
Malam hari selesai makan malam seperti biasa keluarga kecil Darren berkumpul di ruang keluarga. Sudah tiga hari pasutri itu tidak berkumpul seperti ini dengan kedua buah hatinya.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Abang Abi" kata Alexa sambil berlari kearah sepupunya itu.
" Manja banget sih" kata Abi sambil memeluk adik sepupunya.
" Abang kok malam sih datangnya?"
" Maaf, tadi Abang banyak kerjaan di kantor"
" Kamu itu ya, Abang Abi disuruh duduk dulu, bukan dikasih pertanyaan dulu" kata Axel.
" Oh iya lupa, yuk Bang duduk dulu "
Abimanyu bersalaman dengan aunty dan Om nya. Kiran memeluk keponakannya yang tampan itu. Wajahnya semakin mirip dengan Abangnya.
" Mommy sama Daddy-nya nggak ikut, ya?" tanya Kiran.
" Nggak aunty. Mommy sama Daddy pergi ke rumah buyut"
" Apa buyut sakit lagi?"
" Nggak aunty. Buyut baik-baik aja"
" Syukurlah. Abi sudah makan?"
" Belum aunty"
" Yuk Bang, Eca temenin makan. Sambil bahas yang kemarin itu"
" Hhmmm"
" Hati-hati Bang, ntar di racun sama Eca"
Bug.
Bantal sofa melayang ke kepala Axel.
" Bukan Abang Abi yang gue racun, tapi Elo!"
" Sudah-sudah, yuk keruang makan" kata Abimanyu sambil menarik tangan adik sepupunya. Karena kalau dibiarkan bisa gelud lagi mereka berdua.
Alexa pergi ke dapur untuk mengambil mengambilkan nasi dan juga lauk untuk kakak sepupunya. Karena tadi semua masakan sudah dibawa bibik.
" Nona mau ngapain?"
" Mau ngambil nasi Bik"
" Sini bibik ambilkan"
" Eca aja Bik, lagian bibik juga lagi kerja"
" Emang nona belum makan?"
" Udah, ini untuk Abang Abi"
" Den Abimanyu kesini?"
" Iya, tuh lagi di ruang makan"
" Udah lama den Abi nggak kesini"
" Iya Bik, dianya lagi sibuk. Abang mau makan sama lauk apa?"
" Yang ada apa aja?" tanya Abimanyu yang sudah berada di dapur.
" Cumi, ayam terus udang"
" Udang aja"
" Ok, Abang tunggu di sana aja"
" Kenapa nggak di ruang makan aja Non, makannya?"
" Nggak apa-apa Bik, saya disini aja" kata Abimanyu.
Alexa membawa nampan yang berisi makanan dan juga minuman untuk Abimanyu. Dia menyajikan makanan dan minuman itu di depan cowok tampan itu.
" Duduk sini temenin Abang makan?"
" Hhmmm"
" Gimana liburannya di kota B? seru nggak?"
" Lumayan"
Abimanyu tersenyum mendengar jawaban adik sepupunya. " Eca ngomong gitu karena nggak ada pasangannya, ya?"
__ADS_1
" Nggak juga"
" Terus?"
" Eca nggak mengunjungi tempat wisata yang ada di sana"
" Lho kenapa?"
" Waktunya nggak cukup"
" Bukannya tiga hari di sananya?"
" Tiga hari pulang pergi, Bang. Jadi nggak cukup"
" Terus maunya berapa hari?"
" Ya minimal satu Minggu lha. Oh iya, gimana ruko sama tanah yang Eca minta. Apa Abang udah dapat?"
" Udah. Sertifikatnya ada di mobil Abang"
" Eca bayarnya nyicilnya ya, Bang?"
" Nggak usah bayar, itu Abang kasih untuk Eca"
" Serius Bang?!"
" Serius lha. Alhamdulillah kemarin Abang dapat tender. Untungnya lumayan gede lha"
" Alhamdulillah dong Bang. Mudah-mudahan Eca bisa sesukses Abang"
" Aamiin. Abang harap sih melebihi suksesnya Abang"
" Doain aja deh Bang"
" Selalu kok. Terus kapan mau mulai merenovasi rukonya?"
" Rencananya besok, Eca, Adele sama Alisha mau lihat rukonya dulu. Setelah itu baru bisa tau mau design seperti apa"
" Masalah tukang, biar Abang yang cariin nanti. Atau pakai tukangnya paman Varo?"
" Emang paman Varo ada tukang bangunan?"
" Ada, tukangnya itu bagus banget. Kalau nggak mana mungkin bisnis bisa maju sampai sekarang"
" Abang benar juga. Nanti Eca coba hubungi paman"
" Nggak usah, ntar lagi dia juga nyampe disini"
" Serius Bang?!"
