
Mereka pun sampai di depan pintu gerbang sekolah. Abimanyu dan Varo turun dari mobil membukakan pintu untuk kedua gadis cantik yang duduk di kursi belakang.
Alexa memang tidak mau diantarkan sampai ke dalam sekolah, karena mobil mewah milik Abangnya itu akan menjadi pusat perhatian semua siswa. Dan ia tidak ingin identitasnya terbongkar sekarang.
" Silakan turun tuan putri?" kata Varo sambil mengulurkan tangannya pada Alexa.
" Terima kasih paman" ucap Alexa sambil menerima uluran tangan Varo.
Pagi ini Alexa mendapatkan perlakuan bak putri raja oleh kedua lelaki tampan itu. Ditambah lagi semua mata tertuju padanya. Persis seperti adegan yang pernah ia tonton di salah Drakor favoritnya.
" Eh itu bukannya Alexa?" tanya teman sekelas Alexa.
" Iya. Dia diantarkan sama siapa tu? mana cakep-cakep lagi cowoknya"
" Jangan-jangan itu sugar Daddy-nya"
" Mungkin. Karena sekarang banyak cewek-cewek yang jadi sugar baby"
Para siswi cewek itu pun belum mau beranjak dari gerbang sekolah. Malahan ku jumlah mereka tambah banyak, karena setiap siswa yang data mereka ikut nimbrung bersama teman-temannya. Karena mereka juga penasaran dengan kedua lelaki tampan itu.
" Sepertinya kita akan jadi bahan ghibah para cewek-cewek itu?" kata Adele.
" Biarkan saja. Semakin banyak mereka ngomongin kita, maka semakin banyak pahala yang kita terima dari mereka"
" Bener juga. Pasti mereka mikir kita jadi sugar baby kedua cowok tampan itu"
" Sudah pasti, liat aja wajah-wajah kepo mereka"
" Kenapa belum masuk, ntar gerbangnya tutup lho?" kata Abimanyu.
" Ah iya. Kita berdua masuk dulu ya Bang"
" Iya. Belajar yang rajin"
" Ok Bang"
Kedua gadis cantik itu segera masuk. Karena sebentar lagi pintu gerbang akan ditutup. Setelah Alexa masuk kedalam sekolah, barulah Abimanyu melajukan kembali mobilnya.
" Cantik-cantik tapi jadi baby sugar" kata salah satu siswi cewek ketika Alexa dan Adele lewat.
Alexa dan Adele hanya membalas ucapan siswi itu dengan senyuman. Walaupun mereka mengatakan kalau kedua lelaki tampan itu adalah saudara mereka, siswi itu tidak akan percaya. Karena mereka lebih memilih percaya dengan apa yang mereka lihat. Padahal apa yang mereka lihat belum tentu benar.
Kedua gadis cantik itu terus saja berjalan melewati siswi yang julit itu. Karena tidak ada untungnya berdebat dengan cewek-cewek itu. Para siswi itupun kesal karena Alexa dan Adele mengacuhkannya.
" Kalian berdua turun dimana tadi?" tanya Axel saat melihat kedua gadis cantik itu berjalan kearahnya.
" Didepan" jawab Alexa.
" Di gerbang?"
" Bukan, seberang gerbang"
" Kenapa turun di seberang? kenapa nggak turun di parkiran aja?"
" Kamu mau kita berdua jadi pusat perhatian semua siswa disini"
" Kita turun di seberang aja siswi cewek udah pada ghibah. Apalagi kalau kita turun di parkiran" kata Adele.
" Betul "
" Terus, Abang sama paman udah pergi?"
" Udah. Lagipula ngapain mereka lama-lama disini" kata Alexa.
" Ya mana tau mereka mau cuci mata, liat cewek-cewek cantik"
" Perasaan yang cantik di sekolah ini, cuma aku sama Adele"
" Benar banget" kata Adele.
__ADS_1
" Peda banget kalian berdua" kata Farel.
" Jelas dong. Emang menurut Lo, gue nggak cantik?" tanya Adele.
" Cantik dong, banget malah"
" Tuh tau. Terus kenapa tadi bilang kita berdua kepedean"
Farel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia pasti tidak akan menang melawan kedua cewek cantik itu.
" Alexa"
Mendengar namanya dipanggil, Alexa menoleh kebelakang. " Kak Kevin"
" Hai"
" Kakak kok bisa disini?"
" Bisa dong, kan habis parkir mobil"
" Pejuang cinta Eca datang" bisik Axel ke Farel.
" Maksud Lo?"
