
Lima cowok tampan sedang asik bermain bola bersama adik-adik panti. Sedangkan ketiga cewek cantik sedang masak untuk makan siang nanti.
" Lo bisa ngulek cabe nya nggak, Del?" tanya Alexa.
" Bisa dong"
" Hati-hati matanya kena cabe"
" Ok"
Hari ini Alexa lha yang bertanggung jawab untuk masak. Adele dan Alisha hanya membantu saja.
" Del, tumben Farel nggak ngintilin Lo?" tanya Alisha.
" Dia ikut sama mamanya ke makam neneknya"
" Lo nggak ikut?"
" Pengen sih. Tapi gue telat bangun tadi, jadi ditinggal deh"
" Makanya jangan begadang terus" kata Alexa.
" Gue begadangnya kan sama Lo berdua" kata Adele.
Seketika suara tawa pun menggema di dapur itu.
" Coba liat cowok dingin main bola" kata Adele.
" Mudah-mudahan bolanya nggak membeku karena mereka" kata Alexa.
" Mereka dingin kan cuma Sam orang luar aja. Tapi sama keluarga dan juga pacar, mereka mah hangat" kata Alisha.
" Beda sama cowok gue" kata Adele.
" Iya, kalau Farel mah heboh dan ceria banget" kata Alisha.
" Makanya gue suka sama dia. Karena kita berdua sama-sama rame"
" Sama seperti mama dan papa kamu" kata Alexa.
" Gue baru dua kali bertemu sama mama Adele" kata Alisha.
" Makanya Lo sering-sering main ke rumah gue, biar sering ketemu sama mama gue"
" Hhmmm"
" Lo kapan meresmikan hubungan Lo sama Om gunung es?" tanya Adele.
" Meresmikan? gue nggak sedekat itu kali sama dia"
" Ya buruan deketin"
" Kok Lo yang ngebet banget liat gue deket sama tuh Om-om"
" Karena gue merasa Lo tuh cocok sama dia"
" Benar Cha apa yang dikatakan Adele. Lo tuh cocok sama tuh Om-om"
Alexa menatap kearah cowok yang dimaksud sama kedua sahabatnya. Lelaki itu terlihat sangat tampan saat serius menggiring bola ke gawang lawan.
Apa bener dirinya dan gunung es itu cocok. Tapi mengingat kejadian setiap kali bertemu. Membuat Alexa ragu akan ucapan sahabatnya.
Cocok darimana? setiap ketemu gelud mulu.
" Mereka mau dikasih minum nggak?" tanya Alisha.
" Kasih aja, pasti mereka haus karena main bola" kata Adele.
Alisha membuat kan minum untuk keempat lelaki tampan itu dan juga adik-adik yang ikut bermain bola. Ia di bantu beberapa adik perempuan untuk membuat jus jeruk.
" Kak es nya di masukin kesini?" tanya salah adik perempuan yang membantu Alisha.
" Iya Dek, masukin aja ke dalam tekonya. Jangan lupa di aduk-aduk, ya?"
__ADS_1
" Ok Kak"
" Bawa sama camilan juga, Sha" kata Alexa.
" Udah, nih gue lagi motong kue untuk mereka"
Jus sama kue pun siap diantarkan ke lelaki tampan dan juga adik-adik yang sedang bermain di lapangan.
" Gue sama adik-adik cewek nganterin minuman sama kuenya dulu, ya?"
" Ok, gue sama Adele mau lanjutin masaknya. Soalnya entar lagi udah waktu makan siang"
Alisha dan adik-adik cewek membawa jus dan juga kue ke lapangan. Mereka membawa secara bergantian.
" Yank ini minum sama kuenya"
" Iya yank taruh di sana aja, ntar lagi kita minum"
" Ya udah, aku taruh sini ya. Aku mau balik ke dapur lagi"
" Ok sayang"
Setelah meletakkan minuman dan juga kuenya, Alisha dan adik-adik cewek tadi kembali ke dapur.
Nggak berselang lama Alisha pergi. Axel dan yang lainnya memutuskan untuk istirahat sejenak. Mereka meminum jus yang dibuat sama Alisha tadi.
" Ini calon ponakan paman yang buatin jusnya?" tanya Varo.
" Iya paman"
" Kok dia bisa mau ya sama Axel?" tanya Abimanyu.
