
Keesokan harinya.
Selesai sarapan, Alexa dan kedua cowok tampan sudah siap untuk pergi ke ruko yang akan menjadi toko kue nya nanti.
" Eca udah siap?" tanya Abimanyu.
" Udah Bang"
Varo membukakan pintu mobil untuk keponakan cantiknya.
" Silakan masuk tuan putri"
" Makasih paman kecil "
Alexa sangat senang dan bahagia karena diperlukan bak seorang putri raja oleh kedua lelaki tampan itu.
" Axel baik-baik di mansion, ya?" kata Alexa.
" Aku juga ikut lha. Kan pacar aku juga ikut"
" Nggak boleh! karena ini urusan cewek"
" Bang Abi sama paman kan bukan cewek"
" Kalau Abang sama paman kan jadi sopir aku. So mereka boleh ikut"
" Aku ikut pake mobil aku sendiri"
" Mau pake mobil kamu sendiri kek, pake mobil Daddy kek. Pokoknya kamu nggak boleh ikut"
" Kejam banget sih Lo sama adek sendiri"
" Biarin"
" Sudah-sudah, biarkan saja Axel ikut" kata Varo.
" Makasih paman "
Axel segera mengambil mobilnya. Alexa hanya bisa menghela nafasnya. Kenapa sang paman membiarkan Axel ikut dengan mereka.
" Adele buruan" kata Alexa saat melihat sahabatnya sedang berlari menuju mobil milik Abang nya.
" Sesak nafas gue, berasa kek baru dikejar rentenir"
" Ya udah, ambil nafas dulu. Lagian ngapain Lo lari-lari kek tadi?"
" Gue lari kek tadi karena takut ditinggal sama Lo "
" Nggak mungkin lha gue tinggalin Lo. Kan kita mo lihat ruko yang sebentar lagi akan jadi toko kue kita. Yuk buruan masuk"
" Ok "
" Pake sabuk pengamannya, Del" kata Varo.
" Eh! ada paman Varo. Iya paman, ini udah di pake"
" Siap berangkat" kata Abimanyu.
" Siap!"
Abimanyu menyalakan mesin mobilnya. Perlahan ia mulai melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik aunty nya. Diikuti sama mobil Axel dibelakang.
" Axel ikut juga?"
" Iya, dia nggak mau ditinggal"
" Jemput Alisha kah dia?"
" Nggak! Alisha satu mobil sama kita"
Mobil mewah itu terus melaju membelah jalan ibu kota.
" Di blok mana rumah ceweknya Axel?" tanya Abimanyu.
" Blok D, Bang"
Abimanyu pun membelokkan mobilnya ke kompleks perumahan blok D. Komplek itu juga termasuk kompleks elite.
" Rumahnya no 53 ya, Bang"
" Siap tuan putri"
__ADS_1
Mereka pun sampai di depan rumah Alisha. Abimanyu pun membunyikan klakson mobilnya.
Tin... tin.
Tak butuh waktu lama, seorang gadis cantik pun keluar dari dalam rumah. Gadis cantik itu segera menghampiri mobil mewah itu.
" Sha, buruan masuk! ada mobil pacar Lo dibelakang" kata Adele.
" Axel?"
" Iya siapa lagi"
Alisha segera masuk kedalam mobil sahabatnya. Setelah Alisha masuk, Abimanyu pun melajukan mobilnya kembali.
" Tadi dia bilang mau istirahat, tapi sekarang kok malah ikut?" kata Alisha.
" Sebenarnya dia emang mau di mansion aja. Tapi mendengar nama Lo, dia langsung semangat pengen ikut" kata Alexa.
" Untung Farel nggak mau ikut" kata Adele.
Abimanyu dan Varo hanya jadi pendengar yang baik. Mereka tidak tau apa yang dibicarakan oleh ketiga gadis cantik itu.
Drrrrttt..
Ponsel Alexa bergetar. Gadis cantik itu segera mengambil ponselnya di dalam tas kecil yang dia bawa. Ia menghela nafas saat melihat nama sang penelepon.
" Siapa?" tanya Adele.
" Om gunung es"
" Jawab dong "
" Malas"
" Siapa tau dia kangen sama Lo?"
" Ngaco Lo ah. Mana mungkin dia kangen sama gue"
" Udah buruan jawab telponnya"
Mau nggak mau Alexa pun menjawab telepon dari Kenan.
" Wa'alaikum salam. Lagi dimana?"
" Dijalan"
" Emang mau kemana?"
" Ke rumah calon mertua"
Alisha dan Adele kaget mendengar jawaban sahabatnya itu. Sejak kapan Alexa punya calon mertua? begitu lha kira-kira yang ada dalam pikiran kedua cewek cantik itu.
" Jangan bohong"
" Siapa juga yang bohong"
" Coba liat"
" Liat apa?"
" Kalau emang lagi di jalan"
Alexa pun mengubah panggilan ke mode video.
" Tuh, liat kan?"
" Kasih tau alamat calon mertuanya?"
" Buat apa?"
" Saya mau samperin ke sana"
Tawa Alexa pun pecah. Ia tidak menyangka kalau lelaki yang terkenal dingin itu mau nyamperin aunty-nya.
" Kenapa kamu tertawa? kamu pikir saya bercanda?!"
" Nggak, lagian ngapain Om mau nyamperin calon mertua aku?"
" Mau suruh mereka putusin hubungan kamu sama anaknya"
" Kalau calon mertua aku nggak mau gimana?"
__ADS_1
" Saya kirim mereka ke neraka"
Alexa kaget mendengar jawaban lelaki tampan itu. Bagaimana bisa dia mau mengirim aunty nya ke neraka.
" Kenapa kaget begitu? kamu nggak percaya aku bisa kirim mereka ke neraka?!"
" Percaya, tapi Om nggak tau siapa calon mertua aku itu. Takutnya Om duluan yang dikirim ke neraka"
" Mana bisa mereka kirim saya ke neraka. Emangnya siapa mereka?"
" Ntar kalau tau, Om nangis lagi"
" Kamu pikir saya ini cowok cengeng. Udah buruan kasih alamatnya. Atau saya cari tau sendiri?"
" Cari tau aja sendiri"
" Ok, jangan nyesel nanti kalau kamu nggak jadi sama cowok itu"
" Aku nggak akan nyesel"
" Baiklah, tunggu saya di sana"
Sambungan telepon pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya.
" Wah parah Lo, Cha" kata Adele.
" Parah gimana?"
" Masa Om tampan Lo kerjain"
" Biarin. Gue pengen liat, keberaniannya seperti apa"
Tanpa terasa mereka pun sampai di bangunan berbentuk ruko. Yang mana nanti ruko itu akan jadi toko kue ketiga cewek cantik itu.
" Ini rukonya?" tanya Varo.
" Iya paman" jawab Abimanyu.
" Pinter juga Eca cari lokasi"
" Iya dong paman. Yuk kita lihat ke dalam"
Mereka semua pun masuk kedalam ruko. Jadi nantinya Alexa tau bagian mana yang akan di renovasi.
" Kenapa nggak bangun cafe aja di samping toko kuenya?" kata Varo.
" Menurut aku juga gitu paman. Karena lokasi tokonya kan dekat sama kampus. So sangat bagus untuk tempat nongkrong" kata Abimanyu.
" Kita bertiga sih mau-mau aja paman. Tapi budget nya kurang" kata Alexa.
" Emang berapa kurangnya?" tanya Varo.
" Nggak tau. Soalnya kan mau renovasi ruko, terus buat tempat parkir juga"
" Berapa kurangnya nanti, biar paman yang tambah"
" Nggak usah paman. Eca mau belajar bisnis, kalau dibantu semua gimana Eca mau sukses"
" Ya udah gini aja, anggap aja itu pinjaman. Bagaimana?"
" Gimana Sha, Del?" tanya Alexa.
" Kita berdua sih setuju-setuju aja "
" Kita setuju paman"
" Bagus, nanti kasih tau paman kapan mau dibangun cafe nya. Biar paman yang bilang sama mandor bangunan yang ada di perusahaan paman"
" Kalau bisa sih secepatnya paman"
" Ya udah, mulai aja Minggu depan. Lebih cepat kan lebih bagus. Gimana? setuju nggak dengan usul Abang?"
" Setuju" jawab ketiga gadis cantik itu.
" Ok, Minggu depan kita akan eksekusi ruko dan juga bangun cafe nya" kata Abimanyu.
Ketiga gadis cantik itu berharap usaha mereka nanti akan berhasil dan juga sukses. Seperti dua lelaki tampan yang ada di depan mereka.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1