Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kebersamaan


__ADS_3

" Kenapa Cha?"


" Itu pengunjung barusan, ceweknya marah-marah karena cowoknya bilang gue cantik. Habis itu pergi gitu aja?"


Alisha tersenyum mendengar cerita sahabatnya. " Itu resiko orang cantik"


" Cowoknya yang jelalatan, kok malah aku yang disemprot"


" Udah biarkan aja orang seperti itu. Yuk lanjut lagi"


" Hhhmm"


Alexa melanjutkan kembali pekerjaannya. Ia tidak ingin memikirkan pembeli yang tadi. Satu pembeli hilang, tidak akan mengurangi rezekinya.


Saat sedang sibuk melayani pembeli, tiba-tiba seorang lelaki tampan menghampirinya. Tangannya langsung di tarik sama lelaki itu.


" Oppa"


Kenan tersenyum pada kekasihnya. Baru beberapa jam ia tidak bertemu sang kekasih, dia sudah merasa rindu.


" Kok kamu pake pakaian waiters?"


" Iya, hari ini aku bekerja sebagai waiters"


" Kalau begitu, aku mau dong dilayani waiters yang cantik ini?"


" Emang Oppa belum makan siang?"


" Belum, habis dari rumah sakit, aku langsung kesini. Kalau nggak percaya tanya sama Beni"


" Iya aku percaya. Mau pesan apa?"


" Mau pesan kamu boleh, nggak?"


" Aku nggak ada di menu. Dan lagi, nggak bisa dipesan juga. Emang Oppa mau makan, aku?"


" Mau, mau banget"


Alexa kaget mendengar ucapan kekasihnya. Bagaimana bisa kekasihnya itu mau memakannya.


" Oppa zombie?"


" Nggak, aku manusia biasa"


" Terus kenapa Oppa mau makan aku?"


" Bukan makan beneran, sayang?"


" Terus pura-pura dimakan, gitu?"


Gimana cara jelasinnya, ya?. Beginilah resikonya kalau pacaran sama anak kecil.


" Kenapa Oppa diam?"


" Nanti kalau udah nikah aku jelasin"


" Kenapa harus tunggu sampe nikah?. Kenapa nggak sekarang aja?"


" Kalau sekarang jelasinnya susah. Kalau udah nikah enak, bisa langsung di makan"


" Aneh banget sih Oppa"


" Kok aneh?"


" Ya aneh lha. Orang mau dijelaskan sekarang, eh malah di suruh nunggu pas nikah. Nggak jelas lha Oppa, nih?"


" Udah nggak usah bahas itu lagi. Aku lapar?"


" Mau makan apa?"


" Bagusnya apa ya, sayang?"


" Spaghetti bolognese mau, nggak?"


" Boleh deh. Tapi sayang yang buatin"


" Ok siap. Om Ben mau pesan, apa?"


" Saya spaghetti juga nona"


" Kamu pesan yang lain aja Ben. Karena pacar saya cuma boleh buatin untuk saya saja"


" Nggak apa-apa Oppa. Tunggu sebentar ya Om Ben, aku buatin dulu"


" Iya nona"


Alexa pergi ke dapur untuk membuatkan spaghetti bolognese untuk kekasih dan juga asisten sang kekasih.


" Kamu kenapa harus pesan spaghetti, juga?"


" Saya pengen coba masakan yang dibuat sama nona Alexa, tuan"


" Nggak boleh!. Yang boleh makan masakan kelinci kecil cuma saya"


" Tadi nona Alexa bilang boleh"

__ADS_1


" Iya. Tapi saya tidak mengizinkan kamu memakannya"


" Nona Alexa kan udah membuatkannya untuk saya tuan"


" Jangan kamu makan"


" Kalau nggak boleh dimakan, terus yang boleh diapain?"


" Diliat aja. Atau kamu pesan makanan yang lain"


" Kalau nona Alexa tanya gimana?"


" Bilang aja kamu alergi spaghetti"


" Wah parah. Masa tuan suruh saya berbohong?"


" Siapa yang suruh Om berbohong?" tanya Alexa yang baru datang.


Kenan kaget karena mendengar suara kekasihnya. Kalau Beni kasih tau rencananya tadi bisa-bisa kelinci kecilnya ngamuk.


" Eh ada sayang"


" Om Ben, disuruh bohong sama Oppa, ya?"


" Nggak!. Mana ada aku suruh Beni berbohong"


" Kalau bukan Om, siapa lagi?"


" Mana aku tau?. Jin mungkin?"


Iya Jin nya tuan.


Beni tersenyum mendengar ucapan tuannya. Padahal tuannya lah yang minta dia untuk berbohong.


" Jin nya Oppa, kan?"


" Kok aku?"


