Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Persiapan pesta barbeque


__ADS_3

Para pelayan dan bodyguard sedang sibuk untuk mempersiapkan untuk acara barbeque nanti malam. Darren juga turut membantu para bodyguard-nya.


" By"


" Ya sayang"


" Twins kok belum pulang ya? ini udah jam lima lho?"


" Mungkin masih kerja sayang. Coba kamu telpon dulu?"


" Udah, tapi nggak di jawab sama twins"


" Tunggu aja, ntar mereka juga pulang. Abang Ken sama paman udah datang apa belum?" tanya Darren.


" Mereka lagi di perjalanan"


" Tunggu aja dulu ya. Aku mau masang tenda dulu"


" Hhhmm"


Kiran masuk ke mansion. Ia mau mengecek daging yang sudah ia beli sama Rania tadi. Ya mereka membeli cukup banyak daging untuk steak.


" Kak"


" Ya Nia"


" Daging ini mau di taruh dimana?"


" Masukkan ke dalam freezer"


" Freezer nya dimana, Kak?"


" Itu dibelakang kamu"


" Astaga, freezer segede ini nggak keliatan"


" Makanya jangan mikirin Nando terus"


Wajah Rania memerah mendengar ucapan calon kakak iparnya.


" Alexa sama Axel belum pulang ya, Kak?"


" Belum, padahal ini udah jam setengah lima. Tapi mereka belum juga pulang"


" Mungkin masih bekerja Kak"


" Mungkin"


Semua daging pun di masukkan ke dalam freezer. nanti jam enam baru di keluarkan dan di cuci bersih.


Jagung dan sosis pun di masukkan kedalam kulkas. Beberapa bumbu untuk steak nanti juga sudah di siapkan.


" Princess"


" Gue di dapur " kata Kiran.


" Maaf kita telat" kata Nadia dan Serly.


" Emang Lo berdua habis darimana, kok bisa telat"


" Nggak ada darimana-mana. Gue baru bangun tidur" kata Nadia.


" Kalau gue habis menyiapkan keperluan suami"


" Emang Doni mau kemana?" tanya Nadia.


" Kan laki gue mau patroli nanti malam"


" Emang Doni masih dapat shift malam?"


" Kayaknya nggak ada deh" jawab Kiran.


" Jangan-jangan patroli yang lain lagi" kata Nadia.


" Sudah pasti itu"


" Ih kalian berdua, kepo deh "


" Pasti Doni gempur Lo tiap malam?"

__ADS_1


" Iya. Kalau nggak, mana semangat dia pergi kerja"


" Sssttt, jangan cerita soal kamar dekat calon adik ipar gue" kata Kiran.


" Ntar Rania minta cepat nikah lagi" kata Serly.


" Oh iya, kakak denger Rania bisa menjalankan alat berat ya?" tanya Nadia.


" Iya Kak"


" Wah, sungguh wanita tangguh. Kita aja nggak bisa menjalankan alat berat" kata Serly.


" Emang nggak susah tuh Dek menjalankan alat beratnya?" tanya Kiran.


" Susah-susah gampang sih, Kak"


" Mungkin itulah salah satu yang Nando suka dari Rania" kata Nadia.


" Pastinya" kata Kiran.


" Apa Rania kenal sama Jihan?" tanya Serly.


" Kenal banget sih nggak, tapi pernah ketemu sekali sama dia waktu di pertambangan"


" Menurut kamu dia orang yang gimana?" tanya Nadia.


" Nia juga nggak tau sih Kak. Soalnya Nia nggak pernah ngobrol lama sama dia"


" Sewaktu di sana, dia berbaur nggak sama pekerja lain?" tanya Serly.


" Nggak. Bahkan saat makan aja dia nggak ikut nimbrung sama karyawan lain. Ia memilih makan di ruangan gitu"


" Itu berarti dia gengsi makan bersama bawahannya" kata Nadia.


" Kalau Nando gimana? dia ikut makan sama kalian nggak?" tanya Kiran.


" Ikut. Malahan dia tiap hari makan siang sama karyawannya"


" Dia memang adik kita" kata Serly.


" Kami senang kalau Nando itu akan menikahnya sama kamu. Bukan sama Jihan" kata Nadia.


" Kamu tenang aja, Nando nggak pernah pacaran dengan Jihan kok. Tapi Jihan lha yang selalu ngejar-ngejar Nando" kata Nadia.


