
Alisha takjub melihat pintu gerbang yang tinggi menjulang. Ia berpikir apa seperti ini pintu gerbang orang kaya. Tapi pintu gerbang rumah Pak RT di kontrakannya yang lama dulu nggak setinggi ini.
Alisha kaget karena pintu gerbang itu terbuka secara tiba-tiba. Ia tidak melihat ada orang yang membukanya. Tapi kenapa pintunya terbuka sendiri.
" Kok pintu gerbangnya terbuka sendiri? apakah ada remote control nya?" tanya Alisha pada Alexa.
" Nggak. Pintunya terbuka karena ada sensor. Jadi pas mobil terdeteksi sama sinar sensor, maka pintu gerbang akan terbuka secara otomatis "
" Wah? canggih banget?"
" Ntar kalau kamu udah menikah sama Axel, minta juga pintu gerbang kek gini" kata Adele.
Wajah Alisha memerah mendengar ucapan Adele. Bisa-bisanya sahabatnya itu bicara seperti itu di depan kedua orang tua kekasihnya.
" Lo ngaco deh?" kata Alisha.
" Kok ngaco sih. Axel, Lo mau kan kasih mahar mansion ke Alisha"
Alisha kaget mendengar ucapan Adele. Nanti kedua orang tua Axel berpikir dia cewek matre lagi. Lagian mereka kan masih kecil, jadi belum kepikiran menikah.
" Lo yang mau mansion atau Alisha?" tanya Alexa.
" Alisha lha"
" Perasaan tadi gue denger elo yang ngomong?"
" Ya gue mewakilkan Alisha"
" Rel, Adele kasih kode noh. Berarti Lo harus ngumpulin modal yang banyak untuk mewujudkan impian Adele" kata Alexa.
" Aku juga mau memberikan Alisha mansion" kata Axel.
" Eh " kaget Alisha.
" Tuh Sha, Lo denger kulkas delapan belas pintu ngomong kan? dia bakal beliin Lo mansion" kata Alexa.
" Lo gimana Rel, mau kasih mansion juga nggak untuk Adele"
" Gue beliin rumah susun dulu deh" kata Farel.
" Kok rumah susun sih? aku kan mintanya mansion?" kata Adele.
" Ya ntar kalau aku udah kerja di perusahaan Axel, aku akan belikan kamu mansion"
" So sweet banget sih pacar aku"
Ehem!..
Darren sengaja berdehem supaya anak-anak itu menghentikan obrolan mereka. Adele dan Farel pun diam saat mendengar suara Daddy Axel.
Bisa-bisa anak gue dewasa sebelum waktunya nih. Ini gara-gara putrinya si Serly. Anak sama emaknya sama aja.
Mereka pun sampai di depan mansion. Lagi-lagi Alisha dibuat takjub. Ia biasanya melihat rumah seperti istana itu hanya di film-film. Tapi sekarang istana besar itu ada di depan matanya.
Alisha melihat lelaki memakai jas hitam menundukkan kepalanya. Mereka seperti memberi hormat pada tuan dan nona mudanya. Persis kayak yang ia lihat di Drakor yang pernah ia tonton.
" Selamat datang Alisha di mansion mommy aku" kata Alexa.
" Terima kasih"
Alexa membawa sahabatnya itu masuk kedalam mansion. Tapi sampai di depan pintu mansion, Alisha membuka sepatu heels nya.
" Eh kenapa dibuka? bawa masuk aja" kata Alexa.
" Ntar lantainya kotor?"
__ADS_1
" Nggak akan. Lagian kalau kotor, minta tolong bibik untuk membersihkannya. Atau kamu masih takut, pake sandal rumah aja" kata Alexa sambil memberikan sandal yang di pakai khusus untuk di mansion.
Alisha pun memakai sandal yang diberikan Alexa padanya. Sendal itu sangat nyaman dipakai. Mungkin inilah bedanya sendal jepit yang ia sering pakai dengan sendal yang ada di sana.
" Jangan sungkan ya Alisha. Anggap aja di rumah sendiri" kata Kiran.
" Iya Tante"
" Lo jangan takut, mommy dan daddy Alexa baik. Nggak makan orang"
" Kalian lanjut ngobrol aja. Mommy sama Daddy mau ke atas dulu" kata Kiran.
" Ok mommy"
Kiran dan suaminya pun pergi ke kamar mereka dengan menggunakan lift. Hari ini sungguh sangat menguras energinya. Jadi ia harus segera beristirahat.
" Eca"
" Hhmmm"
" Kalau Lo mau nangis, nangis aja. Mumpung nggak ada mommy sama Daddy, Lo " kata Adele.
Alexa mengeyitkan alisnya. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan sahabatnya itu. Dan lagi kenapa ia harus menangis.
