
Setelah menelpon putrinya Darren menyimpan kembali ponselnya. Ia dan istrinya segera naik jet pribadi milik keluarga Narendra. Mereka sengaja tidak membawa bodyguard, karena itu akan membuat mereka jadi pusat perhatian.
" Sayang, apa nggak apa-apa kita ninggalin twins?" tanya Darren.
" Mereka berdua sudah besar By. Dan lagi di sana ada Nando dan juga sahabat aku. Ditambah dengan bodyguard"
" Ya tetap aja aku khawatir sayang"
" Kita cuma semalam di sana. Besok udah balik lagi"
Ya ini pertama kali Darren dan istrinya meninggalkan kedua anaknya. Biasanya kalau ia pergi keluar kota atau ke luar negeri, istrinya yang menemani twins. Tapi sekarang mereka akan pergi berdua.
" Selamat datang tuan dan nona muda" sapa pilot dan pramugari.
" Makasih" ucap Kiran.
Pasutri itu segera masuk kedalam jet. Darren meminta istrinya untuk duduk di dekat jendela. Supaya nanti istrinya bisa melihat pemandangan dari sana.
Jet itu pun lepas landas meninggalkan bandara. Penerbangan akan di tempuh dalam waktu lebih kurang dua setengah jam. Jadi Kiran memutuskan untuk istirahat dulu.
" Kita tidur di kamar aja yuk sayang"
" Hhmm"
Darren langsung menggendong istri ke kamar yang ada di jet itu. Tapi sebelum itu ia meminta pada pramugari untuk membangunkan mereka kalau sudah sampai. Setelah itu barulah ia masuk kedalam kamar.
" Sayang, bagaimana kalau kita kabulkan permintaan Eca untuk punya adik lagi?"
" Jangan aneh-aneh By, umur kita udah nggak muda lagi"
" Becanda sayang. Lagipula aku nggak tega melihat kamu kesakitan karena melahirkan"
Ya Darren masih ingat bagaimana istrinya bertaruh nyawa untuk melahirkan twins. Setelah itu ia berjanji tidak ingin memiliki anak lagi. Lagipula Allah sudah menitipkan dua orang anak untuk pelengkap keluarga kecilnya.
" Ya sudah kita tidur saja"
" Beneran ya By cuma tidur?"
" Iya sayang. Kamu kok takut banget sih kalau macem-macem"
" Bukannya takut"
" Terus apa?"
" Nanti siap kamu gempur aku kecapean, terus nggak punya tenaga untuk jalan"
" Gampang, aku gendong"
" Pokoknya nggak ada cerita main, kalau Daddy melanggar, puasa tiga bulan"
" Jangan dong"
" Makanya jangan macem-macem"
" Ya deh, yuk tidur"
" Hhmm"
Darren membawa istrinya kedalam pelukannya. Kiran merasa nyaman dan juga hangat saat berada dalam pelukan suaminya. Ia menghirup dalam-dalam aroma wangi tubuh suaminya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya Kiran tertidur.
...***...
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang dua setengah jam. Jet pribadi milik Darren pun mendarat dengan selamat di bandara Kualanamu internasional airport.
Tok.
Tok.
Tok.
" Tuan, kita sudah sampai di kota M" kata pramugari.
Darren membuka matanya saat mendengar suara pramugari. Itu berarti mereka sudah sampai di kota M.
__ADS_1
" Sayang, Wake up. Kita sudah sampai"
Kiran membuka matanya. Dan orang yang pertama dilihat adalah suaminya.
" Udah sampai ya, By"
" Udah sayang"
" Aku mau cuci muka dulu"
" Hhmm"
Kiran beranjak dari tempat tidur. Ia segera pergi ke kamar mandi, untuk mencuci muka. Karena ia tidak mungkin keluar dengan penampilan seperti sekarang ini.
Setelah penampilannya rapi. Kiran dan Darren pun keluar dari kamar. Mereka tidak menyangka akan menginjakkan kaki di kota M.
" Kamu siap bertemu dengan calon adik ipar kamu sayang?"
" Siap By"
Ya Kiran dan akan menemui calon adik iparnya. Kiran meminta salah satu bodyguard suaminya untuk mencari tau siapa wanita yang berhasil menaklukkan gunung es itu.
Tidak butuh waktu lama bagi Kiran untuk mengetahui siapa wanita yang dekat dengan adiknya. Karena ia harus tau bagaimana sifat dan kepribadian wanita yang akan jadi calon adik iparnya.
