
Keesokan harinya.
Alexa dan yang lainnya bersiap untuk kembali ke kota J. Mereka akan berangkat dengan pesawat jet pribadi milik Kenan. Sekarang mereka sudah berada di lobi hotel.
" Udah kumpul semuanya?" tanya Beni.
" Belum Om. Kak Kevin belum datang" kata Alexa.
" Dia nggak akan datang" kata Kenan.
" Kenapa?" tanya Alexa dan Citra
" Dia udah berangkat semalam "
Semua orang di sana kaget mendengar ucapan Kenan. Terutama Citra. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan itu akan pergi tanpa membawa dirinya.
" Om tau darimana?"
" Dia menemui saya semalam, dan memberikan ini untuk kamu" kata Kenan sambil memberikan amplop berwarna merah pada Alexa.
" Untuk aku?"
" Hhmmm"
Alexa menerima surat yang diberikan lelaki tampan itu padanya. Ia memasukkan surat itu ke dalam tasnya. Ia akan membacanya pas di atas pesawat nanti.
" Kalau Kevin udah berangkat, untuk apa lagi kita menunggu disini. Yuk berangkat ke bandara" kata Ryan.
Mereka pun masuk kedalam mobil yang sudah di pesan Kenan. Lelaki tampan itu memesan empat taksi. Semua koper milik mereka di masukkan kedalam bagasi.
" Kamu satu mobil sama saya" kata Kenan sambil menarik tangan Alexa.
" Aku mau satu mobil sama sahabat aku Om"
" Kamu mau jadi obat nyamuk?"
Benar juga apa yang dikatakan sama gunung es itu. Alexa pun masuk kedalam mobil yang ada di paling belakang. Karena Kenan memilih taksi yang ada di belakang.
" Makasih ya" ucap Kenan saat mobil sudah mulai berjalan.
" Makasih untuk apa?"
" Makasih karena nggak melepas kalung yang saya berikan"
" Hhmmm"
" Kalau sudah sampai di kota J, kita masih bisa ketemu nggak?"
" Kalau aku bilang nggak, Om pasti akan maksa lagi"
Tawa Kenan pun pecah saat mendengar ucapan Alexa barusan. Ia tidak menyangka kalau gadis itu akan bicara seperti itu.
" Kenapa kamu bilang seperti itu?"
" Karena om suka paksa"
" Bukan suka maksa, tapi kamu emang sukanya dipaksa"
Beni ikut bahagia melihat hubungan tuannya dengan putri penguasa Asia dan Eropa itu semakin dekat. Walaupun mereka berdua sering berdebat, tapi nggak berapa lama mereka berdua akur lagi.
" Coba baca surat dari pacar kamu?"
" Dia bukan pacar aku, Om"
" Ya udah cepat baca"
" Nggak ah, nanti aja"
" Sekarang aja, saya juga ingin tau isinya"
" Ntar aja"
__ADS_1
" Ntar kapan?"
" Pas udah di pesawat"
" Habis dibaca, buang aja suratnya di toilet"
" Kenapa dibuang?"
" Terus mau disimpan untuk kenang-kenangan"
" Nggak juga"
" Ya udah buang aja ntar ke toilet"
" Dasar Om-om suka maksa"
Dering ponsel Beni menghentikan perdebatan kedua insan itu.
" Ben ponsel mu"
" Maaf tuan"
Beni segera mengambil ponselnya. Ia melihat nama salah satu anak buahnya yang ia tugaskan untuk menjaga Clara.
" Hallo"
" Bos, gawat! wanita itu kabur"
" Apa! kok bisa!"
Kenan dan Alexa kaget mendengar suara Beni yang meninggi.
" Cari dia sampai dapat. Kalau tidak! tanggung akibatnya"
" Ba..baik bos"
Beni menyimpan kembali ponselnya. Ia tidak tau bagaimana cara menyampaikan pada tuannya. Ia tidak menyangka wanita itu bisa kabur dengan pengawalan ketat dari anak buahnya.
" Ti..tidak tuan"
Kenan menoleh kebelakang. Ia tau asistennya sedang berbohong padanya. Karena tidak biasanya sang asisten bicara dengan terbata seperti itu.
" Sampai di bandara cerita sama saya"
" Baik tuan"
Alexa hanya jadi pendengar saja. Ia tidak tau apa yang sedang terjadi. Yang ia dengar tadi ada yang mereka cari. Mungkin ada seseorang yang kabur.
