
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman... Gomawo🤗🤗*
Lelaki itu memutar kursinya. Sekarang ia dapat melihat langsung wajah cantik gadis yang ada dihadapannya. Tadi ia hanya bisa melihat melalui layar segi empat yang ada di depannya.
Begitu juga dengan Alexa, ia dapat melihat lelaki yang kira-kira seumuran dengan Daddy-nya. Dan lelaki itu lha dalang dari penculikan semua anak dibawah umur yang ia jumpai tadi.
" Nyali kamu besar juga datang sendirian ke tempat saya?"
" Tentu saja"
" Apa kau tidak takut wajah cantik mu itu tergores oleh benda kesayangan ku ini?" tanya bos penjahat itu sambil mencium pisau yang ada di tangannya.
" Tidak ada kata takut dalam kamus saya "
" Siapa nama kamu gadis kecil?"
" Saya kesini bukan mau kenalan, tapi mau bikin perhitungan sama anda!"
Bos penjahat pun tersenyum mendengar ucapan gadis cantik yang ada dihadapannya itu. Baru kali ini ia bertemu dengan gadis yang berani bicara seperti itu padanya. Anak buahnya saja tidak ada yang berani melawannya.
Lelaki itu bangkit dari duduknya. Ia berjalan menghampiri Alexa. " Kau tidak hanya cantik, tapi juga wangi"
Alexa kaget mendengar ucapan lelaki itu. Selain keji, lelaki itu juga mesum. Ia pun menjauh dari lelaki itu.
" Apa alasan anda menculik anak-anak kecil dan mengambil organ tubuhnya?"
" Saya hanya ingin membantu orang-orang yang membutuhkan organ "
" Membantu orang lain, tidak harus mengorbankan nyawa anak kecil yang tidak berdosa" kata Alexa sambil menendang lelaki itu.
" Eits.. hampir saja!"
Alexa kembali menyerang lelaki itu. Dan lagi-lagi lelaki itu berhasil menghindar.
" Kau sungguh tidak sabaran gadis kecil?"
Alexa tidak menghiraukan omongan lelaki itu. Ia terus menyerang laki-laki itu. Tapi sampai saat ini serangannya belum ada yang mengenai tubuh penjahat itu.
" Baiklah karena kamu bersemangat, maka saya akan temani kamu bermain-main sebentar. Setelah itu saya jadikan kamu seperti wanita cantik yang ada di sana"
Alexa menoleh kearah yang dimaksud lelaki itu. Alangkah kagetnya ia melihat wanita yang di awetkan, atau dikenal dengan sebutan Mumi. Mumi itu tersimpan cantik di dalam peti kaca. Yang ada dalam pikirannya sekarang adalah. Siapa wanita cantik itu?.
" Dia calon istri saya. Cantik kan? sama seperti kamu. Apa kamu ingin mendengar cerita saya?"
" Saya tidak minat" jawab Alexa.
" Tapi kamu pasti bertanya-tanya, kenapa wanita cantik itu ada didalam peti kaca?"
" Kenapa anda membuat dia menjadi Mumi?"
__ADS_1
" Itu bukan Mumi. Dia itu calon istri saya. Sekarang ini dia lagi tertidur didalam sana. Saat dia bangun nanti, kami akan menikah. Dan hidup bahagia"
Alexa kaget mendengar ucapan lelaki itu. Bagaimana wanita itu bisa bangun dan juga menikah. Mau ditunggu sampe kiamat pun, wanita itu tidak akan pernah bangun.
Mumi itu terlihat sangat terawat. Dan lagi peti kacanya juga terlihat mahal. Pasti biaya untuk merawat Mumi itu tidak sedikit.
" Apa anda menjual organ tubuh itu untuk merawat Mumi ini?"
" Yeah, dan sekarang tambang emas saya sudah kamu hancurkan!" kata lelaki itu.
" Anak-anak itu bukan tambang anda. Dan lagi, jangan pernah korbankan hidup orang lain demi ide gila anda!"
" Apa kau bilang? ide gila?"
" Hhmm"
" Dia orang yang saya cintai. Dan saya tidak ingin kehilangan dia"
" Sadarlah, dia itu sudah meninggal. Dan tidak akan pernah hidup lagi"
" Diam kau! Berani sekali kau bilang dia sudah mati!"
