
" Kenapa Cha?"
" Itu pengunjung barusan, ceweknya marah-marah karena cowoknya bilang gue cantik. Habis itu pergi gitu aja?"
Alisha tersenyum mendengar cerita sahabatnya. " Itu resiko orang cantik"
" Cowoknya yang jelalatan, kok malah aku yang disemprot"
" Udah biarkan aja orang seperti itu. Yuk lanjut lagi"
" Hhhmm"
Alexa melanjutkan kembali pekerjaannya. Ia tidak ingin memikirkan pembeli yang tadi. Satu pembeli hilang, tidak akan mengurangi rezekinya.
Saat sedang sibuk melayani pembeli, tiba-tiba seorang lelaki tampan menghampirinya. Tangannya langsung di tarik sama lelaki itu.
" Oppa"
Kenan tersenyum pada kekasihnya. Baru beberapa jam ia tidak bertemu sang kekasih, dia sudah merasa rindu.
" Kok kamu pake pakaian waiters?"
" Iya, hari ini aku bekerja sebagai waiters"
" Kalau begitu, aku mau dong dilayani waiters yang cantik ini?"
" Emang Oppa belum makan siang?"
" Belum, habis dari rumah sakit, aku langsung kesini. Kalau nggak percaya tanya sama Beni"
" Iya aku percaya. Mau pesan apa?"
" Mau pesan kamu boleh, nggak?"
" Aku nggak ada di menu. Dan lagi, nggak bisa dipesan juga. Emang Oppa mau makan, aku?"
" Mau, mau banget"
Alexa kaget mendengar ucapan kekasihnya. Bagaimana bisa kekasihnya itu mau memakannya.
" Oppa zombie?"
" Nggak, aku manusia biasa"
" Terus kenapa Oppa mau makan aku?"
" Bukan makan beneran, sayang?"
" Terus pura-pura dimakan, gitu?"
Gimana cara jelasinnya, ya?. Beginilah resikonya kalau pacaran sama anak kecil.
" Kenapa Oppa diam?"
" Nanti kalau udah nikah aku jelasin"
" Kenapa harus tunggu sampe nikah?. Kenapa nggak sekarang aja?"
" Kalau sekarang jelasinnya susah. Kalau udah nikah enak, bisa langsung di makan"
" Aneh banget sih Oppa"
" Kok aneh?"
" Ya aneh lha. Orang mau dijelaskan sekarang, eh malah di suruh nunggu pas nikah. Nggak jelas lha Oppa, nih?"
" Udah nggak usah bahas itu lagi. Aku lapar?"
" Mau makan apa?"
" Bagusnya apa ya, sayang?"
" Spaghetti bolognese mau, nggak?"
" Boleh deh. Tapi sayang yang buatin"
" Ok siap. Om Ben mau pesan, apa?"
" Saya spaghetti juga nona"
" Kamu pesan yang lain aja Ben. Karena pacar saya cuma boleh buatin untuk saya saja"
" Nggak apa-apa Oppa. Tunggu sebentar ya Om Ben, aku buatin dulu"
" Iya nona"
Alexa pergi ke dapur untuk membuatkan spaghetti bolognese untuk kekasih dan juga asisten sang kekasih.
" Kamu kenapa harus pesan spaghetti, juga?"
" Saya pengen coba masakan yang dibuat sama nona Alexa, tuan"
" Nggak boleh!. Yang boleh makan masakan kelinci kecil cuma saya"
" Tadi nona Alexa bilang boleh"
__ADS_1
" Iya. Tapi saya tidak mengizinkan kamu memakannya"
" Nona Alexa kan udah membuatkannya untuk saya tuan"
" Jangan kamu makan"
" Kalau nggak boleh dimakan, terus yang boleh diapain?"
" Diliat aja. Atau kamu pesan makanan yang lain"
" Kalau nona Alexa tanya gimana?"
" Bilang aja kamu alergi spaghetti"
" Wah parah. Masa tuan suruh saya berbohong?"
" Siapa yang suruh Om berbohong?" tanya Alexa yang baru datang.
Kenan kaget karena mendengar suara kekasihnya. Kalau Beni kasih tau rencananya tadi bisa-bisa kelinci kecilnya ngamuk.
" Eh ada sayang"
" Om Ben, disuruh bohong sama Oppa, ya?"
" Nggak!. Mana ada aku suruh Beni berbohong"
" Kalau bukan Om, siapa lagi?"
" Mana aku tau?. Jin mungkin?"
Iya Jin nya tuan.
Beni tersenyum mendengar ucapan tuannya. Padahal tuannya lah yang minta dia untuk berbohong.
" Jin nya Oppa, kan?"
" Kok aku?"
