Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Tantangan mommy


__ADS_3

Malam hari.


Seperti biasa selesai makan malam. Darren dan keluarga kecilnya bersantai sambil mengobrol dengan kedua anaknya yang selalu akur di saat tertentu saja.


" Lusa paman udah balik ya Mom?" tanya Alexa.


" Iya. Kalau nggak ada kerjaan lagi di sana. Oh iya mommy mau bicara hal penting sama Eca dan juga Axel"


" Bicara apa?" tanya twins serentak.


" Mulai bulan depan, mommy sama Daddy nggak akan berikan uang saku. Dan kalian berdua juga tidak boleh minta ke Oma, Opa, Grandma, Grandpa, Paman dan juga Abang sepupu kalian"


" What..!" kaget twins.


" Mommy, apa Eca ada membuat salah?" tanya Alexa.


" Tidak"


" Pasti kamu ya yang bikin salah sama mommy?"


" Enak aja, yang sering cari masalah itu kan kamu" kata Axel.


" Mana ada. Dalam satu Minggu ini, aku sudah tidak pernah cari masalah ya"


" Yakin?"


Alexa memikirkan apa kesalahannya. Ia teringat kejadian beberapa waktu yang lalu. Saat dia di fitnah oleh Diva. Tapi itu kan bukan kesalahannya.


" Kenapa diam? udah ingat sama kesalahannya?" tanya Axel.


Pletak..


Awwwwww..


" Kenapa sih kamu sering banget mukul kepala aku?!"


" Makanya jangan ngomong sembarangan"


" Stop!" kata Kiran.


Alexa dan Axel pun menghentikan perdebatan mereka. Kalau tidak entah apalagi hukuman yang akan mereka berdua terima.


" Mommy tidak ingin mendengar perdebatan kalian berdua. Dan lagi, disini tidak ada yang melakukan kesalahan. Baik itu Eca, maupun Axel"


" Terus kenapa uang jajan Eca di sita?"


" Iya Mom, kalau nggak ada uang saku. Gimana Axel bayar hutang sama Eca" kata Axel sambil menutup mulutnya. Ia tidak menyangka akan keceplosan bicara.


" Hutang apa?"


" I-ini, apa namanya" jawab Axel gugup.


" Apa?" tanya Kiran lagi.


" Hutang karena Eca berhasil mengalahkan dia lomba lari" jawab Alexa.


Ampuni Eca ya Allah, karena sudah bohong. Eca bohong karena ingin menyelamatkan uang saku Eca. Eh salah, untuk menyelamatkan Axel. Jadi Ampuni Eca ya Allah. Doa Alexa dalam hati.


" I-iya Mom itu. Eca bisa mengalahkan Axel lari" lanjut Axel.


" Benarkah?"


" Benar Mom" jawab Axel.


" Ok mommy percaya"


" Jadi uang saku Eca nggak akan disita kan Mom?"


" Ucapan mommy tadi masih berlaku"


" Terus gimana Eca mau jajan kalau nggak ada uang saku?"


" Kerja. Eca sama Axel harus bekerja untuk mendapatkan uang"


" What..!"

__ADS_1


Lagi-lagi twins kaget mendengar ucapan mommy mereka. Mau kerja apa dengan ijazah SMP.


Mommy ketempelan Jin ibu tiri kali ya. Kok kejam banget. Gumam Axel dalam hati.


" Apa mommy sama Daddy udah bangkrut?" tanya Alexa.


Kiran dan suaminya susah payah menahan tawanya. Karena mendengar pertanyaan dari putri kesayangannya. Bagaimanapun hartanya tidak akan habis sampai sepuluh turunan.


" Tidak. Kenapa Eca bertanya seperti itu?" tanya Darren.


" Karena mommy menyita uang saku Eca sama Axel"


" Mommy menyita uang saku kalian bukan selamanya"


" Terus sampai kapan?"


" Sampai batas waktu yang tidak ditemukan"


" Sama aja Mom"


" Mommy becanda. Jika kalian bisa menghasilkan uang selama satu bulan, maka uang saku kalian akan mommy berikan di bulan berikutnya"


" Serius Mom"


" Serius"


" Ok, Eca sama Axel setuju"


" Aku nggak ada bilang setuju"


" Udah bilang setuju aja, daripada uang saku kamu nggak balik"


" Axel setuju Mom"


" Baiklah, mulai bulan depan, semua fasilitas mommy tarik"


" Tadi mommy bilang cuma uang saku?" kata Alexa.