" Emang dia sudah meninggal, dan tidak akan pernah membuka matanya lagi"
" Gadis kurang ajar"
Lelaki itu langsung menyerang Alexa. Dengan cepat gadis cantik itu menghindar. Jadi lelaki itu hanya memukul angin.
" Karena memang kenyataannya begitu. Wanita itu sudah meninggal"
Lelaki itu tambah marah, karena Alexa menyebutkan kalau calon istrinya itu sudah meninggal.
Ia menyerang Alexa dengan membabi buta. Dengan senang hati Alexa membalas setiap serangan yang diberikan lelaki itu.
Lelaki itu bertambah murka karena serangannya tidak ada yang mengenai Alexa. Ia pun mengambil katana yang ada di dinding ruangan itu.
Alexa belum pernah melawan orang dengan katana. Walaupun begitu, ia tidak takut. Karena seni beladirinya tidak terlalu buruk. Tapi ia juga menyesal karena saat latihan ia selalu malas-malasan.
Set..
Sofa mewah itupun langsung robek karena tebasan katana itu. Dan Alexa bersyukur bukan dia yang kena tebasan itu. Kalau tidak, sudah dipastikan dia sudah tidak bernyawa lagi sekarang.
" Kali ini kau tidak akan lolos lagi"
Set..
Set..
Hiasan dari bambu pun langsung terbelah karena tebasan katana. Alexa pun mengambil salah satu potongan bambu itu untuk senjatanya.
__ADS_1
" Kau pikir dengan bambu itu bisa mengalahkan katana milikku?"
" Jangan pernah meremehkan sepotong bambu. Karena bambu ini juga mampu menembus perut anda"
" Coba saja"
Alexa mampu menangkis setiap serangan lelaki itu dengan bambu yang dia ambil tadi. Walaupun sekarang bambu itu hanya tinggal sepotong kecil.
" Kau lihat sendiri kan bagaimana hebat dan tajamnya katana ku"
" Jangan sombong dulu. Lagi pula saya belum tergores karena katana anda "
Lelaki itu kembali menyerang Alexa dengan katana miliknya. Barang-barang yang ada di ruangan itu sudah banyak yang hancur karena katana itu.
Alexa pun mencari cara untuk keluar dari ruangan itu. Kalau ia masih di sana, bisa-bisa pecahan kaca bisa melukainya. Dan lagi geraknya terbatas karena barang-barang yang berserakan karena terkena katana tadi.
Ia melihat salah satu tombol yang ada di dekat sana. Tanpa menunggu lama, ia langsung menyentuh tombol itu. Dan pintu pun terbuka.
" Bukankah sudah ku katakan, kau tidak akan bisa pergi dari ruangan ini"
" Tapi nyatanya saya bisa keluar dari ruangan ini" kata Alexa sambil berlari ke luar.
Lelaki itu tidak akan membiarkan Alexa pergi, ia segera mengejar Alexa. Dan terjadilah aksi kejar-kejaran.
Alexa mencari tempat yang lapang untuk dia bertarung. Karena lelaki yang dia lawan cukup kuat, dan lagi lelaki itu juga memiliki katana. Jadi ia butuh tempat yang luas.
" Mau lari kemana kau gadis kecil"
" Saya tidak lari. Tapi saya mencari tempat yang agak luas, supaya saya lebih bebas bergerak"
" Tidak usah banyak alasan, cepat keluarkan semua kemampuan yang kau miliki"
" Baiklah kalau anda memasak. Tapi ingat, jangan merengek karena terkena pukulan dari saya"
" Banyak cakap"
Kedua orang itupun kembali bertarung. Walaupun lelaki itu memakai katana, tapi Alexa mampu mengimbangi kecepatan katana itu.
Prang...
Katana itu terlempar jauh dari tangan lelaki itu. Karena Alexa menendang tangan bos penjahat itu. Ia menendang perut lelaki itu hingga lelaki itu terjungkal kebelakang.
Cuih..
Lelaki itu meludahkan darah yang keluar dari mulutnya. Ia akui tendangan gadis kecil itu sangat kuat. Tapi itu tidak terlalu sakit untuknya.
" Ternyata aku sudah meremehkan mu gadis kecil. Baiklah, sekarang saya tidak akan menahan kekuatan saya lagi" kata lelaki itu sambil meregangkan otot-otot tangannya.
Alexa pun juga tidak akan menurunkan kewaspadaannya. Ditambah lagi tenaganya sudah mulai berkurang. Sebelum tenaganya benar-benar habis, ia berharap Axel segera datang.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