
Selesai makan malam, Kenan kembali ke kamarnya. Karena ia akan menemani sang kekasih tidur. Walaupun menemaninya cuma lewat video call.
" Besok berangkat jam berapa?"
" Jam 09.00 sayang"
" Nyampe nya jam 02.00 dong"
" Iya sayang. Mau jemput kakak di bandara, kah?"
" Nggak!. Lagian mana ada anak cewek jam segitu keluyuran"
" Sayang kan mau jemput kakak, bukannya keluyuran?"
" Sama aja. Anak cewek itu nggak boleh keluar rumah malam-malam"
" Padahal berharap banget sayang jemput"
" Nggak usah aneh-aneh Oppa. Oh iya, apa om Ben ngajak pacarnya juga ke sini?"
" Beni belum resmi pacaran sama Anya, sayang"
" Ya nggak apa-apa, tinggal di resmikan"
" Beni belum berani mengungkapkan perasaannya. Mungkin karena takut di tolak untuk kedua kalinya"
" Belum di coba udah menyerah, payah Om Ben"
" Bilangnya tadi habis makan malam mau ngomong sama Anya. Mudah-mudahan deh dia berani ngomongnya sama Anya"
" Harus berani dong"
" Iya sayang"
" Ya udah, aku bobok dulu ya Oppa. Udah ngantuk"
" Ok sayang. Selamat tidur kelinci kecilnya kakak, semoga mimpi indah. Sun dari jauh, muuaaaaccchh"
" Makasih, Oppa juga tidur. Jangan begadang"
" Ini udah tarik selimut, itu artinya kakak juga mau tidur. Pejamkan matanya sayang"
" Hhhmmm"
Kedua insan itupun sama-sama terlelap. Dengan keadaan ponsel mereka masih dalam mode video call.
...***...
Beni dan Anya sekarang berada di taman. Mereka berdua akan membicarakan hal penting yang berhubungan dengan perasaan.
" Anya"
" Beni"
" Kamu duluan deh yang ngomong"
" Nggak, kamu aja. Kan kamu laki-laki"
Beni bingung harus memulai darimana. Apa dia harus langsung ngomong tentang perasaannya pada wanita cantik itu.
" Anya"
" Hhmmm"
" Sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu. Bahkan aku sempat ingin mengutarakan perasaan aku sama kamu. Tapi keduluan si Ferdi"
Anya kaget sekaligus bahagia mendengar ucapan Beni. Ia tidak menyangka kalau lelaki yang dia suka juga memiliki perasaan yang sama dengannya.
__ADS_1
" Apa karena itulah kamu menghilang dari negara ini?"
" Sebenarnya bukan menghilang"
" Terus?"
" Aku cuma ingin menenangkan diri. Dan lagi, aku ingin membantu tuan muda mengembangkan bisnisnya"
" Apa kamu tau kalau aku tidak menerima cintanya Ferdi"
Beni kaget mendengar ucapan Anya. Bukankah Ferdi sudah mengungkapkan cintanya. Dan Anya juga terlihat sangat mencintai Ferdi.
" Maksud kamu?"
" Dia memang mengungkapkan perasaannya sama aku. Tapi aku tidak menerimanya, karena aku sudah menyukai laki-laki lain"
" Laki-laki lain?. Siapa?"
" Kamu"
" A..aku?"
" Iya kamu. Apa kamu nggak merasakannya?"
Beni tidak tau harus berkata apa. Jawaban Anya sungguh membuatnya shock sekaligus bahagia. Ia tidak menyangka kalau lelaki yang di sukai wanita cantik itu adalah dirinya.
" Apa kamu yakin, lelaki itu adalah salah aku?"
" Yakin Ben. Sebenarnya aku juga sudah lama suka sama kamu. Mungkin sewaktu kita tinggal di panti asuhan"
Ya Anya masih ingat bagaimana Beni menyelamatkan dari sekumpulan orang-orang jahat yang ingin menculiknya. Dengan beraninya lelaki itu menggadang para penjahat itu. Padahal dulu tubuh Beni sangat kurus. Tapi dia berani melawan lelaki bertubuh besar.
Semenjak itu Anya sangat menyukai Beni. Ia sempat berpikir kalau dulu ia hanya sebatas kagum dengan Beni. Tapi melihat lelaki itu didekati banyak cewek, ia pun sangat marah dan juga kesal. Semenjak itu ia menyadari kalau dirinya memang mencintai lelaki tampan itu.
" Kenapa kamu nggak bilang, kalau kamu juga suka sama aku?"
" Sekarang maukah kamu menjadi kekasih sekaligus pendamping hidupku?"
Anya menganggukkan kepalanya.
" Jawab dong, jangan cuma menganggukkan kepala"
" Iya, aku mau"
" Nah gitu dong, kan lebih jelas. Jadi sekarang kita sudah resmi pacaran, ya?"
" Hhhmmm"
" Kamu mau ikut aku ke Indonesia nggak?"
" Mau Ben. Tapi aku harus pamit dulu sama bos aku"
" Tenang, nanti biar aku yang urus. Kamu tau, siapa pemilik perusahaan tempat kamu bekerja itu?"
" Tau, tapi aku belum pernah bertemu langsung dengan orangnya"
" Pemilik perusahaan itu, calon mertuanya tuan muda"
Anya kaget mendengar ucapan Beni. " Yang bener kamu?"
" Bener. Kekasih tuan muda yang sekarang bukan anak orang sembarangan. Dia dari keluarga yang berkuasa"
" Ya cocoklah dengan tuan Kenan. Dia kan juga dari keluarga berkuasa"
" Kamu benar. Tuan muda sangat mencintai nona Alexa"
" Nama kekasih tuan Kenan, Alexa?"
__ADS_1
" Hhmmm"
" Cantik ya anaknya"
" Bukan hanya cantik, tapi juga baik dan rendah hati. Kalau kamu bertemu dia, pasti kamu akan tau bagaimana baiknya nona Alexa"
" Kamu juga baik, selalu ada untuk aku"
Beni tersenyum mendengar pujian sang kekasih. Sekarang dia sudah tidak jomlo lagi. Karena sudah ada wanita cantik di sampingnya.
" Aku senang karena Ferdi tidak akan menggangu aku lagi"
" Emang kenapa dia menculik kamu?"
" Dia terobsesi sama aku, Ben"
" Apa karena kamu tolak cintanya?"
" Mungkin "
" Apa tuan Kenan nggak akan di tangkap polisi?"
" Kenapa?"
" Karena dia sudah membunuh orang"
" Nggak kok. Polisi tau siapa tuan muda. Lagipula tuan muda terpaksa membunuh dia. Kalau tidak salah satu dari kita yang akan jadi korban"
" Kamu benar juga"
" Udah malam, kamu istirahat. Besok kita akan berangkat"
" Kamu juga istirahat. Jangan begadang terus"
" Aku nggak pernah begadang, kecuali kalau ada kerjaan"
" Syukurlah, kamu harus jaga kesehatan kamu"
" Iya, makasih karena kamu udah perhatian sama aku"
" Itu udah seharusnya. Kan kita ini pasangan"
" Iya pasangan yang baru jadian"
Mereka berdua pun tertawa bersama.
" Yuk masuk, angin malam nggak bagus bagi kesehatan"
Mereka berdua pun masuk ke dalam markas lion king. Sampai di dalam, mereka berdua pun berpisah menuju kamar mereka masing-masing.
Malam ini Anya akan tidur di kamar tamu. Ini kali pertama dia tidur di markas mafia. Tapi markas yang dia tempati sekarang tidak seperti markas yang pernah dia lihat di film-film. Markas yang ini sangat megah dan juga elegan.
Sungguh bos yang sangat memanjakan anak buahnya. Tempat tinggal aja dibuat semegah ini. Pantas saja rezeki bosnya lancar terus, karena dia memulaikan orang banyak.
...***...
Alexa terbangun dari tidurnya. Ia melihat ponselnya dalam keadaan mati. Ia pun teringat kalau semalam habis video call sampai ketiduran.
" Gara-gara Oppa nih, jadi mati kan ponselnya"
Alexa tersenyum kala mengingat kejadian semalam. Baru kali ini ia video call sampai ketiduran. Tapi ia senang, karena bisa melihat wajah tampan sang pujaan hati.
Gadis cantik itu pun mengisi daya ponselnya. Setelah itu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Karena pagi ini ia akan pergi ke toko kuenya.
Sambil bernyanyi gadis cantik itu menuju kamar mandi. Walaupun kata Axel suara dia jelek. Tapi menurut mommy dan Daddy-nya suaranya cukup merdu.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