" Udah, Lo nggak usah sok tegar gitu. Sini menangis di pelukan gue" kata Adele sambil merentangkan tangannya.
" Lo ngomong apa sih? gue nggak ngerti?"
" Tau Lo" kata Alisha.
Adele tidak menjawab pertanyaan sahabatnya. Ia langsung memeluk Alexa, kemudian menepuk pelan punggung Alexa.
" Lo apa-apaan sih, Del?" kata Alexa sambil melepaskan pelukan sahabatnya.
" Rel, jangan-jangan pacar Lo ketempelan Jin jalan tol" kata Axel.
" Tuh buktinya dia peluk-peluk dan ngomong nggak jelas"
" Kalian bertiga ini nggak peka banget sih. Eca sekarang pasti lagi sedih" kata Adele.
" Gue nggak sedih. Lagian kenapa gue harus sedih?"
" Karena kisah cinta Lo terhalang restu orang tua"
" Lebay deh. Lagian mommy sama Daddy gue sudah memberikan kesempatan untuk kak Kevin. Jadi terhalang dimana nya?"
" Di pohon mangga tetangga" jawab Adele asal.
" Gue nggak nyangka mamanya Kak Kevin orang yang sangat kejam" kata Farel.
" Ya begitulah kalau orang sudah dibutakan sama harta. Mereka menganggap harta adalah segala-galanya. Bahkan mereka nggak segan-segan mengorbankan kebahagiaan anak dan juga keluarga mereka" kata Axel.
" Gue kasihan sama kak Kevin. Dia pasti tertekan karena punya orang tua yang gila harta"
Pikiran Alexa pun melayang ke beberapa waktu lalu. Waktu Kevin menangis di pelukannya. Ia melihat betapa rapuhnya lelaki tampan itu.
Pasti dia sangat tertekan karena orang tuanya. Yang selalu memaksakan kehendak. Padahal lelaki tampan itu sudah menolak perjodohan itu. Tapi orang tuanya terus memaksa.
Alexa bersyukur memiliki orang tua seperti mommy dan daddy-nya. Orang tuanya tidak pernah memaksakan kehendak mereka pada anak-anaknya. Mereka membebaskan anak-anaknya untuk memilih. Selama itu baik dan tidak merugikan orang lain, orang tuanya akan mendukung.
" Gue pengen tau gimana kabar dia sekarang?" kata Alexa.
" Kenapa nggak Lo telpon aja?" kata Adele.
" Jangan sekarang" kata Axel.
__ADS_1
" Kenapa?"
" Karena sekarang dia butuh waktu untuk sendiri"
" Axel benar. Lagian kejadian ini sangat tiba-tiba. Apalagi mamanya tadi pingsan saat mendengar keluarga akan miskin" kata Farel.
" Gue pengin banget nonjok mamanya kak Kevin" kata Adele.
" Kenapa nggak Lo tonjok aja tadi" kata Axel.
" Keburu mommy Lo udah maju"
" Alah! alasan aja Lo. Bilang aja takut"
" Heh! nggak ada kata kamus ya di hidup gue"
" Sama Daddy gue Lo juga nggak takut?"
" Ya itu lain cerita lha?!"
" Lain gimana?"
" Ya lain lha. Aura Daddy Lo itu kan agak gimana gitu. Dan lagi kalau dia ngeluarin taringnya serem banget"
" Apa Aura Lo berdua nurun dari Om Darren?"
" Maybe"
" Oh iya, kok gue nggak liat Tante Rania?" tanya Adele.
" Mungkin udah tidur. Lagian ini kan udah jam sepuluh malam " kata Alexa.
" Jam tidurnya kayak jam tidur anak sekolah, ya?"
" Bukan cuma Tante Rania. Mama sama papa aku jam sembilan malam juga sudah tidur" kata Farel.
" Mungkin karena besok mereka mau bangun pagi. Jadi harus tidur cepat. Dan sekarang kita juga harus tidur" kata Alexa.
" Kita tidur dimana?" tanya Alisha.
" Tidur di kamar gue. Yuk" ajak Alexa.
Mereka pun menyudahi obrolannya. Karena waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam. Dan lagi, mata mereka juga sudah lima Watt.
To be continue.
Sekilas info.
Malam teman-teman.
Tadi admin Feby kasih tau, kalau persyaratan GA nya di tambah seperti dibawah ini ya.
Pilih siapa yang akan jadi pacar Alexa & alasannya apa?.
Readers setia karya Feby
Vote + hadiah
Follow ig Feby.
Pengumuman pemenangnya nanti pas sudah ketahuan siapa pacarnya Alexa. Gomawo 🤗🤗
__ADS_1
Happy reading 😚😚.