
Kenan memotong- motong kecil daging steak yang ada di piringnya. Kemudian ia memberikannya pada sang kekasih.
" Makan yang ini aja sayang. Udah aku potongin"
" Makasih"
" Ai juga mau"
" Iya, ini Om lagi potong-potong steak nya untuk Ai"
Axel dan Farel juga melakukan hal yang sama. Mereka memotong kecil-kecil daging steak nya dan memberikan pada kekasih mereka.
" Romantis banget putra Lo, Nad?" kata Serly.
" Iya dong. Kan bapaknya juga romantis"
Para orang tua yang laki-laki juga tidak mau ketinggalan dari anak muda itu. Mereka juga memotong kecil-kecil daging steak nya, kemudian memberikan pada istri mereka.
Mereka semua mulai menikmati steak yang ada di piring mereka masing-masing. Para pelayan dan bodyguard juga ikut menikmati steak yang di buat oleh nyonya mereka.
" Om gimana dengan emas yang kemarin?" tanya Alexa disela-sela makannya.
" Tenang sayang, semua emas sudah di jual. Sebagian uangnya di simpan di bank dan sebagian lagi sudah di bagikan ke panti asuhan, panti jompo dan juga masyarakat yang kurang mampu"
" Bagaimana dengan pembangunan rumah singgahnya?"
" Aku sama Beni lagi cari lokasi untuk pembangunan rumah singgahnya. Karena aku ingin lokasinya itu dekat dari sekolah, jadi mereka tidak perlu naik angkutan umum untuk pergi ke sekolah"
Alexa mengangguk tanda mengerti. Ia sekarang bisa tenang, karena anak-anak jalanan itu udah punya tempat tinggal yang layak.
" Adik-adik kak Indah, berapa orang jumlahnya, Sha?"
" Waktu yang kita selamatkan itu kurang lebih dua puluh orang"
" Nanti kita suruh pindah aja mereka ke kontrakan. Kita sewa satu rumah untuk mereka. Jadi sebelum rumah untuk mereka selesai, mereka akan tinggal di kontrakan dulu"
" Iya nanti gue kasih tau sama kak Indah"
" Mau nambah nggak, yank?" tanya Kenan pada kekasihnya.
" Boleh, yang kecil aja ya steak nya"
" Ok sayang. Tunggu bentar, ya"
Kenan beranjak dari tempat duduknya. Ia mengambilkan steak yang berukuran kecil untuk kekasihnya.
" Nih sayang steak nya"
" Makasih"
" Duh yang baru jadian. Berasa dunia milik berdua. Yang lainnya ngontrak" ledek Adele.
" Makanya yang lama jangan mau kalah juga dong. Masa kalah sama yang baru" balas Alexa.
" Yank, kamu gerak dong?. Masa kalah sama anak baru?"
" Ok sayang. Kamu mau steak yang mana?"
" Medium yank"
Farel meminta salah satu pelayan untuk membuatkan steak yang diinginkan oleh kekasihnya.
" Kamu mau nambah juga nggak, yank?" tanya Axel pada kekasihnya.
" Nggak yank. Aku nambah kentangnya aja "
__ADS_1
Alisha memang kurang suka makan steak. Mungkin karena lidahnya tidak terbiasa makan makanan seperti itu. Ia lebih suka makanan rumahan.
" Bentar ya, aku ambilkan dulu"
" Hhmmm"
Tiga cewek cantik itu beruntung memiliki kekasih yang perhatian. Walaupun ada di antara kekasih mereka yang kurang peka. Tapi tidak mengurangi rasa cinta mereka pada sang kekasih.
" Malam Minggu ke bioskop, yuk?" usul Adele.
" Ok. Lagian kita juga udah lama juga nggak ke bioskop" kata Alexa.
" Iya karena sibuk mengurus bisnis kue" tambah Alisha.
Tak butuh waktu lama ketiga cowok tampan itu kembali dengan membawa sepiring steak ditangan mereka.
" Ini sayang steak pesanannya" kata Kenan sambil meletakkan piring yang berisi steak yang udah dipotong-potong kecil.
" Makasih sayang"
" Kalau pelayan cafe kita tampan kek gini, di jamin cafe kita rame" kata Adele.
" Ide bagus. Kita suruh aja mereka untuk jadi karyawan cafe untuk satu hari" kata Alexa.
" Emang kalian bertiga sanggup bayar kita berapa?" tanya Farel.
" Nggak dibayar gratis. Jadi kalian bertiga akan jadi karyawan gratis selama tiga hari" kata Adele.
