Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Dag Dig Dug


__ADS_3

Axel memarkirkan mobilnya tidak jauh dari taman. Ia segera menghampiri gadis yang sedang bengong sambil memainkan tali tasnya.


" Hai"


" Astagfirullah" ucap Alisha.


" Sorry, kaget ya?"


" Udah tau nanya!"


" Ngapain sendirian disini?"


" Lagi nenangin pikiran. Kamu kenapa bisa disini?"


" Lagi cari angin"


Ehem..!


" Misi-misi tukang bakso mau lewat" kata Farel.


" Ya, lewat aja" kata Axel.


" Eh, ada? siapa nama kamu, aku lupa?" kata Alisha.


" Ya Allah, mudahnya kau melupakan ku Sarah" kata Farel


" Alisha, bukan Sarah " kata Axel.


" Tau"


" Terus kenapa bilang Sarah tadi?"


" Au ah gelap" jawab Farel.


" Kalian berdua, bolos ya?"


" Nggak, ini kan udah jam pulang sekolah. Jangan-jangan Lo lagi yang bolos sekolah?"


" Gue nggak bolos, tapi lebih tepatnya keluar dari sekolah"


" Keluar? kenapa?"


" Karena nggak pengin sekolah di sekolah yang bobrok"


Axel menatap gadis cantik yang ada di sampingnya. Sepertinya gadis cantik itu sedang ada masalah.


" Lo lagi ada masalah ya?"


" Sedikit"


" Kalau boleh tau kamu ada masalah apa? aku siap jadi pendengar yang baik. Dan siapa tau kita bisa bantu "


Alisha menoleh kearah Axel. Matanya bertemu dengan lelaki tampan itu. Dan entah kenapa, jantungnya berdegup lebih kencang.


Sama halnya dengan Alisha, Axel pun merasa jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Jantungnya seperti orang yang siap berolahraga.


Ehem..!


Axel dan Alisha memutuskan kontak matanya saat mendengar suara Farel. Wajah kedua sejoli itu memerah.


Farel tersenyum melihat wajah sahabatnya yang memerah. Ia tau sekarang ini sahabatnya pasti malu. Untung Alexa tidak ada di sana. Kalau tidak, habis Axel jadi bulan-bulanan saudara kembarnya.


" Coba ceritakan masalah Lo?" tanya Farel.


Alisha mulai menceritakan kejadian yang ia alami tadi. Axel dan Farel pun siap menjadi pendengar yang baik.


" Dia tidak pantas jadi kepala sekolah" kata Axel setelah Alisha selesai bercerita.


" Benar. Seharusnya dia menegakkan kebenaran"


" Seharusnya sih begitu. Tapi baginya uang adalah segala-galanya " kata Alisha.


" Sudah saatnya orang seperti itu di singkirkan dari sekolah, kapan perlu dari dunia salian" kata Axel.


" Nggak ada yang bisa memecat dia. Karena ia di dukung sama orang-orang besar"


" Kalau aku bilang ada, kamu percaya nggak?" tanya Axel.


" Nggak! "


Axel tersenyum mendengar jawaban Alisha. Gadis itu belum tau saja kekuasaan keluarga besarnya. Jangankan memecat kepala sekolah, meratakan sekolah dan juga donaturnya, kedua orang tuanya bisa.


" Kalau menurut aku ada. Dan aku yakin tidak lama lagi kepala sekolah itu akan di pecat"

__ADS_1


Alisha tertawa mendengar ucapan Axel. Lelaki tampan yang ada di sampingnya itu sangat pintar membual.


" Kenapa kamu tertawa?"


" Ya lucu aja"


Axel menautkan alisnya. " Lucu darimana coba?"


" Kata-kata kamu tadi. Yang bilang kalau ada orang yang bisa memecat kepala sekolah"


" Kalau gue bisa membuktikannya, Lo mau kasih gue hadiah apa?"


" Aku akan kasih kamu komik terbaru"


Mata Axel berbinar kala mendengar komik terbaru. " Ok deal"


" Tapi kalau kamu ggak bisa membuktikan omongan kamu. Maka kamu harus borong semua kue aku, gimana? deal?" kata Alexa sambil mengulurkan tangannya.


" Deal" kata Axel sambil menerima uluran tangan Alisha.


" Aku harap kamu nggak ingkar janji ya?"


" Nggak akan. Dan aku harap kamu juga nggak akan ingkar janji"


" Aku nggak akan ingkar janji"


" Sekarang apa rencana kamu?" tanya Axel.


" Aku juga nggak tau. Kalau nenek tau aku berhenti sekolah, pasti dia akan sedih"


" Kamu pindah ke SMA Tunas Bangsa aja"


" Kamu bercanda ya?"


" Nggak, aku serius"


" Aku nggak punya banyak uang untuk sekolah di sana. Untuk kebutuhan sehari-hari aja udah susah. Lagian aku bisa masuk ke sekolah Harapan Bangsa karena aku dapat beasiswa. Kalau nggak mana mungkin aku bisa sekolah di sekolah mahal kek gitu"


" Kalau seandainya kamu bisa sekolah di SMA Tunas Bangsa, kamu mau nggak?"


