
Axel terlihat tampan dengan baju kaos berwarna hitam dan celana jeans selutut. Ia segera turun ke bawah karena malam ini ia akan makan diluar bersama Abang sepupu dan juga sahabatnya.
" Wih anak mommy tampan sekali? mau kemana?"
" Mau keluar Mom"
" Keluar? sama siapa?"
" Sama Abang Abi"
" Cuma berdua aja?"
" Nggak, Eca, Farel sama Adele juga"
" Emang ngapain keluar?"
" Abang ngajak makan diluar"
" Mommy boleh nitip nggak?"
" Nitip apa Mom"
" Beliin mommy kue yang ada di simpang jalan xx "
" Ok, ntar Axel beliin"
Kiran memberikan black card-nya pada Axel.
" Pake uang Axel aja Mom"
" Emang Axel ada uang"
" Ada, sedikit"
" Ya udah, card-nya mommy simpan kembali"
Saat Axel sedang ngobrol dengan mommy-nya. Abimanyu pun datang. " Udah siap berangkat Axel?"
" Udah Bang"
" Kita pamit dulu ya aunty "
" Hati-hati dijalan"
" Siap"
Setelah berpamitan, kedua cowok tampan itu pun pergi menemui Alexa di ruang keluarga.
" Kalian berdua mau kemana? " tanya Kenzo.
" Mau keluar Dad " jawab Abimanyu.
" Ikut dong"
" Jangan ganggu acara anak muda, Bee" kata Melodi.
" Aku kan masih muda sayang?"
" Muda kalau diliat dari sedotan"
" Ya udah, Mom, Dad. Kita jalan dulu"
" Hati-hati sayang"
" Ok Mom"
Axel membantu Alexa berdiri. Kemudian ia memapah saudara kembarnya menuju mobil yang udah terparkir di depan mansion.
" Axel, mending gendong aja biar cepat " kata Alexa.
" Nggak usah manja. Lagian kamu berat"
" Tadi waktu dilapangan sok-sokan mau gendong. Sekarang disuruh gendong beneran, nggak mau"
" Aku kan pengin gendongnya tadi. Bukan sekarang"
__ADS_1
" Jawab aja kalau dibilangin"
" Udah buruan jalannya"
Pletak.
" Ini sakit, malah disuruh cepat"
Abimanyu geleng kepala melihat tingkah kedua sepupunya. Mereka berdua selalu saja berdebat. Tapi mereka juga terlihat saling menyayangi.
" Udah lama ya nunggunya?" kata Abimanyu pada Farel dan Adele.
" Lumayan Bang, lutut sampe kesemutan" kata Farel.
" Sorry ya, yuk masuk"
Abimanyu membuka pintu mobil dengan menekan tombol yang ada di kuncinya. Pintu mobil pun terbuka dengan otomatis.
" Wow, keren banget Bang " kata Farel.
" Iya, lebih keren dari mobil Axel" kata Adele.
" Kalau gue bawa mobil mewah kek gini ke sekolah, bakal shock semua siswa " kata Axel.
" Oh iya bener. Habis itu mereka langsung pada nempel kek cicak"
" Tuh Lo tau"
" Eca kenapa jalannya pincang kek gitu?" tanya Adele.
" Habis cium lantai lapangan basket" jawab Axel.
" Kasihan banget. Pasti sakit ya?"
" Nggak! senang malah. Ya sakit lha " kata Alexa.
" Ya udah yuk masuk semuanya, ntar keburu malam" kata Abimanyu.
Mereka berlima pun masuk kedalam mobil. Alexa duduk di depan di samping Abimanyu. Sedangkan Axel dan kedua sahabatnya duduk di kursi belakang.
Abimanyu melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah itu. Mereka menuju restoran junk food terbesar yang ada di kota J.
" Kan Eca bisa nyalain musiknya"
" Oh iya lupa"
" Belum tua udah pikun " kata Axel.
" Biarin"
Alexa pun menyetel lagu yang lagi hits dikalangan cewek-cewek. Ya ia memutar lagu dari salah satu boyband Korea.
" Lagu apaan nih?" tanya Axel.
" Udah dengerin aja, bagus ini lagunya" kata Adele.
" Begini nih kalau jalan ngajak cewek yang suka Oppa-oppa" kata Farel.
" Kalian berisik banget sih, lagunya jadi nggak kedengaran" kata Alexa sambil menambah volume musiknya.
