Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Rencana kencan


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu. Kevin sudah mulai ujian kelulusan. Sedangkan Alexa dan kedua sahabatnya sibuk dengan bisnis online mereka.


Ya anak kelas satu dan juga dua, libur karena kakak kelas mereka sedang mengikuti ujian akhir sekolah. Waktu libur itu di gunakan oleh ketiga wanita cantik untuk bekerja.


Seperti sekarang ini, mereka sedang mengemas pesanan untuk dikirim pada pelanggan setia mereka. Hari ini mereka mendapatkan orderan yang lumayan banyak.


" Sha" panggil Adele.


" Hhmmm"


" Gimana cara ngajak Eca pergi kencan dengan cowok yang di biro jodoh itu?"


" Emang kapan?"


" Besok malam"


" Kita ajak aja dia ke tempat yang sudah di sepakati dengan cowok itu"


" Maksud gue alasan kita ngajak ke sana itu apa?"


" Bilang aja kita mau traktir dia makan "


" Boleh juga tuh ide Lo. Tapi kalau dia curiga gimana?"


" Iya juga ya. Gimana kalau Lo ganti tempat pertemuannya?"


" Mau ganti dimana?"


" Di taman, atau di alun-alun mungkin?"


" Benar juga. Kalau kita ngajak ketemuan di sana, otomatis Eca nggak akan curiga. Ya udah, kalau gitu gue pilih di taman aja deh"


Adele segera mengirim pesan pada lelaki bertopeng yang akan menjadi teman kencan sahabatnya. Ia berharap pertemuan sahabatnya dengan lelaki bertopeng itu berjalan dengan lancar.


" Kalian berdua lagi ngobrolin apa sih?" tanya Alexa yang baru muncul dari dapur.


" Masalah cowok gue" jawab Adele.


" Farel? kenapa lagi dia?"


" Ngajak gue ke taman besok malam"


" Ya udah pergi aja"


" Nggak lha"


" Tumben Lo nolak ajakan dia. Biasanya nggak pernah nolak"


" Gue nolak karena gue ingin ngajak Lo sama Alisha ke sana"


" Lo mau jadiin gue obat nyamuk?"


" Bukan lho? kita pergi bertiga aja ke tamannya"


" Emang ada apa di sana?" tanya Alisha pura-pura nanya.


" Gue juga nggak tau. Tapi kata orang-orang, di taman yang di jalan S itu lagi ngadain wisata kuliner"


" Wah seru tuh" kata Alexa.


Yes, ikan mulai terpancing guys.


" Iya, makanya gue ngajak Lo sama Alisha ke sana"


" Kalau gih ayo-ayo aja" kata Alisha.


" Gue juga "


" Berarti Lo setuju ya?" tanya Adele pada Alexa.


" Iya. Kebetulan kita juga udah lama nggak wisata kuliner"


" Ok, besok malam kita ke sana. Tapi kita dandannya agak beda dari biasa ya?"

__ADS_1


" Beda gimana?" tanya Alexa.


" Biasanya kan kita cuma pake bedak bayi. Nah besok malam, kita pake make up tipis"


" Kenapa harus pake make up?" tanya Alexa.


" Karena kita akan cuci mata di sana"


" Ada-ada aja Lo "


" Kita akan menggemparkan tempat kuliner itu dengan kecantikan kita nanti"


" Ya udah terserah Lo aja. Gue ngikut aja" kata Alexa.


" Eca memang yang terbaik"


Yes berhasil. Ikannya masuk perangkap guys.


" Ya udah, yuk lanjut lagi mengemas kuenya"


Adele dan Alisha tersenyum. Akhirnya rencana mereka berhasil. Ternyata perut bisa mengalahkan semuanya. Buktinya, sahabatnya yang biasanya sering curiga. Tapi pas mendengar wisata kuliner, dia langsung setuju.


Semua kue sudah siap di kirim ke alamat pelanggan mereka. Kali ini mereka akan mengantarkan sendiri kue-kue yang sudah di pesan itu.


" Kalau yang agak jauh, kita minta kurir aja yang nganterin" usul Alisha.


" Boleh. Ntar kita suruh Grab aja yang nganterin" kata Alexa.


" Ok, biar gue yang pesan Grab nya " kata Adele.


Ketiga gadis cantik itu memasukkan semua kue yang sudah di kemas tadi ke dalam mobil Alexa. Ini kali pertamanya mereka mengantarkan sendiri pesanan para pelanggan mereka.


...***...


Seorang lelaki tampan sedang memandang ponselnya. Ia baru mendapatkan pesan dari gadis yang akan berkencan dengannya besok malam.


