Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Pembalasan yang cerdas


__ADS_3

Axel baru sampai di perusahaan Daddy-nya. Motor matic milik sang Mamang agak rendah. Dikarenakan postur tubuhnya yang tinggi, dirinya agak kesusahan membawanya.


" Axel"


" Eh Fikri"


" Bawa motor sendiri?"


" Iya, motor boleh minjam"


" Bohong banget kamu"


" Beneran, ngapain juga aku bohong. Oh iya gimana makanan kemarin?, adik kamu suka nggak?"


" Alhamdulillah suka Xel. Bahkan mereka makan dengan lahap"


" Alhamdulillah, syukurlah Fik. Aku ikut senang mendengarnya"


" Tapi aku masih kepikiran sama orang yang ngasih makanan kemarin"


" Kepikiran gimana?"


" Kenapa dia ngasih makanan sama aku. Padahal kita nggak saling kenal"


" Mungkin dia lebih beli makanannya"


" Bukan cuma makanan, dia juga ngasih aku uang. Awalnya aku tolak, tapi Om itu maksa aku. Soalnya aku takut uang itu di dapat dari jalan yang tidak benar"


" Nggak boleh Suudzon"


" Bukan Suudzon, zaman sekarang kan banyak tikus berdasi"


" Ya kamu benar. Makanya kita harus basmi tikus berdasi itu"


" Kira-kira di perusahaan Narendra ada tikus berdasi juga nggak, ya?"


" Mungkin"


" Sayang banget sih kalau ada. Karena CEO disini sudah sangat baik sama karyawannya. Hanya orang-orang tertentu saja yang memanfaatkan jabatan mereka untuk menindas karyawan lain. Seperti kita ini"


" Emang kamu pernah bertemu dengan CEO perusahaan ini, Fik?"


" Kalau bertemu langsung sih belum Xel. Cuma liat dari jauh aja. CEO kita itu tampan lho?"


Axel tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. Ia tidak menyangka kalau Fikri akan memuji ketampanan Daddy-nya.


" Tapi aku lihat sekilas, wajah kamu kok mirip sama CEO ya, Xel?"


" Ma..masa sih Fik?"


" Iya bener"


" Kamu salah lihat kali. Lagian mana mungkin wajah CEO mirip OB"


" Mungkin. Ya udah yuk masuk, ntar senior marah kalau kita telat datang dari mereka"


" Hhmmm"


Axel dan Fikri pun masuk kedalam kantor. Mereka berdua pun mengantre masuk kedalam lift. Karena pagi itu karyawan yang datang sudah banyak.


" Fik"


" Iya Xel"


" Nanti yang bersihin Divisi keuangan siapa?"


" Aku juga nggak tau, kan yang ngatur semuanya senior. Kenapa?"

__ADS_1


" Nggak apa-apa Fik. Aku cuma pengen tau rasanya membersihkan ruangan ber-AC"


" Emang kamu belum pernah membersihkan ruangan ber-AC"


" Nanti aku bilang sama senior"


" Nggak usah Fik, ntar kamu kena marah sama mereka"


" Nggak kok Xel. Lagipula nggak ada salahnya kalau kita mencoba"


" Iya Fik"


Ting.


Pintu lift terbuka, Axel dan Fikri pun masuk kedalam lift. Diikuti beberapa karyawan yang lain. Lift pun naik ke atas menuju lantai tempat mereka bekerja.


...***...


" Fikri"


Fikri kaget karena ketiga seniornya bersimpuh di depannya. Ia tidak mengerti apa yang terjadi dengan mereka. Karena wajah mereka agak lebam.


" Fik, maafkan kita bertiga"


" Iya Fik maafkan kita karena selama ini sudah jahat sama kamu"


" Bangun dulu senior"


" Nggak!. Sebelum kamu memaafkan kita, maka kita belum mau bangun"


" Jangan gitu senior"


" Makanya maafkan kita dulu"


" Minta maaf kok maksa"


Ketiga senior itu tidak menghiraukan ucapan Axel. Mereka harus mendapatkan maaf dari Fikri. Kalau tidak lelaki kemarin pasti akan membunuh mereka bertiga.


" Bangun dulu senior. Lagipula kalian ini kenapa?. Kok tiba-tiba minta maaf?"