Axel dan Farel menutup telinga mereka. Kedua cewek cantik itu sungguh membuat mereka tersiksa. Sedangkan Alexa dan Adele menikmati lagu itu. Bahkan mereka ikut bernyanyi.
Abimanyu tersenyum melihat tingkah kedua gadis cantik itu. Bagaimana tidak, suara mereka berdua sungguh tidak nyaman di kuping. Tapi kedua gadis itu malah dengan pedenya bernyanyi. Bahkan suara merdeka lebih keras dari musik.
" Suara kita berdua bagus juga ya" kata Alexa.
" Iya. Udah bisa ikut ajang pencarian bakat nih kita" kata Adele.
" Ck, suara cempreng kek gitu mau ikut ajang pencarian bakat" kata Farel.
" Apa Lo bilang? suara kita berdua cempreng?"
" Nggak! Lo salah denger"
" Kuping gue masih normal, jadi Lo jangan bohong"
__ADS_1
" Gue nggak bohong Adele cantik"
" Jangan percaya sama rubah jantan itu Adele" kata Alexa.
" Kejam banget sih Lo Eca, bilang gue rubah jantan"
" Kalau Lo nggak mau dibilang rubah jantan, ya udah, gue ganti sama rubah betina"
" Sama aja, sama-sama rubah juga"
" Nggak apa-apa, nama itu cocok untuk Lo " kata Axel.
" Sialan Lo"
Mobil mewah pun sampai di restoran junk food terbesar di kota J. Abimanyu memarkirkan mobilnya di area parkir yang sudah tersedia di sana.
Mereka berlima masuk kedalam restoran. Para pengunjung terpesona melihat mereka berlima. Terutama para gadis-gadis. Bahkan ada diantara mereka yang menghentikan makannya karena tidak ingin melewatkan untuk melihat ketiga lelaki tampan itu.
Tiga cowok tampan itu tidak menghiraukan para wanita-wanita yang sedang terpesona itu. Mereka terus berjalan melewati para pengunjung yang masih asik memperhatikan mereka.
" Resiko jalan sama cowok tampan " kata Eca.
" Benar banget"
Ada beberapa wanita memandang Alexa dengan tatapan tidak suka. Mungkin karena Alexa jalannya agak sedikit pincang.
" Coba liat gadis yang memakai dress berwarna peach itu" kata salah satu gadis yang ada di meja dekat pintu masuk.
Ketiga sahabat gadis itu langsung menoleh kearah Alexa. Mereka memandang jijik pada Alexa.
" Ih pincang"
" Kok si pincang itu bisa jalan dengan ketiga cowok tampan itu sih?"
" Tau, merusak pemandangan aja"
Adele sangat geram mendengar ucapan keempat wanita itu. Ia ingin menghampiri keempat wanita itu, tapi Alexa menahannya.
" Udah biarkan saja"
" Tapi mereka udah menghina Lo"
" Nggak apa-apa, selagi mereka tidak menyingung keluarga dan orang tua gue. Jadi biarkan saja"
" Gatel banget tangan gue pengin nampol mulut mereka"
" Udah-udah biarkan saja, cepat jalan"
Alexa tidak ingin membuat keributan di sana. Selagi mereka tidak menyingung keluarganya ia tidak akan merasa sakit hati atau pun tersinggung karena ucapan keempat wanita tadi.
" Lo kenapa?" tanya Farel sama Adele.
" Tuh, keempat cewek di sana bikin gue emosi"
" Emang mereka ngapain?"
" Masa dia bilang Eca pincang"
Axel dan Abimanyu menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Adele tadi.
" Lo bilang apa tadi?" tanya Axel.
" Itu keempat wanita itu bilang Eca Pi--"
Belum sempat Adele melanjutkan ucapannya, Alexa sudah membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.
" Yuk jalan, ntar kita nggak dapat tempat duduk" kata Alexa sambil menarik tangan Adele.
Alexa tidak ingin Adele memberitahu saudara kembarnya. Apalagi sekarang ada Abangnya, bisa-bisa abangnya itu akan membuat wanita itu dan juga keluarganya hancur tak bersisa. Dan lagi ini di tempat umum. Tidak baik membuat keributan.
Axel merasa ada yang tidak beres. Sepertinya saudara kembarnya sedang menyembunyikan sesuatu. Ia harus mendesak Adele untuk mengatakan apa yang terjadi dengan Alexa.
To be continue.
Yang tadi minta visual Abimanyu, nih Feby kasih, biar mata kalian segerðŸ¤
__ADS_1
Happy reading 😚😚