
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*
Setelah selesai memakan cimol dan juga beberapa makanan yang lain, Empat sekawan itupun berpamitan dengan kakak senior mereka.
" Kalian kesini sama apa?" tanya Kevin.
" Motor " jawab Axel.
" Alexa sama motor juga?"
" Iya Kak. Ya udah kalau gitu kita pamit dulu ya Kak"
" Tunggu! minta nomor ponsel kalian dong. Biar nanti kita bisa kontek-kontekan " kata Citra.
Empat sekawan itu pun memberikan nomor ponsel mereka pada Citra.
" Ok, nanti aku masukin kalian ke grup ya" kata Citra.
" Grup apa?" tanya Alexa.
" Grup pertemanan. Nggak apa-apa kan?"
" Nggak apa-apa kok Kak. Kalau tidak ada lagi, kita mau pamit dulu ya Kak"
" Ok, hati-hati dijalan"
" Makasih Kak"
Setelah berpamitan dengan seniornya, empat sekawan itu pun pergi ke tempat dimana motor mereka diparkirkan.
" Kenapa kamu nggak balas saat Kak Rian ganggu kamu?" tanya Alexa setelah mereka tiba di tempat parkir.
" Aku nggak mau cari ribut" jawab Axel.
" Tapi dia udah dua kali cari masalah sama kamu"
" Biarkan saja. Lain kali kalau dia masih cari masalah, aku tidak akan tinggal diam"
" Harus! karena tidak ada yang boleh menindas keluarga kita"
" Hhhmm"
" Yuk Adele, naik"
Adele segera naik ke atas motor Alexa. Setelah memastikan sahabatnya duduk dengan baik, barulah Alexa melajukan motornya. Diikuti sama Axel dibelakang. Dua motor sport itu melaju dengan kecepatan sedang.
...***...
" Lo kenapa sih Yan? selalu aja cari masalah sama Axel?" tanya Kevin.
" Tau tuh, kek bocah aja" kata Intan.
" Kan gue udah bilang tadi sama kalian. Gue nggak suka sama tuh bocah " kata Rian.
" Alasannya?"
" Karena dia itu sok kecakapan"
" Kan emang dia cakep" kata Intan.
" Cakep darimana?"
" Ya dari semuanya"
" Eleh, itu karena Lo suka sama dia, makanya Lo bilang begitu"
" Sembarang aja Lo kalau ngomong. Gue itu bicara apa adanya. Benar nggak Cit?"
" Benar banget"
" Alah! ngaku aja"
" Yuk Vin cabut, kita tinggalin aja cowok spaning ini" kata Intan.
Intan dan Citra menarik tangan Kevin pergi dari sana.
" Hei! tungguin gue" kata Rian sambil berlari mengejar ketiga sahabatnya.
Kevin dan kedua sahabatnya terus saja berjalan, tanpa menghiraukan panggilan Rian. Mereka bertiga terus berjalan menuju parkiran.
__ADS_1
" Kalian kenapa ninggalin gue gitu aja" kata Rian setelah ia berhasil menyusul teman-temannya.
" Makanya lain kali kalau ngomong jangan emosi" kata Intan.
" Kapan gue emosi"
" Itu tadi"
" Itu karena gue kesel setiap ketemu tuh bocah"
" Lo kan udah gede ya, seharusnya Lo bisa mengontrol emosi Lo " kata Kevin.
" Gue nggak suka aja liat dia dekat-dekat sama Alexa"
" Lo aneh tau nggak?"
" Aneh gimana?"
" Ya wajarlah Axel dekat sama Alexa, wong dia cowoknya Alexa"
" Ya kan nggak harus selalu nempel kek cicak gitu dong"
" Ya terserah dia lha mau nempel terus sama Alexa"
" Makanya gue nggak suka"
" Sudah-sudah, yuk buruan masuk" kata Citra.
Intan dan Rian masuk kedalam mobil Kevin.Ya mereka pergi dengan mobil Kevin. Soalnya tadi mamanya suruh untuk ngajak Citra jalan-jalan. Sekalian aja dia ngajak Intan sama Rian. Mobil mewah itu melaju meninggalkan area parkiran.
...***...
Empat sekawan itu sampai di mansion. Adele dan Farel tidak langsung pulang, karena orang tua mereka masih berada di mansion Twins.
" Kalian sudah pulang?" tanya Serly saat melihat empat sekawan.
" Sudah" jawab Serly.
" Mana jajanannya untuk mommy?" tanya Kiran pada twins.
" Emang tadi mommy minta dibeliin apa?" tanya balik Alexa.
" Mommy nggak ada minta beliin apa-apa. Tapi kan setidaknya Eca belikan untuk mommy"
" Ya udah nggak apa-apa. Sekarang kalian tidur gih, udah malam. Besok sekolah kan?"
" Iya Mom"
" Adele sama Farel mau nginep disini atau gimana?" tanya Kiran.
" Mama Adele nginep disini Tante?" tanya balik Adele.
" Nggak, bentar lagi mama sama papa pulang" jawab Serly.
" Kalau gitu Adele tunggu mama sama papa aja"
" Yuk kita pindah ruangan. Karena disini orang tua semua" kata Alexa.
" Betul, obrolannya juga pasti bukan seputar dunia kita" kata Axel.
Empat sekawan itu pindah ke ruang tamu. Alexa dan Axel menemani kedua sahabatnya menjelang orang tua mereka selesai mengobrol.
" Eca" panggil Axel.
" Hhmm"
" Kayaknya Kak Kevin suka sama kamu, deh?"
" Jangan ngaco kamu"
" Beneran"
" Mending kamu cuci muka dulu gih, biar nggak ngantuk"
" Apa hubungannya mata sama omongan?"
" Ya adalah, karena kamu mengantuk? omongan kamu jadi nggak bener"
" Tapi apa yang dibilang Axel bener" kata Farel.
__ADS_1
" Nambah satu orang yang ngaco lagi" kata Alexa.
" Beneran Eca. Coba aja liat cara dia menatap kamu"
" Itu cuma perasaan kalian berdua saja. Lagipula aku nggak terlalu akrab sama dia"
" Ntar lama-lama juga akrab" kata Axel.
" Bener sih apa yang dibilang Farel sama Axel" kata Adele.
" Kenapa kamu jadi ikut-ikutan mereka berdua" kata Alexa.
" Beneran Eca. Coba deh liat bagaimana Kak Kevin memperlakukan kamu"
" Menurut gue biasa aja"
" Nggak biasa. Contohnya aja tadi, dia nawarin makanannya cuma sama kamu. Sedangkan kita bertiga nggak ditawarin" kata Adele.
" Benar itu" kata Axel.
Alexa menatap tajam adiknya itu. Bisa-bisanya sang adik mengajak kedua sahabatnya untuk berpihak kepadanya.
" Kalian berdua dibayar berapa sama Axel?" tanya Alexa.
" Bayar apaan?" tanya Axel.
" Gue nggak nanya sama ELO, jadi Lo diem aja"
" Gimana mau diem, kamu fitnah aku"
" Cepat jawab Adele, Farel" kata Alexa.
" Axel nggak ada bayar kita" jawab Adele dan Farel serentak.
" Jangan bohong?"
" Beneran Eca. Lagian mana mau sih Axel kasih duit kita" kata Adele.
" Kalau Axel nggak bayar kalian berdua, terus kenapa kalian berdua berpihak pada bocah itu"
" Kita berdua nggak berpihak sama Axel, tapi kita memang melihat sendiri kalau Kak Kevin itu suka sama Lo"
" Ck, kalian bertiga sama aja. Dan kalau pun Kak Kevin suka sama gue, gue nggak suka sama dia"
" Kenapa?" tanya Adele.
" Karena gue masih kecil, jadi tidak boleh berpacaran"
" Kalau seandainya Kak Kevin nembak Lo?" tanya Adele.
" Untuk sekarang ini, gue milih berteman dulu. Karena gue juga belum mengenal dia. Begitupun dengan dia"
" Ya kan tinggal kenalan aja" kata Farel.
" Nggak semudah itu Ferguso" kata Alexa.
" Lo kayak nggak tau Eca aja. Diakan tidak mudah didekati" kata Adele.
" Kalau kamu mudah didekati nggak?" tanya Farel.
Wajah Adele seketika memerah mendengar pertanyaan yang nggak bermutu dari Farel. Bisa-bisanya lelaki itu bertanya seperti itu.
" Nggak! "
" Baguslah"
" Kayaknya kalian berdua cocok untuk jadi pasangan kekasih " kata Alexa.
" Ya betul. Dan lagi, gue juga sering liat Farel curi-curi pandang sama Adele" kata Axel.
" Kok jadi bahas gue" kata Farel.
" Karena topik mengenai kalian berdua lebih menarik, dibandingkan topik gue"
" Gue cabut dulu ya, udah ngantuk" kata Adele. Ia tidak ingin ditanya-tanya sama Eca.
" Gue juga" kata Farel.
Adele dan Farel segera pergi dari sana. Mereka berdua tidak ingin di interogasi oleh Twins. Bisa-bisanya Eca membalikkan keadaan. Padahal tadi mereka sedang membahas dia dengan Kak Kevin. Tapi dengan mudahnya Eca mengganti topik dirinya menjadi topik mereka berdua.
__ADS_1
To be continue..
Happy reading 😚😚