Setelah memastikan kalau wanita itu gadis yang baik. Dan lagi dia juga tulang punggung keluarganya. Membuat Kiran semakin yakin kalau wanita itu cocok untuk jadi adik iparnya.
Kiran tidak mempermasalahkan latar belakang keluarga wanita itu. Karena status dan juga harta, termasuk nomor ke sekian. Poin penting baginya adalah sifat dan kepribadian wanita itu. Untuk apa punya banyak harta, status tinggi tapi kepribadiannya buruk.
Pasutri itu segera keluar dari bandara. Mereka akan mencari taksi untuk pergi ke rumah wanita yang bernama 'Rania' itu.
Tak berselang lama, taksi pun datang. Pasutri itu segera masuk kedalam taksi. Darren memberitahu tujuan mereka. Taksi melaju meninggalkan bandara.
" Kita mampir ke supermarket dulu ya, By"
" Mau ngapain sayang?"
" Beli sesuatu. Masa kita pergi bertamu tidak membawa apapun"
" Benar juga. Istri aku udah cantik, pintar lagi"
Kiran meminta sopir taksi berhenti saat melihat supermarket. Sopir taksi pun menepikan mobilnya.
" Baik sayang"
Kiran masuk kedalam supermarket. Ia akan membeli buah dan juga beberapa kue untuk calon adik ipar dan juga ibunya.
Lima menit waktu yang dibutuhkan Kiran untuk belanja. Setelah membayar belanjaannya, ia pun keluar dari supermarket itu.
" Tumben cepat belanjanya?"
" Iya, kasian sopir taksinya kalau aku lama-lama belanjanya"
" Sama sopir taksi aja nih kasihannya? sama aku nggak?"
" Ya kamu juga By. Yuk pak jalan"
Sopir taksi pun melajukan mobilnya meninggalkan supermarket itu.
...***...
Axel baru sampai di mansion. Setelah memarkirkan mobilnya, ia segera masuk kedalam mansion.
" Axel baru pulang?" tanya Nando.
" Iya paman"
" Emang tadi kemana kok baru pulang?"
" Cari kerja paman"
" Terus gimana, dapat nggak?"
" Alhamdulillah dapet. Tumben sepi paman? Eca kemana?"
" Di kamarnya"
__ADS_1
" Ya udah, Axel ke atas dulu ya paman, mau mandi"
" Hhhmm"
Axel segera pergi ke kamarnya. Ia ingin segera membersihkan dirinya. Sedangkan Nando pergi ke ruang keluarga.
Sesampainya di lantai tiga, ia tidak langsung ke kamarnya. Ia pergi ke kamar saudara kembarnya.
Tok.
Tok.
Tok.
" Eca"
Alexa yang mendengar suara saudara kembarnya segera membukakan pintu. Saat pintu terbuka, tampaklah adiknya yang sedang tersenyum padanya.
" Kamu aman?" tanya Alexa.
" Amanlah, emang kenapa?"
" Aneh aja liat Lo senyum-senyum kek gitu"
" Aneh gimana?"
" Ya kulkas dua puluh delapan pintu tersenyum tanpa sebab"
" Berhubung gue lagi happy hari ini, jadi gue akan damai sama lo"
" Tanya dong kenapa aku happy?"
" Nggak perlu, lagian aku tau apa yang membuat kamu happy"
" Kenapa coba?"
" Cinta kamu di tolak sama Alisha "
" Sembarang kalau ngomong. Justru cinta aku diterima"
" Ya itu maksud gue"
" Kamu nggak mau ngucapin selamat sama aku?"
" Selamat ya Axel, karena status kamu udah nggak jomlo lagi"
" Makasih Eca. Terus kalau Eca kapan nih berubah status jomlo nya?"
" Nggak tau"
" Ya udah aku ke kamar dulu"
" Hhmm. Tunggu!"
" Apa?"
" Mommy sama Daddy nggak pulang malam ini"
" Emang kenapa?"
" Mommy sama daddy pergi ke luar kota"
" Kok mendadak gitu perginya?"
" Mana aku tau "
" Kapan mereka pulang?"
" Besok "
" Ya udah aku mau masuk dulu, mau mandi"
" Hhmm"
Axel masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Alexa pergi ke bawah untuk memberitahu pamannya kalau mommy sama daddy-nya tidak pulang.
__ADS_1
To be continue.
Happy Reading 😚😚