" Ben"


" Iya tuan"


" Keren dan juga tampan tuan"


" Kalau saya kencan dengan seorang gadis yang umurnya di bawah saya gimana? cocok nggak?"


" Tentu saja cocok tuan. Emang tuan mau kemana?"


" Kencan?"


" Ke.. kencan?"


" Hhmmm"


" Sama siapa?"


" Ada deh"


Beni bingung. Sejak kapan tuanya itu punya kekasih. Padahal satu Minggu ini, tuannya itu sibuk di kantor. Jadi nggak akan sempat untuk mencari kekasih. Beni melirik tuannya.


" Ngapain kamu liatin saya kek gitu?!"


" Saya penasaran"


" Penasaran kenapa?"


" Tuan kan baru putus dengan nona Clara. Dan selama satu Minggu ini tuan juga sibuk kerja bersama dengan saya"


" Lalu?"


" Kapan tuan punya waktu mencari pacar. Dan tau-tau tuan udah mau pergi berkencan saja. Apa tuan ikut biro jodoh?"


" Nggak! lagipula ngapain saya ikut biro jodoh. Wajah saya tampan dan juga kaya, jadi nggak akan sulit untuk saya cari pacar"


Kenan sengaja berbohong pada asistennya. Apa jadinya kalau asistennya itu tau kalau ia ikut biro jodoh, bisa-bisa dia akan di ledek sama asistennya.

__ADS_1


" Iya juga sih. Tapi siapa gadis yang beruntung itu?"


" Saya lihat akhir-akhir ini kamu kurang kerjaan. Kalau gitu saya akan tambahin kerjaan kamu"


" Nggak! makasih. Saya sangat sibuk sekarang"


Beni segera keluar dari ruangan tuannya. Karena kalau ia masih di sana, bisa-bisa tuannya itu akan menambah pekerjaannya.


Kenan tersenyum melihat asistennya yang kabur begitu saja. Ternyata ancaman itu masih ampuh. Asistennya itu paling nggak suka di hukum dengan kerjaan dan juga potong gaji.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk! kenapa kamu balik la--"


Kenan tidak jadi melanjutkan ucapannya saat melihat bukan Beni yang masuk kedalam ruangannya.


" Siapa yang balik lagi?" tanya seorang wanita cantik.


" Beni. Kakak ngapain kesini?"


" Kenapa? ini juga perusahaan kakak. Dan lagi kakak kesini bawaan kamu kue "


" Udah nggak usah basa-basi. Kakak ngapain kesini?"


" Ternyata kamu memang adikku. Selalu to the point"


" Udah buruan! aku sibuk nih?"


Irene tersenyum mendengar ucapan adiknya itu. Adiknya itu memang selalu tau apa keinginannya.


" Tolong jaga Aiden ya"


Sudah gue duga. Pasti dia ada maunya datang ke kantor gue.


" Emang kakak mau kemana?"


" Kakak mau jalan sama Abang kamu"


" Ya ajak aja Ai. Kenapa dititipkan ke aku?. Emang kantor ku tempat penitipan anak"


" Kakak pengen ngedate berdua sama Abang kamu. Kalau ada Ai nggak kencan namanya"


" Tapi aku lagi sibuk Kak. Lagian Ai kan ada mbak nya. Kenapa nggak kasih sama mbak nya?"


" Kamu lupa? mbak Ai kan lagi pulang kampung. Jadi Abang kamu nggak mau menambah mbak yang baru"


" Ya udah. Ntar aku suruh Beni yang jaga Ai"


" Jangan! Beni lagi sibuk"


" Aku juga sibuk, Kak?"


" Nggak apa-apa. Ntar pengawal akan membawa Ai kesini. Kakak jalan dulu"


" Hhhmmm"


Sampai di depan pintu, Irene menghentikan langkahnya. " Kuenya jangan lupa di makan"


" Iya"


Irene tertawa melihat ekspresi wajah adiknya itu. Ia tau kalau adiknya itu sekarang lagi kesal. Tapi bagaimana lagi, putranya ingin Om nya yang menjaganya.


Apa kakak pikir kantor gue tempat penitipan anak ya.


Kenan melihat kotak kue yang dibawa kakaknya. Ada wajah tiga gadis cantik di sana. Dan ia seperti kenal wajah salah satu gadis itu. Tapi dia tidak ingat siapa.


To be continue.


Giveaway nya masih berlanjut ya teman-teman. Jadi jangan lupa, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


Happy reading 😚😚.


__ADS_2