
Kiran dan suaminya baru pulang dari kantor. Ya, Darren memang sengaja menjemput istrinya ke kantornya.
" Ini mobil siapa By?"
" Nggak tau sayang"
" Kalian tahu ini mobil siapa?" tanya Kiran ke salah satu bodyguardnya.
Belum sempat bodyguard itu menjawab, Kenzo sudah lebih dulu menjawab. " Mobil Abang"
" Abang!"
Kiran segera berlari kearah abangnya. Kenzo memeluk adik kesayangannya. Mereka sudah lama tidak bertemu, karena Abangnya pergi keluar negeri.
Ehem!.
Darren berdehem agak keras supaya istrinya melepaskan pelukan abangnya. Karena ia tidak suka kalau istrinya berpelukan dengan laki-laki, selain dirinya.
" Kamu batuk Ren?" tanya Kenzo.
" Iya Bang" jawab Darren sambil menarik istrinya ke dekatnya.
Para bodyguard tersenyum melihat tingkah overprotektif tuan mudanya. Darren langsung menatap tajam para bodyguard yang berani menertawakan dirinya.
" Abang beli mobil baru?" tanya Kiran.
" Nggak, itu mobilnya Abi"
" Abi disini?"
" Hhmm"
Kiran langsung saja masuk kedalam mansion. Meninggalkan kedua lelaki tampan itu. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keponakannya yang tampan itu.
" Abi!"
" Hai Aunty "
Kiran tersenyum melihat pemuda tampan yang ada di hadapannya. Wajahnya sangat mirip dengan kakaknya. Bisa dibilang lelaki tampan itu foto copy kakaknya. Ia segera memeluk keponakannya itu.
Tapi belum sampai ia menyentuh keponakannya itu. Sebuah tangan besar sudah melingkar di pinggangnya. Dan pemiliknya siapa lagi kalau bukan suaminya sendiri.
" By, lepasin?"
" Nggak, cukup aku kecolongan satu kali tadi. Membiarkan kamu dipeluk sama Abang Ken. Dan sekarang tidak lagi. Kalau mau peluk, peluk aku aja"
" Nggak mau!"
" Kok nggak mau?"
" Meluk kamu kan udah tiap hari By. Tapi meluk Abimanyu kan jarang. Jadi lepas ya?"
" Nggak!"
" Kamu kok nyebelin kek gini sih!"
" Biarin! daripada kamu dipeluk sama Abi"
Kiran memikirkan cara supaya suaminya bisa melepaskannya. Ide yang sangat brilian muncul di kepalanya. Ia pun membisikkan ide itu ke telinga suaminya.
" Beneran?"
" Hhmmm"
" Ok"
Darren pun melepaskan rangkulannya. Dia harus ikhlas istrinya dipeluk sama ponakannya itu. Kiran langsung memeluk keponakannya yang tampan itu.
" Abi udah tinggi ya?"
" Kan sering olahraga aunty "
" Udah pelukannya" kata Darren sambil menarik istrinya kembali.
Axel geleng-geleng kepala melihat tingkah Daddy-nya. Tadi pamannya yang seperti itu sekarang Daddy-nya. Ia berpikir, apa setiap lelaki yang sudah menikah akan bucin seperti itu.
" Abang lanjut ngobrol aja dulu sama Axel. Aku sama Kiran mau mandi dulu" kata Darren.
" Ok"
Darren segera membawa istrinya pergi dari sana. Kiran hanya pasrah dibawa sama suaminya. Ia menyesal sudah menjanjikan itu sama suaminya. Pasutri itu segera masuk kedalam lift.
__ADS_1
Sesampainya di lantai tiga, Darren segera menuju kamarnya. Di jalan menuju kamarnya, ia berpapasan dengan putrinya.
" Daddy mau nyeberang?"
" Nggak"
" Terus kenapa gandengan kek gitu?"
" Biar romantis "
" Daddy bikin para jomlo iri aja"
" Makanya cari pacar biar bisa gandengan"
Pletak.
Aawwww..
" Sakit sayang" kata Darren pura-pura sakit.
" Makanya jangan sembarang ngomong"
" Tau tuh Daddy, Eca kan masih kecil. Masa disuruh cari pacar"
Darren teringat akan sesuatu. " Daddy sama mommy mau mandi dulu. Eca buruan ke bawah"
" Emangnya ada apa di bawah"
" Ada uncle sama aunty "
" Uncle Ken?"
" Hhmm"
" Ada Abang Abi juga nggak?"
" Ada. Buruan kebawah, jangan banyak tanya lagi" kata Darren sambil menggendong istrinya ke kamarnya.
Alexa melongo melihat adegan yang ada didepan matanya. Daddy sama mommy-nya selalu saja membuatnya iri. Sepertinya ia harus mempertimbangkan ucapan Daddy-nya tadi.
Tak mau berlama-lama di sana. Ia segera ke bawah untuk bertemu dengan sepupu tampannya. Pasti sekarang sepupunya itu tambah tampan.
Sesampainya di bawah, Alexa segera menuju ruang keluarga. Tapi ia tidak menemukan sepupu tampannya itu. Ia hanya melihat lelaki uncle-nya.
Mendengar namanya dipanggil, Kenzo menoleh kearah suara. Ia tersenyum melihat keponakannya.
" Eca udah bangun?"
" Udah. Kok uncle tau kalau Eca habis bangun tidur?"
