
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*
Semua anggota yang ikut hiking tiba di sekolah jam 00.00. Satu persatu anggota hiking turun dari bus. Bagi mereka yang meninggalkan mobilnya di sekolah, mereka bisa langsung pulang ke rumah masing-masing.
Sedangkan empat sekawan menunggu di gerbang sekolah. Karena kemarin mereka perginya diantar, dan sekarang mereka sedang menunggu jemputan untuk pulang ke rumah.
" Kalian kok masih disini?" tanya Kevin.
" Nunggu jemputan Kak" jawab Adele.
" Yuk naik, biar saya yang antar kalian pulang. Lagian ini udah malam"
" Sebelumnya terima kasih Kak, tapi sebentar lagi jemput kita udah datang kok"
" Oh ya udah, kalau gitu saya jalan dulu "
" Iya Kak"
Kevin melajukan mobilnya meninggalkan empat sekawan. Ia melihat gadis cantik yang sudah mencuri hatinya sejak pertama sekolah melalui kaca spion mobilnya.
Ia tersenyum kala melihat Alexa menguap, sepertinya gadis cantik itu masih mengantuk. Tapi sayangnya ia tidak bisa mengantarkan dia pulang.
" Axel, coba telpon paman" kata Alexa.
" Ini sedang menghubungi paman"
" Terus apa kata paman? udah nyampe dimana dia?"
" Ck, kamu itu bawel banget sih! diam dulu, aku mau ngomong sama paman"
" Emang telponnya udah tersambung?"
" Adele, Lo bungkam mulut Eca dulu" kata Axel.
" Dasar adik durhakim, beraninya meminta Adele untuk melakukan hal yang tidak baik"
" Habisnya di suruh diam malah ngomong terus"
Panggilan telepon pun tersambung.
" Hallo paman"
" Iya Axel"
" Paman udah nyampe mana?"
" Udah dekat gerbang sekolah, kamu tunggu aja"
" Baiklah"
Panggilan pun berakhir. Axel menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Paman bilang apa?" tanya Alexa lagi.
Baru mau menjawab pertanyaan saudara kembarnya. Tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil. Dan Axel sangat mengenal bunyi klakson itu.
" Nggak usah jawab, paman udah datang kok. Tolong bawa koper kakak kamu yang cantik ini ya? " kata Alexa sambil berlari menuju mobil pamannya.
Axel hanya bisa pasrah, walau bagaimanapun dia tidak bisa marah sama kembarannya itu. Ia pun menarik kopernya dan juga koper sang kakak ke mobil. Diikuti sama Farel dan juga Adele.
" Paman lama banget sih datangnya?" tanya Alexa setelah duduk di samping Nando.
" Maaf, tadi mampir ke supermarket sebentar"
" Ada beli permen karet nggak?"
" Ada, liat aja dalam kantong plastik putih itu"
" Paman memang yang terbaik" puji Alexa sambil membongkar isi kantong plastik yang ada di depannya itu.
" Ketemu nggak?"
" Ketemu dong. Makasih paman" ucap Alexa sambil mencium pipi Nando.
__ADS_1
Deg.
Jantung Nando berdegup kencang. Ia menatap gadis cantik yang ada di sampingnya itu. Tidak mungkin dia suka sama keponakannya itu kan?. Nando tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Mungkin ia hanya kaget, karena Alexa tiba-tiba mencium pipinya.
" Paman kenapa? pusing?" tanya Alexa.
" Nggak"
" Terus kenapa geleng-geleng kepala"
" Kenapa kamu bawel banget hari ini, hhmm?" kata Nando sambil mengacak rambut keponakannya itu.
" Emang Eca bawel ya paman?"
" Hhmm"
" Eca bawelnya cuma sama Axel dan juga sama paman aja"
" Oh iya? bukannya sama semua orang Eca bawelnya?"
" Nggak! sama orang yang nggak Eca kenal Eca nggak bawel. Eca malah terkesan cuek sama orang yang nggak dikenal"
Axel dan kedua sahabatnya sampai di mobil. Ia sangat kesal dengan saudara kembarnya itu.
" Wajah kamu kenapa jelek kek gitu?" tanya Alexa saat Axel sudah masuk kedalam mobil.
Axel hanya diam saja. Ia tidak mau berdebat dengan saudara kembarnya itu.
" Kalau orang nanya itu dijawab Axel. Apa kamu bisu?"
" Jangan ganggu gue!"
" Wih roman-romannya ada yang lagi kesal nih?" kata Alexa.