" Eca dikelilingi cowok tampan lagi"
" Ayo! pasti lagi ngomongin Axel, kan?" tanya Axel yang datang entah darimana.
" Idih ge'er. Lagian siapa juga yang ngomongin, Lo!"
" Itu tadi bilang tampan"
" Ye! emang yang tampan disini itu Bang Abi. Lo mah nggak masuk!"
" Kalau gue nggak masuk, berarti Lo meragukan ketampanan Daddy"
" Gue nggak meragukan ketampanan Daddy. Di keluarga besar kita, Lo yang paling jelek "
Abimanyu menggelengkan kepalanya. Kedua adik sepupunya itu memang selalu seperti Tom and Jerry.
" Sudah-sudah, jangan ribut terus. Abang nggak bisa makan nih, kalau kalian berdua gelud terus"
" Axel tuh Bang. Dia selalu saja merusak mood, Eca"
" Axel duduk di sebelah sana"
" Iya Bang"
Bibik tersenyum melihat tingkah twins. Udah tiga hari mansion sepi karena nggak ada mereka berdua.
Abimanyu melanjutkan kembali menyantap makanannya. Sedangkan Axel dan Alexa lagi perang lirik. Mereka berdua masih belum berdamai.
Drrrrttt..
Getar ponsel mengagetkan Alexa. Ia segera mengambil ponselnya yang ia taruh di atas meja. Ia menghela nafasnya saat melihat nama sang penelepon.
" Kok nggak dijawab telponnya?" tanya Abimanyu.
" Biarkan aja Om, telpon nggak penting"
Ponsel Alexa bergetar kembali.
" Udah jawab aja, siapa tau penting"
Mana ada penting. Dia hampir sama seperti Axel, ngajak gelud mulu.
__ADS_1
Mau tak mau Alexa pun menjawab panggilan telepon yang diberi nama gunung es itu.
" Hallo, assalamualaikum"
" Lama amat sih jawab telponnya?!"
" Jawab dulu salam Om, baru ngomel-ngomel"
" Ah iya, Wa'alaikum salam "
" Nah gitu baru bener. Ada apa Om telpon aku malam-malam"
" Malam-malam apa? nih baru jam delapan malam"
" Iya kan malam juga namanya"
" Aiden mau ngomong sama kamu"
" Aiden apa Om yang mau ngomong sama aku?"
" Idih ge'er banget kamu. Keponakan saya yang mau ngomong, bukan saya. Jadi kamu jangan ge'er dulu"
" Ya udah, mana Aiden nya"
" Ntar saya ganti ke mode video dulu"
Panggilan pun beralih ke Video.
" Hallo Assalamualaikum, kakak cantik"
" Wa'alaikum salam Aiden"
" Kakak cantik makasih oleh-olehnya, Ai suka"
" Sama-sama sayang. Kakak senang kalau Ai suka sama oleh-olehnya"
" Wah, siapa itu yang di sebelah kakak cantik"
" Tampan nggak?"
" Tampan, seperti Ai"
Alexa tertawa mendengar ucapan bocah cilik itu. Sifat anak kecil itu sama banget seperti Om nya.
" Cocok nggak sama kakak"
" Iya. Kakak cantik, terus abangnya tampan"
Tawa Alexa pecah saat melihat ekspresi lelaki tampan yang ada di samping Aiden.
" Siapa cowok itu?!"
" Pacar aku"
" Jangan bohong?!"
" Ngapain juga aku bohong sama Om"
" Tapi saya seperti pernah melihat cowok itu"
" Dimana?"
" Saya lupa"
" Wajah lha lupa, kan udah tua jadi daya ingatnya juga agak berkurang"
" Tua tua gini masih punya daya tarik yang kuat"
" Idih pede banget"
" Pede lha. Kamu tau, banyak wanita diluar sana yang ngantre mau jadi pacar saya"
" Ya.. ya terserah Om dah. Karena Aiden nya sudah nggak ada, telpon nya aku tutup dulu"
" Tunggu dulu! saya mau lihat cowok tadi"
" Kenapa Om mau melihat pacar aku. Jangan bilang kalau Om suka sama pacar aku"
" Jangan ngaco! cepat kasih liat"
Alexa mengarahkan kamera ponselnya pada Abimanyu.
" Bang liat sini"
Abimanyu pun menoleh kearah Alexa. Setelah itu dia mengarahkan kameranya kembali pada wajahnya.
" Tuh kan bener saya seperti pernah melihat dia"
" Ya udah, Om pikir dulu siapa cowok tadi. Dan pernah liat nya dimana, setelah itu baru hubungi aku lagi"
Alexa mematikan sambungan teleponnya. Ia tidak peduli kalau lelaki gunung es itu kesal padanya. Karena sekarang ini dia pasti akan diintrogasi oleh Abangnya.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