
Seminggu kemudian.
Kenan sedang mengukur pakaian di butik langganan keluarganya. Padahal kerjaannya lagi banyak, tapi sang mama memaksanya untuk pergi ke butik.
" Emang pakaiannya harus serasi ya Ma?"
" Harus dong "
" Padahal pake kemeja putih sama jas hitam aja kan bisa"
" Nggak bisa. Ini kan mau acara lamaran kamu, jadi mana boleh sembarangan kek gitu pakaiannya"
" Peraturan darimana yang mengharuskan pakaiannya harus seragam?"
" Peraturan keluarga besar kita. Udah manut aja, kalau tidak, nggak usah nikah sama Alexa"
" Ngancem nya gitu amat"
" Makanya manut"
" Ini udah manut Ma"
Pemilik butik pun segera mengukur pakaian untuk Kenan. Ia tidak menyangka hubungan dengan sang kekasih sudah berada di tahap ini. Selangkah lagi ia dan Alexa melangkah ke jenjang pernikahan.
" Akhirnya putra kesayangan mama sold out juga"
" Emang Ken barang"
" Ya bisa dibilang begitu"
" Makasih ya Ma"
Helena kaget mendengar ucapan putranya. Jarang banget putra kesayangannya minta makasih.
" Makasih sudah mendukung Ken sampai saat ini"
" Itulah tugas orang tua, mendukung semua keputusan anaknya. Mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu"
Kenan memeluk mamanya. Dengan senang hati Helena membalas pelukan putranya. Jarang-jarang Kenan mau memeluknya seperti ini. Karena biasanya mereka berdua selalu gelud.
" Mama adalah mama yang terbaik di dunia"
" Kamu juga putra terbaik mama. Walaupun terkadang kamu sering buat mama kesal. Tapi mama tau itu bentuk rasa sayang kamu sama mama dan juga keluarga kita"
" Ken minta maaf ya Ma, kalau selama ini Ken udah nyusahin mama"
" Mama nggak pernah merasa direpotkan sama kamu"
" Ken sayang mama"
Air mata Helena menetes tanpa permisi. Baru kali ini sang putra bicara seperti itu. Biasanya putranya tak pernah menunjukkan rasa sayangnya seperti ini.
" Mama juga sangat sayang menyayangi kamu"
Irene pun ikut bahagia melihat mama dan juga adiknya. Dua orang yang selalu gelud, sekarang terlihat akur. Bahkan ia tidak menyangka kalau adiknya akan mengatakan kata-kata langka pada sang mama. Kerena biasanya adik dan mamanya seperti tom and Jerry.
" Kamu kenapa sayang?"
" Aku nggak apa-apa yank"
" Terus kenapa kamu menangis?"
" Terharu aja melihat mama dan Kenan"
Arka pun mengalihkan pandangannya ke arah mamanya. Senyum pun terukir di bibirnya. Sungguh pemandangan yang sangat indah dan juga langka.
" Adem ya liatnya"
" Iya yank"
__ADS_1
" Aku tau Ken sangat menyayangi mama, cuma dia nggak bisa menunjukkan seperti orang lain"
" Iya sama kayak kamu"
" Kok aku?"
" Kamu dulu juga nggak bisa menunjukkan dengan romantis. Tapi setelah menikah kamu jadi sangat romantis"
" Benarkah?"
" Hhmmm"
" Berarti waktu pacaran dulu aku nggak romantis?"
" Romantis, tapi setelah menikah lebih romantis"
" Maaf ya kalau dulu aku kurang romantis?"
" Nggak apa-apa sayang, aku suka kamu yang apa adanya. Jadi romantisnya nggak terpaksa"
" Nggak lha. Keromantisan itu tulus aku berikan untuk kamu. Dan aku rasa Kenan juga seperti itu sama Alexa"
" Iya, dia bahkan memperhatikan hal-hal kecil yang disukai dan yang tidak disukai sama Alexa"
" Sekarang dia lebih peka"
" Hhmmmm"
" Rasa sayang dan takut kehilangan akan merubah semua sifat lelaki. Yang dulunya cuek, sekarang lebih peka"
" Aku senang dan bersyukur melihat Kenan mendapatkan tambatan hati yang sangat baik dan juga cantik seperti Alexa"
" Iya, nggak kayak mantannya yang dulu. Jangan kan sama keluarga, sama Aiden aja dia jahat"
Arka mengelus kepala sang istri. " Sabar, sekarang Ken sudah menemukan orang yang tepat. Dan putra kita juga sangat menyayangi Alexa"
" Itu karena aura positif yang ada pada Alexa, jadi siapa aja yang dekat sama dia langsung suka sama kepribadiannya"
" Kamu bener sayang"
" Yuk kita samperin mama dan Ken"
" Hhmmm"
Ehem.