" Paman putar musiknya dong. Malas denger bunyi kenalpot bising"
" Maksud Lo suara gue kek kenalpot gitu?"
" Sudah-sudah! kasian Farel sama Adele, mereka pusing mendengarkan perdebatan kalian" kata Nando.
" Ya suara Eca emang sangat merdu. Jadi sekarang duduk yang manis paman mau nyetir"
" Ok"
Nando menyalakan mesin mobilnya. Ia melajukan mobilnya meninggalkan gerbang sekolah.
...***...
Darren pusing melihat istrinya yang seperti setrika maju mundur cantik. Padahal Nando sudah memberitahu kalau keempat sekawan itu baik-baik saja. Tapi tetap saja istrinya khawatir.
" Sayang"
" Hhmm"
" Duduk yuk"
" Ntar aja By, aku lagi nunggu twins "
" Tunggunya sambil duduk. Emang kamu nggak capek mondar-mandir kek setrikaan gitu?"
" Nggak! "
Darren menarik tangan istrinya, sampai sang istri terduduk di pangkuan suaminya.
" Duduk manis disini, aku pusing liat kamu mondar-mandir kek gitu"
" Aku nggak bisa tenang By?"
" Aku mengerti perasaan kamu sayang. Aku pun juga khawatir sama mereka. Nando kan udah bilang tadi, kalau twins baik-baik saja. Dan sekarang mereka sudah di jalan mau ke mansion"
" Baiklah, aku akan duduk manis di sini"
" Gitu baru benar. Aku tuh sedih tau nggak?"
__ADS_1
" Sedih kenapa?" tanya Kiran.
" Karena dari tadi aku di anggurin sama kamu"
Kiran menatap suaminya itu. Ia baru sadar kalau daritadi ia tidak melayani suaminya. Mulai dari makan malam tadi. Karena terlalu khawatir dengan twins.
" Maaf, karena sudah mengabaikan hubby" ucap Kiran sambil mengecup bibir suaminya sekilas.
Darren tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia menahan tekuk sang istri. Ia memperdalam ciumannya.
Kiran membalas ciuman suaminya. Ia mengalungkan tangannya di leher sang suami. Cukup lama mereka berciuman, hingga bunyi klakson mobil menghentikan ciuman yang panas itu.
" Sepertinya twins udah pulang" kata Kiran setelah melepaskan ciumannya.
" Seperti begitu"
Kiran turun dari pangkuan suaminya. Pasutri itu pergi ke teras untuk menyambut kepulangan twins.
" Mommy" panggil Alexa sambil berlari menghampiri sang mommy.
" Eca baik-baik saja" kata Kiran sambil memeriksa keadaan putrinya dari atas sampai bawah.
" Eca baik-baik saja. Tapi Axel yang tidak baik"
" Tidak baik? apa Axel terluka?" tanya Kiran dengan nada khawatir.
" Nggak"
" Lalu tidak baik kenapa?"
" Eca juga nggak tau, karena sejak di sekolah wajahnya selalu jelek kek gitu"
Kiran menoleh kearah putra tampannya itu. Ia melihat wajah putranya masih terlihat tampan, dan malah tambah tampan lagi. Tapi kenapa putrinya bilang kalau wajah Axel jelek.
" Are you ok, boy ?"
" I'm ok, Mom "
" Terus kenapa Eca bilang kamu tidak baik-baik saja?"
" Itu karena dia Mom"
" Karena aku? emang aku ngapain?" tanya Alexa tanpa dosa.
" Karena kamu daritadi bikin aku kesal. Dasar kenalpot bising!"
" Axel! gue kutuk Lo jadi wajan penggorengan!"
" Kutukan kamu nggak akan mempan sama aku?"
" Why?"
" Karena kamu kakak durhakim"
" Heh! mana ada kakak durhakim. Yang ada itu adek durhakim"
" Tuh buktinya ada "
" Mommy coba liat Axel, dia selalu mem-bully Eca?" kata Alexa dengan wajah sedihnya.
" Ck, dasar ratu drama"
" Tuh kan Mom, cuma dia adek durhakim di dunia ini"
" Enak aja. Aku itu adek dan juga anak yang paling berbakti"
" Preeeettt"
" Ih Eca jorok, masa kentut di depan mommy dan juga Daddy"
" Axel..! gue bunuh juga Lo "
Axel segera kabur kedalam mansion. Alexa pun mengejar adiknya itu. Kiran dan Darren hanya bisa menghela nafas. Padahal ia sangat mengkhawatirkan twins. Tapi coba lihat orang yang ia khawatirkan. Mereka malah sibuk berantem.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