" Iya, karena yang biasa memerintah seperti itu kan, Oppa"


" Bukan aku lho, sayang?"


" Ya udah, nih spaghetti bolognese nya"


" Dari aromanya aja udah wangi. Pasti rasanya spaghetti bolognese nya enak"


" Selamat menikmati, Oppa"


" Kamu mau kemana?"


" Mau lanjut kerja"


" Kan ada Om Ben yang temenin Oppa makan?"


" Aku maunya kamu yang temenin aku makan?"


" Ya udah aku temenin"


Alexa duduk di samping kekasihnya. Kalau lagi manja seperti itu, kekasihnya itu sangat menggemaskan.


" Om Ben kok nggak makan?"


" Saya boleh makan spaghetti ini, nona?"


" Tentu saja boleh, kan tadi Om yang pesan spaghetti nya?"


" Sama tuan saya nggak boleh makan spaghetti"


Uhuk..uhuk


Kenan keselek spaghetti yang ada di dalam mulutnya. Alexa dengan sigap memberikan air minum pada kekasihnya.


" Hati-hati dong Oppa makannya?"


" Makasih sayang"


Beni sangat bahagia melihat tuan mudanya. Kalau ada nona Alexa, tuan mudanya tidak akan berani menghukumnya.


Awas kamu, Ben!. Saya akan jadikan kamu perkedel.


" Makanya tuan, kalau makan itu baca doa dulu"


" Emang kamu nggak dengar saya baca doa tadi?"


" Nggak"


" Berarti kuping kamu bermasalah"


" Sudah-sudah, cepat habiskan makanannya. Aku mau lanjut kerja"


" Iya sayang"


Kenan melanjutkan kembali acara makannya. Nanti dia akan memberi pelajaran kepada asistennya.


...***...

__ADS_1


Adele sedang menata kue-kue yang baru selesai dibuat. Ini kue varian terbaru dari toko triple A.


" Kue varian terbaru baru ini banyak peminatnya juga ya buk bos?"


" Alhamdulillah Kak Wulan"


" Saya izin makan siang dulu ya buk bos"


" Ah iya, silakan kak Wulan"


" Buk bos nggak makan siang juga?"


" Iya nanti. Saya lagi nunggu pacar saya "


" Duh enaknya yang punya pacar"


" Hehehe. Iya kak Wulan. Kakak cari juga dong, biar ada yang ditunggu juga?"


" Ini juga lagi mencari buk bos. Tapi belum ada juga yang nyantol"


" Semangat kak Wulan!, jangan pantang menyerah"


" Siap Buk bos. Saya izin ke sebelah dulu, mau ngisi perut "


" Ok Kak. Selamat makan siang"


" Makasih buk bos"


Wulan pun pergi dari sana. Ia akan mengisi tenaga dulu. Sekarang tinggal Adele yang berjaga di toko.


" Sayang"


Adele menoleh kearah suara. Ia tersenyum melihat kekasihnya sudah berdiri di depan pintu masuk.


" Kamu udah datang?"


" Udah dong"


" Ayo masuk. Ngapain berdiri di depan pintu?. Mau nagih hutang?"


" Nggak!. Mau nagih ciuman "


" Noh minta sama tembok"


" Kok sama tembok sih?. Aku kan maunya sama kamu?"


" Nanti kalau udah halal, baru aku kasih ciuman"


" Kan cuma cium di pipi, yank. Masa harus nunggu halal dulu"


" Nanti aku pikirkan"


Cup.


Satu kecupan mendarat di pipi mulus Adele.


" Kelamaan mikirnya"


Adele memegang pipinya yang dicium sama kekasihnya tadi.


" Udah jangan dipegang terus pipinya. Ntar aku cium lagi, lho?"


" Awas aja kalau kamu cium lagi. Aku kirim kamu ke kandang Jakson"


" Jangan dong. Ntar kalau dikirim ke sana, kamu jadi janda sebelum waktunya"


" Nggak apa-apa. Ntar cari yang baru lagi"


" Kamu nggak akan menemukan cowok yang seperti aku?"


" Bener juga. Kamu kan pacar paket komplit"


" Tuh kamu tau"


" Tau dong"


" Udah pesan makanan belum, yank?"


" Belum. Lagian kalau pesan makanan duluan, keburu makanannya dingin"


" Iya juga sih. Mau pesan apa?"


" Terserah ayang aja"


Jawaban seperti ini nih yang membuat lelaki tidak berdaya.


" Jangan terserah dong, yank?"


" Ya udah steak aja"


" Ok, aku pesan lewat chat aja ya?"


" Hhmmm"


Farel mengirim chat sama Alexa. Setelah selesai mengirim chat, Farel membantu pacarnya menata kue-kue.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2