" Tiga hari?. Nggak lha!"
" Kenapa nggak satu Minggu aja sayang" kata Farel.
" Oh boleh?. Ide yang cemerlang"
Farel kaget mendengar ucapan kekasihnya. Padahal niatnya tadi bukan seperti itu. Tapi kenapa malah jadi begini.
" Maksud gue nggak kek gitu tadi"
" Udah terima nasib aja. Lagian kalau pengunjungnya rame kan bagus " kata Alexa.
Axel dan Farel pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi benar juga apa kata Alexa, kalau cafenya rame kan bagus. Lagipula mereka berdua tidak ada kegiatan sepulang sekolah.
" Oh iya hampir saja lupa. Malam Minggu besok, kami bertiga mau ke bioskop" kata Adele.
" Cuma bertiga aja?" tanya Farel.
" Hhmmm"
" Ajak kita juga dong, yank?"
" Kalau kamu di ajak, kita bertiga nggak bisa cuci mata"
" Lo kalau mau cuci mata jangan ajak-ajak pacar gue" kata Axel.
" Cie Axel takut kalau Alisha ntar kecantol cowok lain"
" Gue nggak takut. Karena gue yakin cinta Alisha hanya untuk gue. Iya kan yank?"
" Iya sayang " jawab Alisha.
" Kamu juga nggak boleh cuci mata sama cowok-cowok lain ya, yank" kata Kenan.
" Nggak. Untuk apa aku lirik cowok lain, kalau cowok aku udah tampan kek gini"
Kenan tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. Itu tandanya kekasihnya mengakui ketampanannya.
__ADS_1
" Kakak cantik nginap di mansion, ya?"
" Nginap?"
" Iya, Ai pengen tidur sama kakak cantik"
Alexa tidak tau harus menjawab apa. Karena ia tidak tau apakah mommy-nya mengizinkan dia nginap di mansion keluarga Richard.
" Ai, kakak cantik nggak bisa nginap disini. Soalnya besok kakak cantik sekolah" kata Kenan.
Wajah Aiden langsung berubah sendu. Malam ini dia tidak bisa tidur dengan kakak cantik. Alexa yang melihat Aiden sedih pun jadi tak tega.
" Kakak minta izin sama mommy kakak dulu ya. Mudah-mudahan dia ngizinin kakak tidur disini"
" Benarkah?"
" Iya, sekarang Ai jangan sedih lagi'
" Ai nggak sedih lagi kakak cantik" kata Aiden sambil tersenyum.
Selesai makan, para orang tua mengobrol sebentar. Setelah itu mereka berpamitan pada Helena dan keluarganya.
" Apa kalian nggak nginap disini aja" kata Helena.
" Kapan-kapan deh calon besan kita nginapnya. Sekarang Eca aja dulu yang nginap disini" kata Kiran.
" Baiklah. Lain waktu, kalian semua yang nginap disini?"
" Iya. Kalau gitu kita pamit dulu, ya"
Setelah berpamitan dengan Helena dan keluarganya, Kiran dan para sahabatnya masuk kedalam mobil.
" Oh iya, ini bawa sedikit daging" kata Helena.
Para pelayan memberikan satu kantong daging kepada Kiran dan juga sahabatnya. Karena daging yang di beli tadi masih sisa banyak.
Besok Helena juga akan membagikan daging-daging itu ke orang-orang yang kurang mampu yang ada di sekitar tempat tinggalnya.
" Hati-hati di jalan" kata Helena sambil melambaikan tangannya saat mobil Darren dan sahabatnya melaju.
Mobil mewah milik Darren dan juga sahabatnya melaju meninggalkan mansion mewah milik keluarga Richard.
Setelah mobil-mobil mewah itu tidak terlihat lagi. Barulah Helena yang lainnya masuk kedalam mansion.
" Sayang mau langsung tidur?" tanya Kenan.
" Iya Om"
" Manggilnya jangan Om dong?. Masa udah pacaran manggilnya masih Om. Ntar disangka orang, kita paman sama keponakan"
" Terus manggilnya apa?"
" Sayang dong"
" Sa..yang?"
" Nah iya gitu. Tapi jangan kaku gitu"
" Aku belum terbiasa"
" Iya nggak apa-apa. Sering-sering manggil dengan sebutan sayang. Nanti juga akan terbiasa"
" Iya Om.. Eh, sayang maksudnya"
Kenan mencubit pipi kekasihnya. Kekasihnya itu terlihat sangat menggemaskan. Kalau aja tidak ada Aiden, sudah ia cium bibir nan merah bak Cherry itu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