" Jelas mau lha, kan adik Abang ini tampan dan juga pintar"
" Sombongnya"
Kenan hanya jadi pendengar yang baik. Ia belum terlalu dekat dengan saudaranya gadis tipis.
" Oh iya hampir lupa. Kamu belum memperkenalkan diri?" tanya Varo pada Kenan.
" Ya iyalah, masa sama rumput yang bergoyang"
" Saya kirain sama saudara kamu"
" Nggak. So siapa nama kamu?"
" Nama gue, Kenan Kalandra Richard"
" Dari keluarga Richard"
" Iya, kalau Lo?"
" Gue Varo, dan ini keponakan gue Abimanyu sama Axel"
" Salam kenal ya semuanya"
" Lagi sibuk apa sekarang?"
" Gue lagi sibuk mengerjakan proyek sama Om Darren"
" Oh proyek yang di kota T itu ya?"
" Hhmmm"
" Gimana rasanya kerja sama sama uncle gue?" tanya Abimanyu.
" Seru, Om Darren orang yang sangat profesional dan juga berwibawa"
" Jadi Om kerja bareng sama Daddy?" tanya Axel.
" Hhhmm"
" Aku boleh nanya nggak sama Om?" kata Axel.
__ADS_1
" Boleh, tanya apa?"
" Om beneran suka sama saudara kembar saya?"
Uhuk..uhuk..
Kenan tersedak sama jus yang ia minum. Ia kaget Axel akan bertanya seperti itu padanya di depan paman dan juga sepupunya.
Sama halnya dengan Kenan. Abimanyu dan Varo juga kaget mendengar pertanyaan Axel pada Kenan.
" Kenapa kamu tanya seperti itu?" tanya balik Kenan.
" Pengen tau aja"
" Kalau iya kenapa?"
" Ya nggak apa-apa sih. Tapi Om tau bagaimana mommy dan Daddy, kan?"
" Walaupun saya belum mengenal dekat orang tua kamu. Tapi sedikit banyaknya saya tau bagaimana mereka"
" Lo beneran suka sama adik sepupu gue?" tanya Abimanyu.
" Kalau sekarang hanya sekedar kagum"
" Kalau Lo suka sama keponakan gue, nggak masalah. Kita dukung" kata Varo.
" Iya kita dukung. Tapi jangan sampe Lo nyakitin dia. Karena kalau sampai itu terjadi, Lo akan berurusan sama kita dan juga keluarga besar kita" kata Abimanyu.
" Makasih kalau kalian semua dukung gue. Tapi gue belum terlalu yakin sama perasaan gue. Apa gue hanya sekedar kagum atau lebih"
" Emang apa yang Lo rasakan saat melihat adik sepupu gue? apa jantung Lo berdetak lebih kencang dari biasanya? kalau iya berarti Lo cinta sama dia"
" Abang pinter amat ngomongnya. Padahal Abang jomlo " kata Axel.
" Dasar adik sepupu nggak ada ukhluk kamu. Abang sendiri malah diledekin. Lagian bukan cuma Abang aja yang jomlo. Noh paman juga jomlo"
" Iya sama-sama jomlo akut"
" Sebenarnya yang deketin Abang sama paman tu banyak. Cuma kita berdua belum merasa klop. Iya kan paman?"
" Betul. Dan lagi kita mau fokus sama kerjaan dulu" kata Varo.
" Berarti diantara kita berempat aku dong yang paling tampan. Kerena cuma aku yang nggak jomlo disini?"
Abimanyu dan Varo menghela nafas. Mereka tidak menyangka kalau Axel juga narsis.
" Abang, paman makan siang dulu " kata Alexa.
" Kok cuma Abang sama paman aja yang di ajak? aku nggak?" tanya Axel.
" Nggak!"
" Kejam amat sih jadi kakak"
" Biarin!"
" Saya nggak ditawarin juga?" tanya Kenan.
" Yuk Om makan siang dulu "
" Wah parah! adik sendiri nggak ditawarin. Giliran pacarnya ditawarin!"
" Berisik"
" Percuma aja punya pacar, tapi nggak ditawarin makan?" kata Varo.
" Iya, mending jomlo" kata Abimanyu.
Axel memasang wajah sedih. Ia tidak menyangka kalau abang sepupu dan pamannya akan balik meledek dirinya.
Mereka semua pun masuk kedalam panti untuk makan siang bersama dengan adik-adik yang ada di sana.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