Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Surprise untuk Kenan


__ADS_3

Pesawat jet milik Kenan mendarat dengan sempurna di bandara internasional Soekarno-Hatta. Kedatangannya pun langsung di sambut bodyguardnya.


" Selamat datang kembali tuan besar dan tuan muda"


" Hhhmmm"


Papa Kenan ikut dengan putranya. Karena pekerjaannya di negara P sudah selesai. Dan lagi mereka juga akan mengadakan pertemuan dengan keluarga besar calon besannya.


" Ken"


" Iya Pa"


" Kamu mau langsung ke mansion, atau gimana?"


" Langsung ke mansion Pa"


" Kalau Beni?"


" Saya langsung ke apartemen tuan besar"


" Oh iya udah, hati-hati pulangnya"


" Iya tuan besar"


" Ingat pesan saya ya Ben"


" Iya tuan muda, saya nggak akan lupa"


" Saya sama papa jalan dulu"


" Baik tuan muda"


Ya Kenan berpesan pada asistennya supaya menjaga Anya. Kalau tidur mereka harus di kamar terpisah. Karena belum halal bagi mereka untuk tidur sekamar.


" Selamat datang di Indonesia nona Anya"


" Terima kasih"


Beni membukakan pintu untuk pujaan hatinya. Setelah Anya duduk dengan baik, barulah ia masuk kedalam mobil. Mobil mewah milik Beni pun melaju meninggalkan bandara.


...***...


Kenan dan papanya sampai di mansion keluarga Richard. Sama halnya di bandara tadi. Di mansion pun kedatangan mereka langsung di sambut para bodyguard.


" Selamat datang tuan besar dan tuan muda"


" Bagaimana situasi di mansion selama saya tinggalkan?"


" Aman terkendali tuan"


" Syukurlah"


Kenan dan papanya masuk kedalam mansion. Saat akan membuka pintu, tiba-tiba pintu mansion terbuka sendiri. Dan tampaklah sosok yang sangat di rindukan Kenan dua hari ini.


" Sayang"


Alexa tersenyum melihat ekspresi kaget sang kekasih.


" Kakak nggak lagi bermimpi kan?" ungkap Kenan sambil menepuk pelan pipinya.


" Oppa nggak mimpi kok"


Malam tadi Alexa di jemput sama sopir keluarga Richard. Itu permintaan calon mama mertuanya. Dia bilang ingin memberi surprise untuk Kenan pas pulang nanti.


Rasa lelah diperjalanan tadi hilang sudah. Wanita yang ia rindukan beberapa hari ini sekarang ada di hadapannya. Kenan pun langsung memeluk sang kekasih.


" Peluknya jangan lama-lama. Nanti bau keringat kamu nempel di tubuh Alexa"

__ADS_1


" Mama!"


" Apa?!"


Kenan menghela nafasnya. Baru saja mau melepaskan rindu dengan sang kekasih. Tapi sang mama malah mengacaukan semuanya.


" Mama ngapain bangun jam segini?"


" Tentu saja mau menyambut kepulangan suami mama"


" Biasanya juga nggak di sambut"


" Sembarangan kamu kalau ngomong. Mama itu nggak pernah nggak menyambut papa pulang. Ya kan Pa?"


" Iya Ma"


" Yuk masuk Pa, kita tinggalkan aja anak durhakim itu di luar"


" Jangan dong Ma. Ken kan kangen sama Alexa"


" Kangen-kangenannya besok aja. Sekarang udah larut malam, Alexa juga sudah ngantuk"


Kenan hanya bisa menatap punggung sang kekasih yang semakin menjauh dari pandangannya. Entah kenapa mamanya tidak membiarkan dirinya melepaskan rindu sebentar saja.


" Yang sabar ya Ken"


" Iya Pa"


" Besok kan bisa melepaskan rindu dengan Alexa. Sekarang udah jam setengah tiga, kasian Alexa udah membantuk"


Padahal Kenan tau kalau kekasihnya belum ngantuk. Cuma mamanya yang bilang kalau Alexa ngantuk. Ia tau kalau mamanya sengaja melakukan itu.


" Sudah, istirahat sana"


" Hhmmm"


Gini amat ya nasib gue. Baru aja mau kangen-kangenan, udah dihalangi sama mama.


Kenan membanting tubuhnya di atas kasurnya. Ia berguling-guling seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Sungguh tersiksa karena menahan rindu.


Ting.