" Tulalit banget sih Lo. Kak Kevin lagi pedekate sama Eca"
" Serius?"
" Udah bubar"
" Ck, gue nanya serius. Beneran Kak Kevin lagi pedekate sama Eca?"
" Hhmm"
" Wah bagus dong. Jadi kita bertiga punya pasangan"
" Emang Lo punya pasangan?"
" Lo beneran suka sama Adele?"
" Yup" jawab Farel sambil mengangguk.
" Wah ternyata tetanggaku, jodohku nih ceritanya"
" Ya gitu deh"
" Tunggu apalagi, buruan tembak"
" Jangan dong! mati dia nanti kalau ditembak"
Pletak..
" Maksud gue, bukan tembak pake timah panas. Tapi tembak pake panah asmara"
Farel kaget mendengar ucapan sahabatnya. Kenapa cowok dingin seperti Axel mengerti tentang istilah dalam percintaan. Sedangkan dia minim pengetahuan tentang percintaan.
" Lo belajar darimana kata-kata kek begitu"
" Ada deh"
" Kalian berdua ngapain ngomong bisik-bisik gitu?" tanya Adele.
" Kepo" jawab kedua cowok tampan itu serentak.
" Jangan-jangan kalian berdua nggak normal"
" Sembarangan aja Lo kalau ngomong. Gue itu masih suka lawan jenis kali" kata Axel.
" Terus kenapa kalian ngomong bisik-bisik tetangga kek tadi"
__ADS_1
" Mau tau aja nih bocah" kata Axel.
" Gue bukan bocah"
" Terus?"
" Emaknya bocah"
" Idih bocah ngaku emaknya bocah"
" Stop! kuping gue sakit mendengar perdebatan kalian berdua" kata Farel.
" Kalian bertiga mau ke kelas nggak? kalau nggak gue tinggal nih" kata Alexa.
" Tega banget sih Lo Ama gue. Main tinggal aja"
" Makanya buruan "
Kevin berjalan di samping Alexa. Sedangkan Axel dan kedua sahabatnya berjalan di belakang Alexa dan Kevin. Jadi mereka seperti bodyguard dua sejoli itu.
" Kok gue berasa kek majikan kalian ya" canda Alexa.
" Anggap aja bener" kata Axel.
" Yang penting Eca bahagia, kita mah rela dianggap bodyguard" kata Farel.
" Iya, yang penting kita bisa liat senyum Eca yang manis kek madu hutan" kata Adele.
" Lebay banget kalian bertiga"
" Nggak apa-apa dibilang lebay, yang penting Eca senang" kata Adele.
Kevin tersenyum mendengar perdebatan Alexa dengan saudara dan juga sahabatnya. Ia ikut senang bisa mengenal empat sekawan itu.
Para siswa kaget melihat Alexa berjalan berdampingan dengan Ketos. Padahal mereka tau kalau gadis cantik itu pacaran dengan Axel. Tapi kenapa Axel berjalan dibelakang Alexa.
" Daebak, Alexa jalan sama Ketos"
" Apa mereka berdua pacaran?"
" Nggak mungkin, orang semua tau kalau dia pacaran sama Axel"
" Terus kenapa Axel berjalan dibelakang Alexa. Apa mereka udah putus?"
" Sepertinya mereka lagi ada masalah"
Diva semakin iri dan juga benci sama Alexa. Entah kenapa gadis itu selalu dikelilingi oleh cowok-cowok tampan. Mulai dari Axel, Farel dan sekarang Ketos.
" Ck sok kecantikan banget sih dia" kata teman Diva.
" Iya, padahal cantikan Diva dibandingkan dia"
" Mungkin mata para lelaki itu sudah buta. Jadi nggak bisa lagi membedakan mana yang cantik, dan mana yang nggak" kata Diva.
" Kamu benar. Tapi kenapa Kak Kevin ikut-ikutan dekat sama Alexa?"
" Jangan-jangan dia pakai pelet lagi"
" Bisa jadi"
Kubu Diva sudah panas dingin melihat Alexa. Sedangkan Alexa terlihat santai dan cuek. Ia tidak menghiraukan tatapan orang-orang yang tidak suka padanya. Karena ia tidak bisa memaksa orang untuk suka dengannya.
" Kakak ke kelas dulu ya"
" Hhmm"
Alexa dan Kevin pun berpisah di persimpangan. Kevin pergi ke kelasnya, dan Alexa pergi ke kelasnya. Begitu juga dengan Axel dan Farel Karena kelasnya berbeda dengan saudara kembarnya itu.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚.