Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Lelaki selalu salah


__ADS_3

Alexa dan Adele sangat senang karena mereka diterima bekerja di restoran yang sama dengan sahabatnya. Dan mereka akan mulai kerja Sabtu besok.


" Baru dapat kerja aja gue udah senang kek gini. Apalagi kalau udah terima gaji" kata Alexa.


" Kerja aja belum, udah mikirin gaji"


" Bapak itu belum menjelaskan bagaimana pekerjaan kita. Dan dia juga belum kasih tau gaji kita berapa satu bulannya?" kata Alexa.


" Iya bener. Masa kita kerja nggak digaji " kata Adele.


" Kerja dan gaji kalian, sama dengan gue" kata Alisha.


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Berapa?" tanya Alexa dan Adele serentak.


" Tiga juta lima ratus"


Alexa dan Adele kaget mendengar gaji yang akan mereka dapatkan nanti. Gaji itu jauh di bawah uang saku mereka berdua.


" Kenapa? sedikit ya?"


" Ah nggak kok, gajinya banyak. Ya nggak Del?"


" Benar, kita berdua aja belum pernah megang uang sebanyak itu " kata Adele.


Alisha tersenyum mendengar ucapan kedua sahabatnya itu. " Ya udah, sekarang kita pulang"


" Pulang? bukannya Lo harus kembali ke supermarket?" tanya Alexa.


" Iya. Maksud gue, kita pergi dari sini"


Ketiga gadis cantik itu pun pergi dari restoran itu. Alisha kembali ke supermarket, karena ia izin cuma sebentar. Sedangkan Alexa dan Adele pulang.


...***...


Axel baru sampai di mansion. Sama dengan saudara kembarnya, ia juga pergi mencari pekerjaan. Kalau Alexa di temani Adele, sedangkan dirinya di temani Farel.


" Tampan mommy udah pulang?"


" Hhmm"


" Tumben baru pulang?"


" Iya, habis cari kerja tadi"


" Gimana? dapat nggak?"


Axel menggeleng.


" Emang Axel mencari kerjanya dimana?"


" Cafe. Udah tiga cafe yang Axel datangi, tapi nggak ada yang mau menerima Axel jadi karyawan"


" Kenapa?"


" Mereka bilang terlalu tampan untuk jadi Waiters"


" Emang posisi yang kosong cuma jadi Waiters?"


" Iya, karena untuk posisi yang lain sudah penuh. Bahkan untuk tukang cuci piring pun mereka nggak mau terima"


Kiran tersenyum mendengar ucapan putranya. Benar apa yang dikatakan orang itu. Kalau putranya masih berpenampilan seperti itu, maka dia akan susah dapat pekerjaan. Bukan hanya karena ketampanannya, tapi juga penampilannya.


" Tentu saja mereka akan menolak Axel jadi Waiters"


" Kenapa?"


" Perhatikan penampilan Axel dari atas sampai bawah"


Axel menatap penampilannya dari atas sampai bawah. Ia merasa tidak ada yang aneh.


" Nggak ada yang salah Mom"


" Ada, coba perhatikan dengan teliti"


Axel melihat kembali penampilannya. Lagi-lagi ia tidak menemukan ada yang salah dengan penampilannya.


" Nggak ada Mom"


" Coba liat jam tangannya? "


" Astaga. Tapi jam tangan ini nggak mahal-mahal amat Mom"


" Bagi Axel memang tidak mahal. Tapi manager cafe itu tau berapa harga jam yang Axel pakai sekarang. Dan lagi Axel datang ke sana dengan mobil. Jadi saran mommy, besok-besok Axel datang dengan pakaian sederhana dan perginya dengan kendaraan umum"


" Ok Mom. Axel lupa tadi buka jam tangannya"


" Oh iya, kemarin mommy belum sempat nanya sama Axel"

__ADS_1


" Soal apa Mom?"


" Hubungan Axel sama Alisha "


Deg.


" Hubungan Axel sama Alisha baik-baik aja Mom"


" Baiknya seperti apa? apa seperti orang pacaran? "


Axel bingung mau menjawab pertanyaan mommy-nya. Ia tidak tau disebut apa hubungannya dengan Alisha sekarang ini. Karena kalau dibilang teman, mereka lebih dari teman.


" Axel juga nggak tau Mom"


Kiran tersenyum melihat putranya yang malu-malu. Jarang sekali ia bisa melihat Axel seperti itu.


" Axel ke atas dulu ya Mom"


" Iya sayang"


Axel segera kabur dari sana. Kalau tidak mommy-nya akan menggodanya terus. Ia berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


" Lucu sekali dia kalau malu-malu seperti tadi" gumam Kiran.


" Mommy"


Kiran berpegang di sandaran sofa. Kalau tidak ia pasti terjatuh karena mendapatkan pelukan mendadak dari putrinya.


" Kelihatannya putri mommy lagi seneng banget?"


" Hhhmm"


" Kalau boleh tau apa yang membuat kesayangan mommy ini bahagia?"


" Coba tebak"


" Eca dapat nilai yang bagus"


" Itu udah biasa Mom. Coba lagi?"


" Apa ya?"


" Ayo apa?"


" Mommy menyerah"


" Nggak mau nebak lagi nih Mom?"


" Eca sudah dapat kerja"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Selamat ya sayang"


" Makasih mommy"


Kiran tidak menyangka putrinya akan secepat ini mendapatkan pekerjaan.


" Kapan Eca mulai bekerja?"


" Sabtu besok"


" Secepat itu? padahal mommy bilangnya bulan depan lho?"


" Nggak apa-apa. Apa nanti mommy nggak akan malu dengan kerjaan Eca?"


" Emang Eca kerja dimana? dan sebagai apa?"


" Eca kerja di restoran sebagai Waitress"


" Mommy pikir tukang cuci piring"


" Ya nggak lha Mom. Kalau Eca kerja sebagai tukang cuci piring, bisa-bisa Eca bukan mencuci piring, melainkan memecahkan piring"


" Mommy rasa juga begitu"


" Apa mommy nggak malu Eca kerja jadi Waitress?"


" Kenapa harus malu? bukankah itu pekerjaan halal? "


" Hhmm"


" Mommy akan malu kalau Eca kerjanya mencuri, atau minta-minta"


" Makasih Mom. Mommy memang yang terbaik" ucap Alexa sambil memeluk mommy-nya.


Kiran membalas pelukan putrinya. Ia tidak menyangka kalau putrinya mau kerja sebagai Waitress. Dan putrinya itu malah terlihat senang.


" Oh iya, apa mommy yang menyewakan rumah itu untuk Alisha dan neneknya?"

__ADS_1


" Sebenarnya bukan dikontrakkan, tapi rumah itu sudah atas nama Alisha"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Apa Alisha tau kalau rumah itu sudah menjadi miliknya?"


" Belum, mommy mau cari apa alasan untuk memberikan rumah itu. Karena ia selalu menolak pemberian mommy"


" Berarti Alisha bukan anak gadis materialistis Mom"


" Iya, beda sekali dengan putri mommy"


" Kalau Eca wajar materialistis. Karena kalau bukan Eca, siapa lagi yang akan menghabiskan harta mommy dan daddy"


" Pinter banget jawabnya" kata Kiran sambil mencubit hidung mancung putrinya.


" Mom"


" Hhmm"


" Apa mommy pernah melihat calon istrinya paman?"


" Belum, kenapa?"


" Eca sudah pernah"


" Oh yeah? dimana? dan seperti apa calon Tante kamu itu?"


" Mommy tanyanya satu-satu dong"


" Udah buruan jawab "


" Calon istri paman sangat cantik. Dan Eca liat dia seperti mommy "


" Seperti mommy?"


" Hhmm"


" Maksudnya?"


" Dia tangguh seperti mommy"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Mommy jadi tambah penasaran sama calon Tante kamu itu. Apa mommy harus terbang ke Sumatera?"


" Ngapain kamu ke Sumatera, sayang?" tanya Darren yang datang entah darimana.


" Astagfirullah" kaget ibu dan anak itu.


" Daddy ngagetin aja " kata Alexa.


" Maaf kesayangan daddy"


" Hubby kapan pulangnya?" tanya Kiran. Karena ia tidak mendengar langkah kaki suaminya.


" Baru aja, terus dengar kamu ngomong mau terbang ke Sumatera. Emang mau ngapain ke sana?"


" Mau liat calon adik ipar kamu"


" Nando doyan wanita juga tenyata?"


Plak.


" Emang kamu pikir adek aku itu apa? bilang doyan wanita"


" Habisnya dia betah banget menjomlo"


" Itu karena kamu dia betah menjomblo"


" Kok aku?"


" Ya iyalah. Coba aja kalau dia nggak datar dan dingin kek kamu, pasti sekarang dia sudah punya anak"


" Kenapa aku yang disalahkan"


" Karena kamu memang biang ma-"


" Masalah" lanjut Darren.


" Tuh kamu tau. Yuk Eca kita ke atas, kita tinggal kan saja Daddy yang biang masalah ini di sini"


Kiran membawa putrinya pergi dari sana. Sedangkan Darren hanya bisa menatap kepergian istri dan anaknya.


Lelaki memang selalu salah di mata wanita.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2