Bunyi pesan masuk di handphone Kenan. Dengan malas ia pun mengambil ponselnya. Senyumnya mengembang saat melihat nama sang pengirim pesan.


Selamat tidur Oppa, semoga mimpi indah. Semoga besok bangunnya lebih fresh.


Walaupun cuma pesan singkat, tapi mampu membuat Kenan tenang. Ia pun membalas pesan singkat sang kekasih.


Makasih sayang. Semoga kita bertemu di alam mimpi.


Setelah pesannya terkirim, Kenan meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. Ia pun mencoba memejamkan matanya. Tak berselang lama, Kenan pun mulai terlelap.


...***...


Pagi hari semua keluarga Richard sudah berkumpul di ruang makan. Alexa pun juga sudah duduk di sana. Mereka akan sarapan bersama.


" Sayang jelasin sama kakak, kenapa semalam bisa ada disini?"


" Nanti aja jelasinnya, sekarang kita sarapan dulu" kata Helena mama Kenan.


" Iya Ma. Tapi nanti mama jangan ganggu lagi, ya?"


" Emang kapan mama ganggu kamu?"


" Semalam mama ganggu Ken sama Eca"


" Mama nggak ganggu. Semalam itu Alexa memang sudah mengantuk, iya kan sayang?"

__ADS_1


" Iya Ma"


" Tuh denger sendiri kan?. Mama nggak mau calon mantu mama nahan kantuk hanya karena kamu"


" Om nggak boleh jahat sama kakak cantik"


" Om nggak jahat Ai. Om cuma kangen aja sama kakak cantik. Mulai sekarang Ai manggil kakak cantiknya, aunty ya?"


" Aunty?"


" Iya. Kan sebentar lagi Om sama kakak cantik menikah, otomatis kakak cantik jadi aunty nya Ai"


" Benarkah Ma. Kakak cantik jadi aunty nya Ai?"


" Iya sayang, jadi Ai harus panggil aunty"


" Ok Om"


" Anak pinter"


Kenan bangga sama keponakannya itu. Kecerdasan Aiden memang sudah terlihat saat dia berumur satu tahun. Ia berharap keponakan itu bisa menjadi orang yang sukses. Bahkan lebih sukses dari orang tuanya.


Mereka semua pun mulai menyantap makanan yang sudah di siapkan bibik. Pagi ini keluarga Richard sarapan dengan nasi goreng spesial. Kenapa dibilang spesial?. Karena nasi goreng itu dibuat oleh Alexa.


" Nggak salah mama pilih mantu. Masakan aja enak kek gini"


" Ken yang pilih, bukan mama"


" Yang duluan ketemu Alexa tuh mama, bukan kamu!"


" Mama ketemunya di bandara. Sedangkan Ken jauh sebelum itu udah pernah ketemu sama Alexa"


Richard geleng-geleng kepala melihat tingkah istri dan putranya. Mereka berdua selalu saja gelud kalau bertemu. Tapi kalau berjauhan kangen.


Beda dengan Alexa, gadis cantik itu malah merasa tingkah sang kekasih dan calon mertuanya sangat lucu. Seperti dirinya dan juga saudara kembarnya.


" Maklumin ya Alexa. Mama sama Kenan memang sering debat" kata Irene.


" Iya Kak"


" Yuk makan lagi"


Alexa melanjutkan makanannya. Karena kalau melihat perdebatan sang kekasih dengan calon mertuanya nggak akan selesai.


...***...


Axel sudah siap untuk pergi ke perusahaan Daddy-nya. Tak lupa ia membawa kamera yang diberikan kakaknya semalam. Dengan kamera itu, ia akan lebih cepat mendapatkan bukti-bukti.


" Axel mau berangkat bareng Daddy atau gimana?"


" Axel berangkat sendiri, Dad"


" Emang mau naik bus lagi?"


" Nggak Mom. Axel mau berangkat sama motor"


Axel pergi ke garasi untuk melihat motornya. Sudah lama ia tidak memakai motor-motor itu. Karena selama ini ia pergi kemanapun selalu dengan mobil.


Yah nggak ada motor yang bisa di bawa.


Ya motor Axel motor sport dan juga moge. Dan sudah pasti harganya sangat mahal. Bahkan ada beberapa motornya yang seharga satu mobil mewah.


Pinjam motor mamang aja deh.


Axel segera menemui tukang kebun yang bekerja di mansion. Ia akan menyewa motor mamang satu hari. Besok ia akan beli motor metik biasa.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2