" Mau lha. Siapa yang nggak mau bersekolah di sekolah terbaik di kota ini"


" Aku akan bantu kamu untuk bisa masuk ke SMA Tunas Bangsa"


" Aku serius Alisha"


Alisha menatap lelaki tampan yang ada di sampingnya. Ia bertanya-tanya, siapa sebenarnya lelaki tampan itu. Kenapa dia sangat percaya diri bisa memasukkannya sekolah di SMA yang bergengsi itu.


" Lo harus percaya sama dia Alisha" kata Farel.


" Kenapa aku harus percaya sama dia?"


" Karena dia memang bisa membantu Lo untuk masuk ke SMA Tunas Bangsa"


" Bagaimana? apa kamu mau sekolah di SMA Tunas Bangsa?"


" Mau" jawab Alisha sambil mengangguk.


" Gitu dong. Sekarang kita pulang, udah sore"


" Kalian berdua duluan deh, gue mau ke supermarket"


" Ngapain?"


" Kerja"


" Supermarket mana?"


" Xx"


" Ya udah gue anterin, kebetulan gue juga mau ke arah sana juga"


" Apa nggak ngerepotin kalian?"


" Nggak kok. Yuk jalan"


Alisha pun memutuskan untuk ikut dengan kedua lelaki tampan itu. Lumayan bisa menghemat uangnya.


Alisha duduk di kursi belakang. Sedangkan Farel duduk si kursi depan di samping kemudi. Axel melajukan mobilnya meninggalkan taman itu.


...***...


Setelah sekian purnama, akhirnya nasi goreng buatan Alexa sudah jadi. Dengan keadaan dapur sudah seperti kapal pecah. Saatnya untuk Kiran mencicipi nasi goreng buatan putri kesayangannya. Apakah rasanya sesuai dengan penampilannya?.

__ADS_1


" Mommy cicipi dulu ya?"


" Silakan Mom"


Kiran memasukkan suapan pertamanya kedalam mulutnya. Alexa pun menunggu dengan harap-harap cemas.


Udah kek berasa ikut acara lomba masak gue.


Alexa masih menunggu dengan sabar. Sungguh saat seperti ini sangat mendebarkan baginya. Bagaimana tidak, ini kali pertamanya ia masak. Dan ia tidak sabar mendengarkan pendapat sang mommy.


" Gimana Mom rasa nasi gorengnya?"


" Gimana ya?"


" Ayo dong Mom jangan di gantung kek gitu?"


" Eca siap mendengarkan hasilnya?


" Siap Mom"


" Rasa nasi gorengnya enak" puji Kiran.


" Beneran Mom?"


" Hhmm"


" Yes, akhirnya berhasil. Berarti Eca lulus ya Mom"


" Untuk sekarang lulus. Tapi Eca tidak boleh puas. Karena nasi goreng itu cara membuatnya gampang. Besok kita akan coba memasak masakan yang agak sulit"


" Siap Mom"


" Eca mau kasih nasi goreng ini untuk Daddy dan juga Axel. Pasti nanti Daddy ketagihan sama nasi goreng buatan Eca"


Kiran tersenyum mendengar ucapan putrinya. Ia sangat bangga pada putrinya itu. Walaupun tadi sempat terkena minyak panas, namun putrinya tidak mau menyerah.


" Tapi kok Axel belum pulang juga ya?" kata Alexa.


" Sepertinya ada yang kangen nih sama aku " kata Axel yang baru datang.


" Idih geer banget kamu?"


" Itu tadi kamu nanyain aku "


" Aku pikir kamu itu udah di culik sama nenek gayung"


" Cie dia khawatir"


" Nggak!"


" Kalau nggak khawatir, terus apa namanya?"


" Terserah"


" Mana ada nama terserah"


" Udah, cepat duduk sini. Cicipi nasi goreng buatan aku" kata Alexa sambil menarik tangan saudara kembarnya.


Alexa mengambilkan nasi goreng buatannya untuk Axel. " Nih nasi goreng spesial untuk adikku tersayang"


Axel tidak langsung memakan nasi goreng itu. Ia menatap nasi goreng yang ada dihadapannya itu. Bentuknya sih menggugah selera. Karena penampilan bagus, membuat orang belum tentu rasanya enak.


" Ini nggak ada racunnya kan?"


" Aku masukin sianida tadi "


" Wah parah kamu, masa adik sendiri di kasih sianida"


" Cepat coba nasi gorengnya?" kata Alexa sambil menyuapi nasi goreng kedalam mulut Axel.


Suapan pertama pun masuk kedalam mulut Axel. Ia mulai mengunyah nasi goreng itu. Matanya membulat sempurna karena merasakan enaknya nasi goreng itu.


" Ini beneran kamu yang masak?"


" Iya. Kenapa? nggak enak ya?"


" Enak" puji Axel.


" Makasih adekku"


Alexa memeluk saudara kembarnya itu. Kiran tersenyum melihat pemandangan yang ada didepan matanya. Akhirnya twins bisa akur juga.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2