" Iya, karena yang biasa memerintah seperti itu kan, Oppa"
" Bukan aku lho, sayang?"
" Ya udah, nih spaghetti bolognese nya"
" Dari aromanya aja udah wangi. Pasti rasanya spaghetti bolognese nya enak"
" Selamat menikmati, Oppa"
" Kamu mau kemana?"
" Mau lanjut kerja"
" Kan ada Om Ben yang temenin Oppa makan?"
" Aku maunya kamu yang temenin aku makan?"
" Ya udah aku temenin"
Alexa duduk di samping kekasihnya. Kalau lagi manja seperti itu, kekasihnya itu sangat menggemaskan.
" Om Ben kok nggak makan?"
" Saya boleh makan spaghetti ini, nona?"
" Tentu saja boleh, kan tadi Om yang pesan spaghetti nya?"
" Sama tuan saya nggak boleh makan spaghetti"
Uhuk..uhuk
Kenan keselek spaghetti yang ada di dalam mulutnya. Alexa dengan sigap memberikan air minum pada kekasihnya.
" Hati-hati dong Oppa makannya?"
" Makasih sayang"
Beni sangat bahagia melihat tuan mudanya. Kalau ada nona Alexa, tuan mudanya tidak akan berani menghukumnya.
Awas kamu, Ben!. Saya akan jadikan kamu perkedel.
" Makanya tuan, kalau makan itu baca doa dulu"
" Emang kamu nggak dengar saya baca doa tadi?"
" Nggak"
" Berarti kuping kamu bermasalah"
" Sudah-sudah, cepat habiskan makanannya. Aku mau lanjut kerja"
" Iya sayang"
Kenan melanjutkan kembali acara makannya. Nanti dia akan memberi pelajaran kepada asistennya.
...***...
__ADS_1
Adele sedang menata kue-kue yang baru selesai dibuat. Ini kue varian terbaru dari toko triple A.
" Kue varian terbaru baru ini banyak peminatnya juga ya buk bos?"
" Alhamdulillah Kak Wulan"
" Saya izin makan siang dulu ya buk bos"
" Ah iya, silakan kak Wulan"
" Buk bos nggak makan siang juga?"
" Iya nanti. Saya lagi nunggu pacar saya "
" Duh enaknya yang punya pacar"
" Hehehe. Iya kak Wulan. Kakak cari juga dong, biar ada yang ditunggu juga?"
" Ini juga lagi mencari buk bos. Tapi belum ada juga yang nyantol"
" Semangat kak Wulan!, jangan pantang menyerah"
" Siap Buk bos. Saya izin ke sebelah dulu, mau ngisi perut "
" Ok Kak. Selamat makan siang"
" Makasih buk bos"
Wulan pun pergi dari sana. Ia akan mengisi tenaga dulu. Sekarang tinggal Adele yang berjaga di toko.
" Sayang"
Adele menoleh kearah suara. Ia tersenyum melihat kekasihnya sudah berdiri di depan pintu masuk.
" Kamu udah datang?"
" Udah dong"
" Ayo masuk. Ngapain berdiri di depan pintu?. Mau nagih hutang?"
" Nggak!. Mau nagih ciuman "
" Noh minta sama tembok"
" Kok sama tembok sih?. Aku kan maunya sama kamu?"
" Nanti kalau udah halal, baru aku kasih ciuman"
" Kan cuma cium di pipi, yank. Masa harus nunggu halal dulu"
" Nanti aku pikirkan"
Cup.
Satu kecupan mendarat di pipi mulus Adele.
" Kelamaan mikirnya"
Adele memegang pipinya yang dicium sama kekasihnya tadi.
" Udah jangan dipegang terus pipinya. Ntar aku cium lagi, lho?"
" Awas aja kalau kamu cium lagi. Aku kirim kamu ke kandang Jakson"
" Jangan dong. Ntar kalau dikirim ke sana, kamu jadi janda sebelum waktunya"
" Nggak apa-apa. Ntar cari yang baru lagi"
" Kamu nggak akan menemukan cowok yang seperti aku?"
" Bener juga. Kamu kan pacar paket komplit"
" Tuh kamu tau"
" Tau dong"
" Udah pesan makanan belum, yank?"
" Belum. Lagian kalau pesan makanan duluan, keburu makanannya dingin"
" Iya juga sih. Mau pesan apa?"
" Terserah ayang aja"
Jawaban seperti ini nih yang membuat lelaki tidak berdaya.
" Jangan terserah dong, yank?"
" Ya udah steak aja"
" Ok, aku pesan lewat chat aja ya?"
" Hhmmm"
Farel mengirim chat sama Alexa. Setelah selesai mengirim chat, Farel membantu pacarnya menata kue-kue.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