" Kita nggak kenapa-napa Fik. Kita sadar aja selama ini sudah jahat sama kamu"


" Iya Fik. Dan kita akan berubah "


Fikri makin bingung. Ketiga seniornya ketempelan apa tadi pas mau berangkat ke kantor. Karena nggak biasanya mereka mau minta maaf.


" Minta maaf itu yang tulus. Biarkan orangnya duduk dulu. Ini nggak, baru keluar dari lift udah mohon-mohon" kata Axel.


" Bener apa kata Axel senior. Biarkan saya duduk dulu. Setelah itu baru kita bicara"


" Baiklah"


Ketiga senior itu pun memberikan jalan untuk Fikri dan Axel. Mereka menuju ruang ganti. Dan di sana mereka akan berbicara baik-baik dengan Fikri.


" Sekarang sudah boleh bicara?"


" Silakan senior"


Salah satu dari senior Fikri pun mulai berbicara. Fikri dan Axel pun menjadi pendengar.


" Kami bertiga, terutama saya minta maaf sama kamu, Fik. Kita tau selama ini sudah banyak menyakiti kamu"


Fikri teringat akan kejahatan yang sudah dilakukan ketiga seniornya, saat ia pertama kali bekerja di perusahaan Narendra group. Perbuatan mereka sangat menyakitinya.


Melihat Fikri hanya diam saja. Ketiga senior itupun mulai merasa lemas. Bayangan lelaki kemarin langsung terlintas di benak mereka.


" Apa kamu bersedia memaafkan kami, Fik?"

__ADS_1


" Saya memaafkan kalian bertiga. Tapi ada syaratnya"


" Apa syaratnya?. Katakan saja?"


" Kalian harus berjanji sama saya, kalau kalian tidak akan mengulanginya. Dan bukan cuma sama saya, tapi ke semua OB disini. Termaksud Axel"


" Baiklah, kami berjanji tidak akan jahat lagi. Kami bertiga tidak akan menyiksa kalian lagi"


" Karena kalian sudah berjanji, saya memaafkan kalian"


" Terima kasih Fik"


Mereka bertiga langsung bersalaman dengan Fikri.


" Sekali lagi terima kasih Fik"


" Kalian bertiga jangan senang dulu. Walaupun Fikri sudah memaafkan kalian, bukan berarti kalian bertiga tidak mendapatkan hukuman"


Ketiga senior itu pun saling lirik. Mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Axel.


" Nggak usah pura-pura lupa seperti itu?. Apa kalian bertiga lupa sama apa yang sudah kalian perbuat sama saya?"


Ketiga senior itu pun menelan ludah mereka. Ya mereka ingat apa yang sudah mereka lakukan pada Axel.


" Sekarang kalian bertiga bersihkan semua toilet yang ada di lantai 10 dan 11. Kalau belum selesai, kalian bertiga tidak boleh istirahat"


" Apa nggak kebanyakan?"


" Kebanyakan?. Kalian itu bertiga, masa nggak bisa melakukannya. Saya aja kemarin cuma sendiri"


" Ba.. baiklah, kami akan membersihkan toilet di lantai 10 dan 11"


" Nah gitu dong. Sekarang kalian segera bersihkan toiletnya"


" Baik Axel"


Fikri heran melihat ketiga seniornya. Kenapa mereka manut saja dengan apa yang dikatakan sama Axel.


" Kamu kenapa?"


" Aku heran aja"


" Heran?"


" Iya, kenapa mereka bertiga manut aja sama apa yang kamu bilang"


" Udah nggak usah heran. Yuk ganti pakaian, ntar juga harus kerja"


" Ah iya, aku hampir saja lupa"


" Bagian aku membersihkan ruang divisi keuangan, ya?"


" Ok. Tapi kamu harus hati-hati membersihkan ruangan itu. Apalagi ruangan managernya"


" Siap Fik"


Selesai mengganti pakaiannya. Axel segera menuju ruangan divisi keuangan. Tak lupa ia membawa kamera yang sudah ia persiapkan.


Misi penyelidikan segera di mulai. Para tikus-tikus got, bersiaplah.


Axel memasukkan kameranya di saku celananya. Karena kamera itulah yang terpenting sekarang ini.


" Semangat kerjanya Xel"


" Kamu juga ya"


Axel dan Fikri pun berpisah, mereka menuju tempat kerja masing-masing. Sekarang Fikri bertugas di lantai 30. Itu berarti ruangan yang akan dibersihkan Fikri nanti semua ruangan yang ada di sana. Termaksud ruangan CEO.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2