" Tau dong"
" Pasti Axel yang bilang ya?"
" Hhhmm"
" Ck, bocah itu. Oh iya Abang Abi mana? Daddy bilang tadi ada Abang Abi"
" Iya. Dia main basket sama Axel dan juga Farel di belakang"
" Eca ke sana dulu ya uncle "
" Hhmm"
Alexa segera pergi dari sana. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sepupunya itu. Sepeninggal keponakannya, Kenzo kembali melanjutkan main game-nya.
...***...
Axel dan Farel menghadang Abimanyu. Mereka berdua tidak akan membiarkan Abi mendapatkan poin. Jadi mereka harus bisa merebut bola basket dari tangan Abimanyu.
" Rel, gue akan maju untuk merebut bola dari tangan Abang Abi. Lo jaga ring "
" Ok bos"
Axel maju untuk merebut bola dari tangan Abimanyu. Dengan senang hati Abimanyu meladeni adik sepupunya itu. Ia juga ingin lihat, bagaimana cara adik sepupunya merebut bola darinya.
" Abang beri kamu kesempatan untuk merebut bola ini dari tangan Abang" kata Abimanyu.
" Ok. Jangan mewek dipojokkan, kalau aku berhasil mencetak poin"
" Coba aja, kalau kamu berhasil akan Abang kasih hadiah"
__ADS_1
" Beneran?"
" Hhmm"
" Ok, Abang bersiap lha. Karena aku akan mendapatkan hadiah itu"
Axel mengeluarkan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melawan Abang sepupunya. Ia tidak akan kalah dari Abangnya.
Abimanyu tersenyum melihat kemampuan adik sepupunya semakin meningkat. Dan ia pun juga tidak mau kalah. Ia juga menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Farel kagum melihat Axel dan juga Abimanyu. Mereka berdua sama-sama tidak mau kalah. Dan kemampuan mereka juga sangat hebat. Ia juga harus tunjukkan kemampuannya.
Ketiga lelaki tampan itu sama-sama menunjukkan kemampuan mereka. Abimanyu mulai terdesak, karena kerja sama Axel dan Farel sangat bagus.
Axel segera menunjukkan aksinya yang terakhir. Ia berhasil merebut bola basket dari tangan Abang sepupunya. Dan itu juga berkat bantuan dari sahabatnya.
Abimanyu kaget karena bola basket itu sudah berpindah ke tangan adik sepupunya. Gerakan Axel tadi sangat cepat, dan tidak terbaca olehnya.
Tanpa menunggu lama, Axel segera melakukan shooting dari jarak yang cukup jauh. Ia segera mengarahkan bola basket itu ke ring lawan. Axel melempar bola basket ke dalam ring milik lawan. Bola basket itupun melayang di udara.
Shooting yang dilakukan Axel berhasil. Bola basket tadi masuk dengan sempurna kedalam ring milik Abimanyu. Dan sudah dipastikan Axel dan Farel mendapatkan poin.
" Berhasil. Kita berhasil Axel!" teriak Farel.
" Kamu hebat juga bisa melakukan shooting dari jarak jauh" puji Abimanyu.
" Hehehe, biasa aja Bang"
" Ok, sesuai janji Abang tadi kalian akan berdua akan mendapatkan hadiah"
" Asik dapat hadiah" kata Farel.
" Kirim nomor rekening kalian berdua "
" Siap Bang"
Axel dan Farel segera mengambil ponsel yang ada di atas meja. Ya sebelum main, mereka meletakkan ponsel di atas meja yang ada di sana. Mereka berdua segera mengirimkan nomor rekening mereka ke Abimanyu.
" Abang Abi"
Abimanyu tersenyum melihat Alexa berlari kearahnya. Tapi tak berselang lama terdengar suara rintihan.
Aaaawww...
" Eca!"
Axel segera membantu saudara kembarnya. Abimanyu pun segera berlari menyusul adik sepupunya.
" Kamu kenapa sih, ceroboh banget" kata Axel.
" Dasar adik durhakim, kakak kamu ini lagi kesakitan. Malah diomelin!"
" Makanya jangan sering nonton Drakor"
" Apa hubungannya jatuh sama nonton Drakor?"
" Pasti kamu tadi lagi bayangin adegan yang ada di Drakor yang kamu tonton itu. Yang mana ceweknya lari-lari mengejar sang lelaki yang sudah mencampakkannya. Terus dia terjatuh"
Alexa kaget mendengar ucapan adiknya itu. Darimana kulkas dua pintu itu tau adegan drama seperti itu.
" Kamu itu cerewet sekali kek ibu-ibu kompleks. Cepat bantu aku duduk di sana"
" Biar Abang aja yang gendong Eca"
" Abang Abi memang yang terbaik"
Abimanyu menggendong adik sepupunya ke kursi yang ada di sana. Ia mendudukkan Alexa dengan hati-hati di bangku panjang itu.
Ketiga lelaki tampan itu kaget melihat lutut Alexa berdarah. Luka di lutut Alexa cukup besar, tapi untungnya tidak dalam.
" Axel, ambil kotak P3K gih" titah Abi.
" Siap Bang"
Axel segera pergi ke mansion untuk mengambil kotak P3K untuk mengobati kaki saudara kembarnya itu.
To be continue.
Ini yang minta visual Kenzo yang sekarang.
__ADS_1
Happy reading 😚😚