kok"


" Wih, tumben bijak omongan Lo " kata Farel.


" Omongan gue emang selalu bijak. Lo nya aja yang nggak pernah dengerin"


" Stop! kita kesini mau melihat acara kelulusan. Bukan mau melihat perdebatan kalian berdua" kata Alisha.


" Kapok, pawang Lo marah " kata Farel.


" Berisik Lo "


Axel dan Farel pun menghentikan perdebatan mereka. Karena kalau tidak kekasih mereka akan mengeluarkan tanduknya.


Acara kelulusan pun dimulai. Semua murid kelas XII mendengarkan dengan seksama apa yang di sampaikan sama kepala sekolah mereka.


" Bapak bangga pada kalian semua. Karena kalian sudah berusaha semampu kalian untuk mendapatkan nilai yang bagus. Nilai ini bisa kalian bawa untuk mendaftar ke universitas nanti. Diantara semua murid bapak, ada tiga murid yang mendapatkan nilai tertinggi"


Semua murid kelas XII melirik satu sama lain. Mereka sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa orang yang mendapatkan nilai tertinggi itu.


" Kira-kira siapa ya yang dapat nilai tertinggi itu?"


" Iya, gue penasaran banget"


" Pasti yang dapat nilai tertinggi Ketos kita"


" Lo benar juga. Secara kan dia memang pintar"


Begitulah ucapan para beberapa murid yang terdengar di telinga kepala sekolah. Lelaki paruh baya itu menatap semua muridnya secara bergantian.


" Baiklah, mungkin anak-anak bapak sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa tiga orang yang mendapatkan nilai tertinggi itu"

__ADS_1


" Iya Pak. Kita semua sudah tidak sabar ingin mengetahuinya"


" Baiklah bapak akan membacakan tiga nama yang mendapatkan nilai tertinggi"


Para murid pun merasa deg-degan. Karena ini yang mereka tunggu-tunggu daritadi. Jadi mereka harus memasang kuping mereka baik-baik.


" Nilai tertinggi ke tiga di raih oleh anak kita Citra Jovanka"


Semua teman-teman Citra pun memberikan tepuk tangan yang meriah untuknya. Citra pun bangkit dari duduknya. Dan berdiri di atas podium.


" Inilah wajah cantik murid kita, yang mendapatkan peringkat ketiga nilai tertinggi di SMA Tunas Bangsa. Mari berikan tepuk tangan yang meriah untuknya"


Semua orang bertepuk tangan untuk gadis cantik itu. Suara tepuk tangan meriah menggema di aula sekolah.


" Baiklah, peringkat kedua di raih oleh anak kita yang bernama Rian Permana"


Rian kaget mendengar ucapan kepala sekolah. Ia tidak menyangka akan berada di posisi kedua. Ia pikir kekasihnya lha yang akan mendapatkan posisi ke dua.


" Maaf Pak, apa bapak tidak salah sebut nama?" tanya Rian.


Pertanyaan Rian tersebut sontak membuat semua orang tertawa. Tak terkecuali kepala sekolah.


" Bapak tidak salah menyebutkan nama, Nak Rian"


" Jadi beneran Pak, saya berada di posisi kedua?"


Kepala sekolah pun mengangguk.


Setelah mendapatkan jawaban dari kepala sekolah. Rian berjalan dengan gagahnya menaiki podium. Ia berdiri di samping sahabatnya.


" Posisi pertama dan kedua sudah kita ketahui. Sekarang kita akan mengetahui siapa yang berada di posisi pertama. Apa anak-anak bapak ada yang tau?"


" Kevin, Pak" jawab semua murid kelas XII.


Kepala sekolah pun tersenyum saat mendengar jawaban kompak dari murid kelas XII.


" Baiklah kita sambut anak kita yang mendapatkan nilai tertinggi pertama di sekolah ini. Kevin Hardiansyah"


Lagi dan lagi suara tepuk tangan meriah menggema di aula sekolah. Semua orang di sana sangat bahagia dan juga bangga melihat ketiga murid berprestasi itu. Begitu juga dengan orang tua mereka.


" Inilah wajah ketiga anak murid kita yang mendapatkan nilai tertinggi di SMA Tunas Bangsa"


Kevin pun diminta oleh kedua sahabatnya untuk mewakili mereka menyampaikan sesuatu kepada guru dan juga orang tua mereka.


" Terima kasih kami ucapkan kepada kedua orang tua dan juga ibu bapak guru. Penghargaan ini kami berikan untuk kalian. Karena berkat ilmu yang kalian ajarkan, kami bisa mendapatkan nilai tertinggi ini. Kami berjanji akan mempergunakan ilmu ini dengan baik. Sekali lagi terima kasih untuk pahlawan tanpa tanda jasa" ucap Kevin.


Tepuk tangan meriah kembali diberikan saat Kevin menyudahi ucapannya. Setelah selesai bicara lelaki tampan itu kembali ke tempat teman-temannya.


" Terima kasih kita ucapkan pada anak kita Kevin yang sudah mau berbicara di depan kita semua. Baiklah, hari ini kita juga kedatangan tamu istimewa. Dia juga salah satu donatur di sekolah kita ini"


Semua orang pun bertanya-tanya siapa orang yang di maksud sama kepala sekolah. Tak terkecuali sahabat Alexa.


" Mommy sama Daddy Lo mau kesini?" tanya Adele.


" Nggak. Lagian yang jadi donatur di sekolah ini bukan cuma orang tua gue"


" Iya juga sih. Tapi siapa ya?"


" Mana gue tau. Kita liat aja "


Semua orang pun menunggu siapa orang yang akan datang itu. Mereka yakin, orang yang akan datang nanti bukanlah orang sembarangan. Dan pastinya ia juga punya kedudukan yang tinggi.


To be continue .


Maaf ya teman-teman baru bisa up. Feby ucapan Gomawo buat kalian yang masih mau menunggu kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2