Tanpa terasa mereka pun sampai di bandara. Mereka semua pun turun dari taksi. Begitu juga dengan Alexa dan Kenan. Kedatangan Kenan langsung di sambut sama anak buahnya.
" Selamat datang tuan"
Kenan hanya menganggukkan kepalanya.
" Kalian duluan aja ke pesawat. Nanti anak buah saya yang akan mengantarkan kalian"
" Baik Om"
" Om nggak ikut sama kita?" tanya Alexa.
" Ikut, saya mau bicara sebentar dengan Beni. Kamu duduk di depan sama saya"
" Hhmmm"
" Ya udah, sampai bertemu di pesawat "
Alexa dan yang lainnya pergi ke tempat pesawat jet milik Kenan. Mereka diantar langsung sama anak buah Kenan.
" Cepat katakan ada masalah apa?"
" Wanita itu kabur tuan"
__ADS_1
" Apa!"
Bug.
Bibir Beni langsung mengeluarkan darah segar terkena pukulan Kenan. Nggak hanya satu pukulan, lelaki tampan itu memberikan beberapa pukulan pada asistennya.
Beni tidar lawan, karena itu memang kesalahannya karena tidak bisa menjalankan tugas dari tuannya itu.
" Saya tidak mau tau kamu harus secepatnya menemukan wanita itu!"
" Baik tuan, saya sudah kerahkan semua anak buah saya untuk mencari dia"
Kenan tidak habis pikir dengan anak buahnya. Apa saja yang mereka lakukan. Mengawasi satu orang wanita saja mereka tidak becus.
" Bilang sama mereka semua, siapa saja yang bertugas menjaga wanita itu akan dapat hukuman dari saya!"
" Baik tuan"
Lelaki tampan itu bukan takut sama wanita itu. Tapi dia tidak ingin kalau wanita itu menyakiti keluarganya terutama keponakannya.
" Perketat penjagaan untuk Aiden "
" Baik tuan"
" Saya tidak ingin ada kesalahan lagi. Kalau sampai terjadi lagi, saya tidak akan kasih ampun kamu"
" Iya tuan"
" Ya sudah, sekarang kita kembali dulu ke kota J. Obati luka kamu"
Beni hanya menganggukkan kepalanya. Ia tau kalau tuannya lagi emosi. Kedua lelaki itu pun segera pergi menuju pesawat jet berada.
Sampai di pesawat jet, anak buah Kenan menyambut kedatangannya. Tapi mereka kaget melihat wajah senior mereka sedikit babak belur.
" Saya tidak apa-apa" kata Beni.
" Itu pelajaran untuk yang lain. Kalau kalian melakukan kesalahan, maka saya tidak akan segan-segan ngasih kalian pelajaran. Apa kalian mengerti?!"
" Mengerti bos"
" Sekarang bantu Beni mengobati lukanya"
" Baik bos"
Kenan segera masuk kedalam pesawat. Ia mencari dimana gadis tipisnya berada. Ia ingin bersandar di bahu gadis cantik itu.
" Om kok lama sekali? Om Ben mana?" tanya Alexa.
" Jangan tanyakan cowok lain kalau sedang bersama saya"
" Om Ben itukan asisten, Om"
" Walaupun dia asisten saya, tapi tetap aja dia itu laki-laki. Dan saya nggak suka kalau kamu bertanya lelaki lain"
" Kenapa? lagian Om itu bukan siapa-siapa saya?!"
" Sekarang emang bukan siapa-siapa. Tapi nggak lama lagi saya akan jadi bagian yang terpenting dalam hidup kamu"
" Hah?"
Alexa kaget mendengar ucapan lelaki tampan yang ada di sampingnya itu. Entah kepercayaan diri darimana sama lelaki itu, hingga dengan percaya dirinya dia bicara seperti itu.
" Udah jangan banyak tanya lagi. Saya mau tidur dulu. Saya lagi pusing" kata Kenan sambil menyandarkan kepalanya di bahu Alexa.
" Om, ja.."
Alexa tidak jadi melanjutkan ucapannya karena ia tidak tega melihat lelaki tampan itu. Sepertinya gunung es itu memang lagi ada masalah yang cukup besar. Ia pun membiarkan kepala Kenan di bahunya.
Pesawat jet pun segera lepas landas meninggalkan bandara kota B.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