Kenan melepaskan pelukannya dari sang mama. Ia melihat sang kakak sudah berada di hadapannya.
" Sejak kapan bos mafia melow kayak gini"
" Siapa yang melow"
" Kamu lha, emang siapa lagi"
" Mana ada aku melow"
" Itu buktinya kamu nangis"
Kenan segera mengusap air matanya. Ia tidak ingin bodyguard-nya melihat kalau ia lagi menangis.
" Kalian sudah selesai mengukur pakaiannya?"
" Sudah Ma"
" Ai juga sudah selesai di ukur Nek"
" Benarkah?"
" Iya, kata tantenya Ai sudah tinggi"
__ADS_1
" Tentu saja Ai sudah tinggi. Ai kan sering loncat-loncat sama berenang"
" Emang kalau kita rajin berenang, tubuh kita bisa tinggi ya, Nek?"
" Tentu saja bisa. Buktinya sekarang Ai sudah tinggi"
" Berarti Ai sudah bisa melindungi mama"
" Kalau mau melindungi mama, bukan cuma harus tinggi saja. Tapi juga harus jago bela diri" kata Kenan.
" Ai mau belajar bela diri Om, biar kelak Ai bisa melindungi mama dan juga nenek"
" Jadi cuma mama sama nenek aja yang dilindungi. Papa sama kakek nggak?"
" Papa sama kakek kan laki-laki, jadi bisa jaga diri sendiri. Om bilang kalau anak cowok itu harus kuat "
" Ponakan Om memang pintar"
Kenan menggendong ponakan satu-satunya itu. Hadirnya Aiden dalam keluarga kakaknya sangat lha berarti. Karena itulah Aiden dikawal dengan begitu ketat. Sebab musuh tidak tau kapan akan datangnya.
" Ma, Ken pamit dulu ya"
" Mau kemana?"
" Balik ke perusahaan lha. Kerjaan Ken masih banyak"
" Ya udah, semangat kerjanya"
" Makasih Ma. Ken pamit dulu semuanya"
" Hati-hati di jalan Om"
Kenan menganggukkan kepalanya.
" Ken"
" Ya Bang"
" Beni ketinggalan tuh"
" Astaga, emang dia dimana?"
" Tadi masih mengukur baju sama kekasihnya"
Kenan menghela nafasnya. Ia lupa kalau ke butik sama asistennya. Kalau ia pergi duluan, otomatis Beni sama Anya kembali ke perusahaan dengan taksi. Karena Kenan ikut mobil Beni ke butik.
Ya Kenan dan keluarganya sudah menganggap Beni sebagai anggota keluarga mereka. Jika ada acara penting di keluarga Richard, Beni pasti diikut sertakan di sana. Bahkan mama Kenan tidak membedakan antara putranya dengan Beni. Bahkan Helena memberikan kasih sayang yang sama pada Beni.
" Itu Beni sama Anya" kata Irene.
" Ngukur baju lama banget sih Ben?"
" Maaf tuan. Tadi Amora ngajak ngobrol dulu"
" Kamu mau aja di ajak ngobrol sama manusia nggak bertulang itu"
Ya Amora adalah lelaki gemulai. Ia salah satu karyawan di butik itu. Walaupun dia gemulai seperti itu, tapi kerjaannya sangat rapih dan juga bagus. Makanya dia jadi karyawan senior di butik itu.
" Yuk balik ke kantor"
" Iya tuan"
Beni pun berpamitan dengan kedua orang tua Kenan. Begitu juga dengan Anya. Setelah itu mereka pun pergi dari butik. Sedangkan mama dan kakak Kenan melanjutkan ke mall, karena mereka akan mencari seserahan untuk Alexa.
To be continued.
Maaf baru bisa up ya teman-teman. Tinggal beberapa bab lagi cerita twins A akan tamat. Gomawo untuk kalian yang masih menunggu kelanjutan kisah twins A
Happy reading 😚😚
__ADS_1