" Benar"


" Angkutan umum kan banyak sayang"


" Naik angkutan umum bayarnya kan peke uang Mom"


" Iya. Nanti mommy kasih uang dua ratus ribu untuk satu bulan. Uang itu bisa kalian pergunakan untuk keperluan kalian sama satu bulan. Kalau habis mommy tidak akan tambah. Kalau kalian pake motor atau mobil untuk mencari pekerjaan, apa akan cukup uang sebanyak itu untuk membeli bensin selama satu bulan?"


" Tambah goban dong Mom"


" Nggak. Dua ratus ribu, kalau nggak mau, mommy tarik lagi"


" Ok deal"


" Tujuan mommy melakukan ini, agar kalian tau bagaimana susahnya mencari uang. Setelah kalian kerja nanti, kalian akan tau bagaimana rasanya cari uang sendiri"


" Iya Mom"


" Om Ken aja umur 5 tahun udah bisa cari uang sendiri" kata Darren.


" Serius Dad?" kata Axel.


" Tanya aja sama mommy"


" Benar Mom apa yang dibilang sama Daddy?"


" Benar. Dan uang yang dihasilkan sama Om kalian sangat banyak. Hingga dia tidak pernah meminta uang sama Oma sama Opa"


" Wow keren banget"


" Kita nggak boleh kalah sama Om Ken " kata Alexa.


" Bener. Masa kita kalah sama anak umur lima tahun" kata Axel.


Kiran sangat senang melihat twins bersemangat seperti itu.


" Tapi ingat, kalau kalian berdua ketahuan meminta bantuan sama keluarga? maka uang saku kalian akan mommy sita selama empat bulan"

__ADS_1


" Denger tu Axel. Kalau kamu berani minta bantuan, habis kamu"


" Yang ada kamu tuh yang selalu minta bantuan sama Oma ataupun sama lainnya" kata Axel.


" Sudah-sudah, intinya kalian berdua tidak boleh meminta bantuan"


" Ok Mom"


" Baiklah, sekarang kita harus istirahat. Karena besok mommy harus bangun pagi"


" Siap Mom"


Kiran dan suaminya pergi ke kamarnya. Begitu juga dengan Axel dan Alexa. Besok mereka juga harus bangun pagi agar tidak lambat pergi ke sekolah.


...***...


Kevin menatap foto gadis cantik yang ada di ponselnya. Foto yang ia ambil secara diam-diam waktu pergi hiking dulu. Gadis itu sangat cantik saat tersenyum.


" Kamu sedang apa sekarang?" tanya Kevin pada foto yang ada di ponselnya.


Ia teringat akan sesuatu. Kenapa gadis cantik itu tidak mau diantarkan sampai ke rumahnya. Walaupun ia tau kalau mobil tidak bisa lewat ke sana. Tapi kan ia bisa mengantarkan dengan berjalan kaki.


Kevin mencari nomor nomor Alexa. Ia tersenyum kala melihat nama yang tertera di sana. Kalau Alexa tau dia memberi nama itu, kira-kira dia akan marah nggak ya?.


Lelaki tampan itu segera menghubungi nomor itu. Panggilan masuk, tapi belum ada jawaban dari seberang sana. Ia pun m ngulang kembali, hingga ke tiga kalinya barulah telponnya di jawab.


" Hallo"


Terdengar suara lembut yang selalu menggetarkan hatinya.


" Hallo, udah tidur ya"


" Kalau udah tidur, gimana bisa jawab telpon"


" Benar juga. Terus sekarang lagi apa?"


" Lagi ngobrol sama Kak Kevin"


Kevin tersenyum mendengar jawaban gadis cantik itu.


" Besok kakak jemput ya. Kita ke sekolah bareng"


" Je-jemput?"


" Iya, kenapa?"


" Makasih deh Kak, aku berangkat sama Axel aja"


" Oh iya seingat aku aku, Axel bukannya ada mobil?"


" Iya, kenapa?"


" Tadi aku nganterin kamu kan cuma di depan gang. Dan itu tidak bisa dilewati sama mobil. Apa ada jalan lain untuk menuju rumah kamu?"


" Nggak. Mobil yang sering di pakai Axel itu bukan punya Axel"


" Lalu?"


" Punya bos bengkel tempat Axel bekerja. Karena Axel rajin bekerja, maka bosnya meminjamkan Axel mobil untuk dia berangkat ke sekolah"


" Oh gitu ya. Motor kamu gimana? udah di bawa ke bengkel?"


" Udah tadi"


" Baguslah. Sekarang kamu tidur gih, udah malam"


" Kakak juga"


" Iya, habis ini langsung tidur kok. Sampai ketemu besok"


" Ok "


Panggilan pun berakhir. Kevin meletakkan ponselnya di atas nakas. Kemudian ia mematikan lampu kamarnya. Dan bersiap untuk tidur. Karena besok ia harus bangun pagi.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2