Rania malu, sebab Nadia mengetahui apa yang ada dalam pikirannya. Tapi ia merasa lega karena Nando tidak pernah berpacaran dengan Jihan.


Nadia tersenyum melihat Rania yang malu-malu kucing. Ia tau apa yang ada dipikiran wanita cantik itu. Karena saat ia mengatakan Nando nggak jadi menikah dengan Jihan, raut wajah Rania langsung berubah sendu.


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikum salam" jawab mereka semua


" Eh ada Kak Mel dan si tampan aunty datang" kata Kiran.


Ya Kenzo dan keluarga kecilnya datang setelah adik iparnya tadi siang menelponnya. Dan mengatakan akan mengadakan acara barbeque.


" Darren mana Dek?" tanya Kenzo pada adiknya


" Di taman Bang, lagi pasang tenda"


" Ya udah. Sayang aku tinggal bentar ya" kata Kenzo pada istrinya.


" Lama juga nggak apa-apa kali, Yank"


" Ck, kamu ini"


Kenzo mengecup kening istrinya. Setelah itu dia pun meninggalkan istri sama anaknya bersama adiknya.


" Twins mana aunty?" tanya Abimanyu.


" Belum pulang kerja"


" Kerja?"


" Iya. Adik kamu itu udah mulai bekerja"


" Wah hebat dong"


" Ya begitulah. Oh iya, kenalkan aunty Rania. Calonnya paman Nando"

__ADS_1


" Cantik sekali calonnya Nando" kata Melodi.


Abimanyu pun bersalaman dengan aunty-nya yang bernama Rania. Kemudian Rania bersalaman dengan Melodi.


" Pinter juga Nando cari calon istri" kata Melodi.


" Iya Kak, Dari Sumatera lagi" kata Kiran.


" Wah jauh juga ya. Selamat datang aja ya di keluarga besar kami"


" Makasih Kak"


" Mom, Abi ke taman ya. Soalnya nggak ada twins"


" Ya udah. Tapi temui Oma sama Opa dulu"


" Oma sama Opa disini? bukannya di London?"


" Udah pulang tadi pagi"


" Ya udah, Abi ke tempat Oma dulu"


Abimanyu pun pergi dari dapur. Karena kalau tidak ia akan jadi bulan-bulanan aunty-nya.


" Abimanyu tambah ganteng ya, Kak Mel?" tanya Serly.


" Ya begitulah Ser"


" Sayang aku sudah menikah, kalau nggak udah aku ajak kawin lari dia"


" Ingat umur Ser" kata Nadia.


" Kenapa dengan umur gue?"


" Ya Lo liat aja sendiri. Perbedaan usia kalian itu jauh banget"


" Ya nggak apa-apa. Sekarang kan lagi tren nikah sama yang tua"


" Tapi Abi nya yang nggak mau sama Lo "


" Ya juga sih, secara dia cakep begitu, yak"


" Nah itu Lo tau"


Kiran dan Melodi geleng kepala melihat tingkah Serly yang tidak berubah kalau melihat cowok tampan.


" Rania sampe shock denger Lo mau ajak Abi kawin lari" kata Kiran.


" Maklumi aja ya Rania. Kakak kamu yang satu ini agak korslet" kata Nadia.


Rania hanya membalas dengan senyuman. Ia tidak menyangka kalau kakak-kakaknya Nando mempunyai sifat yang konyol juga.


...***...


Jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Para pengunjung masih banyak berdatangan. Ketiga cewek cantik itu belum diperbolehkan pulang.


" Kapan kita boleh pulang nih?" kata Adele.


" Gue juga nggak tau. Biasanya Lo kayak gini juga Sha?" tanya Alexa.


" Nggak, biasanya jam lima gue udah boleh pulang. Dan itupun keadaan restoran juga rame kek gini"


" Terus kenapa kita masih kerja jam segini?" tanya Serly.


" Sepertinya ada yang nggak ngerjain kita deh" kata Alexa.


" Siapa?"


" Gue juga nggak tau. Yang pastinya, mereka tidak suka dengan kita"


" Gue sependapat sama Lo. Karena biasanya nggak kayak gini" kata Alisha.


" Apa manajernya udah pulang kalau jam segini?" tanya Alexa.


" Udah. Bapak itu pulangnya jam empat sore"


Ketiga gadis cantik itu memikirkan siapa orang yang sudah melakukan ini sama mereka. Padahal mereka baru bekerja di sana.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2